
Hari ini Daffa akan berulang tahun menginjak usianya yang kelima. Agam dan Kiara berencana untuk merayakannya bersama anak-anak panti. Agam dan Kiara menyuruh sopir kantor untuk menjemput mereka dan membawanya ke rumah.
Daffa nampak bahagia karena teman-temannya banyak yang datang. Acara ulang tahu ini hanya diadakan syukuran sederhana saja dengan berbagi makanan dan mainan kepada anak-anak panti.
“Papa…, sini biar aku yang membagikan!” ucap Daffa senang dan langsung membagikan sendiri mainan kepada teman-temannya. Agam dan Kiara sengaja melakukannya untuk mendidiknya biar menjadi orang yang berjiwa sosial peduli dengan kehidupan di lingkungan sekitarnya.
“Sayang itu ada kakaknya yang belum dapat mainannya!” ucap Kiara memberitahu putranya. Daffa dengan cekatan mengambil mainan kemudian memberikannya kepada anak laki-laki tersebut.
“Bagus sayang, kamu benar-benar anak papa dan mama yang baik hati!” ucap kiara sambil mencium pipi Daffa.
“Mama, jangan cium pipi aku. Aku malu dilihat teman-teman aku! Lihat Rena menertawakan aku!” ucap Daffa yang malu ditertawakan Rena putri dari Varel dan Nayla.
“He…, he…, kenapa mesti malu. Rena tidak menertawakan kamu sayang?” ucap Kiara sambil mengusap pipi tembem Daffa.
“Aku ingin terlihat dewasa di hadapan pacarku!” ucap Daffa dengan bahasanya yang masih belepotan.
“Up…, pacar. Astaga sayang masih kecil kok sudah pacaran? Memang siapa pacarnya?” tanya Agam kepada Daffa begitu mendengar perkataan putranya.
“Itu pacar aku,” ucap Daffa kepada kedua orangtuanya sambil menunjuk ke arah Rena yang masih tertawa geli memandang Daffa.
“Astaga Daffa? Kalian masih kecil mana boleh main pacaran kayak begitu?” ucap mama Kiara melotot tidak percaya mendengar perkataan Daffa. Agam berbisik kepada istrinya.
“Daffa kan laki banget sayang!” ucap papa Agam kepada istrinya.
“Iya…, kayaknya keturunan kamu dech sayang!” ucap Kiara kepada suaminya sehingga Varel dan Nayla serta keluarga yang lain tertawa geli melihat ulah mereka.
“Sudah jangan ribut melulu. Itu acaranya mau segera dimulai,” ucap mama Sandra kepada putra dan menantunya.
Dan tidak lama kemudian mereka diam dan mendengarkan apa yang diinstruksikan oleh oleh pembawa acara. Tidak Berapa lama acara inti dimulai, Daffa meniup lilin diiringi oleh lagu Selamat Ulang Tahun.
Untuk pemotongan kue, kue pertama sama Daffa diserahkan ke mama kemudian gak papanya. Daffa nampak senang karena ulang tahunnya dirayakan dengan meriah. Kedua orang tuanya juga mengundang badut untuk atraksi sulap.
__ADS_1
Acara berlangsung hingga menjelang sholat Dhuhur. Semua tamu dan anak-anak panti sudah pulang tinggal beberapa kerabat yang masih tinggal di rumah mereka.
Kiara pamitan ke beberapa dan kerabatnya untuk masuk ke kamar karena kondisinya yang yang badannya terasa tidak enak. Namun baru beberapa langkah Kiara tiba-tiba pingsan. Agam kami berada di dekatnya secara cara otomatis menangkap pergerakan dari Kiara sehingga tidak sampai jatuh ke lantai.
Agar membawa istrinya ke kamar kemudian memberinya minyak agar segera tersadar dari pingsannya. Kemudian teringat akan sesuatu di mana dulu waktu kehamilan pertamanya Kiara juga pingsan.
Tidak beberapa lama kemudian Kiara bangun dari pingsannya, namun kepalanya terasa berat dan perutnya nya terasa diaduk-aduk hendak mengeluarkan semua isi perutnya. Kiara mau berdiri dan berlari ke arah wastafel. Kiara muntah-muntah hingga semua makanannya keluar semua hingga yang ada rasa pahit di dalam mulutnya.
“Huek…, huek…, syuurrr!” Kiara semakin pucat pasi wajahnya. Agam kembali menuntunnya ke tempat tidurnya setelah Kiara berkumur.
