
Setelah acara pembukaan selesai, ada beberapa jeda waktu untuk istirahat. Agama sebagai sponsor pemberangkatan tim karate, menghubungi Kiara untuk mengajaknya keluar untuk menikmati indahnya kota Paris di malam hari.
"Sayang, kamu ganti baju ya dengan baju casual, kita akan jalan-jalan," ketik Agam melalui Whatsapp.
"Malas kak. Aku takut dengan pelatih aku!" balas Kiara.
“Tidak apa-apa sayang, nanti aku yang mengijinkan!” jawab Agam.
“ Sekali tidak ya tidak sayang, soal nya aku nanti malam sudah tanding untuk yang pertama kalinya nya. Aku berharap Nanti malam bisa memenangkan pertandingan sehingga nanti aku bisa masuk final,”jawab Kiara agar tidak menyinggung suaminya. Mereka berdua menginap di hotel yang sama tapi beda tempat.
Kiara sebagai peserta berada di lantai bawah, sedangkan Agam sebagai pihak sponsor berada di lantai atas.
“Baiklah, istirahatlah dan jaga stamina kamu ya? Ntar malam aku juga akan mendampingimu bertanding!” balas Agam melalui Whatsapp.
“Baiklah kak, sampai bertemu nanti! Peluk cium istri tercinta kamu ya?” ketik Kiara dengan senyumannya yang manis. Kiara terbayang dulu waktu dia tidak memperhatikan Agam sama sekali sebagai suaminya. Bahkan ketika Agam diperlakukan tidak baik oleh kakaknya, Kiara hanya diam dan tidak bisa berbuat apa-apa.
“Iya sayang, Muach…, ciuman kakak buat kamu ya semoga bisa menambah semangat kamu untuk menang!” balas Agam dengan senyum konconyolnya Agam juga menambahkan gambar emoticon yang penuh cinta.
Setelah berakhir Whatsapp an dengan Agam Kiara beranjak ke tempat tidurnya untuk istirahat sejenak karena nanti malam dirinya harus bertanding dengan musuhnya.
Tidak berapa lama kemudian setelah istirahat, Kiara membersihkan tubuhnya untuk bersiap diri berangkat ke area pertandingan.
Semua peserta sudah bersiap di lobi bersama pelatihnya sehingga pihak hotel Dengan mudah mengarahkan mereka untuk naik mobil yang disediakan oleh panitia. Hotel ke tempat lokasi pertandingan membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit.
Kiara naik ke mobil dan hendak duduk di bangku belakang namun tiba-tiba oleh pihak hotel disarankan untuk naik di depan belakang sopir.
__ADS_1
“Maaf, bangku ini sudah ada yang menempati, untuk kak Kiara tempatnya di belakang sopir itu!” ucap temen Kiara dibawah satu kontingen yang sama dengannya namun beda kelas. Kiara pun mau tidak mau akhirnya menuju belakang sopir. Dan sekali lagi Kiara dikejutkan oleh sosok Agam yang sudah ada di sampingnya.
“Kak Agam?Kok bisa Kakak ada di sini lagi?” tanya Kiara penuh dengan keterkejutan namun dengan secepat kilat Agam memberi tanda agar Kiara diam dengan meletakkan jari telunjuknya merapat di bibirnya. Akhirnya Kiara terdiam dan berada di samping Agam dengan santai langsung menyandarkan tubuhnya di bangku.
“Benar-benar Sutan!Sayang, Kok bisa sih? Apa yang membuat kamu seistimewa ini?” tanya Kiara penasaran karena ternyata suaminya penuh misteri dan teka-teki.
“Karena aku suaminya Kiara seorang atlet nasional yang sudah menjuarai beberapa kejuaraan di dunia,” ucap Agam sekenanya. Dengan spontan Kiara mencubit lengan suaminya karena Kiara tidak percaya dengan pernyataan suaminya.
“ Aduh…, sakit dik!” bisik Agam lirih sambil mengusap tangannya yang dicubit oleh Kiara.
“Masa sih kak! Maaf ya? Cup, ini obatnya ya? Biar tidak sakit!” ucap Kiara seraya mengecup pipi Agam dengan terlebih dahulu mencari celah agar tidak ketahuan orang lain. Tapi Kiara yang lagi dilanda kasmaran tidak tahu kalau sesungguhnya sopir hotel sudah memperhatikannya dari tadi.
