
Setelah makan bersama dengan temannya, Kiara dan Agam berencana berkunjung ke rumah mama Sandra.
“Sayang, kita beli oleh-oleh dulu di tempat seperti biasanya!” pinta Kiara kepada suaminya.
“Iya pastilah!” ucap Agam dan langsung mengarahkan kendaraannya di toko aneka kue langganannya. Agam memarkirkan kendaraannya di tempat yang cukup aman dan teduh. Agam membukakan pintu kendaraannya untuk istrinya.
“Ayo, sayang turunlah!” Agam dengan sabar menutupi kepala istrinya agar tidak terbentur dengan pintu mobilnya. Agam menggandeng istrinya dengan mesra hingga semua orang yang berkunjung di toko tampak iri dibuatnya. Agam kemudian membawakan keranjang belanjaan sementara Kiara berjalan ke lorong makanan dan kue yang tertata rapi. Kiara mengambil beberapa makanan dan kue kesukaan mama Sandra.
“Sayang, ini kue kesukaan mama!” ucap Kiara sambil memasukan beberapa kue kering kesukaan mama Sandra. Setelah semuanya beres Kiara berjalan menuju kasir namun tiba-tiba di situ ada seorang anak kecil yang tiba-tiba berjalan ke arahnya dan memanggilnya mama. Kiara nampak kebingungan karena disamping anak tersebut tidak ada orang lain selain dirinya dan Agam.
“Tante…tolong, aku ikut tante. Gendong tante!” ucap gadis kecil tersebut sambil merengek-rengek minta di gendong olehnya. Agam dengan cekatan menaruh keranjang bawaannya untuk di taruh ke kasir untuk dihitung dan langsung menggendong gadis kecil tersebut.
“Sayang, sini sama om ya? Kasihan tante di dalam perut tante masih ada dedek bayinya?” ucap Agam sambil berusaha menyakinkan gadis kecil tersebut. Dan gadis kecil tersebut langsung mengerti dan naik dalam gendongan Agam.
“Maaf sayang, mama kamu dimana?” tanya Agam bingung.
“Sana! Mama terkunci di sana!” ucapnya sambil menunjuk di sebuah toilet. Agam dengan cekatan minta bantuan kepada satpam untuk mengecek kebenaran yang disampaikan oleh gadis kecil tersebut. Satpam kemudian mengecek kamar mandi yang ditunjukan oleh gadis kecil tersebut. Pintu kamar mandi tersebut tidak bisa di buka hingga akhirnya satpam mendobraknya.
Di dalam berada seorang wanita muda yang pingsan mengalami pendarahan di kamar mandi. Dari tanda-tandanya kelihatan kalau dia sedang keguguran.
“Kak Erlita!” Agam terkejut setelah mengetahui kalau yang berada dalam toilet tersebut Erlita kak iparnya istri dari Riki. Agam langsung meminta satpam untuk memanggil ambulans. Agam bersama Kiara membawa Erlita pergi ke rumah sakit.
“Sayang, kalau ini kak Erlita gadis kecil ini siapa?” tanya Agam kepada Kiara.
“ Entahlah Kak. Aku tidak tahu, setahu aku Kak Erlita dengan Kak Riki mempunyai anak laki-laki yang duduk di bangku sekolah dasar dan tinggal di asrama,” jawab Kiara sambil mengangkat bahunya sebagai tanda kalau dirinya tidak tahu menahu tentang kehidupan Erlita saat ini. Namun Kiara dan Agam meskipun tidak tahu menahu asal usul gadis kecil itu tetap merawatnya dengan baik.
Tidak Berapa lama kemudian mereka sampai di rumah sakit dan mendapat pertolongan pertama di IGD. Agam dan Kiara menunggu dokter yang menangani Erlita hingga keluar dari ruangan.
__ADS_1
“Maaf pasien banyak mengalami pendarahan, dan kebetulan golongan darahnya O, persediaan di rumah sakit habis dan di PMI sudah dikonfirmasi juga habis. Adakah keluarga kalian yang mempunyai golongan darah yang sama?” tanya dokter begitu keluar dari ruang tindakan.
“Golongan darah saya kebetulan sama dengannya dokter, anda boleh mengambilnya!” ucap Agam sambil menurunkan gadis kecil tersebut dalam gendongannya.
“Baiklah, suster tolong periksa bapak ini!” ucap dokter memerintahkan kepada perawat yang menangani Erlita.
“Baik pak! Mari ikut kami!” ucap suster tersebut sambil meminta Agam mengikutinya ke ruangan. Sementara itu Kiara bersama gadis kecil tersebut menunggu di ruang tunggu.
