
Kampus libur panjang sehingga Kiara berniat untuk mengajak suaminya untuk liburan. Mereka berdua berkemas untuk pergi liburan ke Amerika dengan membawa putranya. Agam juga ingin memenuhi janji kepada Adrian untuk membantunya membujuk Mamanya Dewi agar menerima Adrian sebagai menantunya. Agam berharap lamaran Adrian untuk memperistri Dewi tidak ada masalah. Karena tantenya itu sangat idealis dalam memilih berbagai hal.
“Sayang, semua baju sudah kamu kemas dengan baik?” tanya Agam kepada Kiara.
“Sudah sayang, tadi dibantu si Mbok. Ini tinggal baju Daffa yang belum aku masukkan ke dalam koper,” ucap Kiara sambil memasukkan baju-baju Daffa ke dalam koper nya.
“Oke, Mang tolong masukkan semua baju yang sudah kita packing ke dalam mobil!” perintah Agam kepada sopir pribadinya,” Agam sendiri juga membawa satu tas yang berisi minuman dan botol mili Daffa.
Setelah semuanya beres, Agam bersama Kiara berangkat menuju bandara. Mereka berangkat menggunakan pesawat pribadinya.
Di sepanjang Perjalanan Agam membantu Kiara menggendong Daffa. Baginya Daffa adalah tanggung jawabnya sehingga dia tidak ingin Kiara kecapean.
“Sayang, kalau capek bisa kok aku gendong!” ucap Kiara yang merasa kasihan dengan suaminya.
“Tidak kok sayang. Ditambah gendong kamu aku juga masih bisa!” ucap Agam sombong sengaja menggoda istrinya.Tembok yang terbiasa mengikuti perjalanan mereka hanya tertawa geli mendengar candaan suami istri tersebut. Si mbok pura-pura tidak tahu dan tidak mendengar perkataan mereka.
“Sayang, jangan ngawur kamu! Itu didengar Si Mbok juga tidak enak!” ucap Kiara sambil menoel lengan suaminya. Melihat sebentar ke arah Si Mbok.
“He…, maaf kok tuan muda aku tidak mendengar apa-apa!” ucap si Mbok lirih membuat Agam tersenyum melihatnya.
Setelah perjalanan yang cukup jauh Agam nampak kelelahan sehingga di apartemen miliknya dia langsung merebahkan diri tidur diikuti oleh Kiara istrinya. Sedangkan Daffa berada di kamar sebelah bersama si Mbok. Untuk kepergian ke Amerika kali ini sengaja yang diajak si Mbok bukan baby sitter Daffa karena ingin membuat si Mbok senang liburan bersamanya.
Setelah tubuhnya terasa sehat kembali rasa capeknya, Agam mengerjap-ngerjapkan matanya untuk bangun dan membersihkan dirinya. Namun hal itu diurungkannya sedang melihat istrinya tidur dengan roknya menyingkap naik ke atas. Naluri Lelaki hanya bergejolak sehingga kembali menghadap istrinya dan pelan-pelan mencium bibir, kening dan pipi Kiara hingga lehernya. Agam yang nakal karena selalu ada reaksi begitu melihat istrinya seperti itu segera mengusap-usap paha mulus istrinya hingga Kiara pun terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
Kiara tampak geli dengan ulah Agam sehingga beberapa kali Kiara menggeliatkan tubuhnya menahan rasa geli dan gejolak di hatinya.
“Sayang, aku tidak kuat dan tidak tahan,” ucapnya dengan mendesah karena menahan rasa gelinya. Agam tanpa ada rasa canggung langsung naik di atas tubuh Kiara dan berpacu dengan penuh irama diantara ******* Kiara yang menahan rasa panas yang mengalir kedalam tubuhnya hingga ke ubun-ubunya.
“Sayang kau harus menahannya, jangan sampai nanti Daffa punya adik lagi sebelum usaianya 3 tahun,” ucap Kiara memohon kepada suaminya.
Agam memekik keras merasakan kenikmatannya sambil mengatakan kalau terlanjur dilepaskannya. Agam tersenyum puas hingga akhirnya dirinya terhempas disamping istrinya. Mereka berdua tidur kembali dan berpelukan hingga waktu menjelang malam.
