Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Masuk Sekolah


__ADS_3

Setelah seminggu tidak masuk sekolah,  Kiara hari ini berencana masuk sekolah dan berangkat  dengan suaminya sendiri. Agam memang sengaja mengajak Kiara berangkat bersamanya dengan harapan dia bisa menjaga Kiara dan calon anaknya dengan baik.  Bagi Agam  semua tentang dirinya dan Kiara sudah tidak ada yang disembunyikan lagi karena semua sudah mengetahuinya.


Agam  dengan sabar menggandeng Tiara untuk berjalan dari tempat parkiran menuju ke kelasnya. Semua teman-teman Kiara banyak yang iri melihatnya.  Termasuk Pak Riko yang merupakan pelatih beladiri Kiara merasa cemburu dengan pak Agam yang berhasil menaklukkan hati Kiara. Namun bagaimanapun Pak Riko memiliki jiwa yang satria sehingga mengakui bahwa bahwa cinta itu tidak bisa dipaksakan.


 Setelah mengantar Kiara masuk di kelasnya Agam kembali ke ruang guru namun di tengah lorong sekolah dihentikan oleh pak Riko.


“Selamat pagi pak,  ternyata anda dan Kiara benar-benar punya hubungan khusus. Maaf waktu di Paris saya tidak mengetahuinya,” ucap Pak Riko sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan pak Agam.


“Tidak apa-apa Bro,  yang salah bukan Anda, kita yang menyembunyikan status kita di hadapan public!” ucap pak Agam merendah kemudian mereka saling menjabat tangan dan rangkulan untuk mengawali membina persahabatan diantara keduanya.


“Terimaksih pak atas pengertian bapak. Mari kita ke kantin sarapan terlebih dahulu!” ucap pak Riko kepada Agam. Demikian akhirnya Agam mengikuti kemauan Riko yang sangat sulit Agam tolak karena takut menyinggung perasaan pak Riko. Agam sangat menjaga perasaan pak Riko yang baru saja berbaikan dengannya meskipun dirinya sebenarnya sudah sarapan bersama Kiara.


“Ok, siapa takut!” Mereka berdua berjalan menuju kantin namun belum sempat masuk tiba-tiba dirinya dikejutkan dengan Indri yang berlari ketakutan dan menabrak pak Riko. Dengan otomatis pak Rico menangkap Indri hingga Indri jatuh dipelukannya.


“Indri, apa yang terjadi denganmu?” tanya pak Riko yang berusaha menahan tubuh /indri agar tidak terjatuh.


“Itu pak, Ada beberapa gerombolan pemuda yang hendak menangkap ku?” ucap Indri ketakutan.


“Memangnya kenapa mereka ingin menangkapmu dan bagaimana bisa mereka masuk ke halaman sekolah kita?” tanya Agam yang tidak mengerti.


“Maaf, mereka juga melumpuhkan security yang ada di depan!” ucap Indri terbata-bata karena masih ketakutan.


“Astaga, itu mereka pak!” ucap Indri dan langsung bersembunyi dibalik tubuh pak Riko.


“Hai…, apa yang kalian lakukan di sekolah kita?” tanya pak Riko menghadang mereka yang jumlahnya 3 orang.


“Pak Guru janganlah anda ikut campur! Dia belum membayar pinjamannya! Harusnya hari ini dia membayarnya!” ucap mereka dan hendak menerobos menghajar pak Riko.


“Berhenti! Kalau anda melangkah lebih lanjut akan aku panggil pihak kepolisian untuk menangkap Anda!” ancam Agam kepada mereka sehingga membuat mereka bernyali ciut.


“Baik, kami tidak akan berlaku kasar tapi lunasi dulu pinjaman mbak ini!” ucap salah satu dari mereka.

__ADS_1


“Ok, Pinjamannya akan saya lunasi.  Berapa besar jumlah uang yang Indri pinjam?” tanya Agam sambil mengeluarkan cek dari tas kerjanya yang masih dia bawa.


“50 juta pak!” jawab pemuda tersebut.


“Busyet, aku pinjamnya kan 20 juta kenapa bisa sebanyak itu?” tanya Indri terkejut.


“Memangnya uang nenek moyang kamu! Itu bersama jasanya termasuk jasa tagih untuk kami!” ucapnya terang-terangan.


“Apa? Kalian memeras kami ya. Benar-benar tidak bisa dibuat lunak?” ancam Agam dan mengeluarkan ponselnya hendak menelpon polisi untuk menggertak mereka.


“Iya maaf, semuanya 25 juta ayo segera bayar!” Salah satu dari mereka menurunkan nilai nominal uangnya. Agam kemudian menulis nilai nominal yang mereka sebutkan dalam ceknya. Kemudian menyerahkan ke mereka dan Agam juga meminta kwitansi pelunasan dari mereka.


Setelah menerima  selembar cek dari Agam, mereka pergi meninggalkan sekolah tersebut tanpa basa-basi.


 Indri yang malu dengan Agam, berusaha meminta maaf kepada Agam dan berjanji hendak mengembalikan uang tersebut kepada Agam. Indri juga menceritakan kalau dirinya terlilit hutang dengan pinjol karena harus membawa ibunya masuk rumah sakit sementara ayahnya pergi dengan wanita lain  dan melupakan dirinya beserta ibunya.


"Terserah kamu saja!" ucap Agam berlalu meninggalkan Indri bersama pak Riko. Pak Riko kemudian meminta Indri untuk ke ruangannya. Entah apa yang mereka bicarakakan tidak lama kemudian Indri ke luar ruangan pak Riko dan segera masuk ke kelas.


Indri yang tidak tahu diri di kelasnya bercerita kalau dirinya di tolong pak Agam dari pemuda yang hendak menganiayanya.


