
Agam terus berjalan menelusuri hutan bersama salah satu bodyguard andalan papanya yang bernama Karim. Karim dengan setia menjaga dan melindungi majikan nya. Karim tiba-tiba menghentikan langkahnya setelah dirinya melihat ada ponsel yang tergeletak di depannya.
“Tuan muda, di depan ada ponsel,” teriak Karim sambil memungut ponsel yang tergeletak di depannya.
“Coba kamu ambil dan bawa kemari!” Teriak Agam yang berusaha mencari jejak yang ada di sekitar tempat ponsel ditemukan. Agam memeriksa ponsel tersebut dan menghela nafasnya.
“Karim, ini ponsel nona Kiara. Berarti Kiara berada di sekitar sini, tolong segera hubungi Varel untuk merapat kesini,” perintah Agam yang langsung ditindaklanjuti oleh Karim. Tidak lama kemudian Karim segera menghubungi Varel dan rombongan yang lain. Mereka kemudian berusaha mengamati lingkungan sekitar dimana ponsel Kiara jatuh.
“Bro…, aku rasa Kiara dibawa ke arah Selatan. Coba perhatikan ini, banyak jejak kaki yang menuju kesana!” ucap Varel yang ahli menganalisa semua hal terutama medan jelajah karena jaman kuliah suka mengikuti kegiatan Resmapala.
“Ok.., mudah-mudahan analisa kamu tidak meleset. Ayo kita bergerak kesana!” perintah Agam yang segera diikuti oleh Varel dan anak buahnya. Mereka bergerak begitu cepat seolah sudah terlatih dengan situasi dan medan yang baru saja temukan dan asing untuk mereka.
Setelah jalan kira-kira 300 meter mereka menemukan sebuah bangunan villa yang nampak usang tapi kelihatan masih megah. Dan mereka meyakini itu merupakan tempat Kiara disembunyikan.
“Varel.., Karim…, ayo kita bagi menjadi beberapa titik untuk menyusup masuk ke sana! Aku ingi kalian hati-hati karena aku yakin mereka juga sudah mengetahui keberadaan kita,” ucap Agam yang berusaha mengarahkan mereka dengan membuat sketsa untuk menyelinap masuk.
Setelah semuanya sepakat akhirnya mereka bergerak cepat dan langsung menuju Villa. Agam dengan gesit masuk ke teras dengan mengendap-endap. Disusul dengan Varel yang masuk dari pintu samping. Sementara Karim masuk dari belakang diikuti anak buah yang lain.
Agam membuka pintu dengan paksa hingga harus berkelahi dengan Item dan Kriwul. Mereka saling pukul dan tendang satu sama lainnya. Agam hampir saja kena tendangan dari Kriwul hingga akhirnya dibantu oleh anak buah Karim yang tiba-tiba muncul dan langsung menendang Kriwul hingga Kriwul jatuh terpental.
Setelah berhasil melumpuhkan Kriwul dan Item anak buah Karim langsung mengikat mereka berdua. Sedangkan Agam langsung berlari mencari keberadaan Kiara di berbagai ruangan namun tidak menemukan Kiara juga.
Setelah tidak menemukan Kiara, Agam kembali ke ruang depan untuk mengintrogasi Kriwul dan Item. Kriwul dan Item ternyata sangat sulit untuk di korek keterangannya tentang bos mereka sehingga membuat Agam geram. Agam tanpa berpikir panjang lagi langsung menyuruh Karim yang baru datang dengan menelanjangi dada Kriwul dan Item.
“Karim, tolong kau buka bajunya dan ambilkan semut rangrang di pohon depan itu, taruhlah ke dalam tubuhnya. Aku yakin mereka akan mai pelan-pelan karena gigitan angkrang tersebut,” perintah Agam hingga membuat Kriwul dan Item ketakutan.
Karim menuju pohon yang ditunjukan oleh Agam dan mengambil semut rangrang beserta tempatnya dan hendak ditaruh di badan Kriwul dan Item namun tiba-tiba mereka minta ampun agar dihentikan.
__ADS_1
“Ampun om, nona Kiara yang kalian cari tidak ada di sini!” ucap Kriwul diikuti Item dengan menangkupkan tangannya dan menundukan kepalanya.
“Betulkah? Kalau benar apa yang kamu katakan segera tunjukan pada kami?” ucap Varel yang langsung menarik kerah leher Kriwul.
“Ok.., ok pak! Aku akan tunjukan! Tapi aku minta jaminan keselamatan untukku dan keluargaku. Aku takut kalau ketahuan bos Gary keluarga aku pasti akan dibunuhnya,” ucap Kriwul yang ketakutan.
“Ok! aku akan menjamin keselamatan kalian! Krim kau lindungilah mereka berdua jangan sampai mereka berdua celaka! E…, tunggu dulu tadi kamu menyebutkan Gary! Gary itu siapa dan ada hubungan apa dengan Kiara?” tanya Agam penasaran.
