Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Hilang


__ADS_3

 Di hari yang ketiga Agam masih setia mendampingi Kiara yang berada di rumah sakit.  Kiara  telah melupakan pendaftaran ke perguruan tinggi di Stanford University bahkan Kiara sudah tidak tertarik lagi kuliah di sana! Dengan kejadian kemarin di kampus membuat Kiara trauma sehingga dengan keputusan yang bulat dia berkeinginan kuliah di Jakarta saja.


“Sayang,  kamu jangan membicarakan soal kuliah terlebih dahulu,  yang terpenting sekarang kamu dan calon bayi sehat!” ucap Agam yang terus mengecup kening dan pipi istrinya. Agam tidak bisa membayangkan jika istri dan calon anaknya tidak selamat. Menghela nafasnya seolah dia tidak ingin berpisah kan lagi dengan Kiara.  Agam dalam hatinya berjanji tidak akan meninggalkan Kiara semenitpun.


“Permisi Pak,  ini waktunya ibu Kiara USG,” ucap perawat yang masuk ke dalam ruang perawatan Kiara.


“ Lo USG nya apa tidak disini saja?” tanya Agam bingung karena tiba-tiba perawat tersebut menyiapkan kursi roda untuk Kiara.


“Maaf alat USG kami yang portable rusak, jadi ibu Kiara harus saya bawa ke ruang kebidanan untuk cek keseluruhan,” ucap perawat tersebut menyakinkan.


“Baik Suster, biar aku yang mendorongnya,” ucapAgam setelah memindahkan Kiara menempati kursi rodanya. Kiara yang berada di kursi roda tangannya tidak mau lepas memegangi tangan Agam. Suster yang membawa mereka ke ruangan nampak tersenyum sinis terhadap mereka.


Setelah sampai di ruang kebidanan perawat tersebut meminta pak Agam untuk menyelesaikan administrasi untuk pelayanan USG. Agam pun menuruti apa yang diminta oleh perawat tersebut. Dan Agam tidak curiga sama sekali terhadap perawat tersebut. Begitu Agam pergi perawat tersebut langsung membungkam Kiara dengan saputangan yang sudah diolesi dengan obat bius.


Kiara langsung pingsan dan dengan leluasa perawat tersebut membawa Kiara keluar dan dimasukkannya ke dalam ambulan yang sudah disiapkan dari tadi.


“Ayo pak segera pergi dari sini!” ucap perawat tersebut degan cemas. Dan dengan sekali starter mesin mobilnya menyala dan terus melarikan diri jauh dari rumah sakit.


Sementara itu Agam menanyakan perial administrasi untuk USG ke ruang administrasi, semua petugas administrasi nampak bingung menjawab pertanyaan Agam .


“Maaf  USG kami lakukan di ruangan, jadi hari ini tidak ada jadwal untuk USG kandungan ibu Kiara,” ucap karyawan bagian adminitrasi yang seketika itu juga membuat Agam panik.

__ADS_1


“Suster…, dokter kalau begitu apa yang terjadi dengan istri saya? Tadi ada perawat yang masuk ke ruangan dan mengatakan kalau hari ini jadwalnya USG. Bagaimana dengan istri saya?” ucap Agam panik sambil memegangi kepalanya.


“Maaf bapak yang tenang, kami akan mencari tahu apa yang terjadi!” ucap karyawan bagian administrasi tersebut kemudian meminta bagian keamanan untuk memeriksa semua ruangan lewat CCTV. Dan tidak berapa lama kemudian mereka datang.


“Maaf nyonya Kiara hilang kelihatannya sedang diculik, suster yang meminta nyonya Kiara itu palsu!” ucap Security rumah sakit tersebut dengan aksen Amerikanya. Seketika itu juga Agam lemas.


“Apa pak hilang? Kelihatannya diculik? Ya Allah cobaan apalagi yang harus aku hadapi? Aku mohon lindungilah istri dan anakku!” ucap Agam lirih dan duduk lemas terkulai di kursi dekat resepsionis.


“Bagaimana ini pak? Ini kan rumah sakit besar? Kenapa bisa seperti ini? Aku mohon segera cari istriku? Istriku lagi hamil dan kandungannya lemah, kalau terjadi apa-apa dengan istriku kalian semua akan aku tuntut!” ucap Agam penuh emosi.


