
Kiara sudah membaik dan ingin masuk sekolah. Kiara sudah bangun pagi hendak pergi ke kamar mandi hendak membersihkan diri. Kiara nampak terkejut ketika dirinya tidur bersama Agam yang berada di sebelahnya.
“Kak Agam…! Bukannya kak Agam tadi malam tidur di sofa!” teriak Kiara kesal yang ternyata dirinya tidur dalam pelukan Agam.
“Hem…, emang kenapa sayang? Ayo sini kita tidur kembali hari masih begitu pagi dan cuaca di luar masih hujan!” ucap Agam dan langsung memeluk kembali Kiara. Kiara berusaha melepaskan pelukan Agam.
“Kak…, aku mau membersihkan diriku,” bisiknya lirih.
“Iya bentar ya…, dingin banget lo sayang?” ucap Agam yang semakin menghimpit tubuh Kiara semakin kencang.
“Kak Agam…, ayo kak mandi!” ucap Kiara kesal, namun Agam dengan cekatan dan bangun langsung menggendong tubuh Kiara menuju kamar mandi.
“Kak Agam ngapain? Aku mau mandi sendiri!” ucap Kiara manja justru membuat naluri kelelakian Agam bangkit. Agam langsung menurunkan Kiara ke dalam bathup dan mengguyurnya dengan shower bersamaan dengan dirinya.
Agam dengan sabar menggosok tubuh Kiara seperti memandikan anak kecil. Namun baju tidur Kiara yang menerawang menonjolkan lekuk-lekuk tubuhnya hingga Agam berkali-kali menelan salivanya.
“Sayang…., boleh dong yang?” ucapnya pelan namun gelisah karena menahan hasratnya.
“Boleh apanya kak? Ayo... ah, kak Agam mandi luar sana!” ucap Kiara sambil Terus mendorong tubuh Agam agar keluar dari kamar mandi.
Agam yang masih mengawasi lekuk tubuh Kiara mau dak mau akhirnya keluar dari kamar mandi dan pintunya langsung di tutup oleh Kiara.
“Kak Agam nanti setelah mandi kita sholat bersama ya?” teriak Kiara yang masih berada di dalam kamar mandi. Agam tidak menjawab pertanyaan Kiara dan langsung keluar kamar dengan mendongkol.
“Nasib…, nasib. Kau begitu dekat tapi tidak bisa dinikmati, kau yang sudah halal belum bisa aku rasakan!” gumamnya lirih.
“Pletak…,” tiba-tiba kepalanya ada yang menjitaknya, kemudian Agam menoleh ke belakang ternyata mamanya sudah berada di belakangnya hendak ke dapur memasak.
“Mama…, apa-apaan sih ma? Buat aku kaget saja!” Agam kembali mendongkol dan melihat mamanya dengan cemberut.
“La…? kamu sendiri ngapain pagi-pagi sudah mandi basah kuyup seperti itu?” ucap mama Sandra yang menggoda Agam.
“Mama bikin kesal saja!” ucapnya sambil ngeloyor meninggalkan mamanya.
“Kamu itu ya, kalau menginginkannya jangan buru-buru? Ingat Kiara masih belum siap dan perlu waktu. Sabar sedikit ya?” ucap mamanya memberi nasehat putranya.
__ADS_1
“Iya..ma! Aku mandi dulu keburu dingin ma?” ucap Agam langsung berlari ke kamar mandi yang ada di ruang tamu. Mama Sandra hanya menggelengkan kepalanya karena melihat ulah putranya.
“Sudah dewasa tapi masih anak-anak saja kelakuannya! Agam…, Agam bener-bener lugu banget nak kamu!” ucap mama Sandra terus berlalu menuju dapur.
Sementara itu Kiara yang sudah selesai mandi langsung bergegas memakai mukena menunggu Agam. Namun sebelumnya Kiara menyiapkan baju bersih untuk sholat dan mengajar.
Tidak berapa lama kemudian Agam memakai bajunya dan mengajak Kiara sholat. Selesai sholat mereka bersiap diri untuk ke sekolah. Kiara yang sudah siap bersama Agam keluar kamar untuk sarapan pagi.
Di meja makan sudah menunggu papa dan mamanya Agam. Mereka berempat dengan tenang makan tanpa ada suara. Kiara nampak melayani Agam dengan baik termasuk mengambilkan makan dan minumnya.
Mama Sandra memperhatikannya dengan baik kemudian menyikut papa Bagas dan tersenyum.
