Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Hari Bahagia


__ADS_3

Hari Bahagia


Papa Varel juga datang dari Amerika setelah menyelesaikan meetingnya. Papanya Varel dan mamanya ngajak Varel untuk bertemu dengan papa Bagas dan mama Sandra membahas hari bahagia untuk putra semata wayangnya.


“Mas, untuk pernikahan mereka sepenuhnya aku pasrahkan ke kamu,” ucap papanya Varel ketika bertemu dengan papa Bagas.


“Iya, lo mas dan mbak Sandra apapun kami berdua mengikuti alur dan adat istiadat sini saja. Kami terlalu lama tinggal di Amerika tidak tahu apapun tentang persiapan pernikahan putra kami!” ucap mamanya Varel yang memang bukan asli orang pribumi.


“Iya, kami sudah atur semuanya. Untuk hotel sudah kita gunakan hotel kita saja. Varel juga sudah saya anggap putra sendiri jeng. Dan kebetulan semua persiapan sudah beres. Putra dan menantu kami juga ikut membantu jadi tidak susah bagi kami untuk mengaturnya,” ucap mama Sandra bijak.


“Astaga,  Agam sudah menikah? Kapan menikahnya?  Kami kok tidak tidak diundang?”  ucap mama Varel kaget karena tidak pernah menerima kabar tentang pernikahan Agam.


“Pernikahannya sederhana jeng, karena menantu kami waktu itu masih SMA. Dan rencananya setelah kelahiran cucu kami akan kami rayakan!” ucap mama Sandra jujur apa adanya.


“Wah seru banget nich mbak! Pasti senang punya cucu di usia muda!” ucap mamanya Varel yang sudah membayangkan kalau dirinya memiliki cucu dari Varel.


“Assalamualaikum,  Selamat sore Pa…, Ma…,” sapa Kiara tiba-tiba muncul bersama Agam di rumah mama Sandra. Kiara langsung mencium tangan mama Sandra dan taak lupa pipi kanan kiri mama mertuanya itu. Kemudian berlanjut ke papa Bagas, dan orang tuanya Varel diikuti oleh Agam.


“Bro…, dari tadi ya? Maaf aku terlambat!” ucap Agam langsung meninju Varel sahabatnya yang duduk ikut nimbrung bersama kedua orang tuanya.


“Tidak kok, santai saja kami juga baru sampai,” ucap Varel sambil memainkan ponselnya.


“Jeng…, kenalkan menantu aku dan sahabatnya Nayla juga. Mereka berteman sejak kecil hingga kuliah pun bareng!” ucap mama Sandra memperkenalkan menantunya.

__ADS_1


“Wah cantik ya? Agam bener-bener tidak salah pilih. Nak Kiara, tante titip jga menantu tante ya? Nayla itu anaknya masih polos banget!” ucap mamanya Varel kepada Kiara.


“Iya tante. Kami sering bersama kok!” ucap Kiara sopan kepada mamanya Varel.


“Terimakasih nak Agam dan Kiara berkat kalian si Varel mau menikah! Sebelumnya Varel itu sangat susah untuk kami suruh segera menikah. Bahkan beberapa calon dari tante dan papanya dia tolak mentah-mentah!” ucap mamanya Varel terus terang membeberkan usahanya menjodohkan Varel.


“Ma…, jangan begitu dong ma? Masa iya aib anak sendiri di bongkar?” ucap Varel yang dari tadi diam saja duduk di sebelah papanya.


“Mungkin sehati dengan sahabatnya jeng? Dulu si Agam juga seperti itu tapi begitu bertemu dengan Kiara langsung jatuh cinta dan bertekuk lutut dengannya bahkan berkat Kiara perseteruannya dengan papanya mereda bahkan sekarang menuruti apa kemauan papanya,” jelas mama Sandra yang secara tidak sengaja memuji menantunya. Kiara yang duduk di sebelah mama Sandra nampak memerah mukanya menahan malu.


“Mama…, Kiara jadi malu tuh!” ucap papa Bagas yang membela menantunya.


“Iya nich ma! Kasihan menantu mama!” ucap Agam yang langsung menggenggam tangan Kiara untuk kemudian diciumnya.


