Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Mengagumi Kiara


__ADS_3

Agam benar-benar tidak ke kantor semua pekerjaannya dikerjakan di rumah bersama Varel. Nayla juga ikut  ke rumah Kiara karena sebentar lagi mereka akan kuliah bersama. Sebelum berangkat ke kampus Kiara memastikan kalau putranya sudah mandi dan berpakaian rapi. Kiara menyiapkan buku aku untuk mata kuliah hari ini.


 Nayla yang gemas dengan Daffa nampak sedang bercanda dan bergurau dengan Daffa. Bahkan Daffa terlihat senang dengan Nayla. Bahkan ketika Nayla hendak berangkat bersama bundanya nampak menangis sehingga Kiara harus menenangkannya terlebih dahulu.


Setelah Daffa tenang mereka berangkat ke kampus, Kiara hari ini sengaja tidak mengendarai mobil sendiri tapi bersama Nayla. Kiara bersama Nayla dengan santai berjalan menuju ruang seminar.


Di ruangan tampak hening, Kiara ngobrol dengan Nayla sehingga tidak begitu memperhatikan kalau ternyata semua peserta sudah ada di ruangan dengan pemberi materi yang berasal dari dosen jurusan lain.


Kiara masuk ke ruangan dan duduk di bangku depan yang masih kosong.


"Peserta seminar yang baru datang, tolong jelaskan bagaimana menumbuhkan minat Mahasiswa dalam berwirausaha sehingga meningkatkan produktivitas di era globalisasi yang banyak persaingan," ucap pemateri dari depan podium.


Kiara sesaat nampak bengong melihat kanan dan kirinya ternyata semua mata memandangnya.


"Iya kamu jangan tolah toleh!" Bentak pemateri tersebut.


"Saya? Ok terima kasih!” ucap Kiara menunjuk dirinya sendiri kemudian Kiara menahan nafasnya untuk memulai menjawab pertanyaan pemateri tersebut.


Semua orang mengagumi Kiara, karena dengan lancar Kiara bisa menjelaskan pertanyaan dari pemateri seminar. Bahkan sang pemateri pun nampak mengagumi Kiara.


“Gila, ternyata selain cantik dia juga sangat cerdas dan pandai,” gumamnya yang dalam hati ingin sekali bertemu dengannya untuk kedua kalinya. Dia juga ingin mengenal lebih lanjut tentang Kiara.


“Ok…, terimakasih. Jawaban yang luar biasa. Semoga ini menjadi motivasi untuk kalian semua,” ucap pemateri tersebut yang masih memandangi Kiara dengan rasa kagumnya.


Kiara berbisik kepada Nayla, sebenarnya acara mulai jam berapa, malu-maluin saja. Kenapa kita bisa terlambat?” tanya Kiara dengan menyenggol lengan Nayla. Nayla hana mengangkat bahunya tidak mengerti. Kemudian Nayla melihat jadwalnya dan setelah itu baru minta maaf ke Kiara ternyata dia salah melihatnya.

__ADS_1


Kiara hanya menghela nafasnya karena ulah Nayla dirinya hampir saja mendapat malu dengan semua temannya seangkatannya.


Kiara dan Nayla akhirnya mengikuti kegiatan tersebut hingga selesai. Bahkan dengan aktif Kiara menyampaikan pendapatnya ketika diskusi. Pemateri yang masih muda dan tampan semakin tertarik kepada Kiara hingga Nayla mengingatkannya agar hati-hati terhadap pemateri tersebut.


“Astaga Nayla, kamu itu jangan punya pikiran kotor seperti itu. Masa iya dia tertarik sama emak-emak yang sudah beranak satu? Lihatlah dia yang begitu tampan dan punya wibawa sedangkan aku putra sudah satu. Disana juga banyak wanita cantik?” ucap Kiara kepada Nayla.


“He…, he…, jatuh cinta itu tidak memandang status sayang? Lihatlah, aku jamin omongan aku ini benar adanya!” ucap Nayla kemudian fokus dengan materi seminarnya.


Saat sholat dzuhur peserta diberi waktu untuk ishoma, Kiara Dan Nayla melaksanakan shalat dzuhur terlebih dahulu baru rencana ingin makan. Kiara setelah mengambil air wudhu kemudian dilanjutkan untuk sholat berjamaah. Yang kebetulan imam dari sholat dhuhur tadi adalah pemateri waktu seminar.


