Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Dipertemukan Dengannya


__ADS_3

Hari ini adalah hari 7 bulanan kehamilan Nayla,  semua teman Varel diundang. Agam dan Tiara datang terlebih dahulu,  dan tidak lupa mereka membawa Daffa. Mereka tidak menginginkan terjadi sesuatu dengan Daffa kalau di tinggal di rumah.


Bahkan baby sitternya diajak sekalian. Agam menyetir mobil sendiri dan disampingnya ada Kiara sementara di belakang ada Daffa dan baby sitternya.


Mereka memakai baju yang couple dengan warna biru elegan termasuk putranya Daffa. Kiara tampak cantik dan anggun meskipun habis melahirkan postur tubuhnya tidak nampak kalau habis melahirkan.


“Sayang, mama nanti hadir tidak?” tanya Kiara tiba-tiba karena dirinya sangat kangen dengan mamanya.


“Kayaknya hadir sayang, bahkan mama sudah menyiapkan hadiah untuk mereka berdua. memangnya kenapa sayang?” tanya Agam kepada istrinya penasaran.


“Aku kangen? Kemarin mama sering ke rumah tapi sudah seminggu ini mama belum ke rumah sayang!” ucap Kiara yang mengeluh sama suaminya.


“Ha…, seminggu? Bukannya begitu sayang? Seingat aku baru tiga hari mama tidak ke rumah sayang?” ucap Agam sambil fokus mengemudi.


“He…, he…, iya tapi mama ke rumah kan cuman sebentar,” ucap Kiara yang benar-benar kangen sama mama mertuanya.


Tidak terasa mereka  sampai di rumah Varel. Semua kerabat dan undangan lain sudah berada di sana.  Bahkan semua orang nampak fokus melihat kedatangan Agam dan istrinya serta putranya.


Kiara yang malu jadi sorotan mereka tampak bersembunyi di balik lengan Agam yang kekar. Agam yang paham akan istrinya nampak berusaha melindungi dari sorotan tajam para kerabat dan tamu undangan Varel.


“Sayang, sini duduk sama mama! Mama kangen ama kalian?” ucap mama Sandra yang langsung membuka tangannya ketika Kiara sudah dekat di depannya. Melihat kedekatan mereka nampak iri dengan perlakuan mama Sandra terhadap menantunya.


Banyak kerabat berusaha mendekati Kiara dan mengenalnya lebih lanjut. Tidak berapa lama kemudian acara tujuh bulanan dilaksanakan. Varel mengikuti semua acara sesuai adat nenek moyangnya yaitu adat Jawa. Semua ritual dilaksanakan dengan baik dan berjalan lancar. Nayla pun mengikuti apa yang disampaikan oleh pembawa acara.


Setelah semua ritual tujuh bulanan dilaksanakan, di akhir do’a dilanjutkan dengan ramah tamah semua kerabat yang masih tinggal di rumahnya Varel.


Semua tamu izin pulang tak kecuali mama Sandra dan papa Bagas karena mereka ada acara yang harus diselesaikan. Sebelum pulang mama Sandra pamitan kepada Varel dan Nyala dan juga menantu serta putranya.

__ADS_1


“Sayang, mama pulang dulu ya?” pamit mama Sandra ketika di depan Kiara kemudian mencium pipi kanan dan kiri Kiara.


“Iya ma! Hati-hati di jalan!” jawab Kiara sambil menggendong Daffa. Mama Sandra yang gemas dengan cucunya berusaha menciumnya. Daffa yang tahu kalau omanya menciumnya berusaha tersenyum kepada omanya.


Setelah Mama Sandra pergi bersama Bapak Bagas, Varel meminta Agam tetap tinggal di rumahnya. Varel mengatakan kalau teman-teman waktu kuliah akan datang.


Dan benar saja, baru saja Varel selesai berbicara tiba-tiba teman-temannya datang. Dan salah satu diantara mereka tampak terkejut dengan pemandangan yang ada di hadapannya.


“Mari silahkan masuk,” ucap salah satu kerabat Varel yang meminta mereka untuk masuk ke rumah.


Setelah sampai di rumah mereka dikenalkan dengan istri varel dan istrinya Agam.


“Varel…? Benarkah ini. Kamu dan Agam benar-benar pandai memilih?” tanya salah satu dari mereka yang memuji kecantikan Nayla dan Kiara.


“Iya dong! Makanya segera menikah!” ucap Varel bangga sambil mengusap perut istrinya ayla.


