Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Semakin Terkejut


__ADS_3

Setelah menyelesaikan  administrasi, Agam beserta mamanya kembali keruangan untuk membereskan semua perlengkapan dan peralatan Kiara.


Nayla pun tidak lupa meluangkan waktunya untuk membantu Mama Sandra dan Agam. Nayla nampak senang bisa membantu mereka, karena mama Sandra memperlakukannya dengan baik  sama halnya memperlakukan Kiara.


 Beberapa saat kemudian apa yang mereka kerjakan sudah selesai dan Agam  menelpon seseorang untuk membantu membawa barang-barang Kiara ke dalam mobil. Setelah menutup ponselnya tidak berapa lama kemudian ada seseorang yang datang ke dalam ruangan tersebut.


“Bro…,  mana barang yang harus aku masukkan ke dalam mobil?” tanya seseorang tersebut yang sangat mengejutkan Nayla. Nayla yang begitu mengenal orang tersebut langsung hendak pamitan pergi meninggalkan ruangan Kiara.


“ Tante…,  aku mohon maaf sebelumnya karena ada acara aku tidak bisa mengantar Kiara pulang?”  katanya membuat alasan agar tidak diketahui penyebabnya kalau Naira sebenarnya berusaha menghindari Varel.


 Varel yang mendengar suara  seseorang yang dia kenal langsung menoleh ke sumber suara tersebut.  kemudian tanpa diperintah lagi Varel menghampiri Nayla yang sedang ketakutan karena berusaha menghindar dari Varel perihal tabrakan yang memecahkan ponsel Varel.


“Hai…, ABG labil! Ternyata kamu disini ya? Jangan lupa nanti kamu mengganti ponsel aku yang rusak!” ucap Varel sambil menatap muka Nayla yang ketakutan.


“La...itu ponsel om, kan sudah bisa dipakai?” ucap Nayla yang menunjuk ponsel Varel yang berada di tangannya.


“ Iya bisa…, Tapi kameranya sudah tidak berfungsi lagi!” ucap Varel yang gemas dengan sikap Nayla.


“Waduh…, nak Varel memperlakukan wanita jangan seperti itu? Awas lo kalian berjodoh?”  ucap Mama Sandra yang tahu sebenarnya Varel hanya menakut-nakuti Nayla. Mama Sandra yakin kalau sesungguhnya Varel sangat menyukai Nayla.


“Habisnya menjengkelkan tante,  sudah tahu salah tidak mau minta maaf. ABG labil ini justru menuduhku memanfaatkan dirinya untuk mengganti ponselku agar memperoleh ponsel yang baru.  Benar-benar menyebalkan kan Tante?” ucap Varel melakukan pembelaan.


“ Sudahlah Varel.  Ponsel kamu yang jatuh nanti biar diganti oleh Agam, kasihan Nayla,” ucap mama Sandra yang memang juga menyayangi Varel seperti putranya sendiri.

__ADS_1


“Mama…,  kenapa mesti Agam Mama?”  ucap Agam kesal karena mamanya begitu memanjakan Varel dengan kelebihan.


“ Tidak apa-apa sayang,  kamu dan Varel itu memang Putra mama.  Jadi Mama akan memperlakukan Varel sama dengan dirimu?” ucap Mama Sandra dengan tulus.


“ Saudara? Saudara yang brojolnya dari mama yang berbeda? Benar-benar mama itu terlalu baik sama si kunyuk jelek ini,” ucap Agam kepada mamanya yang sebenarnya hanya mengerjai Varel.


“Bodoh amat. Tante nanti aku beli sendiri saja ya? Tapi uangnya nanti Tante ganti ya?” Ucap Varel yang sengaja menggoda sahabatnya karena cemburu perlakuan mama Sandra kepadanya.


“ Sudahlah, kalian jangan ribut saja.  Ayo kita segera pulang! Nak Nayla sekalian ikut kami, biar tahu rumahnya Kiara,” pinta mama Sandra kepada Nayla.


“Maaf tante,  Nayla harus pulang. Nayla akan menjemput ortu Nayla di bandara yang pulang dari luar negeri,” Ucap Nayla berusaha menghindar agar tidak ketemu dengan Varel.


“Ke bandara? Emangnya jam berapa kamu ke bandara?”  tanya Mama Sandra kepada Nayla.


“Jam 4 tante, karena jarak rumah sakit ke bandara cukup jauh, aku takut kalau nanti terlambat,” ucap Nayla lembut.


