
Agam beserta keluarga pergi ke villa dengan mengendarai satu mobil dengan Agam sebagai pengemudi dengan Kiara duduk di sampingnya.
Sementaara itu papa dan mamanya duduk di belakang. Mama dan papanya sangat senang karena bisa pergi dengan menantu dan putranya.
“Nak Kiara jangan diam saja! Kita heppy menikmati liburan kita ini!” ucap mama Sandra yang ingin mengajak ngobrol menantunya.
“Iya ma! Kiara lagi pusing ma,” ucapnya sopan dan beberapa kali melirik Agam yang lagi fokus menyetir.
“Kalian tidak sedang bertengkar kan?” tanya mama Sandra penasaran.
“Tidak kok ma, kita baik-baik saja! Iya kan sayang?” jawab Agam berusaha menyakinkan kedua orang tuanya agar mamanya tidak mengkhawatirkan dirinya.
Tidak Berapa lama kemudian mereka sampai di villa, Agam terlihat memperlakukan Kiara dengan baik di hadapan kedua orang tuanya.
“ Sini sayang, biar semuanya aku yang bawa. Kamu langsung masuk saja bersama mama,” ucap Agam tatkala melihat Kiara hendak mengangkat koper bawaannya. Agam berlaku manis di hadapan kedua orang tuanya sehingga mamanya sangat senang melihat Agam memperlakukan Kiara dengan baik.
“ Wah, kelihatannya Putra Mama sudah dewasa bisa mengambil sikap dengan baik!”ucap mamanya yang memuji Agam.
“ Iya ma, papa jadi senang melihatnya. Putra kita semakin bertambah dewasa dan tahu tanggung jawabnya!” ucap papanya menyambung pembicaraan istrinya.
Papa dan mama masuk ke kamarnya diikuti oleh papa, demikian Kiara masuk ke kamarnya yang ditunjukan oleh mama Sandra diikuti oleh Agam.
“Bruk! tuh baju-baju kamu lain kali kamu bawa sendiri! Ingat aku bukan pesuruh kamu!” ucap Agam emosi sambil melempar koper milik Kiara ke lantai. Kiara mengusap dadanya karena terkejut dengan ulah Agam yang sebentar-bentar baik dan bentar lagi berubah menjadi macan yang hendak menerkam musuhnya.
“Dasar manusia planet! Punya mode tidak jelas!” gerutu Kiara sambil membereskan koper yang telah dilempar oleh Agam. Setelah memasukkan semua baju-bajunya kedalam lemari, Kiara bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah rapi Kiara keluar dari kamarnya hendak menuju ke dapur. Kiara yang merasa lapar berusaha mencari bahan makanan yang ada di kulkas untuk dimasak. Dengan Bahan yang ada di kulkas Kiara memasak makanan yang kira-kira bisa untuk dimakan berempat. Aroma masakan Kiara menyebar ke seluruh ruangan yang ada di villa sehingga tercium oleh Agam.
Pelan-pelan keluar dari kamarnya menuju ke dapur di mana Kiara sedang memasak. Tanpa pikir panjang Agam langsung duduk dan hendak mengambil makanan yang dimasak oleh Kiara. Dengan reflek Kiara memukul tangan Agam dengan tangannya.
“ Maaf Pak, kita tunggu papa dan mama dulu!” ucap Kiara spontan.
__ADS_1
“Coba sekali lagi, kamu tadi memanggil saya dengan sebutan apa?” tanya Agam mendelik ke arah Kiara.
“Pak lah! Memangnya aku harus memanggil bapak bagaimana? Suamiku kah tapi kenyataannya anda tidak mengakuinya? Sayang begitu atau bagaimana?” cerocos Kiara yang membuat Agam gemas hendak menoel bibirnya yang berkata dengan seenak perutnya.
“Boleh juga tuh kamu boleh panggil sayang? Aku rasa itu ide yang menarik!” ucapnya enteng.
“Enak saja! Sama orangnya tidak mau e..., minta dipanggil sayang! Bener-bener manusia tidak tahu diri nich? Jangan-jangan anda lupa ingatan ya?”ucap Kiara pedas dan nyelonong pergi begitu saja.
“Kiara, jangan pergi! Pembicaraan kita belum selesai!” teriak Agam dengan sangat keras hingga terdengar oleh papa dan mamanya.
