
Agam begitu lama menunggu Kiara namun Kiara juga tidak mau keluar membuat dirinya emosi hingga akhirnya Agam meminta bibinya Nayla agar membawa Nayla keluar.
“Bi.., tolong kalau Kiara tidak mau keluar, Nayla suruh keluar ya? Ini ada Varel yang mencarinya!” ucap Agam dengan intonasi yang sangat kuat memberi perintah sehingga bibinya Nayla sangat ketakutan mendengarnya. Naylapun bergegas keluar kamar dan menemui Agam dan Varel.
“Kak…, Varel aku bingung mau bagaimana?” ucapnya lirih.
“Ya sudah kamu disini saja!”
“Maaf kak! Kiara memang tidak mau keluar. Jadi Maafkan aku tidak bisa membujuknya!” ucap Nayla menunduk takut pada Agam.
“Tidak apa! ayo kamu sini ya sayang?” ucap Varel menarik tangan Nayla untuk duduk di dekatnya.
“Kak! Bagaimana ini?” tanya Nayla bingung memandang Varel dengan penuh pertanyaan.
“Sudahlah, biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri! Aku yakin mereka bentar lagi baikan. Maklumlah seperti itu, masalah suami istri! Kita vokus masalah ini saja!” ucap Varel kepada Nayla.
“Astaga sayang! Aku lihat kak Agam marah seperti itu aku takut sekali!” ucap Nayla yang melirik Agam dengan wajah teganggnya.
“Nay…, antar aku menemui istriku!” teriak Agam agak emosi.
“Astaga kak! Aku kaget!” ucap Nayla sambil mengelus-elus dadanya kemudian meminta Varel juga masuk ke kamarnya menemani dirinya.
“Ini kak!” ucap Nayla yang menunjukan kamarnya dengan tangan gemetar.
__ADS_1
Agam langsung membuka pintu kamar Nayla kemudian menghampiri Kiara yang tidur tengkurap di ranjang karena masih dongkol dengan suaminya. Pelan-pelan Agam mengangkat Kiara kemudian menggendong Kiara untuk dibawanya keluar kamar.
Agam yang merasa diabaikan oleh Kiara sangat emosi hingga dia berkata agak kasar kepada Kiara.
“Ayo kita pulang! Kamu apa lupa kalau punya suami! Aku sangat mencintaimu! Apa yang kamu lakukan disini bahkan tanpa pamit pada suamimu ini? Ingat hari ini kamu harus menerima hukumanmu!” ucap Agam nyerocos ngomel tidak jelas dengan Kiara yang masih tidak mau membuka matanya meski digendong Agam.
Agam dengan pasti keluar rumah Nayla kemudian membuka pintu mobil dan memindahkannya masuk ke dalam mobil bagian depan.
"Varel kamu pulang sendiri saja!" ucap Agam seenaknya
Varel dan Nayla mengikutinya dari belakang.
"Astaga bro! Kamu jangan begitu! Trus aq pulang e bagaimana dan naik apa?" tanya Varel yang gak ngerti arah pemikiran Agam.
"Ok, terserah kamu saja! Yang terpenting besok kamu traktir aku!" bisik Varel membalas Agam dan membantu menutup pintu mobil.
Agam dengan kecepatan tinggi melajukan kendaraannya menuju rumahnya. Sementara itu Kiara masih diam-diam pura-pura tidur.
"Kalau kamu masih pura-pura tidur nanti sampai rumah, habislah kau aku hukum! Sampai pagi pun tidak masalah!" ucap Agam yang fokus nyetir mobil dan sesekali melirik istrinya.
Kiara yang tahu ancaman suaminya pelan-pelan membuka matanya dan melengos melihat ke luar jendela mobilnya dengan berlinang air matanya.
“Habisnya aku sebel sama kakak yang sudah tidak mempedulikan aku dan calon bayi kita,” ucap Kiara yang air matanya terus mengalir tanpa terbendung lagi. Agam yang memperhatikan istrinya dengan meliriknya terasa sakit melihat istrinya menangis. Agam menepikan mobilnya kemudian dengan pelan merengkuhnya dalam pelukannya. Agam mengecup kening istrinya dan pelan-pelan menghapus air mata istrinya.