Sementara itu Varel bersama Nayla baaru datang bermaksud menjenguknya setelah semalaman mereka tinggal di hotel, tidak menemukan Agam dan Kiara. Mereka kemudian mendengar bermaksud mencari informasi di bagian administrasi tapi yang didengar justru keributan. Mereka berdua sangat terkejut ketika melihat Agam duduk lemah lunglai di kursi bagian administrasi. Mereka berdua langsung menghampiri Agam dan mencari informasi tentang kejadian yang sebenarnya.


“Agam apa yang terjadi?” tanya Varel begitu menhampiri Agam yang sedang duduk lunglai. Agam yang mendengar suara Varel seolah punya kekuatan untuk bersuara.


“Maaf pak, ibu? Saudara anda ini kehilangan istrinya, dari data yang dikumpulkan kelihatannya ibu Kiara diculik?” jelas salah satu pegawai pihak rumah sakit hingga menimbulkan keterkejutan bagi Varel dan Nayla.


“Diculik? Ya Allah apa salah Kiara?” ucap Nayla sedih karena kehilangan sahabatnya.


“Agam kamu jangan panik, aku akan mencoba menghubungi sahabatku yang ada di kota California ini!” ucap Varel menguatkan sahabatnya. Kemudian Varel terlibat percakapan dengan seseorang penduduk asli California lewat ponselnya. SAhabatnya bersedia membantunya, dan paling lama dia membutuhkan waktu 3 hari untuk melacaknya.


Sahabat Varel juga meminta foto Kiara untuk memudahkan pelacakan. Varel dengan bantuan Nayla mengirim foto tersebut kepada pemuda California yang bernama Gill. Gill yang merupakan mantan mafia tentu cukup mudah untuk melacak keberadaan Kiara.

__ADS_1


Disamping itu pihak rumah sakit juga menyerahkan masalah tersebut kepada pihak berwajib. Dan pihak berwajib juga meminta beberapa keterangan dari Agam. Mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencarinya. Dan jika ada informasi mereka juga akan menghubungi Agam.


Setelah semuanya beres Varel mengajak Agam untuk pulang ke hotel namun Agam tidak mau karena Agam merasa bersalah terhadap istrinya.


Varel dengan pasti menyakinkan Agam untuk pulang bersamanya. Varel mengemudikan mobilnya dengan Agam di sebelahnya. Di sebuah lampu merah Varel berhenti namun hatinya merasa tidak tenang ketika di sampingnya juga berhenti mobil minibus yang mencurigakan. Entah mengapa Varel dan Agam punya firasat yang aneh dengan mobil tersebut.


“Ikuti mobil itu! Aku merasa aneh dengan mobil itu!” perintah Agam kepada Varel.


Setelah lampu hijau mobil yang hendak mereka ikuti langsung melajukan kendaraannya dengan cepat. Namun karena laju kendaraan yang mereka kejar begitu kencang sehingga Varel yang tidak begitu hafal daerah tersebut membuatnya kehilangan jejak.


“Busyet…, laju mobilnya begitu cepat! Mereka lepas dari pantauan kita. Agam kamu tadi sempat memotretnya tidak? Coba kamu kirim kepada pihak polisi dan jangan lupa kirim ke aku. Aku akan mengirimnya kepada Gill,” ucap Varel dengan kesal.


“Aku memotretnya tapi tidak begitu jelas, coba Nayla mungkin kamu memotretnya!” ucap Agam kepada Nayla.


“Iya aku memotretnya tadi bahkan aku sempat mem videonya. Aku juga sempat melihat ada barang yang dijatuhkan entah apa. Aku tidak mengerti!” ucapnya sambil memutar ulang video tersebut.


“Astaga, ini tali rambut Kiara. Aku ingat kita pernah membelinya secara bersama-sama waktu kita nonton bersama di mall,” ucap Nayla.


“Astaga, kita hampir saja menemukannya. Kiara siapa sebenarnya yang menculik kamu?” ucap Agam lirih dan tak henti-hentinya menghela nafasnya. Agam terasa sesak, dia membayangkan kalau papa dan mamanya tahu. Agam tidak kebayang kalau mereka shock. Mereka sangat menyayangi Kiara melebihi dirinya.


Agam memukul dasbor mobil menunjukan rasa kecewanya. Varel menepuk bahu Agam sebagai tanda menguatkan dirinya. Sementara itu Nayla hanya bisa menghela nafas dan berdo’a untuk kebaikan sahabatnya.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2