Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Terlalu Berlebihan


__ADS_3

Daffa yang terlahir sebagai cucu pertama dari keluarga Maheswara sangat dimanja oleh Oma dan Opanya.  Hampir setiap hari Mama Sandra selalu hadir menemani Daffa.  Mama Sandra ke situ tidak hanya dengan tangan hampa akan tetapi juga selalu membawakan  baju ataupun hadiah yang lain untuk cucunya.


 Kiara nampak bingung dengan sikap mertuanya yang terlalu berlebihan hingga suatu malam dirinya menyampaikan kepada suaminya agar menghentikan sikap Mama Sandra yang terlalu menyayangi Daffa.


“Sayang,  aku  mohon kamu menyampaikan hal ini terhadap Mama Sandra.  Aku tidak ingin Daffa besok kalau dewasa terbentuk menjadi anak yang manja dan selalu bergantung dengan fasilitas orang tuanya. Apalagi mama Sandra terlalu memanjakannya!” ucap Kiara pada suaminya ketika Agam baru saja sampai dari kantor.


“Memangnya kenapa sayang? Wajar kan kalau mama aku bersikap seperti itu! Mama kan neneknya dan lagi Daffa kan juga masih bayi belum mengerti apa-apa?’ ucap Agam nyolot, entah mengapa dirinya emosi dengan nada yang cukup tinggi hingga membuat Kiara tiba-tiba menangis mencucurkan air matanya.


“Iya memang Daffa masih kecil,  tapi kalo nanti menjadi kebiasaan disaat  Daffa dewasa akan menjadi suatu ketergantungan kepada  kita selaku Orang nya tuanya!” ucap Kiara sambil sesekali mengusap air matanya yang sudah tidak bisa dibendung lagi.


“Sayang, kamu menangis ya? Maaf kalau aku melukai perasaanmu. Hari ini mungkin aku terlalu capek sehingga terbawa oleh emosi,” ucap Agam yang langsung memeluk Kiara ke dalam pelukannya.


“Hikk…, hikk…, aku menyampaikan ini demi kebaikan putra kita. Aku sama sekali tidak membenci mama. Aku tahu mama terlalu memanjakan putra kita tidak punya maksud lain. Dan aku juga tahu itu bentuk perhatian dan kasih sayang omanya menurut versinya mama!” ucap Kiara yang masih menangis dalam pelukan Agam yang masih menggunakan kemeja kantor.


Agam menghela nafasnya panjang di sisi lain apa yang dikatakan istrinya benar tapi disisi lain dia juga tidak ingin menyakiti mamanya. Agam mengusap-usap rambut istrinya kemudian mencium kening istrinya dan membisikkan sesuatu ke telinga istrinya agar istrinya nampak tenang dan tidak menuntut apapun terhadap dirinya.


“Tenang sayang,  aku akan menyampaikan hal ini kepada Mama.  Perasaan nya mama terlalu sensitif jadi aku perlu waktu untuk itu. Aku mohon kamu juga bersabar menunggu hasilnya!”


“Iya, pa. Tapi papa harus janji ya?” ucap Kiara yang masih berada dalam pelukan hangat suaminya sambil mengarahkan jari kelingkingnya kepada suaminya.


“Iya. Papa janji!” Agam pun juga mengarahkan jari kelingkingnya menyambut jari kelingking kiara hingga bersentuhan.


“Terimakasih pa!” ucap Kiara langsung mencium pipi suaminya namun tiba-tiba dirinya mengerutkan hidung dan bibirnya karena mencium bau tidak sedap dari suaminya.

__ADS_1


“Kenapa sayang bau kecut ya?” tanya Agam yang disambut dengan anggukan kepala dari istrinya.


“Astaga papa kan belum mandi? Sana mandi! Aku nyalakan air hangatnya ya?” ucap Kiara yang hendak melepaskan dirinya dari pelukan Agam. Agam pun pelan-pelan melepaskan Kiara. Kira dengan cekatan langsung menyalakan kran untuk mengisi Bathup untuk berendam suaminya.


Setelah semuanya siap Kiara keluar dari kamar mandi dan memberitahu Agam kalau airnya sudah siap. Agam pun masuk ke kamar mandi dan berendam dalam bathup yang disediakan oleh Kiara istrinya.


