Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Stanford University


__ADS_3

Hari ini Agam tidak ke kantor tapi sudah bersiap diri untuk mengantarkan kan Kiara berangkat ke Amerika. Agar memilih memakai pesawat jet pribadinya bersama Varel.  Bahkan Nayla pun juga ikut bersama mereka.


Karena perjalanan begitu jauh, Agam sangat kuatir dengan kandungan istrinya.  Namun sebelumnya Kiara sudah kontrol ke dokter kandungan dan diberi obat serta vitamin penguat kandungan.


Di dalam perjalanan mereka juga menyempatkan diri transit di Emirat Arab yaitu di kota Dubai.  mereka menikmati pemandangan indahnya kota Dubai.  Mereka singgah di pulau Palm Jumeirah,  mereka berempat menikmati  berbagai tempat wisata menarik seperti taman hiburan, pantai, akuarium, tempat olahraga air dan tentunya shopping. Kiara benar-benar dimanjakan oleh suaminya.


Yang terakhir mereka singgah di Miracle Garden, Cara sangat menikmati liburannya. bahkan Kiara selalu dimanjakan oleh suaminya, apa yang diminta  oleh Kiara selalu dituruti oleh Agam.


Setelah  menikmati tempat wisata di Dubai,  mereka berempat melanjutkan perjalanannya menuju Amerika.


 Di dalam pesawat agar tidak pernah melepaskan pelukannya terhadap istrinya, sesekali Agam mencium kening istrinya dan mengusap-usap perutnya yang mulai membuncit.  Setelah beberapa jam mereka sampai di Amerika dan mencari  hotel untuk menginap mereka beberapa hari ke depan.


Untuk melepas lelah mereka tidur di hotel baru keesokan harinya mereka mencari universitas yang ada di California  atau yang dikenal dengan Stanford University.  Sesuai dengan apa yang disampaikan dalam surat beasiswanya kalau Kiara diterima dalam jurusan bisnis dan rencananya Nayla juga akan mengikutinya namun dengan jalur tes.


Kiara berjalan pasti menuju kampusnya ditemani oleh suami, Varel dan Nayla.  Karena yang cukup ramai maka Agam dan Varel yang mendaftar di bagian pendaftaran.


Kiara nampak duduk di bangku taman menunggu Agam yang mendaftaran dirinya, dan agak jauh dari Varel. Tiba-tiba datang segerombolan Pemuda yang agak urakan menggoda Kiara dengan bahasa Amerikanya.


“Wah kalau kampus kita kehadiran cewek seperti ini, kita akan betah dong kuliah di sini!” ucap salah satu pemuda tersebut.

__ADS_1


“Eh iya. Tapi kelihatannya hamil. Pasti ini wanita menganut pergaulan bebas dong?” ucap salah satu pemuda yang lainnya.


“Astaga Benarkah? Padahal negara yang berada di Timur itu  adat istiadatnya sangat kental? Aku tidak percaya?” ucap pemuda satunya lagi.


“ Kalau ndak percaya Ayo kita cek kebenarannya,” mereka pun beramai-ramia mendekati Kiara dan Nayla. Bahkan salah seorang dari mereka berani memegang perut  Kiara hingga Kiara reflek menyangkalnya dengan tangannya.


“Wah ternyata galak benar wanita ini. Mario dan kau David peganglah wanita ini, aku ingin tahu seberapa besar nyalinya,” ucap salah satu pemimpin mereka dan benar saja mereka berdua yang ditunjuk bosnya langsung menangkap Kiara dan memegangi kedua tangannya. Sementara itu Nayla juga dipegangi oleh pemuda lainnya.


Kiara tidak berdaya dengan kondisinya karena hamil kalau tidak berbadan dua tentunya Kiara akan menghajar mereka habis-habisan. Sang Bos berusaha mendekati Kiara dan hendak mencium bibir Kiara.  Akan tetapi Kiar bukanlah wanita lemah seperti yang mereka bayangkan. Dengan sekali tendangan Kiara bisa membuat Bos tersebut kelabakan. Tendangan Kiara tepat mengenai tengah-tengah bagian selakang Bos tersebut sehingga Sang Bos meringis kesakitan. Karena Bos mereka kesakitan sehingga menimbulkan anak buah sang Bos yang lain bereaksi menghajar Kiara.