“Kalau seperti ini sih boleh juga ya? tapi kakak mintanya lebih dari ini?’goda iniAgam gemas melihat tingkah istrinya.
“Kakak Agam mesti deh bahas itu lagi, aku mohon yang itu kita bicarakan nanti setelah kita pulang dari pertandingan ini ya?” ucap Kiara hingga membuat Agam merasa tidak tersakiti.
Tidak terasa perjalanan yang mereka lalui sehingga mereka sampai di tempat tujuan lebih awal dari waktu yang diperkirakan.
Agam saat turun dari mobil berjalan seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa antara dirinya dengan Kiara.
Kiarapun juga melakukan hal yang sama seolah mereka tidak mengenal satu sama lain nya walaupun harus ada percakapan mereka hanya bercakap-cakap biasa.
Semua kontingen sudah menuju ring untuk pelaksanaan lombanya. Kiara sebelum mengikuti lomba mendapat pengarahan dari pak Riko pelatihnya dan mereka nampak sekali dekat sehingga Agam nampak begitu cemburu.
Agam menahan rasa cemburu dan emosinya demi kebaikan Kiara. Tidak berapa lama kemudian Kiara disebut untuk berhadapan dengan Kontingen dari Cina.
__ADS_1
Kiara yang sudah berganti dengan baju kebesaran karate nampak begitu Anggun dan memasuki area panggung dengan disoraki oleh banyak pendukungnya baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Kiara tampil percaya diri hingga membuat lawan bernyali ciut. Setelah mendapat aba-aba dari wasit untuk memulai Kiara dan musuhnya saling menyerang dan menendang.
Namun ternyata musuh Kiara sangat berat, bahkan Kiara terhuyung dan hendak jatuh namun dengan semangat Kiara berusaha bangkit kembali dan menyerang lawannya. Bahkan Kiara nampak semangat setelah mendengar teriakan seseorang yang begitu dia kenal.
“Kiara…, Kiara kamu pasti bisa dan kamu pasti menang. Ayo tendang! pukul sekalian hingga jatuh!” teriak Agam dari luar namun memberi semangat Kiara untuk bangkit dan menang. Semua tim kontingen Indonesia yang berada di situ nampak bengong melihat kelakuan pak Agam yang mereka tahu merupakan sponsor bagi tim mereka.
Kiara dengan gerakan pasti langsung menendang lawannya hingga jatuh tersungkur.
"Bagus Kiara, kamu memang hebat. Kamu terbaik!" Agam berteriak kembali.
Tidak lama kemudian pertandingan selesai dan diumumkan kalau Kiara yang memenangkan pertandingan.
Agam dengan spontan mengucapkan selamat atas kemenangan Kiara dan memeluknya. Lagi-lagi semua anggota kontingen dari Indonesia dibuat penasaran dengan sikap Agam.
“Agam kenapa ya? Memperlakukan Kiara sangat istimewa sekali? Apakah mereka ada hubungan spesial?” salah satu peserta Kontingen kepada temannya.
“ Tahulah, kita nggak usah bahas itu! Dan yang terpenting kesejahteraan kita sebagai peserta sudah dipenuhi oleh pihak sponsor dari pak Agam! Sekarang kita tinggal berjuang untuk memenangkan pertandingan sebagai kompensasi yang telah diberikan oleh sponsor!” jawab salah satu peserta lainnya.
“Iya sih! Tapi aku jadi ngiri melihat kedekatan mereka. Kita tahu pak Agam memiliki kekayaan yang sangat luar biasa dan banyak perusahaan. Sudah pasti semua orang menginginkan posisi seperti Kiara,” ucapnya lagi kepada temannya.
“O…, kamu berharap bisa mendekati pak Agam? Aku rasa itu hal yang tidak tepat! Hi…, hi…, kau lihat Kiara begitu anggun dan cantik, sedangkan kamu…? Jangan mimpi kali ya?” ucapnya cengengesan meladeni teman yang sok imut dan kecantikan.
“Sialan lu sebagai teman tidak mendukungku,” ucapnya kemudian ngeloyor pergi menjauhi temannya.
__ADS_1
Sementara itu Kiara mendapatkan ucapan selamat dari semua teman-temannya dan pelatihnya.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?