“Tuh ma, anak kita mulai kambuh tuh penyakitnya,” ucap papa Bagas yang mendengar teriakan putranya.
“Ha…, ha…, biarkan pa itu namanya bumbu cinta pasti mama jamin sebentar lagi juga baikan!” ucap mama Sandra yang duduk di samping suaminya di teras villa.
“Sore ma?” ucap Kiara yang tiba-tiba datang di hadapan mama dan papa Bagas.
“Sore sayang, sini duduk di dekat mama!” ucap mama Sandra yang terlihat sangat menyayangi Kiara.
“Ok…, ayo ma kita menikmati makanan menantu kita!” ucap papa Bagas yang langsung bangkit menggandeng mama Sandra menuju ruang makan. Kiara menghela nafasnya panjang dalam hatinya dirinya juga menginginkan hidup bahagia bersama pasangannya seperti papa Bagas dan mama Sandra.
“Nak Kiara yang sabar ya kalau menghadapi Agam!” ucap mama Sandra seolah tahu apa yang dirasakan oleh Kiara.
“Iya ma!” ucapnya.
Kiara dengan cekatan mengambilkan makanan untuk Agam dan juga papa dan mama Sandra. Mereka berempat makan makanan Kiara dengan sangat lahap.
Meskipun baru belajar masak menurut mama Sandra masakan Kiara tidak kalah jauh dengan masakannya sehingga mama Sandra memuji menantunya.
Setelah makan mereka berlanjut ngobrol di teras. Mama Sandra nampak sedang membuka foto-foto lama mereka bermaksud mengingat memori masa lalunya.
__ADS_1
Kiara yang duduk di sebelah mama Sandra juga menikmati melihat foo-foto lama tersebut. Kiara nampak tertawa terbahak-bahak tak kala melihat foto Agam yang lucu dengan rambut kuncugnya. Kemudian Kiara menyanyi dengan suara merdunya :
“Cilikanku rambutku dicukur kuncung
Katokku soko karung gandum
Klambiku warisane mbah kakung
Sarapanku sambel korek sego jagung”
Sindir kiara hingga membuat papa Bagas tertawa terpingkal-pingkal karena memiliki menantu yang kocak dan pandai menyanyi. Sedangkan Agam yang merasa kesindir langsung mengambil album masa kecilnya untuk di sembunyikan di belakang punggungnya.
“Astaga Agam! Mama hanya memberitahu menantu mama tentang masa kecil kamu,” ucap mama yang tersenyum melihat tingkah laku putranya.
Realita lo nak, kamu kan dicukur kuncung dulu, itu tidak masalah sayang berarti itu kamu menghargai dan menjunjung tinggi seni dan budaya leluhur.
“Mama, itu tidak lucu ma!” Agam nampak kesal dengan mamanya, bahkan papanya juga ikut menertawakannya.
“Nak suara kamu merdu sekali. Boleh dong lagu itu dinyanyikan lagi?” lede papa Bagas sambil tertawa terpingkal-pingkal. Agam pun dengan kesal masuk ke kamarnya karena kesal.
“Kiara segera susul suami kamu ya? Kamu harus pintar mendekati dan mengambil hatinya,” bisik mama Sandra kepada menantunya. Akhirnya sesuai permintaan mama Sandra, Kiara menyusul Agam yang masuk ke kamar.
Kiara yang baru masuk ke kamar langsung duduk di sofa dan menyalakan televisinya. Di dalam televisi tersebut tiba-tiba ada berita yang membuatnya cemas dan terkejut. Dimana di dalam berita tersebut memunculkan wajah yang dikenalnya merupakan buronan Internasional yang sedang melarikan diri karena kasus jual-beli senjata ilegal. Kiara nampak pucat dan ketakutan mendengar dan melihat berita tersebut.
Agam yang semula kesal begitu melihat Kiara ketakutan langsung mendekatinya. Kemudian mengamati Kiara dan ikut melihat acara televisi tersebut dan mematikannya. Agam merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Kiara, kemudian menuntunnya menuju ranjang dan menidurkanya.
Agam menyelimuti Kiara dengan selimut kemudian mengusap keningnya yang terus keluar keringat dingin karena ketakutan.
Agam yang kuatir dengan kondisi Kiara langsung memnggil mamanya untuk datang ke kamarnya.
__ADS_1
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Bagaimana kisah Kiara selanjutnya ya? Tunggu ya?