Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Bersikap Profesional


__ADS_3

 Kiara sampai di sekolah terlebih dahulu sebelum Agam datang. Kiara kemudian memarkirkan kendaraannya di tempat semula.  Setelah itu Kiara berjalan menuju kelasnya.


Di lorong menuju kelasnya Kiara bertemu dengan guru karatenya pak Riko.


“Kiara Bagaimana kabarnya? Apakah kamu sudah sembuh?” tanya Pak Riko memulai pembicaraan dengan Kiara.


“ Alhamdulillah, saya sudah sehat Pak Riko,” jawab Kiara yang terus berjalan menuju kelasnya hingga akhirnya Pak Riko masuk ke ruang guru.


Sementara itu Nayla sudah berada di dalam kelas menunggu Kiara, karena rasa penasarannya belum terjawab.


Sesaat setelah Kiara masuk kelas, Nayla langsung mendekatinya dan berbisik menyapanya.


“ Kiara,  bolehkah aku bertanya sesuatu tentang Varel?” tanya Nayla yang penasaran dan tidak ingin menunda rasa keingintahuannya tentang Varel.


“Kak Varel?” tanya Kiara terkejut  sambil memicingkan matanya hingga menatap Nayla dengan tajam seolah berusaha mencari jawabannya.


“Iya…, tahu nggak kemarin sepulang dari tempat mu, aku mau ke bandara tetapi Kak Varel tidak tega sehingga mengantarkan aku untuk menjemput kedua orang tuaku?”  kata Nayla yang bercerita menyerocos tidak jelas kepada Kiara.


“Iya terus kenapa? Apa hubungannya dengan aku?” ucap Kiara sengaja ingin menggoda Nayla.


“ Astaga Kiara, kamu tega banget sih? Ih…, masa iya kamu tidak mengerti juga apa yang ingin aku tanyakan?” ungkap Nayla gemas karena ulah Kiara yang pura-pura tidak tahu maksudnya menanyakan tentang Varel.


Belum selesai Nayla menanyakan tentang Varel tiba-tiba bel bunyi masuk sudah berbunyi sehingga guru seni budaya yang tak lain pak Agam sudah berada di depan kelas.


 Pak Agam hari ini nampak cool dengan penampilan barunya yang yang memakai baju batik berwarna biru.  Nayla merasa yakin kalau baju biru yang dipakai oleh pak Agam  merupakan pilihan dari temannya.


“Wah…,  wah kayaknya selera Nyonya muda bagus banget ya?” ucap Nayla ingin menggoda temannya.


 “ Nyonya muda siapa?”  tanya  Tiara pura-pura tidak tahu yang dimaksud oleh Nayla dan melupakan pertanyaan Nayla.


“Ya kamulah. Memangnya siapa Kiara? Kamu benar-benar sangat menyebalkan Kiara. Aku gak mau berteman dengan kamu lagi! Dan besok apabila pergi bertanding, aku tidak akan menemani kamu lagi titik!” ancam Nayla karena kesal tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.


“Nayla…., Nayla sudahlah. Jangan sampai kita nanti dihukum oleh pak Agam.  Tenang, nanti soal Kak Varel aku tanyakan kepada pak Agam,”  ucap Kiara kepada sahabatnya.  namun Kiara belum sempat menyelesaikan perkataannya tiba-tiba Pak Agam sudah menegurnya.  Pak Agam menghukum Kiara dengan datang ke kantornya setelah pelajaran selesai.


 “Tuh kan aku dapat hukuman lagi oleh pak Agam! Kamu sih suka  ngajak ngobrol sendiri!”ucap Kiara kepada temannya.


“Tenang  Kiara, aku yakin pak Agam tidak akan mau menghukum kamu lagi dengan hukuman yang paling berat.  Aku jamin hukuman kamu pasti hal yang menyenangkan!” goda Nayla balik.

__ADS_1


“ Buset deh, mana ada ada hukuman kok menyenangkan,  jangan ngaco kamu!” ucap Kiara kembali jengkel dibuat oleh sahabatnya.


“Iya lah sudah pasti yang namanya hukuman suami istri pastilah menyenangkan contohnya ciuman dan begituan!” ucap Nayla yang otaknya ngeres karena sering nonton film porno.


“Set….et! Plak…! Jangan sampai semua orang tahu kalau aku dan pak Agam suami istri. Please….!” ucap Kiara memohon kepada Nayla sambil memukul lengan Nayla.


