
Pagi ini Kiara kuliah pagi sehingga berangkatnya bersama suami sekalian suaminya berangkat kerja. Kiara diantar hingga di depan kampusnya. Agam menghentikan Mobilnya di depan gerbang kampus kemudian turun dan membukakan pintu untuk Kiara.Semua cowok nampak terlihat cemburu kedekatan dan keromantisan mereka. Bahkan beberapa orang dengan sengaja membuang muka tidak ingin melihat mereka berdua.
“ Sayang kenapa mesti turun di sini? Bukankah jalannya agak jauh untuk sampai di kelas kamu?” ucap Agam seraya membukakan pintu untuk Kiara.
“Tidak apa sayang, ini kan masih terlalu pagi. Sekalian olahraga sayang? Tuh dari sini kelas aku juga kelihatan,” ucap Kiara menyakinkan suaminya sambil menunjuk ke arah gedung kelasnya.
“Ok! yang terpenting kamu tidak kecapean ya sayang?” ucap Agam langsung memeluk istrinya kemudian mencium pipi dan kening istrinya sebelum Agam masuk kembali ke dalam mobil.
Setelah memastikan istrinya sudah berjalan menuju kelas, Agam kembali ke mobilnya kemudian berangkat ke kantor. Agam memutar balik mobilnya berangkat ke kantornya.
“Lo…, itu kan mobilnya Adrian, astaga Adrian dosen di sini ya rupanya,” gumam Agam lirih namun terus melajukan kendaraannya menuju ke kantor.
Sementara itu Kiara terus berjalan menyusuri trotoar yang ada di pinggir jalan kampus. Tiba-tiba di samping Kiara berhenti mobil sport dengan model terbaru. Sang pengemudi pun keluar dari mobilnya dan berniat mengajak Kiara masuk ke dalam mobilnya.
“Kiara ayo bareng sama bapak saja?” ucap Adrian menawarkan diri memberi tumpangan terhadap Kiara. Meskipun sempat dibanting Kiara tapi pak Adrian tidak jera juga.
“Maaf pak, aku jalan kaki saja lebih sehat!” ucap Kiara merendah tapi justru membuat Adrian semakin terpesona terhadap Kiara hingga Kiara tertunduk malu dibuatnya. Adrian pun yang gagal membujuk Kiara akhirnya masuk kembali ke mobil dan langsung melajukan kembali mobilnya menuju ke kampusnya.
Kiara bisa bernafas lega karena pak Adrian sudah pergi meninggalkannya. Kiarapun melanjutkan jalan kakinya sambil menikmati sejuknya udara pagi hari.
Sementara itu sesampainya di kantor Agam menyiapkan semua berkas-berkas untuk rapat bersama staf dan karyawannya. Hari ini Agam lebih banyak menyiapkan berkasnya sendiri karena Varel datang agak terlambat mengurus Nayla yang mual-mual.
__ADS_1
Tidak berapa lama kemudian Varel datang dan membantu semua kelengkapan berkas untuk bahan rapat. setelah semuanya selesai mereka menuju ke ruang rapat. Agam memimpin rapat dengan baik. Semua staf dan Karyawan nampak mengikuti rapat dengan baik bahkan mereka sejalan dengan apa yang disampaikan oleh pak Agam selaku pimpinan mereka.
Setelah rapat selesai, Agam beristirahat sejenak di kantornya ditemani Varel. Agam pun menyampaikan unek-uneknya ketika ketemu dengan Adrian.
“Rel, aku tadi seperti melihat Adrian di lingkungan kampus Kiara. Adrian masuk ke dalam area kampus ketika aku memutar balik hendak pergi kantor. Apa Adrian bekerja disana ya?” tanya Agam penasaran karena memang dia hanya mendengar Adrian sebagai dosen tapi tidak tahu dimana dia bekerja.
“Maaf bro, aku tidak tahu banyak tentang Adrian. Bukankah kita sma? Kita tidak pernah kontak dengannya sejak lama. Yang aku tahu dia memang dosen. Tapi aku tidak tahu di mana dia mengajar sebagai dosen,” ucap Varel yang menjawab apa adanya sehingga membuat Agam nampak gelisah. Dalam hati Agam merasa bahwa Adrian menyimpan suatu rahasia yang berhubungan dengan dirinya.
