Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Hamil


__ADS_3

Hari ini hari pertama masuk sekolah setelah sekian lama berlibur hampir satu bulan dirinya tidak masuk sekolah karena aktivitasnya sebagai atlet nasional. Dan hari ini semua siswa mengikuti upacara bendera yang biasa dilakukan oleh pihak sekolah. Kiara berada di barisan paling depan.


Di tengah-tengah kegiatan upacara waktu pemberian amanah oleh kepala sekolah tiba-tiba Kiara pingsan. Agam yang berada pada barisan dengan guru-guru langsung menerobos barisan menggendong Kiara.


Agam dengan buru-buru dan rasa kuatir membawanya ke ruang UKS.


Disana Kiara ditangani oleh perawat sekolah. Perawat sekolah nampak mengerutkan dahinya sambil memeriksa ulang denyut nadi Kiara.


“Kiara bangun nak?” bisik perawat tersebut sambil mengoleskan minyak kayu putih ke hidung Kiara. Dan tidak lama kemudian Kiara siuman tapi dengan sangat lirih dia memanggil-manggil Agam.


“Kak Agam…, aku haus!” rintihnya yang tidak begitu jelas sehingga perawt tersebut tidak mendengar apa yang dimaksud Kiara. Agam dengan cekatan memberi minum Kiara yang sudah tersedia di UKS. Sedangkan perawat UKS fokus memeriksa kesehatan Kiara.


"Maaf Pak Agam kelihatannya Kiara… ," ucap perawat tersebut setelah memeriksa kesehatan Kiara, namun perwat tersebut tidak jadi melanjutkan perkataannya karena tiba-tiba diberondong pertanyaan oleh Agam


"Kiara kenapa? apakah sakitnya parah?” tanya Agam panik melihat istrinya pingsan dan tidak siuman. Sang perawat pun memberi kode kepada pak Agam untuk mengikutinya dan mereka berbicara di ruang sebelah dengan harapan tidak didengar oleh Kiara.


“Kiara hamil Pak? Tidak seharusnya pelajar seperti Kiara hamil di diluar nikah! Padahal Kiara pelajar yang berbakat dan berprestasi!” ucap perawat tersebut sambil menghela nafasnya.


“Sembarangan aja! Kalau ngomong harus di cek dulu kebenarannya! Dan siapa bilang Kiaraa hamil di luar nikah?” Agam marah dan tanpa berkata apa-apa langsung menggendong Kiara untuk dibawa menuju rumah sakit terdekat.


“Kak…, aku pusing dan mual,” rengek Kiara saat berada dalam gendongannya, namun Agam tetap menguatkan Kiara agar tenang dan sabar menahan sakitnya.


“Pak mau dibawa kemana nak Kiara?” tanya perawat tersebut yang tidak mengerti alur pikiran Agam.


“Ke rumah sakit! Nayla ayo temani bapak membawa Kiara ke rumah sakit!” ucap Agam pada Nayla yang kebetulan baru datang hendak menjenguk Kiara di UKS.

__ADS_1


“Baik pak!” ucap Nayla dan langsung membuntuti pak Agam dari belakang.


Semantara itu mama Sandra yang panik melihat menantunya pingsan berusaha mencari informasi ke perawat UKS. Mama Sandra yang harus mengikuti upacara sampai selesai tidak berani meninggalkan lapangan upacara.


“Bu, mana Kiara?” tanya mama Sandra kepada perawat UKS.


“Di bawa ke rumah sakit sama pak Agam bu! Dan parahnya Kiara hamil bu!” ucap perawat tersebut kepada mama Sandra dengan berbisik agar tidak terdengar oleh orang lain.


“Hamil? Yang benar bu? Terimakasih bu, informasinya?” ucap mama Sandra yang menyalami perawat tersebut dan tersenyum senang dan berlalu meninggalkan perawat tersebut. Sang perawat yang tidak mengerti apa-apa tentang mereka nampak bingung. Baru kali ini kepala sekolahnya nampak senang mendengar siswanya hamil.


“Bu Sandra hendak kemana?” tanya perawat tersebut penasaran.


“Ke rumah sakit! Mau melihat hasil pemeriksaannya! Syukur-syukur hasilnya memang positif” ucap mama Sandra semakin membuat perawat tersebut bingung.


