Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Menolong Indri


__ADS_3

Agam hari ini sengaja tidak masuk ke kantor hanya ingin mengantar Kiara ke kampus. Agam nampak menikmati secangkir kopi di beranda rumahnya sambil membaca koran.


“Mbok nyonya muda apa belum keluar dari kamarnya?” tanya Agam kepada asisten rumah tangganya


“Belum pak! Tadi si mbok barusan dari sana kalau nyonya sedang mencari makalah yang nanti untuk presentasi!” ucap si mbok memberitahu Agam.


“Ya sudah mbok, Terima kasih,”  ucapan kepada simbok sambil membaca koran bisnis hari ini.  Namun beberapa saat kemudian Kiara sudah keluar dari kamarnya dengan menenteng tas dan laptop. Agam yang merasa kasihan dengan istrinya langsung menghampirinya dan bawakan laptop serta tasnya untuk dimasukan ke dalam mobil.


“Astaga, sayang kamu tidak masuk kerja ya hari ini?” tanya Kiara terkejut melihat suaminya masih berada di rumah.


“Tidak! Aku hari ini sengaja tidak masuk kerja hanya untuk mengantar kamu ke sekolah!”  ucap Agam santai dan langsung membukakan pintu mobil untuk istrinya.  Tidak Berapa lama kemudian mereka sudah berada di jalan raya membelah jalanan yang beraspal.


Agam menghentikan kendaraannya di saat lampu merah sedang menyala.  Kiara tanpa sengaja menangkap bayangan seseorang yang sedang dianiaya oleh preman di seberang lampu merah. Ketika lampu merah berubah menjadi hijau Kiara meminta suaminya untuk segera menepi. Agam yang tahu pemikiran istrinya langsung menepikan kendaraannya. “Sayang, aku mohon kamu selamatkan Indri! Lihatlah! Disana ada Indri yang sedang dianiaya oleh seorang preman. Kasihan Indri!” ucap Kiara memohon kepada suaminya.


“Dik, janganlah kita mengurusi urusan seseorang. Biarkan Indri dengan jalannya!” ucap Agam menasehati Kiara.


“Tidak sayang…, lihatlah Indri begitu menderita!” ucap Kiara menasehati suaminya. Agam yang begitu sayang sama istrinya akhirnya turun ke jalanan langsung menarik Indri dari penganiayaan pemuda tersebut.


“Bang apa yang anda lakukan dengannya?” tanya Agam ketika berhasil menarik Indri dari orang tersebut.


“Hai…, orang asing janganlah ikut campur ini urusan antara suami dan istri!” ucapnya nampak marah besar dan tidak terima Agam mencampuri urusannya.


“Maaf bukannya saya ingin ikut campur urusan suami istri, tapi maaf alangkah baiknya semuanya diselesaikan baik-baik di rumah!” ucap Agam menasehati mereka.


“Ha…, apa pedulimu!” ucap pemuda tersebut yang mengaku-ngaku suaminya Indri.


“Aku peduli karena permintaan istriku yang ingin menolong sahabatnya yang lagi kesusahan. Aku tidak ingin mengecewakan istriku yang lagi hamil mengandung buah hati kami,” ucap Agam emosi dengan sikap pemuda tersebut yang mengaku suaminya Indri.

__ADS_1


“Ha…, istrimu sahabatnya istriku yang berhati busuk ini? Aku rasa itu tidak mungkin, sudah tentu istriku sahabatnya juga sifat buruk dengannya, ucap suaminya Indri yang beringas karena emosi.


“Kak Agam sudahlah, tinggalkanlah kami! Aku bisa menyelesaikan masalahku sendiri!” ucap Indri yang semakin ketakutan melihat suaminya meluap-luap penuh emosi


“Sudahlah, ayo kalian ikut kami dan bicara baik-baik! Kasihan istri aku menunggu di mobil!” ucap Agam sambil mengajak mereka menuju ke mobilnya. Awalnya suaminya Indri menolaknya namun dengan penuh keyakinan Agam menyakinkan kalau sesungguhn ya dia akan membantu mencarikan solusi tentang masalahnya.


“Aku antar istri aku ke kampus dulu. Kalian berdua ikut aku!” ajak Agam tegas hingga akhirnya suaminya  Indri mengikutinya dan berjalan dibelakang Agam. Mereka berdua akhirnya masuk di bagian belakang mobil Agam.


