
Masalah Kiara dengan Indri sudah teratasi dengan baik, karena masih berada di lingkungan sekolah maka pihak sekolah hanya memberi pembinaan khusus terhadap Indri.
Sementara itu keberangkatan Kiara bersama tim atlet karate menuju Paris hari ini akan diadakan kan upacara pelepasan oleh pihak sekolah. Kiara dengan mantap berangkat dan berharap nanti bisa mempersembahkan piala mas untuk sekolah dan negaranya. Nayla teman dekatnya berharap bisa melihat pertandingan tersebut di Paris.
“Kiara, aku nanti kalau ada waktu dan tidak ada halangan mau lihat kamu bertanding, kebetulan papa juga mengajak kita berlibur kesana!” ucap Nayla kepada sahabatnya.
“Terimakasih Nay, aku do’akan kamu bisa melihat aku waktu bertanding,” ucap Kiara sambil mencium pipi sahabatnya sekaligus pamitan untuk berangkat.
Kiara juga meminta restu terhadap kedua mertuanya dan suaminya. Mama Sandra yang sangat menyayangi Kiara seperti putrinya sendiri terasa berat untuk melepaskannya.
“Kiara sayang, kamu disana hati-hati ya? jangan lupa makan! Ingat kamu harus banyak makan dan jangan lupa kalau ada waktu sering telpon mama ya?” ucap mama Sandra sambil mengusap-usap rambut menantunya dan memeluknya seakan enggan melepas kepergiannya.
Agam yang cuek mengantarkan istrinya menuju mobil yang disiapkan oleh panitia untuk berangkat ke bandara.
“Sayang, kamu disana harus hati-hati dan jangan lupa makan ya?” bisik Agam sambil mencium kening istrinya.
“Iya kak! Kakak juga harus hati-hati ya? Awas kalau main-main sama mak dan anak Lampir yang terkenal jahat suka menumbalkan laki muda untuk dijadikan cem-cemannya!” ucap Kiara memberi peringatan kepada suaminya.
“Iya bawel, aku jamin milikku hanya untukmu seorang,” bisiknya genit kepada istrinya.
Setelah istrinya berangkat bersama rombongan menuju bandara, Agam juga ikut menghilang dengan diantar oleh Varel yang sudah berada di parkiran menunggunya. Agam hari ini akan membuat kejutan untuk Kiara. Agam telah membuat rencana khusus untuk istrinya.
“ Varel yang cepat ya, aku tidak ingin ketahuan Kiara sebelum berada di pesawat. jadi kita harus sampai ke bandara terlebih dahulu!” perintah Agam kepada Varel sahabatnya sekaligus asistennya.
“Iya bos lama-lama si bos ngeselin juga ya?” balas Varel di belakang kemudi sambil fokus memandang jalanan.
“Kamu itu yang penting nurut, ntar pasti aku beri bonus untuk kamu!” ucap Agam kepada Varel yang berusaha melajukan kendaraannya dengan kecepatan diatas rata-rata.
“ Oke. Janji harus ditepati! Bos si Nayla ikut kontingen karate gak?” tanya Varel kepo yang mulai menaruh hati kepada Nayla.
“Kamu kan punya nomer ponselnya! Coba kau tanya kan sendiri kan bisa?” jawab Agam sekenanya karena sengaja ingin membuat Varel penasaran.
“Wah si Bos mata batinnya benar-benar di luar dugaan aku. Kamu kok bisa tahu bro kalau aku menyimpan ponselnya?” tanya Varel penasaran.
__ADS_1
“Taulah, aku kan punya mata-mata. Aku juga tahu kalau kamu pernah mengantar Nayla ke bandara menjemput orang tuanya,” ucap Agam sambil sesekali melirik Varel.
“Buk…, Busyet deh kalau kamu mengetahui semuanya,” ucap Varel sambil menepuk lengan Agam dengan tinjunya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di bandara. warna membantu Agam membawa sebagian kopernya untuk dibawa masuk ke dalam bandara. Agam agar tidak ketahuan dengan Kiara berusaha menyembunyikan mukanya dengan memakai masker dan topi di kepalanya.
Tidak berapa lama kemudian rombongan Kiara dengan peserta lainnya sudah sampai di bandara, sementara itu Varel sudah kembali ke tempatnya sengaja di suruh oleh Agam agar tidak ketahuan Kiara.
