Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Pulang


__ADS_3

Setelah persidangan selesai, di hotel kali ini Kiara bermanja-manjaan dengan suaminya. Agam pun juga sangat memanjakan istrinya. Untuk makan malam mereka hanya delivery untuk dikirim ke kamarnya.


“Sayang, kamu hari ini mau makan apa?” tanya Agam kepada Kiara setelah hampir seharian mengusiknya.


“Aku ingin makan makanan dari Mission BBQ yang terkenal super lezat,” ucap Kiara manja dan masih berada di pangkuan suaminya rebahan di atas sofa.


“Baiklah aku belikan! Kita delivery saja!” ucap Agam sambil memencet ponselnya untuk delivery.


Setelah dipesankan oleh Agam termasuk minumnya, Agam menggendong kiara menuju ke kamar mandi.


“Sayang, apa yang kamu lakukan?” tanya Kiara penasaran dan terus menggelayut kan tangannya di leher Agam.


“Mandi sayang, baunya kecut!" ucap Agam langsung memandikan Kiara.


"Udah tahu kecut kenapa kakak nempel terus ya?" ucap Kiara yang berendam.


"Sayang, bayi kita sudah mulai bergerak ya?" Agam mulai mengusap perut Kiara.


"Iya sayang, kayaknya anak kita jagoan banget ya?" ucap Agam dan mulai mencium kembali perut Kiara.


"Iyalah! Sejarah mama dan papanya kan pendekar," ucap Kiara sambil berdiri dari bathup hendak mengakhiri acara mandinya.


"Dik, sudah selesai ya? Sini aku pakaikan handuknya," Agam langsung melilitkan handuk ke tubuh Kiara dan menggendongnya kembali dan membawa nya ke kamar.


"Terimakasih sayang, kamu bener-bener suami idaman sayang," Kiara bergelut manja tangannya digelayutkan ke leher suaminya dan mencium pipinya dan tiba-tiba minta gendong depan dan kakinya melilit tubuh suaminya.


"Sayang kamu jangan memancing nafsuku untuk memakanmu?" Agam kembali mencium bibir, leher dan kening Kiara.

__ADS_1


"Aku tidak memancingmu tapi aku ingin sekali sayang?" ucap Kiara berbisik di telinga suaminya.


Agam pun seperti diingatkan langsung memimpin permainan. Kiara puas dengan permainan suaminya dan mereka melakukannya dengan sangat pelan.


"Sayang, aku sudah lapar," ucap Kiara dan disaat bersamaan kamarnya diketuk seseorang yang mengantarkan pesanan makanannya.


Agam dengan cekatan menyelimuti tubuh istrinya, dan dirinya mengganti bajunya. Agam membuka pintu kamar hotel dan mengambil pesanannya. Agam juga memberikan tip kepada pengantar makanan.


“Sayang kita sucikan tubuh dulu baru kita makan!” ucap Agam dan terus mengajak istrinya mandi.


Setelah mandai mereka menikmati makanan yang mereka pesan. Tidak lama mereka makan tiba-tiba ada kabar dari pembantunya kalau kakek danu sakit. Agam menyelesaikan makannya bersama istri kemudian menyuruh Varel untuk menyiapkan semua keperluannya untuk pulang ke Indonesia.


“Sayang, kita harus pulang ke Indonesia. Kakek Danu sakit dan dia ingin bertemu dengan kita,” ucap Agam kepada Kiara. Kiara hanya menganggukan kepalanya dan bergegas mengambil baju-bajunya untuk di packing. Agam yang mengerti keadaan istrinya menyuruhnya duduk dan mengambil alih semua yang dikerjakan Kiara.


Kiara mengamati Agam yang dengan serius memasukan semua baju-bajunya di koper padahal Agam yang merupakan direktur sebuah perusahaan ternama tidak pernah mengerjakan pekerjaan apapun karena semuanya dikerjakan oleh asisten rumah tangganya.


“Sayang, terimakasih kamu benar-benar suami yang baik! Dan ternyata kamu juga mempunyai sejuta pesona yang penuh misteri!” ucap Kiara yang membuat Agam melambung tinggi sehingga Agam merasa kalau Kiara benar-benar mencintainya tanpa diragukan kembali.


