
Semua keluarga besar berkumpul di hotel untuk merayakan pernikahan Nayla dan Varel. Kiara nampak anggun dengan busananya meskipun perutnya membuncit. Kiara menjadi pusat perhatian semua kerabat dan undangan yang hadir.
“Gila banget tuh Agam, istrinya bahenol banget dan cantiknya alami,” ucap salah satu kerabat Agam yang juga menghadiri pernikahan Nayla dan Varel.
“Hus…, jaga tuh mulut say? Jangan sampai terdengar oleh Agam bisa-bisa kamu diterkamnya! Soal istrinya Agam paling sensitif bro!” ucap salah satu sepupu Agam yang sudah mengerti karakter Agam sesungguhnya.
“Bodho amat. Aku tidak percaya kalau Agam akan seperti itu!” ucap salah satu sepupu Agam yang berniat menggoda Kiara. Kiara bersama Varel tidak lepas satu sama lainnya. Mereka seolah sudah menempel seperti perangko.
“Wah calon Papa muda nih, istri kamu cantik juga ya kak!” ucap salah satu sepupu Agam yang berniat ingin menggoda Kiara.
“Iya dong. Istrinya kakak ya harus cantiklah! Ayo segera menikah! Punya istri itu enak lo?” bisik Agam sengaja membuat panas sepupunya.
“Enak di mananya Kak? Aku mau menikah kalau calon istriku seperti Kak Kiara!” ucap sepupu Agam sambil melirik mesra Kiara.
“Jangan ngaco kamu mu! Kak Kiara itu cuma satu dan hanya untuk ke Agam! Awas ya macam-macam istri Kakak,” ancam Agam gemas melihat sepupunya yang terang-terangan memuji istrinya.
“Ya, kali aja ada saudara kembarnya atau adiknya?” ucap saudara sepupunya nekad.
“Sudah, kamu jangan ngaco. Ayo kita foto bersama pengantin. Itu pengantinnya sudah siap!” ucap Agam Sambil mengajak Kiara naik di pelaminan untuk foto bersama Varel dan Nayla.
“Kak tunggu sebentar,” tiba-tiba sepupunya Agam mendekati Kiara dan selfi bersama Kiara.
“Cekrek…, cekrek,” sepupunya Agam mengarahkan kamera ponselnya ke arah dirinya dan Kiara. Kiara yang tahu kalau itu sepupunya Agam mengikuti permainan sepupunya Agam hingga Agam nampak cemburu.
“Sayang, suami kamu itu aku bukan dia?” ucap Agam cemberut melihat ulah istrinya.
“Iya, aku tahu dan dia saudara kamu. Sepupu kamu, aku kira tidak masalah kan hanya foto saja sayang?” ucap Kiara yang sengaja melihat sejauh mana suaminya bucin terhadap dirinya.
“Sayang, kamu benar-benar menjengkelkan! Kamu malah membela dia!” ucap Agam semakin sebal kemudian mendorong sepupunya untuk menjauh dari Kiara.
“Dasar perjaka tengil, tuh cari cewek yang masih bujang sana!” ucapnya sambil mengarah ke segerombolan teman-teman Kiara dan Nayla yang sedang asyik ngobrol.
__ADS_1
“Gak ah, aku mau rekom dari kakak ipar saja!” ucap sepupu Agam yang selalu mengikuti Kiara kemanapun jadi Agam semakin jengkel.
“Ayo dik kita pulang saja! Jangan hiraukan si perjaka tengil itu!” ucapnya yang langsung mengajak Kiara keluar hotel.
“Kak Agam, kita belum foto berdua sama Kiara. Jadi aku mohon kakak jangan ajak pulang Kiara dulu!” teriak Neta tiba-tiba yang baru saja datang bersama Prawira.
“Waduh ini lagi masalah yang ke dua si Perwira atau Prawira benar-benar kalian membawa masalah saja!” ucap Agam lirih namun terdengar jelas oleh Kiara.
“Kakak jangan begitu. Mereka teman-teman aku jadi baik-baik hya sma mereka!” pinta Kiara kepada suaminya dengan pandangan matanya yang sayu membuat Agam luluh lantah olehnya.
“Iya sayang, tapi kalau dia bikin ulah, jangan salahkan aku kalau aku akan menghajarnya!” ucap Agam santai kemudian mengajak Kiara duduk di kursi bundar menikmati hidangan yang disediakan oleh pihak hotel.
“Siang kakak ipar?” sapa Prawira dengan percaya diri langsung mencium tangan Agam hingga membuat Agam risih dan menariknya.
“Kakak ipar? Kakak ipar dari mana?” tanya Agam bingung mendengar perkataan Prawira.
“Perkenalkan kakak ipar, aku Prawira yang sebenar lagi menjadi suaminya Neta. Bulan depan akan aku pastikan Neta menjadi istri aku!” ucap Prawira penuh percaya diri.