Setelah menunggu beberapa detik mereka akhirnya masuk ke dalam pesawat. Kiara duduk di bagian kursi eksekutif. Kiara yang merasa agak capek berniat untuk tidur selama dalam perjalanan menuju Paris.
Kiara yang cuek kemudian merebahkan dirinya bersandar di kursi. Tidak berapa lama kemudian pesawat pun lepas landas pergi meninggalkan kota Jakarta.
Tanpa Kiara sadari Agam duduk di sampingnya dengan masih bermasker dan memakai topi. Agam secara tiba-tiba mengarahkan kepala Kiara yang tertidur untuk bersandar di bahunya.
Entah mengapa Kiara juga merasakan kenyamanan yang luar biasa dengan bersandar di kepala Agam namun entah kenapa akhirnya Kiara terbangun dan hendak menonjok muka Agam. Agam dengan cekatn langsung menghalaunya dan membisikan sesuatu di telinga Kiara.
“Sayang sama suami itu tidak boleh galak-galak,” ucapnya sambil tersenyum dan pelan-pelan membuka masker, kacamata dan topi nya.
“Lo pak…Agam! Eh…, suamiku!” Ngapain kamu ada di sini?” ucap Kiara mendelik sambil menatap suaminya.
Kiara masih manyun namun menuruti apa yang diperintahkan oleh Agam tanpa ada pertanyaan lagi hingga akhirnya tertidur pulas dalam dekapan Agam hingga sampai di Paris.
Karena perjalanan yang sangat jauh dan melelahkan, pesawat transit di Istanbul. Kiara dan Agam memanfaatkan waktu transit dengan sebaik-baiknya. Kiara merengek-rengek sejenak memintanya untuk keliling kota Istambul.
Agam yang tidak berdaya melihat Kiara merengek-rengek akhirnya menuruti semua keinginan Kiara.
Bahkan mereka berdua merasakan masakan kas Istanbul. Kiara sangat menikmatinya bahkan mereka berdua mengabadikan kebersamaan mereka di beberapa tempat.
“Sini sayang kau cium pipi aku ya?” ucap Agam dan takkala istrinya mencium pipinya langsung ceklek.
“Ih kak Agam suka nyuri-nyuri foto kita ya?” ucap Kiara yang semakin genit sama Suaminya.
“Tidak nyuri dik, Ini sih bukti kalau ada cinta diantara cara kita berdua,” ucap Agam sambil menowel hidung istrinya yang mancung kemudian menariknya dalam pelukan dan mengabadikannya kembali.
__ADS_1
Tidak berapa lama kemudian mereka berdua memutuskan untuk kembali ke bandara karena waktu transit keburu habis.
“Sayang aku ingin suatu saat kembali ke sini lagi, menikmati keindahan kota Turki,” ucap Kiara berkelanjut manja menggandeng suaminya.
“Boleh sayang, Tapi sekalian bulan madu ya?” goda Agam balik tapi di luar dugaan Kiara menyetujuinya. Agam semakin senang melihat perubahan Kiara.
“Sayang, kenapa sih tiba-tiba kak Agam ikut di dalam pesawat bersama rombongan?” tanya Kiara yang masih penasaran dengan keberadaan Agam.
“Karena aku seorang Agam Maheswara apapun demi istrinya bisa aku jalani!” ucapnya santai hingga membuat Kiara semakin kesal.
“Gombal ah, lama-lama kak Agam ngeselin dan jengkelin!” ucap Kiara yang masih manyun namun tangannya masih bergelayut manja memegang lengan tangan suaminya.
“Sayang yang terpenting kamu suka kalau aku berada di dekat kamu. Apalagi nanti di saat pertandingan aku berjanji selalu akan mendampingimu kamu sepenuh hatiku,” Ucap Agam sambil menggandeng Kiara untuk masuk kedalam pesawat.
“Baiklah terserah kakak saja, karena aku liat semua kegiatan di forum ini yang membiayainya kakak!” ucap Kiara yang di dalam pesawat kembali menyandarkan kepalnya di bahu suaminya.
Setelah hampir 18 jam mereka sampai di Paris. Agam menginap tak jauh dari lokasi tempatnya pertandingan.
Paris kota yang indah telah menjadi impian setiap insan yang mengabadikan moment tersebut.
Semua peserta istirahat memanfaatkan waktunya untuk persiapan menghadiri pembukaan kontingen dari Indonesia.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?
__ADS_1