Agam terbangun dari tidurnya dan membersihkan diri mengajak istrinya untuk ke rumah tantenya yaitu ke rumahnya Dewi.
“Sayang, ayo segera bangun untuk pergi ke rumah tante,” ucap Agam lirih membangunkan Kiara. Kiara yang tidak kunjung bangun, dengan cepat menggendong Kiara untuk menuju ke kamar mandi.
Mereka akhirnya melakukan ritual mandi bersama, Agam yang sudah terbiasa melakukan itu terhadap Kiara membuat Kiara enjoy dan tidak protes sama sekali. Begitulah mereka berdua selalu bisa menciptakan suasana yang sangat harmonis di antara keduanya.
Mereka berdua pergi ke rumah Dewi dengan memakai taxi dengan Daffa berada dalam gendongan Agam. Karena letak rumah Dewi yang tidak jauh dari apartemennya mereka sampai di rumah Dewi dengan memakan waktu kurang lebih 10 menit.
Agam yang sudah biasa berkunjung ke rumah Dewi langsung masuk ke rumahnya setelah memencet kode pintu rumah Dewi yang nampak mewah. Setelah masuk kerumah Agam dikejutkan dengan Adrian yang ternyata sudah berada di situ.
“Hai…, dasar kunyk jelek! Ternyata sudah ada di sini ya? Benar-benar kemajuan! Gitu dong baru namanya laki-laki!” ucap Agam menggoda sahabatnya dan masuk duduk di dekat sahabat.
“Lo nak Agam kenal ya sama calon menantu tante?” tanya mamanya Dewi penasaran.
“Kenal lah tante. Ini kan si kunyuk temen aku tante, yang sering datang ke rumah. Lo kok calon mantu apa sudah lamaran tante?” tanya Agam kepada tantenya sekaligus berusaha mengingatkan memori tantenya tentang Adrian.
__ADS_1
“Sudah dong, Adrian kemarin kesini sama keluarganya. Eh…, tunggu dulu berarti ini teman kamu dulu yang sering ngerjain Dewi hingga menangis ya? Tante masih ingat kalau belum menangis pasti dia akan cari jalan lain untuk membuatnya menangis,” ucap tantenya Agam kepada Kiara.
“Benarkah tante? Wah tante pasti senang dong karena anak tante berhasil membuatnya bertekuk lutut hingga jatuh hati pada putrinya tante,” ucap Kiara menggoda Adrian. Adrian yang digoda mereka hanya cengar-cengir.
“Tentu senanglah jadi kalau Dewi bandel sudah ada pawangnya!” ucap mamanya Dewi hingga membuat semua orang saling pandang.
“Pawang? Tante ada-ada saja! Emangnya Dewi bandel to?” tanya Kiara kepada tantenya.
“Iya nak! Dulu Dewi tomboy dan suka bermain sama cowok terutama sama suamimu beserta kelompoknya!” jelas mamanya Dewi.
“Seru dong, berarti kamu bisa bela diri dong?” tanya Kiara penasaran.
“Bisalah kakak ipar! Aku mengikuti beladiri juga karenanya. Aku berniat untuk balas dendam dan menghajarnya!” ucap Dewi serius sambil mulutnya komat kamit diarahkan ke Adrian.
‘Bagus dong? Jadi kalau kamu disakitinya kau bantinglah dia Dewi biar tahu rasa,” ucap Kiara sadis kepada Adrian. Agam hanya nyengir mendengar ocehan istrinya sedangkan Adrian nampak menelan salivanya mendengar ucapan Kiara yang notabene pernah membantingnya sewaktu di kampus.
“Wah, masa iya suami istri bakal saling banting?” tanya Adrian penasaran.
“Ya…, iyalah kalau tidak saling banting kita tidak akan menghasilkan ini nich!” ucap Agam sambil menunjuk Daffa yang sangat tenang berada dalam gendongannya. Daffa kecil langsung menggeliat tubuhnya seolah tahu mereka sedang membicarakannya.
Semua orang akhirnya memandang Daffa dengan pasti dan jatuh cinta melihat ulahnya. Daffa tampak menyenangkan hingga akhirnya mamanya Dewi meminta menggendong Daffa dalam pelukannya.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?
__ADS_1