“Sayang…, ini minumlah teh hangat. Biar perutmu terasa panas dan segera sehat kembali!” ucap Agam yang terus meminumkan teh tersebut untuk Kiara.
“Terimakasih sayang, maaf aku menyusahkan mu!” ucap Kiara yang menyandarkan kepalanya di ujung ranjangnya. Tidak beberapa lama kemudian terdengar ketukan pintu kamarnya setelah dibuka ternyata dokter keluarga yang datang bersama mamanya.
“Maafkan mama, mama mengundang dokter keluarga kita untuk memeriksa Kiara. Mama tidak ingin terjadi sesuatu dengan Kiara dan calon bayinya!” ucap mama Sandra keceplosan sehingga membuat Agam kaget.
“Mama…, apa maksudnya? Maksudnya Kiara jami?” tanya Agam penasaran kepada mamanya. Mama Sandra hanya menganggukkan kepalanya. Agam langsung melihat istrinya untuk memintanya penjelasan.
“Iya sayang, kamu jangan memarahi menantu aku! Aku dan Kiara berencana besok ke dokter setelah acara ulang tahun putramu!”ucap mama Sandra membela menantunya.
“Alhamdulilah…, kebahagiaan kita semakin bertambah. Kita harus bersyukur, besok kita kirim paket sembako ke panti!” ucap Agam yang terus memeluk istrinya.
“Maaf pak, kami akan segera memeriksa ibu Kiara!” ucap dokter tersebut kepada Agam yang masih memeluk erat istrinya.
“Iya silahkan, maaf aku terlalu bahagia. Setelah lima tahun kami mendapat titipan putra kedua kami!” ucap Agam kemudian bergeser untuk duduk di sofa. Sang dokter dengan cekatan memeriksanya.
Setelah memeriksa Kiara kemudian dokter tersebut meminta agar Kiara di periksakan kandungannya dengan peralatan yang lebih canggih yaitu di rumah sakit.
Dokter juga memberitahu kalau Kiara hamil dengan kira-kira usia kandungan mencapai 4 minggu berjalan. Dokter memberinya obat anti mual agar kalau makan bisa ditelan karena bayinya butuh asupan gizi untuk perkembangannya.
Agam yang tahu kalau Varel masih ada di situ maka meminta bantuannya untuk membeli vitamin di apotek terdekat.
__ADS_1
Farel yang sangat menyayangi Agam dan Kiara seperti saudara kandungnya maka tanpa keberatan langsung berangkat ke Apotek ditemani oleh Nayla. Varel kembali dengan Nayla dengan cepat karena apotiknya tidak jauh rumah Agam,
Setelah obat dan vitamin terbeli, Agam mencoba meminumkan obat tersebut untuk istrinya. Kiara yang penurut langsung meminum obatnya tanpa tersisa sedikitpun sesuai dosis dan ketentuan yang diberikan oleh dokter.
“Sayang, alhamdulilah kita akan mempunyai putra ke dua. Keluarga kecil kita akan bertambah satu lagi. Mudah-mudahan Daffa juga senang mendengarnya,” ucap Agam menciumi pipi dan kening istrinya.
“Iya, alhamdulilah! Kita harus bersyukur! Sayang, besok aku ingin ke makam kakek. Aku lama tidak berkunjung ke makamnya,” ucap Kiara tiba-tiba. Agam yang sangat mencintai istrinya tidak menolak apapun permintaan Kiara.
Demikianlah kisah mereka, Agam yang semula hanya dijadikan suami pengganti oleh kakek Danu dan Kiara yang semula tidak menyukainya dan tidak kepikiran sama sekali dengan Agam justru membuatnya semakin saling menyayangi hingga mereka hidup bahagia dan harmonis.
Agam dan Kiara juga berhasil membawa kebaikan untuk beberapa keluarga dan hidup berdampingan dan menghilangkan beberapa dendam yang terjadi di masa lampau. Bahkan Riki dan Erlita yang semula tidak menyukai mereka kini hidup bahagia berdampingan dengan mereka.
Pengumuman :
Terimakasih atas atensinya semua penggemar MISTERI MENANTU PENGGANTI. Kami selaku penulis berusaha sebaik mungkin menghibur
penggemar. Dan sebagai atensinya penulis juga membuat karya baru dengan
judul : " SI BURUK RUPA MENGEJAR CINTA"
Untuk karya lain yang tidak kalah menarik :
TERJERAT CINTA SATPOL PP AROGANT
BUAH HATI CEO PENDENDAM
Harapan penulis semoga karya ini juga bisa membuat pembaca terhibur dan kami bisa berkarya lebih semangat lagi.
__ADS_1