
Sesampainya di rumah Kiara sudah disambut oleh papa dan mama mertuanya di halaman depan. Entah sejak kapan mereka berada di rumahnya, padahal tadi mereka berdua masih berada di sekolah.
“Selamat! Semoga kelulusan ini membawa berkah bagi kamu dan calon bayi kamu!” ucap mama Sandra membuka tangannya dan Kiara secara otomatis masuk dalam pelekan dan dekapan mama Sandra.
“Terima kasih Ma, Setelah sekian lama aku tidak memiliki mama, tapi aku dipertemukan dengan mertua serasa Mama sendiri!” ucap Kiara sambil mencium pipi mertuanya.
“ Sama-sama sayang, ini HD hadiah untuk kamu dari Papa dan Mama! Semoga kamu tetap bersemangat untuk terus melanjutkan sekolah kamu ke jenjang yang lebih tinggi!” ucap mama Sandra.
“Oh my god. Ini untuk aku ma? Mama jangan berlebihan! Ini terlalu mahal ma!” ucap Kiara terharu karena dirinya tidak menyangka dapat mobil sport Lamborghini keluaran terbaru.
“ Iya sayang, semoga bermanfaat untuk kamu!” ucap mama Sandra dan mencium Kiara dengan penuh kasih sayang.
“Terimakasih pa…, ma dan kak Agam serta kakek. Kalian benar-benar keluarga aku yang terbaik!
“Sama-sama sayang, ayo untuk untuk selanjutnya kita rayakan kelulusan kamu ini dengan makan-makan di rumah. Mama tadi sudah menyuruh si mbok untuk memasak masakan spesial kesukaan kamu,” ucap mama Sandra dan merangkul menantunya untuk masuk ke rumah.
“Mama, tunggu dulu. Aku hendak menghubungi Nayla! Biar mereka berdua juga bisa merayakan kebersamaan ini!” Kiara berhenti sesaat hendak mengambil ponselnya dari dalam tasnya.
“Tidak perlu sayang, mereka berdua sudah menuju ke sini. Tadi mama menelpon Varel sekalian aku minta !” ucap mama Sandra kepada kiara menantunya.
“Terimakasih ma!” kemudian mereka langsung menuju ruang makan dan betul saja si mbok sudah memasak makanan spesial kesukaannya Kiara.
Tidak berapa lama kemudian Varel dan Nayla muncul. Suasana menjadi heboh dan ramai.
“Sayang aku mau rica-rica ayam kesukaan aku itu!” Kiara merajuk minta rica-rica kesukaannya.
__ADS_1
“Jangan sayang itu terlalu pedas, tidak baik untuk bayi kita!” Agam mencoba menghalanginya.
“Tapi aku suka sayang, aku mohon sedikit saja ya?” rengek Kiara kepada suaminya.
“Baiklah lah sayang sedikit ya? My Babynya papa jangan nakal dong sayang? Harus nurut apa yang menjadi perkataan papa?” ucap Agam sambil mengusik perut Kiara dengan penuh kasih sayang.
“Iya, papa sayang dedek bayi tidak nakal kok! Dedek bayi hanya minta ini sedikit. Entar kalau dedek bayi ileran bagaimana?” Kiara merengek kesal kepada suaminya.
“Jangan dong sayang? Masa iya katanya keren kayak gini anaknya ileran!” jawab Agam panik.
“Iya Kiara kamu jangan aneh-aneh! Aunty sama om Varel malu dong punya keponakan ileran!” ucap nayla tiba-tiba hingga semua orang memandang ke arahnya.
“Wah Aunty sama om Varel! Kapan dong nikahnya!” goda Kiara hingga membuat Nayla malu-malu kucing.
“Tunggu sebentar lagi dong kakak ipar! Ya pastinya aku nunggu mama Sandra bisa melamarkan Nayla untuk aku dong?” ucap Varel menyambung pertanyaan Kiara.
“Iya nak Varel, kalau sudah niat dan semuanya ok. Kita akan melamar nak Nayla untuk kamu! Kebetulan kakek Danu juga ada. Kakek Danu itu paling jago lo kalau acara beginian. Kakek Danu bisa jadi pembicaranya!” ucap papa Bagas berusaha menyanjung kakek Danu biar tidak garing.