Dan tidak lama kemudian Agam keluar dari ruangan, dokter pun segera mengambil tindakan untuk Erlita. Setelah mendapat penanganan khusus Erlita dipindahkan di ruang perawatan, kemudian dokter meminta pihak keluarga untuk menemuinya.
Agam dan Kiara kemudian menemui dokter tersebut, dokter mengatakan kalau pasien bisa terselamatkan namun janin yang ada di kandungannya tidak bisa tertolong lagi. Kemudian dokter memberinya beberapa resep obat untuk pasien dan segera untuk ditebusnya.
“Sayang kamu tunggu di ruangan perawatan kak Erlita ya? Kamu tidak usah kemana-mana! Dan kalau kamu masih punya no ponsel mamanya kak Erlita tolong segera kamu hubungi!” ucap Agam kemudian mengantarkan Kiara di ruang perawatan Erlita dan dirinya langsung menebus obat yang ada di resep tersebut.
Sementara itu Kiara langsung menghubungi mamanya Erlita dengan ponselnya. Tidak lama kemudian dari seberang sana diangkat oleh mamanya Erlita.
“Erlita keguguran, bagaimana keadaannya?” tanya mamanya Erlita cemas.
“Keadaannya untuk sementara belum sadarkan diri tante. Tapi kata dokter kak Erlita akan segera membaik karena semua cek medisnya baik,” jawab Kiara sedikit menjelaskan kondisi Erlita.
“Terimakasih nak! Tante akan kesana sekarang juga. Tolong share lokasinya,” ucap mamanya Erlita sambil suaranya terbata-bata menahan tangis kemudian menutup ponselnya.
“Tante telpon eyang aku?” tanya gadis kecil tersebut kepada Kiara.
“Iya sayang, maaf kalau boleh tahu nama kamu siapa? Dari tadi tante belum tahu nama kamu!” ucap Kiara sambil menyodorkan tangannya kepada gadis kecil tersebut.
“Putri tante.” ucap gadis kecil tersebut dengan gayanya yang masih cadel.
__ADS_1
“Putri yang cantik sudah makan belum?” tanya Kiara kepada gadis kecil tersebut.
“Sudah tante, tapi aku lapar lagi!” ucapnya dengan bahasanya yang menggemaskan. Kemudian Kiara menghubungi Agam untuk membelikan makanan dan kue untuk Putri. Dan tidak lama kemudian Agam datang dengan obat dan pesanan Kiara.
Kiara menyuapi Putri dengan roti yang dibawa oleh Agam. Putri nampak makan dengan lahapnya. Kiara sangat menyukai Putri karena lucu dan menggemaskan.
“Sayang, mudah-mudahan anak kita nanti perempuan ya?” ucap Kiara sangat berharap jika anaknya nanti perempuan.
“Iya sayang, aku sih terserah apa yang dikasih sama Allah. Bagi aku perempuan ataupun laki-laki sama saja, yang terpenting sehat dan sempurna!” ucap Agam sambil mengusap perut Kiara dengan kasih sayang.
“Hikk…, hikkk, anakku…, apa yang terjadi dengan calon anakku!” tangis Erlita tiba-tiba begitu sadar dari pingsannya.
“Kak Erlita, kakak yang sabar ya? Kami menemukan kakak di kamar mandi sebuah minimarket. Kakak pingsan di kamar mandi dan mengalami keguguran. Kakak yang sabar ya?” ucap Kiara yang langsung memeluk Erlita.
“Kiara, apa yang harus aku katakan sama kakak kamu? Aku tidak bisa menjaga amanahnya disaat dia mendekam dalam penjara!” ucp Erlita menangis sesenggukan.
“Kakak sudahlah! Aku yakin kak Riki akan memahaminya! Kakak jangan bersedih ya? Kasihan Putri jadi ikut bersedih.
“Sayang apa yang terjadi dengan calon cucu aku?” tanya mamanya Erlita yang datang tiba-tiba.
“Maaf ma, aku keguguran! Padahal aku sangat menginginkannya!” ucap Erlita menangis dipelukannya Kiara.
“Mama jangan menangis, aku sayang mama!” ucap putri yang ikutan memeluk Erlita.
“Iya sayang, janganlah bersedih. Mama berharap kamu bisa bangkit ingat masih ada putra kamu dan Putri dari kakak kamu! Aku mohon kamu harus semangat!” ucap mamanya kak Erlita yang langsung mengambil alih dan memeluk Erlita. Kiara langsung paham ternyata Putri itu putra dari kakaknya kak Erlita yang sudah meninggal dunia.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?
__ADS_1