
Saat sedang santai dengan Kiara di ruang tengah bersama dapat yang yang berada di box bayinya, tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang langsung nyelonong masuk.
“Hai Kak! Wah aku kangen nich sama kakak!” ucap seseorang tersebut yang langsung mencium Agam dan Kiara.
“Dewi…! Kebiasaan selalu mengejutkan saja! Kamu sendirian kesini?” tanya Agam penasaran.
“Enggak, aku kesini sama seseorang! Tuh di depan, si kunyuk menyebalkan!” ucap Dewi yang memanyunkan bibirnya.
“Si kunyuk menyebalkan? What? yang benar saja!” tanya Agam penasaran dengan apa yang diucapkan oleh Dewi. Dewi yang ditanya Agam hanya menganggukkan kepalanya kemudian berusaha mengalihkan perhatiannya dengan bermain bersama Daffa.
“ Hai…Daffa…, keponakan tante semakin besar saja! Maaf…, tante baru bisa besuk!” ucapnya hingga berusaha membuat Daffa tersenyum. Dewi memberikan beberapa kado untuk Daffa dan Kiara.
“Kakak ipar, ini untuk kamu ya? Selamat kakak bisa memenangkan hati kakak dan bisa membawanya hidup lebih baik. Aku salut sama kakak,” ucap Dewi sambil menyerahkan kado yang dibawanya.
“Terima kasih ya Dewi? Kamu nggak perlu repot-repot seperti ini! Kita sudah saling bertemu ini saja sudah lebih dari cukup!” ucap Kiara kepada Dewi yang dianggapnya sebagai adik sendiri meskipun usia mereka terpaut kira-kira 1 tahun lebih tua Dewi.
“Dewi, yang kamu katakan tadi apa benar?” tanya Agam masih penasaran kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ke ruang tamu untuk menemui seseorang yang dikatakan Dewi tadi.
__ADS_1
“Iya kak! Dia ada di depan!” ucap Dewi menegaskan kembali perkataannya. Namun Agam sudah berlalu dari hadapan Dewi dan Kiara.
“Adrian? Wah bener-bener kamu ya? kemajuan saja nich si kuncrit dan si kunyuk berdamai. Atau jangan-jangan kalian jadian ya?” tanya Agam kaget dengan pemandangan yang ada di depanya.
“Ya begitulah! Kamu kan lihat sendiri kita datang kesini berdua,” ucap Adrian bangga dengan apa yang sudah diperlihatkan oleh Adrian kepadanya.
“What? Kok bisa? Mana mungkin? Dari dulu kalian selalu bertengkar bahkan paling banter 15 menit kamu bisa berdamai dengan Dewi! Wah benar-benar kemajuan ini!” ucap Agam dengan mengacungkan jempol kepada Adrian.
“Do’anya ya untuk kita! Aku akan serius dengan Dewi dan berniat untuk melamarnya!” ucap Adrian serius.
“Yang benar? Bagus itu, tapi ingat Dewi jangan kau jadikan pelarian kamu hanya karena kamu tidak bisa mendapatkan Kiara dan kamu tahu kalau Kiara itu istri aku! Kalau itu terjadi kau langsung berhadapan dengan aku! Aku yang eksekusi kamu!” ucap Agam kepada Adrian yang sekaligus bentuk ancamannya kepada Adrian.
“Ya sudah! Ayo kita ke belakang Dewi sedang ngobrol dengan Kiara dan putraku! Dewi nampaknya jatuh cinta sama Daffa,” ucap Agam untuk membuat Adrian lebih dekat dengannya dan keluarga kecilnya karena sebentar lagi akan menjadi adik iparnya karena hendak menikahi Dewi adik sepupunya.
Mereka berdua pun berjalan ke ruang keluarga dan ikut bergabung dengan Kiara dan Dewi. Awalnya Kiara bingung dengan kehadiran Adrian kemudian Agam menjelaskan kalau sebenarnya Adrian sudah jadian dengan Dewi. Kiara semakin takut dengan posisi Adrian. Agam yang tahu gejolak hati istrinya kemudian pelan-pelan mengusap bahunya sebagai tanda kalau itu tidak masalah untuk hubungannya.