“Enak saja! Gak aku gak mau!” ucap Neta yang jual mahal karena sesungguhnya Prawira bukanlah impiannya.
“Awas lo ntar kalau jadian? Biasanya yang ditolak itu justru berjodoh lo Net…?” goda Kiara yang gemas melihat ulah Neta dan Prawira yang sebenarnya mereka berdua sama-sama mau.
“Wah ini saudaranya kak Kiara ya? Kalau belum ada pacar boleh kok sama aku saja!” ucap sepupu Agam dengan tenang yang dari tadi mencuri dengar percakapan mereka.
“Astaga, ini siapa?” tanya Neta terang-terangan hingga membuat Prawira cemburu.
“Ini sepupunya kak Agam yang kemarin baru datang dari Amerika,” ucap Kiara memperkenalkannya kepada Neta dan Prawira.
“Wah, kalau begini aku kalah bersaing dong Ara?” ucap Prawira mengeluh kepada Kiara.
“Tenang kak Wira, kalau berjodoh tak akan kemana!” ucap Kiara mendukung Prawira. Namun Neta yang dengan sengaja mendekati sepupu nya Agam hingga seolah-olah sengaja melakukannya untuk melihat reaksi Prawira.
__ADS_1
Prawira yang memang sangat menyukai Neta berusaha menghalang-halangi mereka saat bercakap-cakap inten karena saling berdekatan. Prawira dengan sengaja tiba-tiba memindahkan kursinya berada di tengah-tengah mereka berdua hingga menghalangi mereka berdua untuk saling berdekatan.
“Ih…, apaan sih kak! Lama-lama kamu menyebalkan!” ucap Neta jengkel.
“Menyebalkan tapi membuat kamu rindu dan cinta kan?” ucap Prawira penuh percaya diri.
“Kak Prawira lama-lama kalau aku bersama kamu terus bisa-bisa jantungku berhenti berdetak!” ucap Neta jengkel kemudian langsung berdiri dari tempat duduknya untuk mendekati Kiara dan menggandengnya menghampiri Nayla sang pengantin.
Mereka bertiga nampak ramai dan kompak kemudian ditambah ada Agam dan Varel yang ada di samping mereka beberapa pose foto mereka lakukan untuk foto candid. Prawira yang merasa diabaikan dengan gayanya yang cuek tiba-tiba mengikuti mereka untuk berfoto.
“Maaf formasi kurang satu, jadi izinkan aku melengkapinya,” ucapnya seraya mendekati Neta dan tanpa canggung tiba-tiba tubuhnya merapatkan diri mendekati Neta.
“Maaf bukan muhrim,” ucap Neta sengaja agak menjauh dari Prawira, namun Prawira yang konyol tetap memburu Neta hingga foto-foto mereka nampak unik dan lucu ketika teangkapmoleh jepretan kamerawan yang tentaunya sangat profesional semakin menambah warna di dalam album pernikahan Varel dan Nayla.
“Wah seru ya kalian?” ucap mama Sandra yang tiba-tiba muncul bersama papa Bagas. Akhirnya mereka berdua juga terjebak dalam suasana foto bersama anak-anak muda yang menggemaskan dan membuat heboh suasana pernikahan Varel dan Nayla.
Semua tamu sangat mengagumi mereka yang terlihat cantik-cantik dan tampan. Bahkan papa Bagas dan mama Sandra nampak dominan di antara mereka karena meskipun usianya tidak lagi muda tapi gaya serta penampilannya tidak kalah menarik dengan mereka.
Beberapa wartawan nampak mengabadikan foto mereka bahkan ada yang memasukkannya dalam berita medsos di bagian bisnis dan pengusaha. Papa dan mamanya Varel di akhir acara juga nemapak bergabung dengan mereka untuk berpose bersama mereka.
Begitulah acara pernikahan Varel dan Nayla nampak berjalan lancar dan berakhir dengan acara melempar bunga. Nayla bersama Varel membelakangi tamu kemudian dengan hitungan ke tiga bunga tersebut dilempar.
“Satu…, dua…, tiga…, lempar!” teriak beberapa tamu yang hadir di acara pernikahan mereka.
“Bruk…,” nampak Neta dan Prawira bertubrukan menangkap bunga tersebut hingga mereka berdua bersama-sama menangkap buket tersebut.
“Wah kelihatannya kalian berjodoh ya?” ucap mama Sandra kepada Neta dan Prawira.
“Ih…, ogah tante aku sama pria tengil kayak dia yang tidak tahu malu,” ucap Neta sambil membawa pergi bunga separuhnya sedangkan separuh diberikan kepada Prawira. Semua tamu terkekeh melihat tingkah mereka berdua termasuk Kiara.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya? Apakah Neta dan Prawira berjodoh? Yuk kepoin ya dengan terus mengikuti kisah ini!
__ADS_1