
Masalah Adrian dengan Dewi sudah selesai jadi mereka hari ini di pagi yang cerah berencana untuk menikmati keindahan kota New York bersama-sama. Mereka berencana datang di patung Liberty, Central Park serta Times Square untuk belanja.
Adrian selalu menggandeng Dewi dan kelihatan sangat mesra, hal itu sang menarik perhatian Agam. Karena tidak di disangka mereka berdua berubah yang semula merupakan pasangan seperti Tom dan Jerry.
Bahkan Adrian yang awalnya sangat mata keranjang kalau melihat cewek seksi dia Tidak pernah diam ampe begitu menemukan cinta sejatinya seolah-olah Adrian berubah menjadi seratus delapan puluh derajat.
“Bruk…, aduh…, sakit sekali!” ucap salah satu pejalan kaki dengan bahasa Amerika yang kelihatannya dengan sengaja menabrakan dirinya di hadapan Adrian. Adrian kemudian meminta maaf kepada cewek itu tanpa harus melepas gandengannya dengan Dewi.
“Busyet…, ganteng-ganteng cuek!” ucap cewek seksi dan cantik tersebut. Hal itu menarik perhatian Agam.
“Alhamdulilah! Kelihatannya dia memang betul-betul berubah dan sangat mencintai Dewi!” bisik Agam kepada istrinya yang duduk di sebelahnya karena mereka berdua memang memutuskan untuk menikmati keindahan kota Amerika dengan duduk di taman sambil istirahat memberi susu kepada Daffa.
“O…, dari tadi kakak mengamati cewek itu ya?” ucap Kiara sambil menjewer telinga suaminya.
“Ampun-ampun dik! Aku hanya memastikan sikapnya Adrian saja, kalau Adrian yang dulu sudah pasti moment-moment seperti itu tidak dia lepaskan begitu saja. Adrian yang dulu pasti hiper aktif dan membalasnya bahkan dalam sekejap mengajaknya kencan!” ucap Agm kepada istrinya yang dari tadi asyik kasih minum putranya.
“Masa sih!Itu Kak Adrian atau papa Agam?” tanya Kiara sambil melotot ke arah suaminya.
“Dia lah masa aku ada tampang kayak gitu?” tanya Agam balik sama istrinya.
“Eh…, Pahmud dan Mahmud ada apa ribut?” tanya Adrian dan Dewi yang baru datang habis muter-muter Central Park.
“Biasalah dia lagi cemburu!Maunya dia itu diperhatikan dengan spesial tidak mau kalah dengan putranya,” ucap Agam terkekeh pada Adrian.
“Masa sich! aku lihat yang cemburuan itu kamu lo Agam?” jawab Adrian sebenarnya dan tidak bermaksud memuji Kiara tapi berbicara masalah fakta.
__ADS_1
“Udah ah sudah basi! Ayo kita ke patung Liberty saja dan habis itu kita shopping!” ucap Dewi yang cenderung sebagai penengah mereka.
“Kak! Ntar kita beli tas-tas branded ya?” ucap Dewi tiba-tiba ditengah-tengah keributan mereka.
“Ok, aku setuju! Kita habiskan uang belanja dari suami kita Dew!” ucap Kiara sambil bersungut-sungut masih kelihatan kesal.
“Iya gpp sayang, habiskan saja uangnya nanti aku transfer lagi kalau habis!” ucap Agam dan seketika itu juga tanpa harus tanya untuk keperluan apa.
“Wah…, enak ya jadi Kakak Kiara? Di manja sama suami dan keperluannya selalu dicukupi!” ucap Dewi yang tanpa sadar Adrian mendengarnya.
“Lo…, dik Dewi juga ingin seperti itu ya? Ya sudah bulan depan kita menikah ya?” ucap Adrian serius.
“Gak salah ini? Bukannya nikah kita sudah masih nunggu 3 bulan lagi kak!” ucap Dewi bingung.
“Iya Dew…! Segeralah nikah. Aku jamin kamu akan merasakan kenyamanan dan kebahagiaan!” ucap Kiara menambahkan.
“Berarti kakak bahagia dong sama kak Agam yang menyebalkan ini?” tanya Dewi penasaran.
“Iya lah! Kalau gak bahagia aku mana mau diajak kakak kamu ke sini!” ucap Kiara santai. Kiara mau bagaimanapun memang sangat menyukai dan mencintai suaminya Agam. Demikian juga sebaliknya akan sangat mencintai istrinya Kiara.