Agam yang nakal tiba-tiba menyeringai merencanakan sesuatu. Agam berteriak sama istrinya kalau handunya belum dibawanya masuk karena yang lama sudah kotor. Kiara yang polos mengambil handuk dari lemari kemudian membawanya untuk diberikan kepada suaminya.


“Sayang, ini handuknya!” ucapnya setelah dibawanya menuju pintu kamar mandi.


“Iya sayang tolong bawa masuk ya? Ini aku keburu pakai sampo dan ini aku lagi bilas kepala aku!” teriak Agam kepada istrinya. Kiara pun pelan-pelan membuka pintu kemudian memberikannya kepada Agam suaminya. Agam dengan cekatan langsung menarik tubuh istrinya kemudian membawanya masuk ke dalam bathup.


Agam tampak terkejut dengan perubahan warna air di dalam bathup yang berubah warna menjadi merah.


“Itu darah nifas aku sayang? Kamu sih asal main tarik saja! Aku masih menunggu masa nifas sayang?” ucap Kiara tertawa melihat perubahan raut muka suaminya.


“Wah padahal aku sudah begini lo sayang, terus bagaimana ini?” ucapnya sambil matanya memandang ke arah ke salah satu bagian tubuhnya yang mulai bereaksi.


“Ha…, ha… sayang kau itu ada-ada saja! Ya libur dong sayang?” ucap Kiara yang menutup mulutnya menahan tawa atas kelakuan suaminya.


“Jadi kamu seperti haid? Terus kita tidak boleh hubungan badan dong?” tanya Agam bingung.


“Iya. Kakak harus menunggu sekitar 40 hari! Jadi kalau sudah bersih kakak bisa menyentuh aku!” ucap Kiara yang memberi penjelasan kepada suaminya pelan-pelan.

__ADS_1


“Wah! mubazir dong dedek kecilku!” ucapnya lemas kemudian melanjutkan mandinya yang akhirnya terpaksa ditemani Kiara yang tubuhnya sudah basah karena diceburkan dalam bathup oleh suaminya.


Setelah mandi selesai mereka berdua mengganti bajunya dan berlanjut untuk makan malam. Kiara menyiapkan makan malamnya dibantu oleh si mbok.


Agam makan dengan lahap ditemani sang istri. Kiara pun juga nampak perhatian kepada suaminya. Kiara mengambilkan lauk yang disuka oleh suaminya. Jus kesukaan suaminya juga dia siapkan.


“Sayang ini lezat sekali! Aku sangat menyukainya! Ini pasti masakan kamu ya sayang?” ucap Agam memuji istri tersayangnya. Kiara nampak memerah wajahnya karena mendengar pujian dari suaminya.


Di saat mereka makan tiba-tiba papa Bagas dan mama Sandra datang sehingga mereka bergabung bersama menantu dan putranya untuk makan malam.


Papa dan mama Sandra sangat bahagia melihat keharmonisan mereka berdua. Mama Sandra memuji Kiara yang sangat tahu dan memanjakan putranya dengan baik hingga Agam sudah melupakan kebiasaannya yang suka makan ke luar.


“Kiara sayang terimakasih kamu bisa menjadi istri yang baik untuk putra mama. Biasanya putra mama itu suka makan di luar. Tapi sejak menjadi istri kamu dia bisa merubah kebiasaannya dengan kebalikannya yang selalu merindukan masakan rumahan yang kamu masak!” ucap mama Sandra memuji menantunya.


Kiara kembali menunduk malu mendapat pujian dari mama mertuanya bahkan mama mertuanya dengan terang-terangan memujinya. Bahkan untuk mengungkapkan kasih sayangnya yang berlebihan mama Sandra kali ini membawakan seperangkat perihasan untuk menantunya.


“Apa ini ma?” tanya Kiara yang terkejut melihat mama mertuanya tiba-tiba memberinya hadiah seperangkat perhiasan dari berlian untuk dirinya.


“Perhiasan sayang, ini turun temurun dari nenek moyangnya mama. Untuk itu sekarang kamu yang memakai dan merawatnya. Kamu kan sudah menjadi bagian dari keluarga Maheswara,” ucap mama Sandra kepada Kiara menantunya.


Kiara tidak bisa menolak pemberian mertuanya karena kalau menolaknya akan menyakiti hati mertuanya. Mama Sandra sangat senang dengan sikap Kiara kemudian memakaikannya di leher Kiara seraya memuji kecantikan menantunya.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?

__ADS_1


__ADS_2