
Sejak kemunculan Gary di Paris, Kiara merasa ketakutan sehingga tiap malam tidur harus ditemani oleh Agam secara diam-diam.
Agam pun dengan sangat senang menemani istrinya karena sesungguhnya dirinya juga merindukan untuk tidur bersama istrinya. Agam selalu berusaha memanfaatkan peluang tersebut untuk merayu istrinya. Agam hampir tiap malam tidur memeluk istrinya namun Agam belum mau melakukan hubungan suami istri dengan Kiara selama Kiara belum mengizinkannya.
Hari sudah menjelang pagi, Kiara terbangun dari tidurnya yang ternyata dirinya sangat nyaman tidur berdampingan dengan suaminya. Agam yang dengan sengaja ketika tertidur berusaha memeluk istrinya dengan erat. Pelan-pelan Kiara mengalihkan tangan suaminya agar menjauh dari tubuhnya nya.
“Sayang, mau kemana?” tanya Agam yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya.
“Mau mandi, dan kamu sana lekas kembali ke kamar kamu sebelum orang lain tahu hubungan kita!” ucap Kiara kepada suaminya.
“Biarin lah yang penting bisa tidur bersama kamu sepanjang hari!” balas Agam yang tak kalah ngototnya dengan Kiara.
“Kakak, Kak kalau kakak tidak mau kembali Berarti besok tidak boleh lagi tidur di sini!” ncam Kiara namun hanya dicuekin begitu saja oleh Agam. Akhirnya Kiara menarik tangan Agam untuk bangkit dari Ranjang dan kemudian mendorongnya menuju ke pintu kamar.
Agam dengan sempoyongan karena masih mengumpulkan tenaga sisa-sisa tidurnya mau tidak mau mengikuti permintaan Kiara namun sebelum pergi Agam dengan cepat menarik tubuh Kiara untuk dipeluk dan diciumnya.
“Kakak, kamu itu terlalu bernafsu banget sih? Aku belum mandi masih bau kecut!” ucap Kiara dan berusaha mendorong tubuh Agam agar menjauh darinya.
“Aku sayang, kamu wangi banget?” ucap Agam yang terus mencium bibir, pipi dan dilanjut ke leher jenjangnya hingga Kiara tidak bisa mengelak lagi dan tubuhnya bergeser ke arah dinding di bawah himpitan tubuh Agam.
“Ah…, kakak aku belum siap nanti aku harus bertanding jadi aku perlu tenaga super ekstra!” ucap Kiara sambil mendesah menahan gejolak yang ada di tubuhnya.
__ADS_1
“Sayang…, justru ini merupakan obat kekuatan yang paling ampuh untuk menang. Percayalah sama suamimu ini?” ucap Agam lirih di telinga istrinya.
“Kakak…, aku sudah tidak kuat dan tahan! Ayolah kak, kakak pergi sekarang juga!” ucap Kiara menolak tubuh Agam namun tangannya melingkar di leher Agam seolah tidak mau melepaskan. Agam yang nakal langsung memanfaatkan peluang tersebut dan dengan pelan-pelan meraih tubuh Kiara dan digendongnya menuju ranjang.
Agam sebagai suami yang merindukan kebersamaan dengan istrinya langsung menjalankan aksinya sebagai lelaki sejati. Agam mulai membuat pemanasan dan mulai mencium bibir Kiara dan leher jenjangnya. Namun belum sempat Agam menjalankan aksinya untuk yang lebih dalam tiba-tiba terdengar suara lemparan batu yang mengenai kaca kamar hotel.
“Brak…, prak…,” suara jendela kaca hotel pecah yang dilempar dari luar. Seketika itu juga Agam terkejut dan segera berdiri dari ranjang dan merapikan pakaiannya.
Agam kemudian mengambil batu tersebut dan ternyata di dalamnya ada sebuah surat yang sengaja ditujukan untuk Kiara dan dirinya.
“Ingat! Aku tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia! Kiara milikku kalau tidak menjadi milikku, aku pastikan kamu juga tidak akan menjadi miliknya!”Ancam surat tersebut yang memang sengaja ditujukan untuk meneror dirinya dan Kiara.