“Maaf kak, besok kacamatanya aku ganti ya?” ucap Kiara dengan gugup mengambil kacamatanya Agam yang jatuh.


“Ah…, sakit,” tangan Kiara berdarah tergores kaca pecahan kacamata tersebut. Agam dengan cekatan mengambil tangan Kiara dan ********** untuk menghentikan darahnya.


“Lain kali hati-hati!” ucap Agam kemudian berlalu meninggalkan Kiara karena cepat-cepat harus pergi mengikuti pameran lukisan di stadion.


“Kak…, bagaimana kacamatanya!” ucap Kiara yang masih bengong memegangi ring kacamata yang dia pegang dan yang dia tahu kacamata jalan yang dia pegang sangaatlah mahal karena bermerk.


“Terimakasih kak! Semoga kakak baik-baik saja!” ucap Kiara kemudian membuang kacamata yang pecah itu ke tempat sampah.

__ADS_1


Agam mengenang kembali pertemuan pertamanya dengan Kiara. Kiarapun kembali mengingat apa yang disampaikan oleh Agam,


“O…, jadi kakak nasir aku sejak lama ya makanya dijodohin sama kakek langsung mau!” ucap Kiara mencari tahu kebenarannya.


“Aku dijodohin kakek mau bukan karena itu. Aku mau karena kakek menolongku dri kejaran bodyguard suruhan papa yang waktu itu aku ada selisih paham dengan papa!” ucap Agam menjelaskan kepada Kiara.


“O…, begitu ya? Makanya kamu berniat balas dendam kepadaku atas perlakuan kakak dan kakak iparku terhadapmu karena pernikahan itu kamu paksakan untuk membalas budi kakek aku,” tanya Kiara tiba-tiba.


“Tidak seperti itu? Aku waktu itu marah besar karena kamu tidak membalas cintaku terhadapmu. Bahkan kamu diam waktu aku dianiaya kakak dengan kakak iparmu,” ucap Agam memberi penjelasan.


“O…, begitu ya? Maaf karena waktu itu aku juga merasa kecewa karena aku pikir dengan ketidakhadiran Gary dalam pernikahan, kakek dan saudaraku akan membatalkannya jadi aku senang karena aku masih ingin sekolah. Tapi ternyata pikiran aku salah. Kakek juga memaksaku menikah dengan kamu orang yang belum aku kenal sama sekali jadi aku cuek dengan kehadiran kamu yang bertujuan hanya ingin menyelamatkan nama keluargaku!” ucap Kiara memberi penjelasan.


“Iya aku paham dan mengerti keadaan kamu dik! Kamu yang masih sekolah harus dipaksa menikah,” ucap Agam memeluk istrinya dan mengecup kening nya.


“Sudahlah yang terpenting aku dan kamu sekarang saling cinta?” ucap Agam kepada Kiara dan mengusap rambutnya yang sebahu.


“Bukan kita kak,” ucap Kiara yang membuat Agam mendelik mendengar penjelasan Kiara.


“Karena sudah ada calon anak kita jadi ya kita semua kak, aku, kamu dan calon anak Kita,” ucap Kiara yang sengaja menggoda suaminya.


“Kamu memang nakal ya?” ucap Agam sambil mencubit hidung Kiara yang mancung.


“He…, he…, ini anak kita ya? Dia ingin menggoda papanya,” ucap Kiara sambil mengusap-usap perutnya. Tidak lama kemudian mereka dikejutkan oleh suara ketukan kamarnya yang ternyata Varel dan Nayla menjemputnya membawakan barang-barangnya untuk turun ke lobi hendak cek out pulang ke Indonesia.


Mereka berempat memanggil taxi untuk menuju ke bandara naik pesawat jet pribadinya. Kiara menghela nafasnya seolah sangat berat meninggalkan kota tersebut.


“Aku belum puas untuk mengelilingi kota ini kak?” ucap Kiara sambil duduk di kursi pesawatnya.

__ADS_1


“Ya besok kalau kamu sudah melahirkan dan anak kita bisa jalan kita pergi lagi kesini,” Agam merengkuh istrinya dalam pelukannya hingga akhirnya pesawat take off  menuju ke Indonesia.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2