Indri melakukan itu seolah-olah disengaja untuk membuat Kiara cemburu, namun Kiara tetap tenang dan tidak berkomentar apa-apa.


Kiara menghadapinya dengan kepala dingin karena baginya Indri itu seseorang yang memang sakit mental. Kiara juga tahu dari Nayla kalau sebenarnya Indri merupakan anak broken home karena papanya yang kaya raya sudah tidak mengurusnya akan tetapi malah pergi dengan selingkuhannya.


Kiara yang mengetahui ulah Indri hanya diam-diam merekam dan mengirimkannya ke Agam. Kiara bermaksud untuk meminta penjelasan terhadap apa yang disampaikan oleh Indri.


Agam menghela nafasnya saat tahu isi vidio yang dikirim Kiara untuknya. Agam kemudian memanggil Indri untuk mengklarifikasi kalau sebenarnya apa yang telah ia berikan karena rasa kemanusiaan saja untuk ibunya yang sakit dan tidak menginginkan anak didiknya terlibat pinjaman online dan mengalami kesulitan perekonomian. Agam juga memberi ultimatum kepada Indri semua yang ia lakukan semata-mata sebagai guru yang  ingin menolong Indri saja dan tidak lebih dari itu. Uang 25 juta bagi Agam itu sangat mudah mencarinya sehingga untuk membantu Indri itu tidaklah seberapa.


“Indri, apa yang kamu lakukan? Kenapa kau manfaatkan kebaikan aku untuk menghancurkan hubungan ku dengan istriku?” tanya Agam kepada Indri.


“Maaf pak, sebenarnya aku disuruh oleh pak Riko!” ucap Kiara terbata-bata karena takut kalau pak Riko tahu kalau dirinya akan membongkar rencananya di hadapan pak Agam.

__ADS_1


Lagi-lagi Agam menghela nafasnya kemudian Agam menyuruh security untuk memanggil pak Riko sekaligus Kiara.


Pak Riko dan Kiara datang secara bersamaan. Pak Riko perasaannya mulai tidak menentu karena rencananya gagal.


“Kiara sayang, aku sudah klarifikasi kalau sesungguhnya apa yang dibicarakan Indri ke teman-temannya satu kelas itu hanyalah bagian rencana pak Riko yang berusaha membuat kita saling membenci. Kalau tidak percaya kau dengarkanlah dari mulut mereka berdua!” ucap Agam kepada istrinya.


“Iya Kiara, maafkan aku sekali lagi ya? Sebenarnya aku tidak mau melakukannya tapi pak Riko memaksaku hendak memberikan nilai jelek dan mengancamku ingin mengeluarkan aku dari sekolah karena suatu kesalahan ku. Aku pernah menggelapkan uang sekolah waktu penggalangan dana bencana Erupsi Gunung Semeru” ucap Indri yang sudah mengaku salah dan nampak menyesalinya.


“Astaga Indri! Benar-benar kamu itu ya tidak ada tobat-tobatnya!” ucap Kiara yang sesungguhnya prihatin dengan sikap Indri.


“Maaf Kiara, sekali lagi maaf ya?” ucapnya penuh penyesalan dan merangkul Kiara untuk berharap dapat maaf darinya.


“Iya sudahlah! Lain kali janganlah kau berbuat seperti itu!” ucap Kiara yang mengusap bahu Indri dengan tulus.


“Pak Riko, apa benar apa yang dikatakan oleh Indri tadi?” tanya pak Agam kepada pak Riko dengan wajah yang ditekuk karena menahan marah.


“Iya pak Agam, aku ingin membuat kalian terpisah dan aku ingin Kiara bisa menjadi milikku dan Indri bisa masuk dalam kehidupanmu!” ucap pak Riko terbata-bata.


“Astaga pak Riko, kamu itu benar-benar membuat tekanan darahku menjadi naik. Ya sudah kau buatlah surat pengunduran diri kamu nanti biar diproses!” ucap Agam sekenanya karena ingin memberi pelajaran kepada pak Riko.


“Maaf pak! aku mohon janganlah kau pecat aku! Aku masih ingin mengabdi di sekolah ini!” ucap Riko memohon-mohon kepada pak Agam.


“Baiklah! Tapi berjanjilah tidak mengulangi kesalahan yang sama!” ucap pak Agam santai karena sebenarnya dia hanya memberi pelajaran kepada pak Rico.


Setelah semuanya saling memaafkan pak Rico dan Indri kembali ke kelas dan ruangan nya masing-masing.


Sementara itu Kiara masih berada di ruang pak Agam. Agam dengan pelan namun pasti menghampiri Kiara kemudian memeluk dan mengecup keningnya.


“Terimakasih, sayang. Kamu benar-benar bisa bersikap dewasa. Kamu bisa mempercayaiku sebagai suamimu! Aku bersyukur ternyata istri kecilku tidak kekanak-kanakan!” ucap Agam yang kembali mencium bibir istrinya dan berlanjut ke pipi dan leher jenjangnya.


“Sayang, ini kantor sayang! Apa mau nanti sekolah kamu yang dirintis mama keluar vidio mesum antara guru dan siswanya,” ucap Kiara yang sengaja menggoda suaminya.

__ADS_1


“Bukan mesum sayang karena kita sudah suami istri!” ucap Agam yang terus melanjutkan reaksinya namun tiba-tiba ada suara orang membuka pintu ruang kerjanya yang ternyata mama Sandra.


“Astaga apa yang kalian lakukan?” ucap mama Sandra sambil menutup matanya. Agampun dengan spontan mengakhiri kegiatannya. Dan dengan malu-malu menjauhi Kiara yang duduk di sofa.


__ADS_2