“Bisa saja pak Bagas ini! Kakek sudah tua lo biar kakek di rumah saja!” ucap kakek Danu merendah.
“Papa segerakan saja yang terpenting! Jangan sampai ada setan diantara mereka yang berpengaruh buruk. Tuh mereka saja sudah sering berduaan lo? Jangan sampailah mereka tekdung duluan?” ucap Kiara blak-blakan hingga membuat Nayla semakin terpojok menahan malu.
“Tidak begitu dong Kiara? Kita tahu kok batasannya, iya kan kak?” ucap Nayla membela dirinya.
“Iya…, iya tapi baiknya kan begitu segerakan saja!” ucap Kiara.
__ADS_1
“Sebenarnya aku ingin kuliah aku lulus dulu! ini daftar kuliah saja belum eh malah mau meried!” ucap Nayla bingung.
“Yah…, kuliahkan bisa meskipun sudah menikah bahkan punya anak pun juga boleh! Entar kita kuliahnya barenagan saja!” ucap Kiara yang berusaha mempengaruhi Nayla. Nayla masih bingung tidak berkomentar lagi, Varel berinisiatif memegang tangan Nayla bermaksud menguatkan hati Nayla. Bagaimanapun Varel tidak memaksa Nayla untuk menikah sekarang juga.
“Sayang, apapun jawaban kamu aku bersedia menunggu kamu meskipun menunggumu hingga kamu lulus kuliah,” ucap Varel hingga membuat Nayla lega mendengarnya.
“Ih…, bener kak mau nunggu sampai 4 tahun? Kuliah kan paling cepat 4 tahun? Apa tidak kelamaan? Di kantor kan juga banyak wanita cantik, emang kakak kuat apa?” ucap Kiara yang sengaja mengompori Nayla.
“Sheet…, dik jangan begitu ah? Jodoh, mati dan rezeki itu sudah diatur?” ucap Agam yang membuat suasana meja makan semakin menghangat pembicaraannya.
“Iya, tapi manusia wajib usaha kak! Kalau jodoh sudah ada di depan mata ngapain tidak disegerakan. Pamali tahu? Bisa-bisa kita jagain jodoh orang lain,” ucap Kiara semakin nyerocos ngalor ngidul tidak karuan. Nayla pun semakin memanas dengan Kiara.
“Kiara kamu itu teman aku bukan sih?” tanya Nayla dengan agak bersungut-sungut.
“Iya dong. Karena aku teman kamu makanya aku ingin terbaik untuk kamu!” jawab Kiara semakin mengesalkan Nayla. Nayla untuk melamar kamu nak! Apapun jawaban dari kamu dan orang tua kamu kami siap menerimanya, bukankah begitu Varel?” tanya mama Sandra kepada Varel.
“Iya tante aku siap kok menerima jawabannya. Besok lusa aku juga akan menelpon orang tua ku untuk pulang dari London,” ucap Varel semangat.
“Iya ayo kita lanjut ngobrolnya di teras samping! Kita main skak kelihatannya papan caturnya juga sudah ada!” ucap papa Bagas untuk mencoba membantu Varel dan Nayla dari kegalauannya.
“Ok, pa. Siapa takut!” ucap Agam dan Varel secara bersamaan.
“Ayo papa main sama Varel duluan. Untuk mama, menantu dan calon menantu bisa tuh rujakan bareng, itu si mbok sudah menyiapkan bahan-bahannya di gasebo dekat kolam renang. Jangan lupa papa nanti dikasih ya kalau sudah jadi!” ucap papa Bagas yang paling bisa menyikapi situasi.
“Ok pa! Ayo nak kita kesana. Jangan sampai nanti cucu mama ileran karena tidak kesampaian makan rujak,” ucap mama Sandra menggandeng menantunya sementara itu Nayla berjalan disamping Kiara.
__ADS_1
Demikianlah mereka kalau sudah kumpul pasti seru. Terutama Kiara yang tidak pernah berhenti dalam berucap. Kiara yang biasa manja dengan mertuanya sehingga mereka tidak nampak hubungan antara menantu dan mertua. Yang ada hubungan anak dengan orang tuanya sendiri yang jelas mertua serasa orang tua kandung. Bahkan mereka memperlakukan Kiara terlalu berlebihan sehingga membuat Agam putra kandung nya cemburu dibuatnya.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?