
Hari ini hari Istimewa dimana Kiara dinyatakan lulus dengan nilai terbaik. Di sekolah Kiara diadakan acara kelulusan dengan konsep mengenakan baju tradisional. Kelulusan hari ini sekaligus diadakan acara pelepasan siswa yang lulus sekolah. Kiara dari pagi sudah make up dibantu oleh mama Sandra.
Kiara yang berpenampilan sederhana tampak anggun dan elegan dibalut kebaya warna silver dan menenteng tas hermes pemberian Agam karena dirinya mendapatkan juara dengan nilai terbaik.
Kiara dengan elegan turun dari lantai atas menuju ke bawah hendak menemui Agam yang sudah menantinya di ruang tamu. Dengan pelan dan anggun Kiara turun dari tangga dengan memancarkan kecantikannya yang luar biasa sehingga Agam terpana melihatnya.
“Agam, apa yang kamu lihat nak?” ucap kakek Danu yang duduk di sebelahnya.
“Cucu Kakek, istri aku kek. Lihatlah dia bagaikan putri yang turun dari kayangan,” ucapnya sambil terus memelototi istrinya.
“Kak Agam, awas ya ntar bola matanya bisa keluar lo?” ucap Kiara Dengan penuh percaya diri terus turun menuruni tangga rumah. Sementara itu Mama Sandra juga sudah berbenah dengan pakaian yang sangat rapi untuk menghadiri acara. Mma Sandra selaku pemilik diberi kehormatan untuk berada di depan sebagai tamu kehormatan.
“Iya cucu kakek memang cakep kok! Itu kamu lihat bibirnya yang tipis itu mewarisi neneknya. Dulu almarhumah istri kakek juga kaya Kiara energik, pintar dan pandai menyenangkan suami,” ucap Kakek Danu memuji cucunya.
“Iya kek benar juga apa yang dikatakan kakek kok! Terima kasih kakek yang telah mempertemukan aku dengan Kiara!” Ucap Agam kepada kakek Danu dan langsung menggandeng Kiara menuju ke mobil setelah pamitan kepada kakek.
“ Sayang, hari ini kamu kamu baik banget, kayaknya bayi dalam kandungan kamu nanti cewek ya?” ucap Agam kepada istrinya.
“Masa iya? berarti hari ini doang ya cantiknya. Sebelumnya aku tidak cantik ya?”Ucap Kiara sambil memanyunkan bibirnya.
“Cantik! Tapi akhir-akhir ini tambah cantik sayang, iya kan ma?” ucap Agam yang minta dukungan dari mamanya. Mama Sandra juga menguatkan apa yang disampaikan oleh Agam sehingga mereka tidak jadi ribut.
“Sayang, ayo keburu berangkat. Ingat kamu sebagai siswa yang berprestasi harus memberi pesan dan kesan untuk sekolah!” ucap mama Sandra pemilik yayasan sekolahnya Kiara dan sekaligus mertuanya.
__ADS_1
“Iya ma!” ucap Kiara dan sudah masuk ke mobil yang duduk di depan duduk berdampingan di samping Agam, sementara itu mama Sandra mengendarai mobil sendiri dengan sopir pribadinya.
Tidak berapa lama kemudian mereka sampai di sekolah. Kiara dari parkiran menuju ke tempat acara selalu digandeng oleh Agam sehingga banyak orang yang cemburu melihatnya. Ada salah satu siswa perempuan yang nampak tidak terima dengan kebahagiaan Kiara sehingga ketiak Kiara berjalan untuk mencari tempat duduknya yang ada di depan tiba-tiba ada seseorang yang menjegalnya dengan memasang kakinya agar Kiara terjatuh. Kiara terhuyung hendak tersungkur ke depan namun Agam yang berada di dekatnya dengan sigap menarik tangan Kiara hingga Kiara terselamatkan dan jatuh dalam pelukannya.
“Maaf tidak sengaja!” ucap siswa perempuan tersebut sopan karena berharap dapat dimaafkan oleh Agam dan Kiara.
“Iya gak apa-apa! Mungkin aku yang kurang fokus,” ucap Kiara sopan hingga membuat Agam mengelus dadanya karena Kiara begitu baik dan tidak pernah menyalahkan orang lain. Agam gemetar tubuhnya menahan marah dan hendak mengangkat tangan nya mau memukul siswi tersebut namun diredam oleh Kiara dengan meraih tangan Agam kembali dalam gandengannya dan mereka berjalan menuju ke tempat yang disediakan oleh panitia.
