Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Tulus Mencintaimu


__ADS_3

Agam hari ini menjemput Kiara ke kampus, pagi tadi dirinya sudah berjanji kepada istrinya untuk menjemputnya karena hendak pergi ke rumah mama Sandra. Agam dengan mobil sportnya dengan kecepatan sedang meluncur menuju kampus. Sementara itu Kiara yang berada di kelas bersenda gurau dengan Neta dan Nayla karena kebetulan bapak dosen mata kuliah Pengantar Bisnis sakit.


“Wih, pengantin baru hawa-hawanya habis keramasan nich!” goda Kiara kepada Nayla yang wajahnya tampak sumringah berseri-seri karena senang.


“Jelas dong Kiara…, meskipun sering keramas di pagi hari yang terpenting disini kita tidak merugi menikah muda. Apalagi suami kita perhatian dan sayang sama kita! Pokoknya tarik terus deh,” ucap Nayla yang membuat Neta semakin geli mendengarnya karena dirinya belum menikah.


“Ih kalian itu kalau ngomong dijaga dong! Kalian gak tau apa kalau di dekat kalian ada cewek yang masih jomblo,” ucp Neta protes kepada sahabatnya.


“Makanya segera cari tuh ya? Kan sudah ada yang merespon kenapa tidak kamu terima saja!” ucap Kiara menyemangati saudaranya.


“Astaga siapa yang kamu maksud? Prawira? Ogah…, aku gak mau ah pacaran sama cowok model begitu yang suka pansos mengandalkan kekayaan orang tuanya!” ucap Neta sekenanya.


“Pansos? Tapi ganteng kan?” ucap Nayla menggoda Neta.


“Iya sih ganteng juga tapi itu caranya yang selalu mengandalkan kekayaan ortunya buat aku tidak suka!” ucap Neta kembali membuat Kiara dan Nayla tergelak menahan tawa karena tiba-tiba Prawira nongol masuk di kelas mereka.


“Hai…, cantik yuk kakak traktir ya? Hari ini kakak habis panen durian dan hasilnya sangat luar biasa. Aku bisa membeli mobil sport di parkiran depan!” ucap Prawira yang dengan sengaja memamerkan kendaraan barunya hari ini.


“Bener kan yang aku bilang?” ucap Neta sambil memukul jidatnya sendiri begitu melihat ulah Prawira.


“Ha…, ha…, tidak apa Neta? Namanya juga usaha. Ayo kita ikuti maunya saja ya?” ucap Kiara mengajak sahabatnya untuk mengikuti kemauannya Prawira. Akhirnya mereka pun keluar dari kelas karena bel pulang juga sudah berbunyi.


Begitu sampai di parkiran mereka berempat langsung masuk ke dalam mobilnya Prawira. Namun dari jauh tiba-tiba muncul mobilnya Agam yang menjemput Kiara dan akhirnya Kiara pun turun dari mobilnya Prawira untuk berganti masuk ke dalam mobil suaminya.

__ADS_1


Dan yang lebih menjengkelkan lagi setelah Kiara turun, Nayla pun ikut turun karena suaminya juga menjemputnya.


“Kiara, Nayla ini terus bagaimana?” teriak Neta yang sudah berada di dalam mobil Prawira yang duduk di sebelahnya.


“Sudah percuma kau teriak-teriak dari dalam mobil. Mereka berdua pasti tidak mendengarnya,” ucap Prawira yang langsung mengunci pintu mobilnya secara otomatis dan mengajak Neta pergi berdua saja menikmati makan siangnya.


“Wah…, tahu begini aku tidak mau!” ucap Neta yang masih memonyongkan bibirnya karena tidak suka cara Prawira mempermainkan dirinya.


“Sayang, kamu jangan begitu! Aku benar-benar serius mencintaimu dan ingin membahagiakanmu, maukah kamu menjadi pacarku?” ucap Prawira yang langsung memegang tangan Neta untuk di taruh di dalam dada Prawira. Prawira pun membuka sebuah kotak kecil yang berisi cincin untuk diberikan kepada Neta.


“Aku…, aku….,” ucap Neta yang bingung harus mengatakan apa untuk Prawira.


