
Hari ini hari terakhir Kiara, Agam, dan temannya di kota Paris. Mereka berempat hendak pulang ke Indonesia dengan memakai jet pribadi milik keluarga Agam. Kiara nampak enggan untuk pulang ke Indonesia.
“Sayang, ayo cepat segera Berkemas! kita akan pulang ke Indonesia, Hari Senin kamu harus sudah masuk sekolah!” ucap Agam kepada istrinya.
“Aku masih ingin menikmati keindahan kota Paris kak!” Cap Kiara yang enggan turun dari ranjangnya. Kiara masih rebahan dan bermalas-malasan di atas ranjangnya.
“Iya, aku tahu! u kapan-kapan kita bisa berlibur kembali ke sini!” jawab Agam dengan penuh kesabaran. Dan dengan rasa sayangnya Agam mengangkat tubuh Kiara untuk dimandikan.
“Astaga kakak mau ngapain?” tanya Kiara yang manja dan menggelayut kan tangannya di leher Agam.
“Tenang sayang, aku hendak memandikan dirimu!” jawab Agam dengan menyeringai nakal penuh akal liciknya.
“Ah…, tolong turunkan aku kak! Aku ingin mandi sendiri saja! Kujamin kalau mandi bersama kakak pasti tidak akan kelar-kelar,”ucap Kiara sambil bergerak-gerak untuk turun dari gendongan Agam.
“Diamlah sayang, nanti kamu jatuh?” bisik Agam yang makin mesra sama Kiara.
“Baiklah, Aku terserah Kakak saja! Aku akan menuruti semua kemauan kakak! tapi aku kali ini yang pegang kendali ya?” Ucap Kiara yang semakin berani menggoda suami nya.
“Benar-benar sekarang semakin berani ya? Ok siapa takut?” ucap Agam sambil menurunkan Kiara ke kamar mandi kemudian mengguyur tubuh mereka dengan shower. Agam semakin gemas dengan Kiara yang memakai baju Lingerie yang disiapkan oleh mama Sandra tempo hari.
“Bagus, Sayang kalau begini caranya aku bisa ternak sayang? Aku pastikan kamu tiap tahun aku buat hamil!” goda Agam semakin nakal menggoda Kiara.
“Tidak apa sayang, aku akan mewujudkan semua impian kamu,” ucap Kiara sambil mendesah manja hingga Agam semakin inten untuk menggodanya. Di bawah guyuran air shower mereka berdua bercinta untuk memadu kasih.
Kiara yang semakin pandai bisa mengimbangi semua permainan Agam sehingga akan nampak kuat dengan perlakuan Kiara. Mereka berdua larut dalam permainannya hingga mereka berdua melupakan acara kepulangan mereka.
Sementara itu Varel dan Nayla yang baru jadian sudah siap dengan barang-barangnya yang sudah di packing dengan rapi. Mereka berdua nampak gelisah karena menunggu mereka terlalu lama.
__ADS_1
“Gila…, mereka itu lagi ngapain ya sayang? Kita sudah hampir 2 jam menunggunya?” ucap Varel kepada Nayla.
“Ya Aku tahu! Paling mereka berdua sedang mengadakan ritual untuk begituan?” ucap Nayla sambil mempraktekan dengan menumpuk kedua tangannya.
“Astaga sayang, siapa yang mengajarimu! Wah kayaknya kamu juga sudah tidak sabaran ya? Bagaimana kalau setelah lulus sekolah kita menikah?” ucap Varel kepada Nayla. Nayla lagi-lagi dibuat tersipu malu dengan ulah Varel.
“Terserah kakak sajalah! Tapi kakak harus bisa menyakinkan kedua orang tuaku ya?” ucap Nayla yang karena capek merebahkan dirinya di sofa ruang keluarga.
“Siap sayang, kamu ngantuk ya? Sana kau masuk dulu ke kamar nanti kalau mereka berdua sudah siap aku bangunkan kamu!” ucap Varel dengan penuh percaya diri menyakinkan Nayla kekasihnya yang baru semalam jadian.
Belum selesai Varel berucap, tiba-tiba terdengar suara pintu kamar Agam dibuka.
“Sayang ayo kita segera berangkat! Itu pak Agam dan Kiara sudah keluar dari kamar,” ucap Varel yang membangunkan Nayla dari pangkuannya.
