Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Hukuman Setimpal


__ADS_3

Agam dan Kiara serta Varel dan Nayla berada di kantor polisi dan memberi keterangan sesuai pertanyaan yang diajukan oleh petugas Kepolisian. Dari keterangan Tiara dapat disimpulkan bahwa Gary memang punya kasus yang memberatkan diantaranya kasus penculikan terhadap dirinya dan sekaligus kasus narkoba bahkan kasus perdagangan senjata ilegal.


Setelah kepolisian selesai mereka juga dipanggil pada waktu mengalami persidangan. 


Ternyata kasus yang dialami oleh Gary sangat berat dan dikenai hukuman serendah-rendahnya 10 tahun penjara dan tertinggi hukuman mati sesuai dengan undang-undang yang ada di negara tersebut.


Di dalam persidangan Gary memandang tajam ke arah Kiara dan suaminya seolah menaruh dendam kepadanya. Kiara sangat ketakutan melihat tatap mata dari Gari. Agam yang tahu kondisi istrinya yang masih trauma menguatkannya dengan menggenggam tangannya. 


“Sayang, Kamu yang kuat dan tenang! Aku akan selalu mendampingimu!” ucap Agam yang sangat adem di dengar oleh Kiara sehingga Kiara mulai semangat lagi.


Setelah melalui perdebatan antara pihak kejaksaan dengan penuntut umum akhirnya diputuskan bahwa Gary diukur 15 tahun penjara dengan denda 15 milyar atas kasus perdagangan ilegal dan pengedaran narkoba. Seperti yang disampaikan itu termasuk hukuman setimpal sesuai dengan perbuatannya.


Setelah semuanya beres, Kiara dan Agam akan kembali ke hotel yang mereka tinggali. Agam menggandeng tangan Kiara berjalan menuju parkiran yang ada di depan pengadilan.


Disamping mereka selalu ada Varel dan Nayla yang selalu mendukung dan  mendampinginya dalam setiap urusan.


“Alhamdulilah sudah selesai Kiara, dengan demikian Gary tidak akan mengganggumu lagi,” ucap Nayla yang menyemangati Kiara agar tidak trauma lagi.


“Iya sayang, kita bisa hidup damai dan tentram di negara kita! Kita bisa membangun kerajaan kita dengan putra-putri kita sehingga kita akan selalu hidup damai,” ucap Agam yang mulai gombal terhadap Kiara.


“Wah…, emangnya pak Agam mau berapa anak ya?” ucap Varel menggoda sahabatnya.


“ Lima lah, cewek atau cowok semua pasti seru!” ucapnya asal biar Kiara terpancing oleh omognannya.


“Sayang…, aku bukan kelinci! Tapi aku calon ibu anak-anak kamu sayang kalau 5 bisa-bisa aku kram melahirkan!” ucap Kiara yang sudah mulai bercanda. Mereka berempat berjalan menuju parkiran dan saling bercanda satu sama lainnya.


“Apa lihat-lihat sayang? Apa kamu ingin seperti pak Agam juga?” tanya Nayla kepada Varel kekasihya. Varel hanya menoeh sesaat kepada Nayla kemudian menggaruk-garukan tangannya ke kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


“Astaga kalian berdua kok kompak banget sih? Kalian berdua itu sama-sama macan yang siap menyerang kalau diusik?” ucap Varel disertai gelak tawa oleh Agam. Mereka berempat seolah-olah lepas dari beban hidup mereka karena masalah Gary sudah tuntas dan mendapatkan hukuman setimpal.


“Ayo masuk!” ucap Agam begitu sampai di dekat mobil mereka dan membukakan pintu belakang untuk Kiara.


“Varel dan Nayla kalian di depan. Aku mau menikmati indahnya jalanan kota California,” ucap Agam yang memang bos mereka.


Di tengah jalan tiba-tiba Kiara menginginkan berkunjung ke Taman Nasional Sequoia dan ingin pergi ke pantai di Southern CAlifornia menikmati derunya ombak di pantai.


“Sayang, kita ke hotel saja dulu baru besok pagi kita kesana!” ucap Agam merayu istrinya.


“Aku tidak mau! Maunya sekarang ya sekarang!” ucap Kiara sambil memanyunkan bibirnya.


