Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Kangen Berat


__ADS_3

Agam sudah tidak sabar untuk pulang. Semua masalah perusahaan terselesaikan dengan baik. Varel dan kepercayaannya sangat bisa diandalkan.


Hari ini Agam berkemas untuk segera pulang,  karena dirinya sudah udah kangen berat sama Kiara.  Oleh-oleh untuk Tiara pun sudah dibelikan dan terkemas dengan rapi. Setelah semuanya siap,  Agam berangkat menuju bandara bersama dengan Varel.  hari ini Agam terlihat sumringah dengan wajah yang sangat berbinar-binar karena sebentar lagi mau bertemu dengan istrinya tercinta.


“ Varel,  untuk kepulangan kita hari ini tolong kamu jangan memberitahu Kiara terlebih dahulu. Aku hendak memberinya kejutan,” ucap Agam kepada sahabatnya.


“Iya…, aku tidak akan memberitahu kakak ipar.  Aku sendiri juga tidak memberitahu tahu Nayla.  Aku melakukannya biar nanti kita bisa melepaskan Kerinduan kita dengan sangat romantis dan penuh sensasional,” ucap Varel yang sok menirukan gaya artis nasional di negara kita.


“Gila, ternyata dirimu lebai juga! Istrimu bisa-bisa legrek dong menerima perlakuanmu itu! Aku jamin kamu bermainnya pasti kasar! Kira-kira Nayla kuat tidak ya?” goda Agam kepada sahabatnya itu. Namun yang digoda hanya nampak senyam-senyum.


“Bro…, gak salah tuh. Romantis dan sensasional bro? Kayaknya kamu gak ada tampang romantis tuh, yang ada paling arogan!” ucap Agam menyindir Varel.


“Ya gpp dong sesekali Arogant biar cepet jadi! Sudah ah yang penting kita pulang dulu dan segera bertemu dengan istri kita,” ucap Varel yang hanya cengar-cengir menanggapi Agam.


Agam yang tahu betul kelakuan Varel hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat Agam berjalan menuju pesawat disusul oleh Varel. Agam hendak ingin membuang-buang waktu lagi karena dirinya sudah kangen berat dengan Kiara. Rasa kangennya sudah mencapai ubun-ubun hingga membuat dirinya memanas menahan rindu.


Sementara itu yang di rumah Kiara nampak menonton drama korea kesukaannya. Kiara menonton sampai terbawa suasana hingga menangis termehek-mehek. Mama Sandra yang kebetulan menginap di rumahnya berusaha mengingatkan agar Kiara segera beristirahat karena hampir dari tadi dia menonton. Mama Sandra takut kalau Kiara terganggu kesehatannya.


“Sayang sudah sana masuk ke kamar dan tidur! Istirahatlah biar fresh badan kamu! Cucu mama kelihatannya juga sudah kelelahan. Kapan kira-kira melahirkan! Oma Sandra sudah ingin memeluk dan menimang cucu oma,” ucap mama Sandra dengan sabar meminta menantunya masuk ke kamar.


“Minggu depan ma! Perkiraan dokter cucu mama lahir,” jawab Kiara sambil berdiri dari sofa dan berjalan menuju ke kamarnya namun tiba-tiba perutnya terasa mulas dan kelihatannya mau melahirkan. Kiara meringis kesakitan hingga membuat mama Sandra panik dan meminta si mbok menyiapkan beberapa perlengkapan untuk persiapan melahirkan. Sopir keluargapun dengan sigap membawa Kiara didampingi mama Sandra menuju rumah sakit.

__ADS_1


“Astaga, sayang. Kamu harus bisa bertahan jangan sampai cucu mama lahir di jalan,” mama Sandra memegangi tangan menantunya untuk menguatkannya.


“Sakit ma!” ucap Kiara menahan sakit perutnya yang mulai kontraksi.


“Iya mama paham! Kamu harus kuat, begitulah kodrat menjadi seorang ibu nak!” bisik mama Sandra.


Tidak berapa lama kemudian mereka sampai di rumah sakit, Kiara langsung ditangani oleh dokter kandungan yang ada. Sementara itu mamanya menghubungi Agam melalui ponselnya. Tidak berapa lama ponselnya terhubung dengan Agam.