Setelah selesai sholat Kiara menuju ke depan untuk memakai sepatunya kembali tanpa Kiara sadari ada seseorang yang memperhatikannya. Kiara yang terburu-buru karena mengangkat ponsel dari Agam, tidak sengaja dompetnya tertinggal di emper masjid.


Sementara itu yang memperhatikan Kiara dari tadi langsung mengambilnya dan berusaha mengejarnya.


“O…, terimakasih pak!” ucapnya sambil menyudahi telepon dengan suaminya.


“Jangan panggil pak! Panggil saja kak, paling usia kita hanya terpaut 4 tahun. Kenalkan Adrian yang kebetulan saya juga mengajar di sini tapi beda jurusan dengan anda,” ucap sang dosen mengulurkan tangannya.


Kiara pun dengan terpaksa mengulurkan tangannya menyambut uluran tangan Adrian kemudian mereka saling memperkenalkan diri. Kiara tampak terkejut ketika Adrian dengan sengaja menatapnya tajam seolah memang ingin mengenalnya lebih jauh.


“Maaf pak kami berdua ingin makan terlebih dahulu, karena kami dari pagi sangatlah lapar!” ucap Kiara yang memang sengaja melakukannya supaya dosen tersebut tidak mengikutinya.


“O kebetulan sekali kalau begitu. Aku juga belum makan, ayo aku traktir makan di restoran depan kampus yang terkenal itu,” ucap Adrian yang tiba-tiba sudah berjalan menuju restaurant depan.


“Maaf pak kami makan di kantin saja!” ucap Kiara yang menolak halus ajakan senior mereka.

__ADS_1


“Iya pak, maaf kami tidak bisa mengikuti bapak. Kami cukup makan di kantin saja,” sambung Nayla untuk mengamankan Kiara agar tidak terjadi perang dingin di rumahnya nanti dengan Agam. Adrian tidak menyerah begitu saja, Adrian malah menyampaikan kalau dirinya akan ikut bersama mereka berdua untuk makan di kantin.


“Maaf pak, sebaiknya bapak jangan mengikuti kami. Kami hanyalah mahasiswa biasa yang terpenting makanan apapun tidak masalah bagi kami. Terus untuk bapak bagaimana? Bapak apa tidak malu dipandang siswa lain dan bapak/ibu dosen lainnya?” ucap Kiara menolak secara halus Adrian untuk mendekatinya.


“Jangan bilang kamu menolak  bapak ya? Lihatlah teman-teman bapak juga makan di kantin!” ucap Adrian tetap dengan semangat berusaha menyakinkan Kiara dan Nayla.


“Ok…, ok. Terserah bapak saja, yang terpenting aku bisa makan. Maaf karena aku sudah lapar!” ucap Kiara trang-terangn karena dia ingin membangun image jelek terhadap dirinya.


Kiara kemudian melangkah menuju ke kantin kampus. Kiara memesan makanan dan minuman sesuai dengan seleranya termasuk Nayla. Sedangkan Adrian memesan secangkir copy saja karena dirinya tidak ingin terlihat makan bareng dengan Kiara. Bagaimanapun dirinya masih tetap menjaga profesinya.


Setelah semuanya siap, Kiara makan begitu lahap dan menampakan kalau dirinya tidak menjaga imagenya dengan makan bergaya yang seolah-olah lama belum ketemu makanan selezat itu.


Adrian nampak cuek dengan perilaku Kiara. Agam yakin itu memang sengaja ia lakukan untuk mengecoh dirinya.


Belum selesai makan, tiba-tiba Prawira dengan Neta datang dan tanpa pikir panjang langsung menggoda Kiara.


“Astaga, mama muda ternyata sudah nongkrong di sini? Ayo segera pulang kasihan baby Daffa kehausan?” ucap Prawira si mulut ember dan langsung duduk di dekat Kiara dan Nayla.


“Mama muda maksudnya apa?” tanya Adrian penasaran.


“Kiara dong pak, diakan baru melahirkan dan mempunyai putra yang sangat tampan setampan suaminya,” ucap Nayla memanasi Adrian agar segera mengurungkan hatinya untuk mendekati Kiara. Namun dilihat dari gelagatnya Adrian tidak akan menyerah begitu saja.


Waktu ishoma habis, akhirnya mereka kembali ke tempat seminar yang masih satu materi lagi. Setelah acara selesai Kiara dan Nayla kembali pulang ke rumah.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?

__ADS_1


__ADS_2