Sementara itu Agam yang sudah masuk ke dalam mobil meminta Nayla menyetir mobilnya sedangkan dia sendiri menemani Kiara duduk di belakang dengan menyandarkan Kiara ke tubuhnya.


“Nay…, cepatan sedikit ya? Kasihan Kiara?” perintah Agam kepada Nayla.


“Baik kak! Eh…pak!” jawabnya dan langsung menambah kecepatan mobilnya karena Nayla juga tidak tega melihat Kiara menderita.


Setelah sampai UGD, Agam menceritakan semua tentang awal mula Kiara pingsan. Dan benar saja ternyata dokter jaga juga mendiagnosa sama dengan perawat yanga ada di sekolah.


“Maaf sesungguhnya siswi bapak itu hamil, tapi itu baru dugaan aku saja. Untuk memastikannya bapak harus membawanya periksa ke dokter kandungan. Dan jangan lupa hubungi keluarganya,” ucap dokter tersebut memberi saran.


“Baiklah!” ucap Agam yang langsung menyetujui apa yang dianjurkan oleh dokter. Dan Agam pun dengan santai menghubungi resepsionis rumah sakit untuk menyelesaikan semua urusan termasuk tentang pemeriksaan Kiara oleh dokter kandungan.

__ADS_1


“Lo keluarganya mana? Kenapa harus bapak sendiri yang mengurusnya?” tanya dokter tersebut begitu mengetahui kalau Agam yang mengurus pasien tersebut.


“Astaga pak dokter juga aneh! Saya kan suaminya?” ucap Aga yang mengejutkan Air tersebut.  Sang dokter pun dibuat tidak mengerti oleh ucapan Agam sehingga dokter menyimpulkan kalau mereka terlibat hubungan terlarang karena Kiara yang cantik.


“Astaga pak dokter, kami menikah. Anda jangan punya pikiran yang ngeres!” ucap Agam kemudian menunggu Kiara dibawa ke dokter kandungan.


Tidak Berapa lama kemudian Kiara diperiksa oleh dokter kandungan.  Setelah menunggu agak lama sang dokter keluar dan menyatakan bahwa Kiara benar-benar hamil dengan usia kehamilan kurang lebih 2 minggu.


Agam pun nampak senang, ternyata hasil perjuangannya membuahkan hasil dengan secepat kilat memeluk dan menciumi Kiara.


“Sayang, kita akan segera menjadi orang tua. Terimakasih ya sayang, kau benar-benar istri yang pintar dan baik,” puji Agam yang tidak henti-hentinya terus menciumi Kiara.


Namun tiba-tiba Agam menghentikan pelukannya dan teringat akan papa dan mamanya. Agam dengan spontan mengirim berita tersebut kepada papa dan mamanya. Namun ketika ponselnya diangkat mam dan papanya sudah berada di dekatnya.


“Kamu ingin menghubungi papa dan mama ya? Mama sudah tahu dari perawat di sekolah!” ucap mama Sandra dan terus masuk ke ruangan dan menciumi menantunya dengan penuh kasih sayang.


“Sayang terimakasih. Kamu telah membuatkan papa dan mama cucu meskipun masih dalam kandungan kamu!” ucap mama Sandra dan terus menjaga Kiara duduk di tepi ranjangnya.


“Selamat ya Kiara semoga kelak menjadi putra dan putri yang baik bisa berbakti kepada orang tuanya!” ucap Nayla dan mencium pipi Kiara.


Demikianlah kebahagian Kiara beserta keluarganya sehingga Agam pun tidak mau meninggalkan Kiara begitu saja. Agam selalu menunggunya dan memastikan kalau Kiara makan dengan cukup.


Kehamilan Kiara kali ini begitu lemah karena merupakan kehamilan pertama maka harus dijaga dengan baik. Dokter juga memberikan resep penguat untuk Kiara yang selalu dipantau oleh Agam.


Papa dan mama Sandra juga sering menunggu Kiara di rumah sakit. Nayla juga tidak pernah absen menunggu sahabatnya yang tentunya ditemani oleh Varel. Mereka berempat seolah-olah seperti keluarga sendiri bahkan tidak kalah dengan saudara kandung.

__ADS_1


__ADS_2