“Kak Agam ternyata hidup di indonesia itu menyenangkan ya?” ucap Dewi tiba-tiba kepada Agam. Agam tahu hal itu diungkapkan karena mewakili perasaannya yang sesungguhnya dirinya dulu memutuskan kuliah ke Amerika karena kisah cintanya tidak pernah ada balasan . Dewi kala itu masih SMA diam-diam menyukai Adrian yang kala itu sering main kerumah Agam ketika berlibur kuliah. Namun Adrian hanya suka mengerjai Dewi namun belum pernah menyatakan perasaannya. Ditambah lagi Dewi pernah melihat Adrian sering jalan bareng dengan cewek di mall. Dewi yang tidak ingin berharap lebih dan takut kecewa memutuskan ikut orang tuanya untuk melanjutkan studinya ke Amerika.
__ADS_1
Agam yang kala itu tahu tidak bisa berbuat apa-apa karena takut melukai hati Dewi karena sesungguhnya waktu itu Adrian sudah memiliki pacar.
Agam menghela nafasnya kemudian melihat Dewi yang nampak bahagia dengan Adrian. Agam berharap kebahagian yang dimiliki Dewi ini tidak semu dan berharap Adrian bisa mewujudkan kebahagian Dewi.
Adrian pun sudah tidak canggung lagi berhadapan dengan Kiara yang sebentar lagi akan menjadi kakak iparnya. Kiara pun juga merasa bersyukur karena Adrian sudah menemukan tambatan hati yang cocok dengannya. Meskipun Kiara mengetahui kalau sebentar lagi dia akan sering bertemu dengan Adrian tetapi baginya itu sudah tidak masalah. Bagi Kiara yang terpenting suaminya mengetahui segala sesuatu yang terjadi antara dirinya dengan Adrian waktu di kampus.
Semua hal yang terjadi dengannya waktu di kampus sudah diceritakan kepada suaminya. Dan kelihatannya Agam juga fine-fine saja jadi itu tidak masalah baginya.
“ Agam, aku minta tolong bisa ndak? aku ingin bertemu dengan orang tua Dewi ke Amerika. Untuk itu aku mohon kamu juga membantu aku untuk menyakinkan ke dua orang tua Dewi untuk bisa menerimaku sebagai menantu nya,” ucap Adrian serius kepada Agam sahabatnya.
“Serius ini bro? Wah boleh tuh aku akan antar kamu kesana! Kalau soal menyakinkan orang tua tuh Kara pakarnya! Entahlah dia itu bisa meluluhkan hati papa dan mama aku yang keras! Bahkan mereka berdua langsung jatuh hati sama Kiara begitu bertemu pertama kali. Dulu kau ahu kan setiap cewek yang jadi pacar aku begitu bertemu dengan papa dan mama ujung-ujungnya mereka minta putus. La ini Kiara sekali bertemu langsung nempel ke mama dan papa bahkan mereka begitu menyayanginya hingga melupakan aku sebagai putranya sendiri!” ucap Agam bangga dengan istrinya. Hal itu membuat Kiara malu hingga menundukan kepalanya.
“Iya bro! Istrimu memang unik dan langka. Aku saja begitu melihatnya pertama kali langsung jatuh hati. Kamu beruntung bro! Tapi untung aku juga dipertemukan dengan Dewiku lagi. Gadis kecil yang dulu selalu bisa membuat aku tertawa. Apapun yang terjadi aku akan membahagiakannya,” gumamnya lirih.
“Sayang apa yang kamu lamunkan? Jangan takut ortuku tidak jahat kok! Aku yakin mereka akan merestui hubungan kita!” ucap Dewi yang sontak membuat Agam dan kiara kaget.
“Sayang? Wah kemajuan betul ya kalian berdua? Aku do’akan semoga kalian berdua segera menuju kelaminan dan langgeng seterusnya hingga bahagia dunia akhirat,” ucap Agam serius dan tulus.
__ADS_1
Mereka berempat ditambah Daffa sangat menikmati obrolan mereka hingga menjelang siang hari. Bahkan mereka pun makan siang bersama di rumahnya Agam dan Kiara.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?