“Wah menantu mama kayaknya sudah mulai pintar melayani suami ya?” ucap mama Sandra hingga membuat Kiara malu dan menundukan kepalanya.
“Ma…, jangan godain menantu kita dong? Kasihan ma, Kiara kan baru penyesuaian,” ucap Papa Bagas membela menantunya.
“Iya nih, mama jangan ngawur ya? Nanti kalau Kiara ngambek dan tidak melayani aku bisa-bisa aku yang rugi ma?” ucap Agam cemas sambil memohon kepada mamanya.
“Wah Agam..., begitu saja kok kuatir. Aku yakin Kiara tidak seperti itu kok!” ucap mama Sandra lembut.
Setelah selesai sarapan tiba-tiba pembantu rumah langsung memberikan bekel makanan untuk mama, Agam dan Kiara.
“Terimakasih ma…, dan terimakasih juga Mbok?” ucap Kiara kemudian mencium tangan papa Bagas dan mama Sandra untuk pergi ke sekolah.
“Kiara bareng sama Agam saja!” ucap mama Sandra kepada menantunya.
“Tidak ma…, aku pakai mobil sendiri saja! Aku Tidak ingin sekolah akan gempar karena tahu kalau aku dan pak Agam sudah menikah!” ucap Kiara melirik suaminya.
“La itu kan baik sayang, biar kamu tidak ada yang menggodamu!” ucap Agam membalsa perkataan Kiara.
“Sudahlah jangan ribut saja! Ya sudah, kamu berangkat dulu saja Kiara. Mama akan berangkat bersama Agam mengikutimu dari belakang!” ucap mama Sandra sambil memasukan bekel makanannya ke dalam tasnya. Kemudian mama pamitan pada suaminya dengan mencium tangan suaminya.
Papa Bagas pun menyambutnya dengan mencium kening istrinya. Agam menelan salivanya kemudian buru-buru memanggil Kiara.
“Kiara, Ada sesuatu yang tertinggal,” ucapnya setelah berada sejajar dengan Kiara.
__ADS_1
“Apa kak?” tanya Kiara yang menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Agam.
“Kamu belum pamitan sama saya sebagai suami kamu!” bisik Agam agar tidak di dengar oleh mama dan papanya.
“Pamitan? Bukannya tadi aku sudah bilang kalau mau berangkat?” tanya Kiara balik.
“Bukan seperti itu sayang? Lihat mama tadi nggak? Mama mencium tangan papa?” ucap Agam memberi kode kepada Kiara dengan mengulurkan tangannya kemudian Kiara meraihnya dan menciumnya. Dengan sepontan Agam memegang bahu Kiara kemudian mengecup kening Kiara.
Kiara masih malu-malu diperlakukan seperti itu karena pada waktu yang bersamaan papa dan mama Sandra sudah berada di dekatnya.
“Eh …, papa dan mama. Maaf tadi Kiara ingin mengambil buku Kiara yang masih berada di kamar,” ucap Kiara langsung berlarian menuju ke kamar.
Papa dan mama Sandra hanya menggelengkan kepalanya melihat ulah menantu kecilnya.
“Sudahlah ma, ayo kamu aku antar saja! Biarkan mereka berdua menyelesaikan dulu pekerjaannya yang belum tuntas,” ucap papa Bagas sambil tertawa menggoda putra semata wayangnya.
“Astaga papa mulai lagi deh!” ucap Agam sewot.
Papa dan mama pun langsung melangkah pergi meninggalkan Agam yang masih bengong menunggu Kiara. Tidak berapa lama kemudian Kiara datang kembali dengan pura-pura membawa buku.
“Sayang, papa dan mama sudah pergi! Ayo berangkat! Kita pakai mobil aku saja!” ucap Agam pada istrinya.
“Nggak kak! Sekali enggak tetap enggak belum waktunya semua orang tahu hubungan kita!” ucap Kiara kembali melenggok pergi meninggalkan Agam.
“Sayang, nanti kalau ada yang naksir suami kamu bagaimana?” goda Agam mensejajari langkah Kiara.
“Enggak mungkin. Kak Agam kan terkenal Killer jadi semua siswa cewek takut sama pak Agam!” ucap Kiara terus berlalu masuk ke dalam mobilnya dan meluncur pergi.
Agam pun tidak mau ketinggalan langsung menyusulnya dengan mengendarai mobil sportnya dari belakang.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Semakin seru ya?
__ADS_1