Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Nekad


__ADS_3

Kiara dan Nayla menuju parkiran hendak pulang ke rumahnya. Dilihatnya pak Adrian mengejarnya hingga ke parkiran. “Nayla…, Kiara biar aku antar saja!” ucapnya penuh percaya diri kepada Nayla.


“Maaf pak! Aku tidak bisa karena suaminya tadi memberi amanah agara aku menjaganya!” ucap Nayla yang berusaha menghalangi Adrian. Namun Adrian tetap nekad untuk mengantarnya. Adrian tiba-tiba menarik tangan Kiara menuju ke arah mobilnya.


Kiara menghentikan langkahnya kemudian dengan sopan mengatakan kepada pak Adrian kalau dirinya sudah menikah dan setia sama suaminya. Bahkan Kiara memohon dengan menatap pak Adrian agar mengurungkan niatnya untuk mengajaknya pulang bersama.


Adrian yang begitu nekad memaksanya masuk ke dalam mobilnya dengan cepat Kiara berbalik badan menarik dan membanting pak Adrian mepet di body mobilnya.


“Hem…, fix benar-benar wanita idaman para laki-laki. Bagaimanapun kamu harus jadi milik aku Kiara. Kamu wanita tangguh yang membuat aku ingin mendekatimu meskipun kamu sudah bersuami maupun beranak sekalipun,” gumam Adrian lirih nyaris tidak di dengar oleh Kiara yang ada di depannya.


“Maaf pak bukan maksud aku untuk mempermalukan anda,” ucap Kiara sambil menyatukan kedua tangannya untuk meminta maaf. Kiara yang hatinya sudah terbakar karena gregetan dengan tingkah Adrian langsung meninggalkan Adrian begitu saja tanpa menunggu reaksi dari Adrian.


 Kiara yang sudah berjalan menuju mobil Nayla kemudian masuk ke dalam mobil dan segera meninggalkan kampus tersebut untuk pulang ke rumahnya.


 “ Nay…, aku mohon nanti jangan ceritakan hal ini kepada Kak Agam.  Aku takut masalah ini semakin panjang dan kak Agam  akan berbuat nekat untuk mencelakakan Pak Adrian,” ucap Kiara di dalam mobil sebelum sampai di rumah.


“Oke, percayakan semuanya kepada sahabat ini.  Sudah pasti aku tidak akan membocorkan masalah ini kepada kak Agam,”  ucap Nayla kepada Kiara.


“Terimakasih! Kamu benar-benar sahabat sejati yang bisa dipercaya,” ucap Kiara senang mendengar jawaban dari sahabatnya.


Tidak berapa lama kemudian mereka sampai di rumah Kiara,  mereka berdua langsung menuju ke kamar si bayi Daffa. Daffa nampak tertidur di box tidurnya sementara itu perawat Daffa sedang istirahat di samping Daffa.


 Kiara yang pengertian tidak mau mengganggu istirahat mereka berdua, kemudian Kiara masuk ke dalam kamarnya setelah Nayla pamitan untuk pulang.

__ADS_1


Kiara membersihkan tubuhnya sebelum dirinya melangkah keranjang untuk tidur siang. Belum  sempat dirinya tertidur tiba-tiba pintu kamarnya dibuka oleh Agam yang baru pulang dari kantor.


 Agam aja pulang agak awal untuk menemui istrinya.  Agam hendak pamitan ada acara makan-makan bersama temannya waktu kuliah dahulu.


“Sayang, sudah tidur ya? Sini aku pijitin biar kamu tidak kecapean,” ucap Agam yang hendak mengambil hati istrinya untuk pamitan makan malam bersama teman.


“Belum Kak, aku baru saja pulang dari kampus. Baru datang sudah mau pijitin saja pasti ada maunya ya?”  ucap Kiara santai tanpa harus memberitahukan kalau dirinya di kampus ada masalah.


“Ngak juga sayang, aku hanya minta izin saja mau makan-makan dengan teman kuliah dulu yang baru pindah dari luar negeri,” ucap Agam kepada Kiara dan langsung sudah naik ke tempat tidur tanpa melepaskan baju kerjanya terlebih dahulu hingga membuat Kiara gemas.