“Tenang Kiara aku jamin rahasia kamu tidak akan bocor kok!” jawab Nala yang masih berisik hingga pak Agam harus menegurnya.


“Kiara…,  dan Dan Kamu Nayla.  sudah apabila jangan ngobrol sendiri ini ini kok malah lanjutkan! Ayo segera ke depan,  kalian berdua berdirilah di pojokan situ dengan satu kaki diangkat!” ucap pak Agam yang  ber berusaha bersikap profesional dihadapkan semua siswanya meskipun sesungguhnya semua siswanya belum tahu status hubungannya dengan Kiara.


“Mampus tuh kita berdua, itu semua gara-gara kamu!” ucap Kiara yang langsung bergegas menuju ke depan dan berusaha melaksanakan hukumannya dengan baik disusul dengan Nayla.


Belum genap setengah jam jam tiba-tiba Kiara limbung hendak jatuh. Nayla langsung menangkapnya dan berteriak kepada pak Agam yang konsentrasi menjelaskan materi di depan kelas.


“Pak Agam, Kiara pingsan,” teriak Nayla yang sudah menahan tubuh Kiara namun Kiara ternyata hanya ingin mengerjai suaminya yang galak pada saat mengajar. Kiara mengerlingkan mata kirinya kepada Nayla sebagai tanda kalau dirinya hanya bersandiwara.


Agam dengan cekatan  menghampiri mereka berdua dan menggendong Kiara untuk membawanya ke ruang UKS.


Agam yang panik dengan kondisi Kiara kemudian membaringkannya di ranjang, kemudian menyuruh Nayla untuk membeli minum di kantin. Agam berusaha membuat Kiara sadar dengan mengoleskan minyak kayu putih ke hidung nya namun usaha Agam sia-sia,


Kiara tidak sadar-sadar juga, Agam kemudian mengganti Kiara dan melihat kejanggalan dengan mata Kiara yang agak berkedip karena kelamaan berpura-pura.


Agam akhirnya bertindak  di luar dugaan Kiara. Agam  kemudian menundukkan kepalanya  di depan muka Kiara dan dengan tenang berusaha hendak memberikan nafas buatan kepada Kiara.  Sesaat Agam memang memberi nafas buatan kepada Kiara, namun dalam hitungan detik Agam sudah merubah misinya dengan terus mengecup bibirnya Kiara.  Kiara secara otomatis menggigit bibir Agam dan mendorongnya untuk menjauhi bibirnya.


“Aduh…, sakit lo Kiara!” ucap Agam yang memegangi bibirnya yang agak jontor karena gigitan Kiara.


“Salah sendiri! Kenapa Kak Agam curang ya? Dasar kak Agam guru mesum!” ucap Kiara yang marah dengan tingkah laku Agam. Kiara langsung membalikkan badannya menghadap ke tembok.


“La…, yang pura-pura pingsan siapa ya?” tanya Agam gemas melihat ulah Kiara istrinya yang kekanak-kanakan.


“Habisnya Kak Agam yang memulai duluan. Masa iya sama istrinya suka main hukum saja! Aku kan kesal!” ucap Kiara bermaksud membela dirinya.


“Dik sebagai guru harus profesional. Aku tidak ingin orang lain tahu kalau aku berlaku tidak adil. Memperlakukan istriku dengan hak istimewanya,” ucap Agam bijak.


“Iya…, iya terserah kakak saja!” ucap Kiara yang masih kesal.


Dan tidak lama kemudian Nayla datang membawa air putih untuk sahabatnya. Namun dia nampak terkejut begitu mengetahui kalau Kiara ternyata nampak sehat dan tidak sakit.

__ADS_1


“Nayla, kamu temani Kiara ya? Bapak mau ke kelas lagi melanjutkan menjelaskan materi!” ucap Agam kepada sahabat istrinya.


“Baik pak! Santai saja, aku akan menjaganya dengan baik. Tapi uang jajannya ya?” ucap Nayla yang memanfaatkan kesempatan.


“Kamu itu otaknya duit saja! Nanti minta ke Kiara saja! Kiara ini uang untuk jajan kamu bersama Nayla!” ucap Agam terus meninggalkan mereka berdua.


Kiara langsung tos dengan temannya Nayla kemudian mereka berdua tertawa cekikikan bersama seolah mendapat rezeki nomplok karena uang yang diberikan Agam cukup banyak untuk mereka berdua.


 


 


 


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Semakin seru ya?


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2