Varel yang kesal dengan Nayla masih mengancamnya dengan berbisik di dekat telinga Nayla agar tidak terdengar oleh mama Sandra.


“ Awas ya,  kamu ABG labil punya hutang ya sama aku! Ingat suatu saat aku pasti akan menagihnya!” ucap Varel yang dengan sengaja menyenggol tubuh Nayla hingga Nayla tarhuyung hampir jatuh. Nayla hanya mengelus dadanya karena bagaimanapun dia juga bersalah.


Tidak Berapa lama kemudian mereka sampai ke parkiran.  Kiara di turunkan berat badan oleh suaminya kemudian dibantu masuk ke dalam mobil.  Agam meminta kunci mobil kepada Varel dan tanpa pikir pikir panjang Varel memberikan kuncinya kepada Agam. Namun ketika kunci sudah berada di tangan Agam,  dengan cepat secepat kira masuk di dalam mobil tersebut dan melakukannya meninggalkan dengan beberapa  tas yang berisi perlengkapan Kiara.


Varel berteriak-teriak kepada Agam namun tidak dipedulikan oleh Agam. Mama SAndra yang sudah naik di bagian belakang mobil hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat ulah kedua anak muda tersebut.

__ADS_1


“Agam, apa kamu tidak kasihan kepada saudaramu? Kau lihatlah dengan barang seperti itu mana bisa dia cari taksi menuju ke rumah kita.


“Tenang ma…, aku Yakin Nayla tidak sejahat itu.  Aku pastikan kan Nayla akan mengantarnya pulang ke rumah kita?” ucap Agam  memang sengaja mencegah sahabatnya agar berduaan bersama Nayla.


“Iya ma…, Nayla yang baik tidak akan meninggalkan Varel sendirian,” ucap Kiara yang membantu menjelaskan kepada Mama mertuanya.


“Ok…, terserah kalian sajalah yang terpenting mereka berdua bisa berjodoh seperti kalian,” ucap mama Sandra kepada putra dan menantunya.


Sementara itu di parkiran rumah sakit,  Varel masih celingukan mencari taksi yang sedang lewat namun tak kunjung lewat juga hingga akhirnya Nayla berhenti di sampingnya dan memintanya naik.


“Ayo, om tua segera naik!” ucap Nayla yang ngeselin. Namun karena situasi yang sangat panas dan dengan bibir yang manyun Varel naik juga dan menaruh barang-barang Kiara di belakang.


“Pletak…, benar-benar ABG labil. Ayo jalan kau antar aku di Jl. Basuki Rahmat nomor 5!” ucap Varel sambil mengatakan alamat rumah Agam, hingga membuat Nayla semakin terkejut.


“Astaga om! Itu kan perumahan elit?” ucapnya yang tanpa sadar membuat dirinya terpana karena kaget.


“Iya…, memang kenapa? Pak Agam kan putra tunggal dari bapak Bagas Maheswara,” ucap Varel sehingga Nayla mengerem mendadak hingga Varel terjerembab membentur kaca depan mobil.


“Pletak…, gila! Kamu itu benar-benar ABG labil yang suka mengerem mendadak dan hendak mencelakai orang lain ya?” Varel menjitak kembali kepala Nayla untuk yang kesekian kalinya.


“Om tua…, kalau seperti ini bisa-bisa kepalaku jontor!” ucap Nayla sekenanya.


“Pletak…! Kalau kepala benjol ya tapi kalau mulut jontor!” ucap Varel meluruskan perkataan Nayla hingga mereka tidak jalan-jalan. Mobil yang antri di belakangnya menyalakan klakson hingga Nayla baru sadar kalau ulahnya telah membuat macet jalanan. Nayla pun dengan cekatan langsung kembali mengemudikan mobilnya dan berjalan stabil sesuai petunjuk Varel. Tidak berapa lama kemudian mereka akhirnya sampai di rumah kediaman Agam dan Kiara.

__ADS_1


Namun Nayla tidak mampir karena dirinya harus buru-buru menjemput mama dan papanya ke bandara. Entah apa otak yang ada di kepala Varel tiba-tiba ikut masuk kembali ke mobil Nayla. Varel yang tidak tega dengan Nayla yang menyetir sendiri langsung meminta kunci mobilnya untuk mengantarnya pergi. Nayla yang bingung akhirnya memberikan juga kunci mobilnya ke Varel.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Semakin seru ya? Ada Nayla dan Varel yang kira-kira ada falling in love ya?


__ADS_2