Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Syukuran Tujuh Bulanan


__ADS_3

Syukuran Tujuh Bulanan


Kandungan Kiara mulai memasuki tujuh bulan. Agam sangat memanjakan Kiara. Untuk makan saja terkadang Agam menyuapinya bahkan untuk minum vitamin saja Agam harus menyuapi.


“Sayang…, ayo waktunya minum vitamin,” ucap Agam sambil mendekati istrinya yang rebahan di ruang keluarga.


“Aku lagi malas sayang tiap hari harus minum vitamin dan rasa-rasanya mulut aku pahit tidak berselera,” ucap Kiara yang masih rebahan di ruang santai dengan membaca majalah.


“Sayang, ini vitamin sudah aku bawakan. Ayo minumlah!” Agam membangunkan istrinya untuk duduk. Kiara yang manja membungkam mulutnya dengan kedua tangannya. Agam yang tidak kurang akal menggelitik ketiak Kiara hingga Kiara melepaskan tangannya untuk membungkam mulutnya.


Agam memasukan vitamin tersebut ke dalam mulutnya sendiri kemudian pelan-pelan mentransfernya ke mulut Kiara.


“Bagaimana sayang? Pahit gak?” tanya Agam kepada Kiara istrinya dengan senyuman yang nampak puas karena sudah berhasil memasukan obat ke dalam mulut Kiara.


“Kakak curang,” ucapnya sambil mencubit pinggang suaminya.


“Tapi kamu suka kan?” tanya Agam menggoda istrinya. Semantara itu di saat mereka sedang bersenda gurau nampak asisten rumah tangga mereka memvideo mereka dan dikirimkan ke seseorang yang memang sengaja memantau kegiatan mereka setiap hari.


“Maaf nyonya untuk aktivitas yang lebih sensitif, saya tidak berani nyonya,” ucapnya kepada seseorang yang simbok telpon lewat ponselnya.


“Tidak apa mbok, itu sudah lebih dari cukup!” ucap seseorang di seberang sana.


“Mbok pantau dan awasi mereka ya? Aku sangat mencintai mereka. Aku tidak ingin mereka berdua kenapa-kenapa!” ucap wanita di seberang sana dengan suara yang gemetar.


Sementara itu di rumah tiba-tiba bel berbunyi yang menunjukan kalau ada seorang tamu.


“Mbok, tolong dibukakan pintu! E…, tunggu dulu apa yang si mbok lakukan?” tanya Agam yang secara sengaja melihat si mbok grogi dan ponselnya hampir terjatuh karena kaget.


“Maaf, tidak apa-apa tuan muda!” ucap simbok langsung berlari membukakan pintu depan.

__ADS_1


“Nak Varel…, dan non Nayla. Mari silahkan masuk!” simbok mengantar mereka berdua msuk menemui kiara dan Agam.


“Tuan…, nyonya ada tuan Varel dan nona Nayla!” ucap simbok sambil mengantar mereka berdua ke ruang keluarga.


“Baik mbok! Tolong buatkan mereka minum dan bawalah beberapa cemilan di meja makan!” ucap Kiara memberi instruksi kepada si mbok. Si mbok dengan cekatan membuatkan mereka berempat minuman yang kemudian disajikan ke dalam meja ruang keluarga.


“Kak…, aku haus!” ucap Kiara manja dan Agam seolah tahu apa kemauan istrinya hingga Agam dengan sigap menyodorkan minuman istrinya ke mulut istrinya.


“Astaga dunia sekarang sudah terbalik ya? Dulu kamu paling anti dengan cewek apalagi disuruh-suruh sama cewek. Sekarang sama kakak ipar kamu tidak disuruh pun siap melakukannya. Kakak ipar kayaknya kamu wanita satu-satunya yang telah meluluhkan hati Agam setelah tante Sandra. Benar-benar kakak ipar jago banget! Memangnya apa sih kak rahasianya?” ucap Varel menggoda Kiara.


“Tidak ada dong! Rahasianya ini nich!” ucap Kiara sambil mengusap-usap perutnya yang sudah kelihatan membesar karena sebentar lagi acara tujuh bulan.


“O…, begitu ya? Pantesan! Tapi omong-omong yang membuat Agam klepek-klepek calon adik bayinya atau prosesnya kakak ipar?” tanya Varel penasaran tentunya bertanya dengan bersenda-gurau.


“La…, itu tanya sendiri kak! Kak Agam kan juga ada disamping kamu!” ucap Kiara menyambung pertanyaan Varel.