“Pak Agam lama banget ya? Kita berdua menunggu anda hingga karatan tidak muncul-muncul!” goda Varel kepada Agam. Agam yang sudah biasa dengan Varel tampak biasa-biasa saja.
Agam dan Varel tampak kompak memperlakukan wanitanya dengan penuh kasih sayang. Agam menggandeng Kiara hingga masuk ke dalam pesawat diikuti oleh Varel dan Nayla.
Di dalam pesawat Agam membuat Kiara nampak senyaman mungkin. Baginya memanjakan Kiara sudah merupakan suatu bentuk keharusan.
Agam bertemu dengan Kiara itu sudah merupakan anugerah terbesar baginya. Kiara merupakan pelita hidupnya yang pernah dialami.
Setelah beberapa jam mereka menempuh perjalanan akhirnya sampailah mereka di Indonesia. Mereka berempat dijemput oleh sopir keluarga. Mereka mengantar Nayla pulang terlebih dahulu baru berlanjut pulang ke rumah Agam setelah menurunkan Varel di apartemennya.
“Sayang, apa kita tidak ke rumah papa dan mama dulu?” rengek Kiara kepada suaminya.
“Sayang, nanti kan bisa ketemu! Mama dan papa bilang setelah dari kantor mereka berdua hendak mampir kesini!” ucap Agam sambil menuntun istrinya masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Asisten rumah tangga mereka mengagumi Kiara yang sudah banyak merubah keinginan hidup Agam sebagai seniman tanpa menghiraukan kehidupan kedua orangtuanya.
“Non Kiara capek ya? Sini aku pijitin!” ucap salah satu asisten rumah tangga mereka yang sangat pandai mengurus rumah dan memanjakan majikannya.
“Tidak usah simbok! Aku hanya ingin mandi relaksasi saja! Tolong siapkan ramuan tradisional yang biasa aku pakai,” ucap Kiara sopan kepada simbok.
Simbok dengan cekatan menyediakan apa yang diminta oleh majikannya. Kiara dengan pelan masuk ke dalam bathup yang sudah disiapkan oleh simbok.
Sedangkan Agam yang kecapean merebahkan dirinya tidur di ranjang. Setelah kurang lebih hampir satu jam Kiara selesai berendam dengan masih berbalut handuk Kiara langsung membangunkan suaminya bermaksud agar suaminya segera mandi.
Namun Kiara tidak terasa telah membangunkan macan yang lagi tidur dan dengan cepat Agam langsung menerkam dan melahapnya hingga tidak berdaya. Kiara meraung-raung hingga tidak berdaya dibawah tekanan dan himpitan tubuh Agam.
Sejak Kiara mau menyerahkan dirinya terhadap suaminya, Agam selaku suaminya seolah-olah kecanduaan dengan aroma tubuh Kiara. Baginya Kiara sangat menarik dan mampu membangkitkan gairah sexnya.
“Sayang, kalau seperti ini terus badan aku bisa remuk redam dong yang?” rengek Kiara yang masih menggelayutkan tangannya mesra di leher suaminya.
Agam hanya terkekeh mendengar keluar istrinya bahkan Agam dengan keras terus melanjutkan perjuangannya untuk menerobos pertahanan Kiara yang sudah dia porak porandakan untuk kesekian kalinya.
“Ah…, enak sayang? Lama-lama aku jadi kecanduan juga,” bisiknya lirih di telinga suaminya yang sudah biasa baginya.
Setelah puas melakukan aktivitasnya mereka berdua terasa lapar. Mereka berdua bergegas ke kamar mandi hendak membersihkan dirinya kemudian berlanjut ke dapur mencari makanan yang telah disiapkan oleh asisten rumah tangganya.
Di ruang makan Agam sangat memanjakan istrinya dengan makanan yang sangat bergizi dan lezat.
“Sayang kau habiskan ya? Biar tubuh kamu kuat dan bisa membuat kamu hamil dengan segera! Biar aku segera mendapatkan Agam yunior,” ucap Agam yang sedang mengambilkan lauk untuk Kiara.
Agam juga menyuruh asistennya menyiapkan jus buah untuk kesuburan. Agam benar-benar berharap agar apa yang menjadi keinginannya segera terwujud dan terealisasi.
__ADS_1