__ADS_1
“Sayang maafkan aku, aku tidak bermaksud melukai kamu seperti ini! Aku tidak memperhatikanmu karena ketika aku pulang sudah tertidur. Aku banyak pekerjaan di kantor karena banyak klien di kantor yang hendak melepaskan kerjasama dengan perusahaan kita karena oknum dari salah satu staf aku. Jadi aku dibantu Varel berusaha memulihkan dan menyelamatkan nama baik perusahaan kita. Dan alhamdulilah hari ini semuanya sudah membaik. Aku tidak cerita sama kamu karena aku tidak ingin dirimu dan calon bayi kita terbebani oleh masalah perusahaan kita!” Agam menjelaskan semuanya hingga akhirnya Kiara mengerti kalau semua yang dilakukan suaminya semata-mata karena ingin membahagiakannya. Namun Agam lupa perhatian lebih diutamakan bagi bumil sepertinya.
“Iya kak, aku juga maaf karena tidak mengerti akan kesibukanmu!” Kiara memeluk suaminya dan Agam juga baper dengan Kiara. Agam kembali mengusap punggung istrinya dan mencium kening istrinya.
“Ya sudah. Ayo aku ajak kamu di suatu tempat yang kamu suka!” Agam kembali mengendarai kendaraannya menuju ke arah puncak. Agam memarkirkan kendaraannya di halaman sebuah resto dengan pemandangan alam pegunungan dan lampu-lampu yang menghiasi puncak dan lembah di pegunungan tersebut. Udara yang begitu dingin membuat Kiara terasa menggigil kedinginan. Agam dengan sigap melepas jasnya dan memakaikannya ke tubuh Kiara. Agam kemudian memesan makanan dan minuman yang bisa menghangatkan tubuhnya.
“Dingin ya sayang? Ayo minum soup ini mumpung masih panas!” Agam dengan telaten menyuapi Kiara hingga habis satu mangkuk sup. Setelah Kiara kenyang baru dirinya sendiri makan.
Kiara mengamati suaminya dan mengaguminya karena suaminya begitu baik terhadap dirinya meskipun awalnya hanyalah suami pengganti yang tanpa dia kenal bahkan pernah disakiti oleh kakaknya.
“Sayang, makannya pelan saja? Ini ada sisa makanan yang belum masuk ke dalam mulut kamu!” ucap Kiara sambil membersihkan sisa makanan di bibir suaminya dengan tisu. Agam langsung menangkap tangan Kiara kemudian menciumnya.
“Terimakasih sayang, kau begitu baik dan penyayang! aku berharap kamu kelak juga mau memberikan kasih sayang kamu terhadap putra kita dengan baik!” ucap Agam yang terus menciumi punggung tangan Kiara. Kiara tanpa sengaja karena malu menarik tangannya dengan muka yang memerah.
“Kamu itu kenapa sayang? Sini aku suapin kamu lagi makan sama kakak!” ucap Agam yang masih terus mengunyah makanannya. Mereka berdua pasangan muda yang sangat serasi sehingga membuat muda-mudi di sekeliling mereka.
“Sayang ayo kita pulang?” ajak Kiara begitu dirinya tidak nyaman karena banyak diperhatikan oleh orang-orang di sekitarnya.
“Kita tidak pulang sayang, kita akan menginap di villa kita hingga lusa baru pulang!” bisik Agam di telinga Kiara.
“Ha…, mana bisa begitu sayang? Aku tidak bawa baju dan perlengkapan mandi serta make up aku!” ucap Kiara bermaksud menolak keinginan suaminya karena Kiara yakin kalau malam ini suaminya pasti akan menghukumnya dengan semalaman bercinta dengannya.
“Santai sayang! Semua perlengkapan kita sudah disiapkan semuanya oleh asisten yang menunggu dan mengurus villa kita,” ucap Agam senang karena bagaimanapun Agam ingin menebus kesalahannya dengan menghabiskan waktu berdua saja bersama istri tercintanya. Setelah semuanya selesai Agam membayar semuanya ke kasir kemudian pergi meninggalkan resto tersebut menuju villanya yang tidak jauh dari resto.
__ADS_1
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?