“Gary itu dulu tunangan non Kiara, pada saat hari pernikahan tidak bisa hadir karena berhalangan kena tembak waktu penyergapan oleh personil polisi,” ucap Kriwul yang nampak berusaha menjelaskan kepada mereka.
“Ok. Apa yang kamu ketahui tentang Gary selain tunangan dari Kiara? Tolong jelaskan pada kami!” tanya Agam penasaran.
“Gary itu komplotan mafia yang menjual senjata ilegal dari luar negeri. Di Indonesia Gary merupakan buronan yang ditargetkan operasi pihak kepolisian tahun ini! Kami disini sembunyi sudah lama kurang lebih sekitar 3 bulan,” jelas Kriwul yang didukung oleh Item sehingga kebenarannya tidak diragukan lagi.
“Ok, Sekarang Tunjukkan persembunyian Gary yang sebenarnya! Ayo jalan!” perintah Agam hingga mereka berdua digiring oleh Karim dan anak buahnya. Karim dan anak buahnya yang takut akan pergerakan Kriwul dan Item menggiring mereka dengan menodongkan sebuah belati tajam agar tidak kabur.
Agam dan Varel mengikuti Mereka dari belakang menuju tempat yang telah ditunjukkan oleh krewedan Item. Mereka berjalan kembali ke tempat dimana ponsel Kiara terjatuh kemudian agak belok ke kiri menemukan semak-semak yang ternyata ada lubang seperti gua.
“Huk…, huk…, ini tempat persembunyian Gary dan para pengikutnya!” ucap Kriwul tersendat-sendat.
“Kamu jangan bohong, Kalau bohong aku gorok leher kamu dengan belati ini!” ancam Karim sambil menggerakan belatinya ke arah leher Kriwul.
“Ampun bang, Mana mungkin kami membohongi ada sedangkan nasi dan nyawa kami ada di tangan anda!” bantah Kriwul yan g semakin ketakutan dengan ancaman Karim.
“Iya bang, bang Kriwul tidak membohongi anda. Kalau bang Kriwul bohong aku yang menjamin dengan nyawaku!” ucap Item membenarkan perkataan Kriwul.
“Gila, ternyata mereka benar. Itu ada CCTV di pintu goa, sebelum mereka tersadar kita sebaiknya menghancurkan CCTV mereka. Kita harus bisa menyusup masuk ke dalam goa,” ucap Agam yang secara tidak sengaja menemukan CCTV tersebut.
__ADS_1
“Tunggu dulu kita kita putar saja arah target CCTV nya agar mereka tidak curiga,” ucap Varel menimpali bosnya.
“Ok terserah kamu saja!” jawab Agam yang kemudian diikuti Varel dengan memanjat batu kemudian memutar arah CCTV tersebut.
“Ayo kita segera bergerak!” Agam dengan gerakan yang gesit langsung menyusup ke goa yang ternyata tembus ke sebuah bangunan yang banyak dijaga oleh beberapa pasukan.
Agam dan Varel kemudian mengendap-endap masuk ke bangunan tersebut, dimana mereka curiga kalau Gary berada di tempat tersebut.
“Buk…, buk…, krak!” Agam berhasil membuat lumpuh satu penjaga, disusul Varel juga berhasil melumpuhkan satu penjaga. Namun tiba-tiba mereka mendengar bunyi tembakan yang mengarah ke mereka hingga mereka dengan cekatan bersembunyi dibalik sofa yang cukup kuat melindungi mereka.
“Dor.., dor…, tuan ada penyusup masuk di persembunyian kita,” ucap salah satu penjaga yang memberondong mereka dengan peluru. Agam mengendap-endap mengambil arah berbeda untuk melumpuhkan penjaga tersebut dengan sekali lempar dengan vas bunga yang ada di dekatnya tepat mengenai tangan penjaga tersebut hingga senjatanya terlepas dari tangannya.
Agam kemudian dengan mudah menendangnya dan membuatnya lumpuh. Agam berusaha mencari kamar dimana Kiara disekap.
Sementara itu Kiara yang berada diruangan langsung disandera Gary dengan mengikat tangan dan menodongkan pistol ke arah pelipis Kiara.
“Brak…, Agam berhasil membuka pintu ruangan tersebut dan Gary langsung memberondong Agam dengan pistolnya.
“Dor…, Dor…, rasakan ini anak muda!” ucap Gary dengan beringas menembaki Agam dengan pistolnya. Namun tembakan Gary meleset mengenai pintu ruangan hingga pelurunya habis.
“Kak, tolong aku kak!” rintih Kiara hingga membuat Agam merasa terbebani melihat Kiara merintih minta tolong. Agam merasa dadanya seakan sesak dan seolah-olah berhenti tidak bernafas karena Kiara dalam bahaya.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Bagaimana kisah selanjutnya ya, akankah Agam bisa menolong Kiara?
__ADS_1