“Prak…, bukkk…,” mereka menampar Kiara bahkan ada yang menendangnya mengenai kandungan Kiara. Kiara jatuh tersungkur tak berdaya sambil memegangi perutnya. Kiara meringis kesakitan hingga berteriak meminta tolong.


“Kak Agam…, kak Varel tolongin Kiara dan Nayla?” teriak Nayla bisteris hingga membuat kedua pemuda yang memeganginya membungkamnya dengan tangannya.


“Diam kau wanita ******! Apa kamu mau senasib seperti temanmu itu!” bentak salah satu pemuda tersebut.


Agam dan Varel langsung pergi menghampiri mereka tanpa menghiraukan panggilan petugas loket pendaftaran.  Agam dengan sigap langsung menendang dan memukul beberapa pemuda tersebut dibantu oleh Varel.


Agam dan Varel memang memiliki kemampuan bela diri sehingga beberapa lawan dari mereka dengan cepat bisa dilumpuhkan.  dan  tidak kemudian mereka ditangkap oleh security kampus yang kemudian di serahkan ke tangan yang berwajib.

__ADS_1


Setelah semuanya aman Agam menolong istrinya yang kesakitan, kemudian dengan bantuan pihak kampus Agam bisa membawa Kiara berobat ke rumah sakit terdekat. Di sepanjang jalan Agam memegangi tangan Kiara dan menguatkannya.


“Sayang bertahanlah demi aku dan calon anak kita. Kamu dan calon anak kita pasti kuat sayang?” ucap Agam yang terus memegangi tangan Kiara tanpa sedikitpun melepaskannya. Semua tim medis yang ada di mobil nampak terharu melihat kisah mereka.


“Kak…, aku sudah tidak kuat lagi kak!” ucap Kiara dan langsung pingsan. Agam berusaha membangunkan Kiara dengan menceritakan kisah dan impian mereka berdua. Agam membisikan sesuatu di telinga Kiara dan Kiara Pun terbangun kembali membuat semua orang semakin haru dengan mereka.


Setelah sampai di rumah sakit Kiara langsung mendapat pertolongan dari dokter. Semua upaya dilakukan oleh dokter untuk menyelamatkan ibu dan anak dalam kandunganya. Agam ditemani oleh Varel dan Nayla menunggu di luar menunggu informasi dari dokter. Tidak berapa lama kemudian sang dokter keluar ditemani oleh satu perawat wanita.


“Pak dokter bagaimana keadaan istri saya?” tanya Agam menghampiri mereka. Sang dokter pun mengajak Agam ke ruangannya. Kemudian sang dokter memberi penjelasan kalau istri dan calon bayinya baik-baik saja namun harus dijaga dengan baik karena kandungannya saat ini lemah. Paling tidak Kiara harus dirawat selama satu minggu kedepan.


Agam bernafas lega karena bagaimanapun Kiara dan calon bayinya adalah sesuatu yang berharga baginya. Agam bisa berubah karena Kiara dan calon bayinya. Agam sudah jauh lebih baik dan bisa bertanggung jawab atas dirinya dan keluarganya. Setelah semuanya baik-baik saja Agam keluar dari ruangan dokter.


Tidak lama kemudian Kiara dipindahkan di bagian perawatan. Agam minta kamar khusus untuk mereka berdua sementara itu Agam juga meminta Varel dan Nayla untuk kembali ke hotel. Namun karena solidaritas pertemanan dan persaudaraan mereka, Varel dan Nayla tidak mau meninggalkan mereka di rumah sakit. Mereka berdua juga memutuskan untuk tetap tinggal menemani Agam dan Kiara.


“Terimakasih Rel…, dan kau Nayla! Aku bisa menjaga Kiara dengan sendiri. Lebih baik kalian kembali saja ke hotel. Besok kalian bisa datang kembali ke sini,” ucap Agam  yang tidak mau merepotkan Varel dan Nayla.


Varel dan Nayla memutuskan utnuk tetap tinggal di rumah sakit mereka tidur di sofa yang disediakan oleh rumah sakit. Sementara Agam tidak pernah sekalipun tidur. Agam duduk di samping Kiara dan memegangi tangan Kiara. Bahkan tak jarang Agam terkantuk-kantuk kepalanya hendak membentur pegangan kursinya.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?

__ADS_1


__ADS_2