“Sayang kenapa kamu memaafkannya?” tanya Agam penasaran dengan sikap istrinya.
“Karena aku tidak mau mengotori hari baik ini dengan perbuatan yang tidak baik. Kita jangan selalu membalas kejahatan dengan kejahatan akan berdampak tidak baik,” ucap Kiara menggurui suaminya.
“Baik bu guru cantik. Boleh dong aku tiap hari dibimbing dan dinasehati bu guru?” goda Agam kepada istrinya.
“Iya lah. Aku kan tiap bulan kasih kamu gaji sayang?” ucap Agam kepada istrinya. Kedekatan mereka benar-benar membuat semua orang semakin mengaguminya.
Tidak Berapa lama kemudian pembawa acara sudah naik di atas panggung. Acara perpisahan sekaligus wisuda atau pelepasan siswa kelas 12 sudah dimulai.
Pembawa acara juga membacakan jumlah wisuda yang hadir dan menyampaikan pula daftar siswa yang keterima di perguruan tinggi. Salah satunya juga Kiara disebutkan kalau diterima di universitas Amerika.
Semua siswa, orang tua, dan guru memberi oplos kepada siswa-siswi yang keterima di perguruan tinggi negeri ternama.
Dan di puncak acara pembawa acara menyampaikan kalau Kiara akan menyampaikan pesan dan kesannya sebagai siswa teladan.
__ADS_1
Kiara menyampaikan pesan dan kesannya dengan pidatonya yang sangat simpel sambil sesekali memandang kepada suaminya.
“Guru terbaik adalah pengalaman, belajar yang baik adalah lah keikhlasan. Aku bisa seperti ini semua berkat teman, guru dan suamiku tercinta yang saat ini ikut menghadiri acara ini! Terima Kasih guruku, temanku dan semuanya! Sekolah ini telah menjadi saksi amalan ilmu yang diajarkan oleh guru kita! Jayalah SMA Putra Harapan!” ucap Kiara sambil mengepalkan tangannya dan diangkatnya ke atas hingga hiruk riuh semua peserta dan undangan memberi oplos untuk Kiara.
Hari sudah menjelang siang sehingga acara perpisahan tersebut berakhir. Kiara keluar dari gedung sekolah dengan bergandengan tangan dengan Agam menuju parkiran. Baru saja hendak keluar gedung tiba-tiba Nayla memanggilnya dan mengajaknya fotobersamamanya. Kiara dan Nayla foto berdua dan dilanjutkan foto bersama kedua orang tua Nayla. Papa Bagas ternyata juga hadir yang didampingi oleh Varel.
Varel yang sengaja ikut tidak kalah dengan Agam yang memberi hadiah untuk Nayla. Mereka berdua bersaing untuk mengambil hati pasangannya masing-masing. Tidak berapa lama kemudian karena capek mereka memutuskan untuk pulang.
Agam menggandeng Kiara menuju ke mobil dan menunjukan kalau dirinya semakin sayang kepada Kiara, namun dirinya tidak rela kalau Kiara akan melanjutkan kuliah di Amerika. Di sepanjang perjalanan pulang Agam nampak murung berbanding terbalik waktu di gedung tadi.
“Sayang kamu kenapa? Adakah sesuatu yang mengganggu pikiran kamu?” ucap kiara yang penasaran dengan sikap Agam.
“Aku tidak ingin kamu kuliah ke luar negeri sayang? Karena aku tidak ingin jauh-jauh dari kamu!” ucap Agam memelas sambil mengemudikan mobilnya.
“Terus bagaimana, kuliah ke universitas ternama yang ada di luar negeri itu menjadi impian aku,” ucap Kiara sambil memegangi tangan suaminya dan sesekali diciumnya agar suaminya mau mengizinkannya.
“Bagaimana kalau kuliahnya di Jakarta saja sayang, kamu kan juga lagi hamil?” rengek Agam berusaha mematahkan keinginan istrinya.
“Ih maunya! Tapi aku ingin ke luar negri sayang?” ucap Kiara yang tidak mau mengalah.
“Sayang istri harus taat lo sama suaminya, kalau tidak taat berdosa tahu?” ucap Agam mengancam istrinya.
“Iya…, nanti saja kita bicarakan ulang kalau sudah ada di rumah,” ucap Kiara sopan agar tidak menyinggung perasaan suaminya.
__ADS_1
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?