“Sayang jangan seperti itu? Kalau kamu seperti itu membuat aku bergairah dan ingin rasanya mencium kamu?” ucap Agam lirih agar tidak di dengar oleh Varel dan Nayla. Namun semua yang mereka bicarakan terdengar oleh Varel. Varel hendak melirik lewat spion belakang mobil namun diurungkannya tatkala mendengar suara Agam yang menggelegar.


“Apa liahat-lihat? Tidak ingin orang lain senang apa?” ucap Agam yang tangannya sudah beraksi menangkupakn ke wajah istrinya dan mencium bibir istrinya yang monyong dan sesaat yang ada hanya ******* nafas Kiara. Semantara Varel yang sudah tahu kelakuan bosnya langsung memutar musik agak keras agar tidak didengar oleh Nayla. 


Sementara itu Nayla yang lugu merasa gregetan dengan kelakuan Varel yang memutar musik hampir memekikan telinganya.


“Iya-iya sebentar soalnya ada angin ribut di luar sana?” ucap Varel memberi kode agar bosnya menyudahi aksinya.


“Apa? Angin ribut? Apa hubungannya dengan musik?” ucap Nayla yang belum paham juga sementara itu Agam yang mendengar mereka ribut langsung mengakhiri aksinya.


“Sudah jangan ribut saja! Ayo percepat ke hotel! Untuk kegiatan rekreasinya besaok pagi saja lebih enak!” ucap Agam memberi perintah kepada Varel.


“Kak, tapi aku ingin sekarang?” ucap Kiara yang masih merengek-rengek seperti anak kecil.


“Sayang, tidak bisa seperti itu? Lihatlah cuaca tidak memungkiankan!” ucap Agam kepada Kiara yang sebenarnya dirinya ingin segera sampai ke hotel melanjutkan hasratnya.

__ADS_1


“Varel coba carilah jalan pintas agar kita segera sampai ke hotel!” ucap Agam sambil menepuk jok Varel dari belakang.


“Iya bos, mentang-mentang sudah punya SIM, maunya segera tancap saja!” gerutu Varel kepada bosnya.


“Varel! Mau aku potong gaji kamu mau?” tanya Agam kepada Varel.


“Apaan sih yang kalian berdua omongkan?” ucap Nayla yang tidak mengerti juga.


“Tanya tuh sama kekasih kamu Nay?” ucap AGam sambil merengkuh tubuh istrinya dan didekapnya dalam pelukannya.


“Ternyata enak juga ya kalau sudah halal?” ucap Varel tiba-tiba sambil mendesah menghela nafasnya.


“Makanya segerakan! Nay…, cepetan segera menikah kalau tidak tuh si kunyuk tidak betah lagi dan bisa-bisa menikah sama orang nanti!” ucap Agam memberi peringatan kepada Nayla.


“Nay…, janganlah kau terpancing dengan omongan kak Agam. Kak Agam memang begitu! Tapi bener juga tuh segeralah menikah agar tidak disambar pelakor!” ucap Kiara yang juga ikut-ikutan memperkeruh suasana.


“Astaga? Pelakor? Berarti dia tidak setia dong sama aku, ya...sudahlah!” ucap Nayla begitu saja sehingga membuat Varel emosi mendengarnya.


“Kok gitu sayang? Berarti kamu tidak cinta dong sama aku, harusnya kamu perjuangkan dong?” ucap Varel kesal.


“Apa yang mesti diperjuangkan kalau lakinya pelornya sudah direbut sama pelakor? Bisa-bisa remuk dong akunya?” ucap Nayla pasrah.


“Iya…, setuju aku Nay!” ucap Kiara yang masih dalam pelukan suaminya.


“Sayang kamu tidak usah ikut-ikut dengan masalah mereka berdua! Yang terpenting kita bawa happy saja!” ucap Agam sambil mempererat pelukannya dan sedikit nakal mengusap-usap perut Kiara yang mulai membuncit.


“Sayang…, jangan nakal ya?” ucap /kaira menggeliat geli dengan kelakuan suaminya.

__ADS_1


“Sudahlah diamlah! Aku hanya membelai putra kita yang ada di kandunganmu ini!” ucap Agam dan terus melanjutkan aksinya bahkan tanpa malu mengecup kening istrinya hingga akhirnya memanas kembali. tapi beruntung mereka sudah sampai di hotel dan dengan cekatan Agam menggendong istrinya menuju lobi dan membawanya masuk ke dalam liff ke arah kamarnya.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2