“Neta aku tulus mencintaimu dan aku ingin kamu kelak menjadi ibu dari anak-anak aku! Kalau kamu mau menerimaku, ambil cincin ini dan pakailah di jari manismu!” ucap Prawira yang sudah tidak lagi memaksa Neta karena bagaimanapun dirinya sudah pasrah dengan keputusan Neta.


“He…, hore…, akhirnya kamu sudah tidak jomblo lagi! Selamat ya buat kalian berdua? Semoga kalian sampai di pelaminan seperti kita berdua,” ucap Kiara sambil memandang suaminya yang berada di sebelahnya.


“Eh…, bukannya kalian tadi sudah pergi duluan?” ucap Neta kepada kedua sahabatnya yang tiba-tiba muncul bersama pasangan mereka.


“He…, he…., kita kompakan menunggu kalian di depan pintu gerbang kampus kita kemudian membuntuti kalian hingga sampai di sini,” ucap Neta menjawab pertanyaan Neta.


“Iya…, soalnya kita berdua takut kalau kamu digondol tuh si buaya darat. Kita takut kalau kamu diapa-apain olehnya! Diakan terkenal sebagai raja buaya di kampus!” ucap Kiara menjawabnya dengan terkekeh karena sengaja berkelakar agar tidak canggung.


“Sial kau Kiara, mana bisa seperti itu! Penampilan soleh begini kok dikatakan buaya! Bener-bener teman tidak ada akhlak!” ucap Prawira membela dirinya smbil membenahi kerah bajunya dengan percaya diri.

__ADS_1


“Terimakasih ya? Kalian benar-benar peduli dengan aku? Tenang saja kalau buanyanya sudah berada di tangan yang tepat. Ini kan pawangnya buaya darat!” ucap Neta berkelakar juga.


“Iya betul! Aku rasa kamu jodoh yang tepat untuk Prawira. Semoga Prawira sudah tidak tolah toleh lagi mengincar gadis-gadis di kampus kita!” ucap Nayla sengaja menggoda Prawira.


“Neta, aku sarankan kalau kamu ingin aman, kamubeli saja kacamata kuda dan tuh pasang saja ke muka Prawira yang kelihatan mesum itu!” ucap Agam menambahi menggoda Prawira.


“Wah…, pak Agam sekali ngomong membuat panas ya? Sudahlah ayo kita makan! Untuk hari ini kita makan besar dan aku yang traktir!” ucap Prawira senang karena bisa berkumpul dengan teman-temannya sekaligus merayakan hari jadinya bersama Neta.


“Selamat Prawira mudah-mudahan kamu segera menyusul seperti kita! Jangan lama-lama pacaran nanti kamu merugi!” ucap Agam menasehati Prawira.


“Merugi bagaimana maksudnya pak Agam?” tanya Prawira penasaran.


“Ya kalau sudah menikah kamu punya SIM, jadi mau bagaimanapun kamu bisa sewaktu-waktu menyentuh istri kamu!” bisiknya lirih. Prawira hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


“Begitu ya? Bener juga ya? Kalau sudah syah aku bisa ngapa-ngapain ya?” ucap Prawira sambil mengangguk-anggukan kepalanya sebagai tanda kalau dirinya mengerti akan pernyataan Agam.


“Sudahlah itu soal gampang selesaikan dulu kuliahmu dan kerja!” ucap Agam kembali memberinya nasehat.


“Kamu sih bro…, orang belum kerja kamu suruh cepat-cepat menikah! Kerja aja belum dan masih mengandalkan ortunya! Biarlah dia selesaikan dulu kuliahnya,” ucap Varel yang dari tadi diam tidak berkomentar langsung ikut nimbrung ngobrol dengan mereka.


“Iya sih kak! Kamu itu ada-ada saja! Kita tidak usah terlalu ikut campur dengan mereka. Aku yakin kak Prawira bisa berpikir sendiri! Ayo yang terpenting hari ini kita happy dan makan merayakan hari jadi mereka berdua.


Begitulah mereka, akhirnya mereka berenam menikmati makanan yang dipesan oleh Prawira. Prawira nampak senang karena acaranya hari ini berjalan lancar. Dan Prawira berencana hendak memperkenalkan Neta kepada orang tuanya. Namun Neta yang belum siap minta untuk menunda pertemuannya dengan kedua orang tua Prawira.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2