Kiara yang tengkurang dengan cekatan membalikan tubuhnya hingga dirinya berhadapan dengan Agam yang sudah duduk di sampingnya. Kiara dengan gayanya langsung meraih dasi Agam untuk ditarik mendekati dirinya kemudian Kiara duduk dihadapan suaminya.


Kiara dengan pelan dan pasti langsung membuka dasi Agam dilanjutkan dengan kancing bajunya hingga Agam dibuat ngos-ngosan menahan hasrat kelelakiannya.


Setelah puas Agam berlari ke kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya, Kiara hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya. Kiara yang capek akhirnya tertidur pulas hingga setengah telanjang. Sementara itu Agam yang sudah menyelesaikan ritualnya langsung menyusulnya kembali untuk tidur bersama istrinya.


Agam dengan kasih sayangnya memeluk istrinya hingga mereka berdua terlelap tidur hingga adzan ashar berkumandang.


Agam terbangun dan mensucikan dirinya kembali untuk melakukan salat ashar.  agar mengganti bajunya dengan baju koko dan sarung kemudian menuju ke mushola yang ada di rumahnya. Setelah semuanya selesai akan kembali ke kamarnya untuk membangunkan Kiara agar segera mandi.


Namun Kiara yang kecapean sulit untuk dibangunkan, maka Agam dengan sabarnya menggendong Kiara yang masih memejamkan matanya untuk dimasukan ke dalam bathup setelah menelanjanginya.


“Sayang  ayo segera mandi,  kalau kamu tidak mau mandi sendiri, aku yang akan memandikan kamu,” ucap Agam yang mampu membuat Kiara terbangun untuk mandi sendiri.

__ADS_1


“Iya…, aku mandi sendiri!” ucap Kiara yang sudah bergerak menggosok-gosokan sabun ke tubuhnya. Agam tersenyum puas melihat istrinya kemudian meninggalkan Kiara yang sedang melaksanakan ritual mandinya.


Agam menuju ke kamar baby Daffa untuk mengecek apakah putranya sudah mandi apa belum. Begitu putranya sudah mandi Agam mengambil Daffa untuk dibawa ke kamarnya. Agam berniat meminta istrinya untuk menyusui Daffa karena kelihatannya Daffa kelaparan.


“Sayang, kamu haus dan lapar ya? Kita tunggu mama ya sayang?” ucap agam yang dengan pelan meletakan Daffa di ranjangnya. Daffa hanya sesekali menguap dan memandagi Agam seolah mengerti apa yang disampaikan oleh papanya.


“He…, he bagus sayang kamu memang putra papa yang ganteng mengerti dengan situasi,” ucap Agam yang terus bermain dengan Daffa di tempat tidurnya.


“Sayang…, tolong ambilkan kimono aku yang ada di lemari ya?” teriak Kiara hingga membuat Agam bangkit dari rebahan untuk mengambil baju kimono Kiara. Agam memilihkan Kimono yang seksi untuk istrinya.


“Sayang ini Kimononya,” ucap Agam yang langsung membuka pintu kamar mandinya.


“Terimakasih sayang,” ucap Kiara yang langsung berdiri dari bathup untuk mengambil Kimono pemberian suaminya. Agam sekali lagi dibuat tertahan menelan salivanya.


“Benar-benar kau selalu membuat aku tergoda sayang?” ucapnya terang-terangan hingga membuat pipi Kiara memerah karena menahan malu.


Kiara dengan cekatan memakai kimononya kemudian berjalan dibelakang suaminya menuju ranjang. Daffa yang tahu ada aroma ibunya langsung menangis berusaha menunjukan kalau dirinya sedang haus.


Kiara yang tahu akan kebutuhan putranya dengan cekatan menggendongnya dan menempelkan mulut Daffa ke dadanya untuk minum.


Tubuh Kiara semakin padat berisi yang sekali lagi membuat Agam harus menelan salivanya. Agam melihat Daffa minum susu dengan sangat kuat dan sesekali Kiara meringis menahan rasa sakit karena Daffa yang begitu kuat minum susunya. Agam berusaha menguatkan istrinya dengan sesekali mengusap-usap rambut istrinya.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?

__ADS_1


__ADS_2