Setelah Awas jangan jualan di sekitar Central Park dan patung Liberty beserta belanja di Times Square mereka makan di restoran. Agam nampak romantis menyuapi istrinya yang sibuk dengan putranya. Baru setelah istrinya kenyang Agam makan. Hal itu tidak lepas dari pengamatan Adrian daan Dewi.
Adrian dan Dewi nampak salut dengan tingkah laku Agam.
“Sayang contoh tuh kak Agam! Di memperlakukan kak Kiara bagaikan ratu! Aku suka melihatnya!” ucap Dewi yang secara tidak langsung minta diperlakukan itu. Adrian kemudian mengambil tangan Dewi untuk dituntunnya ke arah dadanya kemudian mencium punggung tangan Dewi.
__ADS_1
“Wah kalian so sweet banget! Sana segera halal kan kak!” ucap Kiara yang hanya dibalas dengan senyuman oleh Adrian dan Dewi.
“Iya…Adrian! Tapi Acara wedding-nya di Indonesia saja ya?” ucap Agam menyambung pernyataan istrinya.
Disaat mereka ngobrol asyik tiba-tiba muncul cewek bule yang datang menghampiri mereka dan dengan budayanya Amerika langsung mencium pipi Adrian dan Agam sehingga Kiara dan Dewi nampak kesal dibuatnya.
“Siang…, Adrian dan Agam kan?” ucap bule tersebut dengan bahasa Amerika. Adrian dan Agam hanya menganggukan kepalanya karena lupa dengan wanita tersebut. Hingga akhirnya si wanita Amerika pun menjelaskan pertemuan mereka disaat masih kuliah dulu.
“O…, Katy kan? Astaga bukannya kamu di Jepang ikut suami kamu?” tanya Adrian penasaran. Katy akhirnya menjelaskan kalau dirinya pulang ke Amerika karena dalam rangka penelitian tentang budaya Amerika.
Dan ternyata Katy kalau dinilai cukup sopan tidak membahayakan posisi mereka berdua. Kiara dan Dewi pun mampu berbaur dengan Katy. Katy sangat senang bisa bergaul dengan mereka berdua dan berencana untuk berkunjung ke Indonesia suatu saat nanti. Kiara pun mempersilahkan Katy kalau mau pergi ke Indonesia dan dirinya kan siap menjadi pemandu wisatanya. Karena waktu sudah hampir sore mereka memutuskan untuk pulang ke rumah.
Agam dan Kiara memutuskan untuk langsung pulang menuju apartemennya tanpa harus balik lagi ke rumah Dewi.
Sementara itu Dewi yang dengan ganjalan yang ada di hatinya berusaha menguji kesetiaan Adrian. Dewi yang menuju perjalanan pulang ke rumahnya ketika sudah sampai di depan rumahnya pura-pura kakinya terkilir dan jatuh setelah turun dari mobil.
“Ack…, sakit!” pekiknya dan langsung duduk memijat kakinya. Adrian yang tidak tega langsung mengambil alih dan ganti memijatnya. Dewi meringis kesakitan dan sesekali memejamkan matanya pura-pura menahan sakit. Adrian yang sangat terpesona dengan Dewi seketika itu juga mengecup kelopak mata Dewi yang terpejam. Dewi hendak protes kepada Adrian, namun sebelum ia lakukan Adrian sudah merubah posisinya dan dengan cekatan membalik badannya agak membungkuk agar Dewi bisa naik di atas punggungnya. Dewi langsung naik ke punggung calon tunangannya sambil ngomel-ngomel memarahi Adrian.
“Emang benar-benar si kunyuk tengil, bisa-bisanya memanfaatkan keadaaan!” bisiknya lirih di telinga Adrian. Adrianpun terkekeh menjawab bisikan Dewi.
“Dasar si kuncrit rubah kecilku yang nakal, siapa suruh pura-pura terkilir,” jawab Adrian yang mengagetkan Dewi. Dewi sangat terkejut kalau Adrian tahu triknya. Akhirnya mereka berdua terkekeh dengan kelakuan mereka berdua hingga akhir nya mereka sudah sampai di ruang tamu rumah Dewi.
Adrian kemudian pamitan kepada mamanya Dewi untuk kembali ke hotel.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?
__ADS_1