Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Menjemput Neta


__ADS_3

Kiara hari ini yang sudah berdamai dengan suaminya duduk-duduk diberanda belakang menikmati indahnya gemercik air kolam yang terisi dengan ikan hias. Kiara menghela nafasnya saat teringat dirinya semalaman harus melayani suaminya yang menghukumnya karena dirinya kabur ke rumah Nayla. Kiara tak sengaja menyunggingkan senyumnya, dan sesekali menepuk jidatnya.


“Kiara…, Kiara kenapa aku begitu bodoh? Sudah tahu kak Agam mencintaiku dan karena dia sibuk kegiatan kantor dengan klien aku harus marah dan pergi meninggalkan rumah?” gumamnya lirih sambil sesekali melihat pergerakan ikan-ikan yang berenang di dalam kolam.


“Maaf nyonya kenapa nyonya tersenyum sendiri? Adakah sesuatu yang lucu?” tanya asisten yang menangani villa.


“Eh…, simbok. Tidak ada apa-apa mbok! Mbok tuan ada dimana?” tanya Kiara karena ada sesuatu yang dibicarakan dengan suaminya.


“Di ruang kerja non! Dan tampaknya bapak sedang repot!” ucap si mbok sambil menyapu halaman di sekitar kolam renang. Baiklah aku segera kesana. Kiara Pun bergegas menuju ruang kerja suaminya dan tanpa mengetuk pintu Kiara mengendap-endap masuk ke ruang kerja suaminya dan dengan manjanya duduk di pangkuan suaminya dan mengayunkan tangannya di leher suaminya.


Kiara dengan santai mengecup bibir suaminya yang tanpa dia sadari ternyata suaminya sedang meeting dengan staf kantornya. Dengan reflek Agam langsung menutup laptopnya dan membalas kecupan istrinya.


“Sayang apa yang kamu lakukan?” ucapnya lembut tanpa memarahinya. Agam dengan kasih sayangnya membetulkan anak rambut yang menjuntai ke dahi istrinya.


“Astaga sayang aku ingin ajak kamu ke luar! Aku bosan di rumah saja!” ucap Kiara manja.


“Iya tapi aku selesaikan dulu zoommeting aku ya?” ucapnya lirih tanpa memarahi /kiara yang mengacaukan acaranya,


“Sayang, serius kamu zoom meeting?” ucap Kiara kaget kemudian pelan-pelan turun dari pangkuan suaminya untuk pindah duduk di sofa ruang kerja suaminya dengan pipi yang memerah menahan malu. Agam hanya menganggukan kepalanya kemudian kasih kode dengan jarinya agar istrinya tenang.


“Astaga sayang, kenapa tidak mengingatkan dari tadi?” tanya Kiara kepada suaminya dengan mengerucutkan bibirnya karena jengkel ketahuan dirinya bermesraan dengan suaminya.

__ADS_1


“Tidak apa sayang, kamu kan istri aku. Jadi tidak ada yang akan berani menertawakan kamu. Termasuk Varel,” ucap Agam memberi penguatan kepada istrinya.


Dengan pelan Agam membuka kembali laptopnya dan kembali memimpin meeting dengan stafnya yang kebanyakan laki-laki termasuk Varel.


Varel yang sudah terbiasa hidup bersama dengan Agam sejak kecil langsung memberondong Agam dengan ledekan-ledekannya.


“Uhuiii…, enak ya? Yang barusan dapat nutrisi!” goda Varel diikuti suara tawa yang lainnya.


“Diam kamu! Awas kalau kamu tetap berkomentar aku potong gaji kamu!” ucap Agam memberi peringatan kepada Varel agar tetap diam tanpa harus menggodanya. Varel seketika itu juga diam tanpa bersuara namun teman-teman di sekitarnya cekikikan melihat Varel yang tidak berkutik kayak kepiting rebus.


“Ok…, rapat kita lanjutkan. Kalian bisa diam tidak!” Agam memberi perintah untuk diam dan selanjutnya semua orang terdiam dan mendengarkan apa yang diucapkan oleh Agam. Agam dengan cekatan langsung mendelegasikan semua perintahnya kepada pihak-pihak yang berkompeten. Termasuk Varel harus pergi ke Pulau Dewata untuk menyelesaikan masalah perusahaan di sana.