“ Kamu kenapa apa? Tidak biasanya kamu kepo tentang seseorang? Apalagi tentang Adrian,” ucap Varel yang membuat hati Agam semakin gelisah.
“ Entahlah, aku sendiri juga tidak mengerti dengan tingkahku ini,” ucapnya kemudian menahan nafasnya panjang kemudian menyeruput kopi yang disediakan oleh OB kantor.
“Iya, kalau terlambat bisa-baisa ntar malam tidak dapat jatah dan bisa tidur di luar nich,” ucap Agam yang langsung menyambar kunci mobil nya meninggalkan Varel yang masih bengong di depan mejanya.
“Benar-benar, Bos yang tidak punya akhlak!” gumam Varel hingga akhirnya dirinya memutuskan untuk istirahat di rumah sekalian memantau keadaan istrinya.
Sementara itu Kiara yang keluar dari kelas langsung bergegas diri untuk menuju parkiran. Di parkiran dibawah pohon Akasia nampak mobil sport milik suaminya dan Agam bersandar di pintu mobil. Pemandangan seperti itu membuat banyak cewek mengaguminya.
Agam yang tampan dan cool dengan setelan jasnya nampak memikat dan menggoda. Ada banyak cewek yang langsung mengabadikan Agam dengan potret kamera ponselnya. Bahkan di beberapa grup kampus muncul potret tersebut, termasuk group kelas Kiara. Kiara tidak menyadarinya karena dirinya tidak membuka ponselnya.
Kiara yang sudah ada di depan mobil suaminya langsung masuk ke mobil yang pintunya sudah dibukakan oleh Agam.
__ADS_1
“Sayang, bagaimana mata kuliahmu hari ini?” tanya Agam begitu Kiara sudah berada disampingnya.
“Lancar. Dan semua tugas yang aku kerjakan semuanya mendapat nilai yang sangat memuaskan,” ucap kiara bangga.
“Baguslah! Itu baru istrinya pemilik perusahaan yang terkenal di seluruh Indonesia termasuk se Asia!” ucap Agam memuji istrinya.
“Iya…, tapi aku kasihan sama Nayla yang harus mengumpulkan sendiri tugasnya!” ucap Kiara yang sangat memperhatikan temannya.
“Ya…, seharusnya kamu bantu dia! Kasihan dia mual-mual kata Varel. Bahkan tadi malam dia tidak bisa tidur dengan nyenyak,” ucap Agam memberitahu Kiara berdasarkan informasi dari Varel.
“Lo…, terus Naylanya bagaimana kak? Aku kok tidak punya pikiran kalau dia sampai mual hingga seberat itu!” ucap Kiara sambil menghela nafasnya.
“Bagaimana kalau kita mampir kesana saja melihat keadaan Nayla!” ucap Agam kepada istrinya Kiara. Kiara pun menyetujuinya pendapat suaminya hingga akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke tempat Nayla. namun sebelum pergi ke tempat Nayla merka membelikan beberapa oleh-oleh untuk Nayla. Bahkan mereka tidak lupa membelikan buah-buahan yang masam yang cocok untuk ibu hamil. Kiarapun juga membelikan makanan kesukaan Nayla.
Setelah belanja siap Kiara dan Agam melanjutkan perjalanan menuju rumah Nayla. Dan tidak lama kemudian mereka sampai di tempat Nayla. Mereka datang disambut oleh Varel yang memang sengaja pulang waktu istirahat kantor. Varel menceritakan kondisi Nayla kepada aKiara dan selanjutnya Varel mengantarkan Kiara masuk ke kamar agar menemani Nayla agar tidak merasakan kesakitan.
Setelah mengantarkan Kiara ke kamar Nayla, Varel mengajak Agam ngobrol di taman belakang, Varel nampak saharing kepadaa AGam tentang bagaimana menghadapi istri yang sedang hamil tapi kondisi teler berat.
Agam menceritakan pengalamannya dahulu ketika menghadapi Kiara hamil. Semua yang disampaikan oleh Agam, diam-diam Varel rekam dalam memorinya. Varel tidak ingin jadi suami dan ayah yang gagal untuk mereka. Varel dalam hatinya berjanji akan berusaha menjadi yang terbaik untuk istri dan calon anaknya. Agam sangat senang ternyata Varel juga sangat menynyangi istrinya dengan baik.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?
__ADS_1