“Pagi Kiara, maaf mengganggumu!” ucap Indri begitu masuk di dalam mobil.


“Tidak apa Indri, Bagaimana kabar kamu?” tanya Kiara memastikan keadaan sahabatnya.


“Baik-baik saja aku Indri, Sebentar lagi aku mau melahirkan!” ucap Kiara sengaja memancing Indri untuk menceritakan hubungannya dengan suaminya.


“Alhamdulilah Ara? Kau begitu baik nasib kamu tidak seperti aku! Aku harus kehilangan calon anak aku di dalam kandungan saat baru berusia 4 minggu!” cerita Indri yang tiba-tiba menangis. Suaminya yang kelihatan kaku langsung memeluknya dan menyandarkannya di dalam dadanya.


“Maaf kalau boleh bantu, kamu bisa bekerja di perusahaan aku! Kalian berdua bisa masuk bagian operasional perusahaan aku!” ucap Agam tiba-tiba hingga mengejutkan Kiara yang berada di sampingnya.


“Seriuskah, kamu mau membantu mereka berdua?” tanya Kiara yang terkejut dengan keputusan Agam tiba-tiba.


“Iya…, kata kamu aku suruh membantu Indri?” bisik Agam nyaris tidak terdengar oleh Indri dan suaminya.


“Kak berhenti,” Kiara mengingatkan suaminya kalau mereka sudah sampai di kampus. Agam kemudian menghentikan kendaraannya dan turun dari mobilnya kemudian membukakan pintu untuk Kiara. Semua orang di kampus nampak melihat keromantisan dan keharmonisan mereka.


“Sayang, ntar pulangnya aku jemput ya! Aku mau pergi dulu dengan mereka!” ucap Agam kemudian meminta suaminya Indri untuk pindah ke depan mengemudikan mobilnya.


“Ayo ke depan, tolong kamu yang mengemudikan mobil aku!” ucap Agam sambil menyerahkan kunci mobilnya. Agam juga menunjukan tujuan mereka.

__ADS_1


Tidak berapa lama kemudian mereka bertiga sampai di sebuah perusahaan makanan dan minuman milik Agam dan keluarga.


Agam kemudian mengenalkan usahanya kepada mereka berdua. Agam dengan terang-terangan menyampaikan kalau di bagian produksi banyak yang kosong.


“Bagaimana? Kalian mau gak bekerja di sini,” ucap Agam berusaha menyakinkan mereka.


“Akan kami coba pak!” ucap Indri yang kemudian di dukung oleh suaminya.


“Bagus kalau begitu! Kalian berdua besok bisa langsung datang kemari!” ucap Agam sambil menyodorkan beberapa lembar uang untuk mereka berdua.


“Ini apa pak!” tanya suaminya Indri berusaha ingin tahu.


“Untuk kalian pulang naik taxi karena saya tidak bisa mengantar kalian. Aku masih sibuk ada pertemuan di kantor ini.


“Baik pak! Tapi yang bekerja di sini hanya suami saya saja, karena aku sudah bekerja!” ucap Indri menjelaskan kepada Agam.


“Iya…, tidak apa-apa!” ucap Agam menjawab pertanyaan mereka. Mereka berdua pun senang diperlakukan dengan sangat baik oleh Agam.


Setelah pamitan mereka berdua pun menghentikan sebuah taxi untuk pulang ke rumah mereka berdua.


Tidak lama atas kepergian mereka berdua, akhirnya Agam juga memutuskan untuk menelpon Varel memastikan jam meeting bersama klien. Varel yang masih enggan ke kantor langsung mengirim beberapa jadwal meeting untuk mereka.


Setelah jadwalnya jelas maka Agam mengambil beberapa jas di dalam lemari yang berada di kantornya. Agam kemudian berangkat menuju tempat yang tertulis di buku agenda kerjanya menemui kliennya.


Agam memastikan kalau pertemuannya tidak lebih dari jamnya ketika menjemput Kiara. Agam dengan penuh percaya diri memenuhi kliennya daan berharap kerjasama hari ini membawa berkah untuk dirinya dan perusahaannya.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?

__ADS_1


__ADS_2