Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Namanya DAffa Maheswara


__ADS_3

Berita kelahiran Putra Agam Maheswara telah diketahui oleh publik dan rekan-rekan bisnisnya. Banyak tamu yang yang berdatangan ke rumahnya baik dari relasi bisnis maupun dari rekan wartawan.


 Hari ini tepat 7 hari lahirnya Putra Agam Maheswara, Agam membuat acara Aqiqah di rumahnya sekaligus memberi nama putranya. Agam membuka brankasnya yang berisi nama putranya yang telah dia siapkan. Agam menyodorkannya kepada Kiara istrinya untuk memilih nama untuk putranya.


Kiara tertarik dengan nama Daffa Maheswara,  menurutnya nama itu sangatlah pas untuk anaknya. Kiara berharap kelak anaknya bisa menjadi pembela keluarga dan adik-adiknya di jalur kebenaran dengan berani.


“Bagaimana sayang kalau namanya Daffa Maheswara?” ucap Kiara kepada suaminya.


“Iya, aku setuju sayang. Itu cukup baik untuk putra kita yang pertama,” ucapnya kemudian langsung menelpon Varel untuk memesankan dekorasi untuk persiapan pesta Aqiqah untuk putranya. Varel yang tahu selera atasannya langsung meluncur ke tempat event organization langganan perusahaan. Tidak Berapa lama kemudian kru dari event organization datang ke hotel tempat perayaan Aqiqah putranya, untuk mendekorasi sesuai permintaan Agam dan Kiara.


Untuk persiapan makanan mereka sudah disediakan oleh hotel. Upacara kegiatan Aqiqah putranya diadakan dengan pesta yang cukup meriah. Semua relasi dan wartawan juga diundangnya termasuk kerabat dari pihak Agam dan Kiara.


Agam tersenyum puas melihat kerja Varel yang dibantu Nayla menyiapkan semua hal terkait dengan acara putranya. Waktupun terus berputar hingga saatnya acara inti tiba. Agam dengan baju senada dengan Kiara nampak menggendong putranya dengan bangga disaat ritual pemotaongan rambut putranya oleh pihak keluarga dan tamu-tamu yang hadir.


Di dalam acara Aqiqah tersebut juga disampaikan kalau putranya diberi nama Daffa Maheswara sebagai pewaris dari perusahaan Maheswara Group. Semua tamu nampak mengagumi Agam beserta istri dan anaknya. Mereka banyak yang memuji kalu Daffa kelak jadi putra yang sangat tampan seperti papanya.


Papa Bagas dan mama Sandra memperkenalkan cucunya itu dengan bangga kepada relasi bisnisnya.


Bahkan Daffa yang baru lahir ternyata banyak orang yang hendak mengambilnya menjadi menantunya dengan menjodohkan dengan putrinya yang masih dalam kandungan.


Daffa seolah semakin menambah keberuntungan keluarganya. Bahkan akhir-akhir ini banyak perusahaan yang berada di luar negeri memintanya untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan Maheswara Group.

__ADS_1


Selain Nayla dan Farel,  Neta dan Prawira pun juga hadir dalam acara tersebut.  Prawira dengan gayanya yang sok cool memberi hadiah untuk putra Agam berupa apa troli mini yang dijalankan dengan tenaga listrik.


“Daffa sayang, ini om belikan troli ya? Ntar kalau  pagi hari bisa ngikut papa jalan-jalan dengan troli. Papa kamu biar tidak celingukan ngerjain cewek yang lewat. Jadi kau bisa jadi satpamnya papa!” ucapnya yang membuat telinga Agam gatal mendengarnya.


“Plak! Enak saja ngatain orang celingukan ngerjain cewek. Kayaknya bukan tampang aku dech yang ada kamu yang sok celingukan ngerjain cewek. Hati-hati Neta biasanya maling teriak maling! Nich pacar kamu tuh yang biasa celingukan ngerjain cewek,” ucap Agam sambil memukul lengan Prawira.


“Tidak sayang percayalah aku juga tidak seperti itu! Ini tadi bercanda sayang yang ngerjain pak Agam! Biar tidak tegang, iya kan Daffa sayang?” ucapnya sambil berniat menggendong Daffa, Agam pun memberikannya kepada Prawira. Namun Daffa ketiak berada di gendongan Prawira tiba-tiba mengeluarkan gas kentut yang kelihatannya buang air besar. Prawira Pun panik karena baunya yang cukup menyengat di hidungnya.