“So sweet banget kalian? Tante jadi ingat waktu muda dulu! Om selalu perhatian seperti ini?” ucap mamanya Varel sambil mengenang masa lalunya bersama papanya Varel.


“Tante boleh dong cerita?” ucap Kiara penasaran.


“O…, itu nak! Dulu saat tante dan papanya Varel masih pacaran dan om masih mengalami kesulitan ekonomi, tiba-tiba motor yang kami naiki macet di tengah jalan. Jadi tante harus bantu dorong motor om hingga sampai ke bengkel dan yang menyebalkan lagi dompet om ketinggalan jadi tante dong yang harus beli bensinnya. Gila gak masa iya cowok gak modal lagi? Saking jengkelnya tante minta putus sama om. Tapi om kamu itu ngak pernah menyerah, tiap hari selalu menunggu tante di depan rumah tante. Entah mengapa tante menerima kembali si om. Namun tantangan datang dari orangtua tante yang tidak merestui hubungan tante dengan om. Orang tua tante membencinya karena hidupnya yang tidak jelas dan hanya mengandalkan hasil melukisnya!” jelas mamanya Varel menceritakan masa sulitnya dulu dengan papanya Varel.


“Kak, mungkin itu ya alasan papa Bagas tidak mengizinkan kamu menekuni seni lukis kamu ya?” ucap Kiara tiba-tiba hingga semuanya fokus pada papa Bagas yang hanya nyengir ternyata trauma dengan pengalaman sahabatnya.


“Gak tau, tuh tanya papa saja!” ucap Agam yang langsung memandang papanya.

__ADS_1


“Eh…, maaf bukan maksud papa menyamakan kasus kamu dengan papanya Varel!” ucap papa Bagas yang hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


“Sudahlah! Tidak perlu dibahas. Ayo kita makan saja! Itu sudah disiapkan oleh si mbok!” ucap mama Sandra berusaha mengalihkan pembicaraan. Akhirnya mereka semua menuju ruang makan yang sudah siap dengan beberapa hidangan nusantara.


Mereka sangat menikmati hidangan yang disediakan oleh mama Sandra. Papa dan mamanya Varel yang lama tidak menikmati makanan nusantara, mereka sangat menyukainya apalagi masakan mama Sandra sangat lezat.


“Mbak Sandra, ini nikmat sekali! Dari dulu kau juga handal masak masakan khas nusantara!” ucap mamanya Varel.


“Biasa saja jeng! Ini yang masak si mbok kok!” ucap mama Sandra merendah.


“Lidah aku tidak bisa dibohongi mbak! Ini bener-bener masakan mbak Sandra!” ucapnya yakin sambil terus menikmati makanannya.


“Iya tante. Mama memang jago masak! Aku kadang-kadang malu tante karena masakan  tidak selezat masakan mama Sandra,” ucap Kiara memuji masakan mama mertuanya.


“Sayang, masakan kamu juga lezat kok! Buktinya suami kamu suka memuji masakan kamu di hadapan mama?” ucap mama Sandra menghibur menantunya.


“Ih seru ya mbak! Menantu dan mertua saling memuji! Nak Kiara bersyukur ya punya mertua sebaik mama Sandra?” ucap mamanya Varel memuji sahabatnya.


“Iya tante. Papa dan mama Sandra sangat baik banget sama aku bahkan mereka memperlakukan aku seperti anak kandungnya sendiri!” ucap Kiara menjelaskan kebaikan mama mertuanya.


“Kalau itu benar-bener gak usah ditanya tante, terkadang mama dan papa lebih sayang sama menantunya daripada aku putranya sendiri!” ucap Agam protes dengan perlakuan ortunya selama ini terhadap istrinya.


“Jelas sayang dong. Nak Kiara kan yang mengandung calon cucu papa generasi penerus keluarga kita!” ucap papa Bagas menyampaikan langsung kepada mereka tanpa mempedulikan Agam sebagai putra kandungnya.

__ADS_1


“Tuh kan om! Posisi Agam sekarang sudah tergeser dengan menantu dan calon cucu papa!” ucap Agam yang pura-pura memasang wajah memelas hingga akhirnya mereka terkekeh dengan sikap Agam.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2