“Kak! Bagaimana ini kak?” tanya Kiara yang ketakutan.
Aga membuat pengaduan tentang kejadian yang menimpa Kiara. Agam juga meminta pihak hotel untuk merahasiakan statusnya dengan Kiara dan juga merahasiakan kejadian yang menimpa dirinya dan Kiara. Agam hanya ingin menjebak orang yang memberi teror tersebut melalui caranya sendiri. Namun pihak hotel memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib dan tetap merahasiakan status mereka berdua di muka umum.
Setelah beberapa polisi yang memakai baju preman memeriksa kamar tersebut, menganalisa kasus yang Agam hadapi merupakan kasus yang sudah lama mereka tangani.
Orang yang Agam laporkan itu Gary yang ternyata juga mafia besar di kota tersebut dan keberadaannya juga meresahkan masyarakat.
Pihak kepolisian setelah memiliki beberapa titik terang tentang kasus Kiara dan Agam, polisi izin pergi meninggalkan ruangan tersebut dan berjanji akan menuntaskan kasus tersebut.
__ADS_1
Agam yang tidak tega dengan Kiara kemudian berniat menemani Kiara di dalam kamar tersebut dengan melaporkan kepada pihak hotel kalau sesungguhnya mereka itu pasangan suami istri. Agar kedekatan mereka tidak tercium publik kamarnya tetap dia tempati.
“Kak…, sebaiknya kita pindah dari kamar sini saja!” pinta Kiara penuh ketakutan.
“Baiklah kalau itu permintaanmu! Aku akan mencarikan kamar yang berdekatan dengan kamarku yang kebetulan kamarku tersebut juga bisa tembus dengan kamar sebelah,” ucap Agam yang begitu hafal dengan seluk beluk hotel tersebut. Kemudian Agam menelpon resepsionis hotel untuk memindahkan Kiara di kamar tersebut.
Tidak berapa lama sudah muncul karyawan hotel untuk membantu kepindahan mereka yang kebetulan berada di samping Agam dan ada pintu tembusnya yang biasanya diperuntukan untuk keluarga yang berlibur dengan putranya. Semantara itu Agam juga langsung keluar menuju kamarnya melalui pintu tembus antara kedua kamar tersebut.
“Sayang, terimakasih ya? Kamu begitu peduli dan perhatian sama aku!” gumam Kiara lirih namun terdengar pula oleh Agam yang hendak balik ke kamarnya. Agam tersenyum simpul penuh arti karena Kiara ternyata juga sangat menyayanginya.
Agam sambil bersiul menuju kamarnya dan langsung membuka bajunya untuk mandi membersihkan tubuhnya.
Agam seperti layaknya seorang pemuda yang sedang jatuh cinta mengambil baju untuk dipakai namun sudah berapa kali bajunya ia taruh kembali karena menurutnya tidak pas di tubuhnya.
Ternyata Kiara pun melakukan hal yang sama seperti halnya Agam bahkan beberapa baju di kopernya habis dia coba semua hingga akhirnya dia memutuskan memakai rok jins dan kaos oblong biar kelihatan santai.
“Kak, aku pergi untuk makan dulu!” pesan Kiara melalui ponsel Agam. Agam pun dengan cekatan juga keluar dari kamar dan menyusul Kiara yang sedang berjalan di depannya menuju ruang makan untuk sarapan.
Mereka berdua pun akhirnya makan bersama namun agak berseberangan karena tidak ingin diketahui oleh siapapun tentang hubungan mereka. Namun tanpa mereka sadari ada seseorang yang selalu mengawasi gerak-geriknya mulai dari keluar kamar hotel.
Agam maupun Kiara seperti anak muda yang sedang jatuh cinta sesekali mereka main mata. Agam tertawa simpul melihat ulah Kiara dan dirinya yang seperti ABG yang sedng jatuh cinta.
__ADS_1
Setelah sarapan selesai, semua peserta lomba diharapkan menuju lobi untuk mengikuti pertandingan berikutnya. Kiara hari ini juga bertanding melawan Jepang. Kiara dengan penuh semangat dan percaya diri berangkat menuju lobi dan berharap dirinya nanti juga bisa memenangkan kembali perlombaan tersebut.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?