“Astaga sayang, kamu kok jorok banget! Digendong om malah buang air besar. Benar-benar kerasan ya di gendong om!” ucap Prawira menghibur dirinya hingga semua orang dibuat tertawa terpingkal-pingkal melihat kelakuan bayi Daffa dan Prawira.


“Sudah, sini aku ganti popoknya,” ucap Kiara yang meminta Daffa dari gendongan Prawira. Kiara pun membawa bayi Daffa untuk ke kamar dan mengganti popoknya.


Neta yang merupakan kekasihnya juga mengikutinya dan mengambilkan makanan untuk Prawira. Semua orang memandang mereka termasuk Varel dan Agam.


“Kayaknya mereka berdua bener-bener berjodoh ya? Lihatlah Neta nampak menerima kelbihan dan kekurangan Prawira. Prawira yang cengengesan sedangkan Neta yang super pfrefek tidak bisa memisahkan mereka, justru mereka nampak menikmati perbedaan tersebut!” ucap Varel kepada sahabatnya Agam.


“Iya juga sih! Perbedaan mereka begitu mencolok tapi mereka kelihatan harmonis dan saling perhatian satu sama lainnya!” ucap Agam menyambung perkataan Varel.


Disaat mereka sedang asyik ngobrol tiba-tiba dikejutkan dengan Nayla yang pingsan. Untung Varel yang berada di dekat istrinya langsung menangkapnya dan membawanya ke kamar tamu sesuai permintaan mama Sandra.


“Varel istri kamu kenapa? Apa tadi tidak makan dari rumah?” tanya mama Sandra kepada Varel karena cemas memikirkan Nayla yang sudah dianggap anaknya sendiri seperti halnya Kiara. Mama Sandra tidak pernah membeda-bedakan mereka berdua.

__ADS_1


“Entahlah ma! Tadi makannya juga banyak bahkan berangkat ke sini juga tidak ada gejala apa-apa!” ucap Varel yang berusaha membangunkan istrinya dengan bau freshcare yang diberi oleh mama Sandra.


“Sayang, bangunlah! Jangan buat aku cemas!” ucap Varel yang terus berusaha menyadarkan Nayla. Nayla yang mulai sadar hendak terbangun dari ranjang, namun Varel mencegahnya.


Si mbok yang dengan cekatan membawakan teh hangat yang manis untuk Nayla agar bisa menambah kekuatannya.


“Sayang, sejak kapan kamu seperti ini?” tanya mamaSandra penuh perhatian. Mama Sandra teringat waktu dirinya dan Kiara hamil menunjukan gejala yang sama.


“Baru hari ini tante! Kepala aku pusing dan terasa sangat berat,” ucap Nayla bingung dengan keadaannya.


“Ya sudah kamu minum dulu teh manisnya, sekalian makan ya?” mama Sandra langsung menyodorkan makanan kepada Varel untuk disuapkan ke Nayla. Namun baru sampai di depan mulutnya Nayla sudah mual-mual dan hendak muntah.


Nayla bangkit dari tidurnya kemudian pergi ke kamar mandi dan mengeluarkan semua isi perutnya. Nayla pusing dan tampak pucat sehingga membuatnya pingsan kembali.Varel menangkapnya kemudian menggendongnya untuk ditidurkan ke ranjangnya lagi.


“Nak Varel kemungkinan besar Nayla hamil. Coba nanti setelah sadar kita bawa periksa ke rumah sakit!” perintah mama Sandra kepada Varel. Varel kembali menyadarkan Nayla dengan cara yang sama.


Nayla nampak lemah dan lemas hingga membuat Varel benar-benar ketakutan. Dengan cepatan Varel menggendong Nayla menuju mobilnya untuk di bawa ke rumah sakit. Mama Sandra yang mengkhawatirkan mereka berdua nampak ikut serta mengantarnya. Neta dan Prawira juga membantunya dengan menjadi Driver untuk mereka.


Sementara itu Agam dan Kiara tidak bisa ikut dengan mereka karena masih ada banyak tamu di rumahnya. Agam dan Kiara hanya bisa mendo’akan mereka tidak terjadi apa-apa dengan Nayla.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?

__ADS_1


__ADS_2