“Eis…, walaupun aku jelaskan kamu tidak akan mengerti. Makanya segera menikah! Kapan lamaran? Mama kemarin juga sudah menanyakan! Mama siap melamar Nayla untuk kamu kok!” ucap Agam santai.


“Astaga. Kamu itu aneh ya? Dulu mama Nayla belum bisa ngasih lampu hijau kau bingung minta mama Sandra mendekati mamanya Nayla. Giliran mamanya Nayla sudah ok, kamunya belum siap! Varel…, Varel kamu itu memang makhluk yang paling aneh di dunia!” ucap Agam mendorong Varel agar segera bertindak.


“Aneh gimana! Aku tetap kok menikahi Nayla tapi belum sekarang!” ucap Varel kembali bersikeras dengan pendapatnya.


“Kak Varel kalau misalnya Nayla dipersunting orang lain bagaimana?” tanya Kiara tiba-tiba.


“Ya…, janganlah! Aku kan udah cinta mati sama Nayla!” ucap Varel sambil memegang tangan Nayla untuk diciuminya.


“Astaga! Varel-varel. Itu namanya melukai perasaan Nayla! Kalau aku jadi Nayla sudah tentu aku pastikan  meninggalkanmu!” ucap Agam sambil menggenggam tangan istrinya yang sedang menikmati musik.


“Untung kamu bukan Nayla…, ha…, ha…!” ucap Varel tertawa meledek Agam.

__ADS_1


“Nayla! Kamu bisa kasih target kan? Kalau Varel belum siap kamu bersama Prawira saja yang kemarin nongkrong bersama kalian! Lagian dia juga masuk tuh jadi kriteria cowok kamu,” ucap Agam yang sengaja mengompor-kompori Varel dan Nayla.


“Prawira? Bukanya itu kunyuk yang membuat kamu cemburu?” ucap Varel tiba-tiba hingga membuat Kiara yang sedang minum jus tiba-tiba tersedak mendengar pernyataan konyol dari mulut Varel.


“Kakak! Ternyata kakak tempo hari di kampus itu bener-bener cemburu ya sama Prawira?” ucap Kiara yang melanjutkan minumnya.


“Tidak kok sayang! Cuman gak suka saja kalau dia berada di dekat kamu!” ucap Agam sambil nyengir menahan malu.


“Itu sih sama saja sayang? Kamu cemburu ya?” Kiara langsung menembak kelakuan suaminya.


“Tidak kok sayang. Kalau dia tidak nyebelin pasti aku izinkan berteman dengan kamu!” ucap Agam sambil terus duduk disamping istrinya dan bermain anak rambut istrinya yang lembut.


“Sudah-sudah jangan berisik! Ini ada mama Sandra ingin telpon kalian. Katanya dari tadi susah dihubungi!” ucap Varel yang memberikan ponselnya kepada Agam.


“Iya ma, ada apa?” tanya Agam sopan begitu ponsel Varel ia pindah ke tangannya.


“Persiapan acara syukuran tujuh bulanan besok sudah saiap?” tanya mama Sandra kepada putra sematang wayangnya.


“Sudah dong ma! Kalau mama mau lihat, boleh kok datang kemari!” ucap Agam kepada mamanya.


“Kita kan pakai jasa Event Organizer  ma? Dan mama kan tahu sendiri semua yang dicarikan Varel pasti ok ma?” ucap Agam memuji sahabatnya.


“Iya.., mama percaya! Jangan lupa semua relasi diundang! Mama sekalian mau memperkenalkan menantu mama yang cantik kepada relasi kita!” ucap mama Sandra.


“Iya ma! Tenang saja! Semuanya sudah siap dan ok! Dekorasi dan juga oleh-oleh untuk tamu juga sudah siap!” ucap Agam menyakinkan mamanya.


“Baiklah mama percaya sama kalian! Mama ke salon dulu dan jangan lupa istrimu dai jaga kesehatannya jangan sampai kecapekan!” ucap mama Sandra langsung menutup ponselnya.


Setelah mama Sandra menutup ponselnya Agam menyuruh Nayla untuk membawa Kiara beristirahat. Semantara Agam mengajak Varel ke ruang kerjanya untuk membicarakan sesuatu tentang bisnisnya.

__ADS_1


Varel hanya menuruti apa kemauan Agam karena Agam memang bosnya. Namun Varel terlebih dahulu mengecek kesiapan acara untuk nanti malam,


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2