Varel yang merupakan orang kepercayaan Agam langsung diberikan tanggung jawab yang besar karena harus menggantikan direktur yang lama karena ada meeting ke luar negeri.


“Varel, kamu keberatan ya mewakili aku menyelesaikan masalah perusahan di Bali?” tanya Agam penasaran karena Varel kelihatan bingung menerima tugasnya.


“Tidak pak, tapi nanti aku seminggu pulang karena harus melamar kekasih saya terlebih dahulu,” ucapnya lirih karena takut Agam tidak memberinya izin,


“Terserah kamu sajalah mau pulang seminggu sekali atau sebulan sekali yang terpenting semuanya beres,” ucap Agam sambil memberi komando tentang tugas-tugas yang lain kepada para stafnya. Setelah semuanya beres Agam menutup meetingnya dan berjalan menuju sofa menghampiri Kiara, Namun sayang Kiara yang kecapekan semalaman tertidur pulas di sofa.


Agam berjongkok di sofa kemudian mengusap-usap pipi istrinya kemudian mengecup bibir Kiara hingga Kiara menggeliat di sofa namun tidak terbangun juga. Agam yang gemas pelan-pelan mengangkat tubuh istrinya dan dibawanya ke kamar tidur.

__ADS_1


Setelah sampai di kamar pelan-pelan tubuh Kiara diturunkan di ranjang. Agam yang kecapekan ingin tidur mendampingi istrinya. Dengan pelan Agam membaringkan tubuh nya tidur bersama. Agam dengan pelan memeluk tubuh istrinya dari belakang kemudian memainkan anak rambut istrinya hingga dirinya ikut tertidur di samping istrinya.


Sementara itu Varel berencana menemui Nayla setelah zoom meeting dengan Agam bosnya.


Varel kemudian keluar ruangan dan langsung meluncurkan kendaraan membelah jalanan yang beraspal di bawah teriknya matahari. Varel meluncurkan kendaraannya dengan kecepatan tinggi berniat untuk segera bertemu dengan Nayla sang pujaan hati. Belum sempat membelokan mobilnya menuju rumah Nayla tiba-tiba ponselnya berbunyi yang ternyata dari Agam bosnya. Varel segera mengangkatnya takut kalau ada hal penting.


“Varel, aku minta tolong kau jemput Neta di bandara dan antar pulang ke rumahnya yang terletak di kompleks aku,” ucap Agam memberi perintah.


“Baik bos,” ucapnya lirih dan terasa berat karena takut menolak perintah bosnya. Varel menghela nafasnya dengan berat selalu dirinya yang jadi korban kalau Agam menikmati masa liburan bersama istri tercintanya. Varel kemudian memutar kendaraannya menuju bandara dan meninggalkan kesenangannya terlebih dahulu. Varel harus menunda pertemuannya dengan Nayla.


Varel yang pernah bertemu dengan Neta waktu meninggalnya kakek Danu tentunya dengan mudah langsung mengenali Neta yang sudah sampai di bandara. Varel langsung menjumpai Neta dan mengajaknya masuk ke dalam mobil.


“Neta, ayo segera ke sini!” panggilnya yang membuat Neta terkejut karena yang menjemputnya bukan Kiara namun Varel asisten suaminya. Neta dengan pelan-pelan berjalan mendekatinya dan langsung mengikuti Varel berjalan menuju ke mobil Varel,


Varel kemudian menyalakan kendaraannya dan langsung mengantar Neta ke tempat tujuannya.


“Neta, maaf aku tidak bisa mampir ke rumah kamu. Aku masih banyak urusan yang tidak bisa diganggu gugat lagi! Aku harus bertemu dengan Nayla karena besok lusa aku berangkat ke Bali karena ada perintah dari kakak ipar.


“Iya tak apa! Salam untuk Nayla ya? Dan tolong ini berikan untuk Nayla! Kapan-kapan aku main kesana!” ucap Neta berusaha mengeluarkan beberapa barang dari kopernya. Varel dengan cekatan mengambil hadiah tersebut dari tangan Neta dn mengucapkan terima kasih.


Setelah semuanya beres, Varel kembali membelah jalanan beraspal menuju rumah kekasihnya. Sesampainya di rumah Nayla, Varel langsung masuk ke halaman dan disambut  baik oleh bibi yang ramah.

__ADS_1


Varel kemudian meminta bibi untuk keluar rumah dan ngobrol dengannya di teras.


__ADS_2