“Sayang, Kiara mau melahirkan! Kamu lekas pulang sekarang ya! Kasihan Kiara dia nampak kesakitan!” ucap mama Sandra menjelaskannya.


“Yang benar ma! Ini aku sudah balik dan berada di bandara hendak pulang ke rumah! Rumah sakit mana ma? Aku akan meluncur kesana!” ucap Agam menimpali telpon mamanya. Mama Sandra langsung memberitahu lokasi rumah sakitnya dan men share lokasinya. Agam dengan cepat menutup ponselnya kemudian meminta sang sopir perusahaan segera mengalihkan arahnya menuju rumah sakit.


Nayla yang kebetulan berada di minimarket untuk belanja, segera menyusul ke rumah sakit. Nayla bertemu dengan mama Sandra dan bertanya keberadaan Kiara. Mama Sandra memberi penjelasan tentang Kiara.


“Tante…, bagaimana dengan Kiara?” tanya Nayla begitu sampai di dekat mama Sandra.


“Sudah mendapat penanganan dari dokter nak! Kita tinggal nunggu saja hasilnya! Mudah-mudahan bayinya segera lahir dan selamat!” ucap mama Sandra memberi penjelasan.


“Amin. Semoga lancar dan aku segera mendapat keponakan! Tante do’akan aku segera hamil seperti Kiara ya?” ucap Nayla sambil menghela nafasnya karena dirinya juga berharap segera hamil.


“Iya nak, semoga kamu segera hamil seperti Kiara! Sabar kamu menikah kan baru bulan kemarin!” ucap mama Sandra memeluk  Nayla.

__ADS_1


Dan tidak lama setelah ngobrol, tiba-tiba dokter yang menangani Kiara datang dan menjelaskan kalau Kiara hanya mengalami kontraksi palsu. Namun demikian harus siaga karena kemungkinan akan terjadi kelahiran sebenarnya. Untuk itu dokter meminta Kiara untuk tetap tinggal di rumah sakit.


Mama Sandra dan Nayla bisa menjaga Kiara di ruangan perawatannya. Nayla sangat senang bisa bertemu dengan Kiara. Nayla yang suka humoris berusaha menghibur Kiara hingga Kiara berhasil melupakan rasa sakitnya.


“Nay kak Agam dan Varel hari ini pulang! Tadi aku di telpon kaka Varel untuk menemani mama Sandra dan kamu di rumah sakit. Mereka dijemput sopir perusahaan dan sudah meluncur menuju ke mari,” ucap Nayla memberi tahu Kiara. Kiara yang tidak tahu kalau suaminya pulang nampak memonyongkan bibirnya karena tidak diberitahu perihal kepulangannya.


“Masa iya? Bukanya mereka pulang masih seminggu lagi?” tanya Kiara bingung.


“Iya sih! Kak Agam yang ingin menunggu kelahiran kamu berusaha mempercepat kepulanganya sehingga semua masalah yang terkait dengan perusahaan dia selesaikan dengan cepat! Dan sebenarnya mereka berdua ingin memberi kejutan kepada kita namun karena ditengah jalan mereka di telpon mama akhirnya rencana mereka kebongkar juga. Jadi tidak menjadi surprice lagi untuk kita,” ucap Nayla memberi penjelasan kepada  Kiara.


Sementara itu Agam yang sudah berada di parkiran langsung turun dari mobil dan berlari masuk rumah sakit. Sesampainya di dalam rumah sakit Agam minta tolong resepsionis untuk mencari informasi kamar perawatan istrinya.


Setelah tahu kamar istrinya Agam langsung berjalan meuju kamar perawatan Kiara diikuti oleh Varel. Dan tidak lama kemudian Agam berada di depan pintu kamar perawatan Kiara, setelah salam Agam langsung masuk ke dalam ruangan.


Agam menghampiri istrinya kemudian memeluknya dan mencium keningnya.


“Sayang putra kita belum lahir ya?” ucap Agam yang memandangi perut istrinya yang masih membuncit.


“Belum kak ini masih kontraksi palsu. Namun tidak menutup kemungkinan hari ini putra kita akan lahir. Jadi dokter yang menangani persalinan aku mengatakan kita harus siaga, takutnya nanti lahir di rumah!” ucap Kiara memberi penjelasan.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?

__ADS_1


__ADS_2