“Gila…, lihatlah pak Adrian kenapa bisa disini!” bisik Nayla lirih pada sahabatnya.


“Entahlah! kenapa kita dipertemukan dengannya? Aku minta tolong rahasiakan segala sesuatunya kepada kak Agam ya,” jawab Kiara lirih berbisik dengan Nayla.


“Iya beres!” ucap Nayla yang berada di sampingnya. Agam yang sibuk dengan teman-temannya tidak menghiraukan mereka berdua.


Sementara itu Adrian yang berada di dekat Varel hanya menghela nafasnya karena dadanya terasa berat begitu tahu kenyataannya kalau ternyata perempuan yang dia cintai milik sahabatnya.


“Benar-benar beruntung mereka berdua,” gumamnya lirih kemudian berhenti di hadapan Varel.


Varel yang merasa sahabat terbaiknya hadir langsung mengenalkan istrinya dan sekaligus istrinya Agam.

__ADS_1


Mereka pun salaman seolah-olah tidak tahu satu sama lainnya. Agam yang posesif nampak penasaran dengan ulah istrinya yang kelihatan ada sesuatu yang disembunyikan. Agam menghela nafasnya kemudian teringat dengan cerita Adrian tempo lalu.


“Astaga, jangan-jangan yang diceritakan oleh Adrian tempo hari itu Kiara dan Nayla,” gumam Agam lirih. Dirinya pun reflek langsung beringsut mendekati Kiara dan mendekap Kiara dan spontan mencium keningnya di hadapan teman-temannya.


Adrian wajahnya nampak pias melihat Agam yang memperlakukan Kiara dengan penuh kasih sayang.


“Gila bro! Jangan umbar keromantisan kamu di hadapan kita-kita yang jomblo dong?” celetuk Adrian untuk menghilangkan rasa canggungnya.


“He…, he…, sengaja kok biar kalian panas dan berlomba-lomba cari pasangan hidup!” ucap Agam sengaja menyemangati mereka. Mereka yang tergabung dalam group jomblo hanya cengar-cengir melihat kelakukan Agam. Mereka tentunya tidak pernah berani protes dengan kelakuan Agam. Agam dari dulu sudah didaulat sebagai ketua geng mereka waktu kuliah bahkan sampai sekarang mereka tidak pernah berani mengusik Agam.


“Sayang, aku sama Nayla ke kamar dulu ya? Kasihan Daffa tidak bisa tiri,” ucap Kiara sopan bermaksud tidak menyinggung suami dan teman-temannya.


“Iya sayang…, sini Daffa aku gendongnya!” ucap Agam sambil pamitan kepada teman–temannya untuk menidurkan Daffa di kamar tamu yang disediakan oleh Nayla.


 Sementara itu Adrian hanya memandangi mereka pergi menuju ke kamar.


“Hai bro! Jangan bilang apa yang kamu ceritakan itu istrinya Agam dan sahabatnya itu istri aku bro?” tanya Varel begitu melihat gelagat tidak jelas dari Adrian.


“Hem…, hah…!” Adrian menghela nafas panjang kemudian melepaskannya seolah dirinya terasa sesak dadanya. Varel yang tahu betul keadaan Adrian yang shock berat langsung menepuk punggung untuk menguatkannya.


“Sudahlah bro! Masih banyak gadis cantik di luar sana! Janganlah kau usik kakak ipar kalau tidak ingin berurusan dengan Agam!” ucap Varel mengingatkan sahabatnya. Bagaimanapun mencintai istri orang lain itu juga tidak baik.


“Iya aku tahu. Terimakasih atas simpati kamu! Agam dan kamu benar-benar beruntung bro! Dapat cewek yang benar-benar mengerti dan mencintai kalian dengan benar!” ucap Adrian kembali menyanjung mereka berdua.


“Gila, ada sahabat yang benar-benar gila menyanjung istri sahabatmu sendiri!” ucap Agam yang muncul tiba-tiba dihadapan mereka berdua.


“Eh…, bro! Maaf bukan maksud aku seperti itu! Aku tidak tahu kalau ternyata Kiara itu istri kamu. Sumpah aku tidak menyentuhnya!” ucap Adrian ketakutan kalau Agam berprasangka buruk terhadapnya.Adrian takut kalau dihajar habis-habisan oleh Agam yang punya sifat arogant. Namun ternyata apa yang dikhawatirkan pada dirinya tidak terwujud. Agam malah memaafkannya dan memberinya ceramah bagaimana trik-trik memperoleh pasangan hidup yang seiman.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2