
Kiara terus berlari menembus lorong gua, tapi sebelumnya Kiara sempat serlokasi ke ponsel Agam. Kiara terus masuk ke lorong goa yang baginya nampak aneh. Goa yang Kiara kunjungi tidak nampak seperti goa sebagaimana mestinya. Goanya seperti lorong menuju ke suatu tempat.
Kiara menghela nafasnya tertatih-tatih masuk ke lorong gua yang kelihatan bersih dan tertata seolah sering dikunjungi oleh orang lain. Setelah menelusuri masuk ke dalam beberapa meter terhubung dengan rumah yang megah dan nampak dijaga ketat oleh beberapa orang.
Kiara yang mencurigai kalau itu markasnya Gary segera berbalik dan berlari kembali ketempat semula. Kiara terus berlari hingga nafasnya ngos-ngosan. Semantaara itu Gary yang memanatau pergerkkan Kiara tersenyum manis melihat ulah Kiara.
“Benar-benar kelinci putihku yang manis, mau lari kemana dirimu ya? Aku tak akan pernah melepaskanmu!” Garry tersenyum sinis melihat ulah Kiara yang baginya sangat mengesankan. Karena selama ini wanita yang berada di dekatnya maupun di lingkungannya tidak ada yang berani melawannya.
Garry kemudian mencoba menghubungi Kriwul dan Item untuk menangkap Kiara kembali. Kriwul yang mendapatkan informasi dari bosnya segera mencari lokasi yang telah di share oleh sang bos.
“Item, ayo segera berangkat ke lokasi. Jangan kecewakan bos Gary lagi. Kita harus bisa menangkap target dan membawanya kembali,” ajak Kriwul kepada temannya.
“Siap, ayo kita segera meluncur,” Item langsung mengaktifkan ponselnya dan mencari sinyal yang menghubungkan hutan sekitar villa.
“Ha…, ha…, bener-bener calon nyonya kita itu membuat kita harus main petak umpet! Tapi seru juga Wul kita sudah lama tidak bermain seperti ini.,” ucap Item dan langsung bergegas ke tengah hutan mencari lokasi keberadaan Kiara.
Kiara yang ketakutan berusaha mencari tempat persembunyian yang menurutnya tidak bisa dijangkau oleh siapapun. Kiara kemudian menemukan tempat yang agak turun menyerupai tebing yang agak cekung yang terhindar dari hujan dan panas.
“Nona muda? Anda mau lari kemana? Aku pastikan anda tidak bisa berlari jauh dari sini!” ucap Item yang tiba-tiba sudah nongol berada di hadapan Kiara.
“Eh pak Item dan pak Kriwul, silahkan pak kita duduk-duduk di sini mencari udara segar,” ucap Kira yang pura-pura santai.
Kriwul yang tahu pasti kalau Kiara sedang merencanakan sesuatu langsung mengabaikan perintah Kiara. Kriwul dengan sigap berusaha menangkap Kiara.
__ADS_1
Kiara pun dengan cekatan teriak berusaha mengelabui Kriwul dan Item.
“Ular.., ada ular item panjang!” teriaknya dan langsung berlari menjauh dari Kriwul dan Item.
Kriwul langsung menangkap Kiara namun Kiara dengan cekatan menendang bagian selakang Kriwul hingga Kriwul kesakitan dan melepaskan Kiara kembali. Kiara terus berlari hingga akhirnya Kiara menabrak tubuh seseorang.
“Bruk,” Kiara meringis kesakitan menabrak seseorang.
“Kiara-Kiara kamu tak akan bisa pergi dari sini! Takdirmu itu bersama diriku!” Gary sudah berada di depan Kiara. Gary dengan sigap langsung menggendongnya dan membawanya langsung ke markas sehingga Kiara terjebak kedua kalinya di sarang Gary.
“Kak, tolong lepaskan aku. Aku tidak mau hidup bersama kakak!” ucap Kiara sambil meronta-ronta dan tanpa sadar ponselnya terjatuh.
“Tidak bisa Kiara! Kamu itu milikku! Sudah tentu aku tidak akan melepaskanmu!” ucap Gary semakin membuat Kiara muak. Kiara digendong dengan dipanggul dan disandarkan ke bahu Gary. Kiara yang kesal berusaha memukul punggung Gary sekeras-kerasnya. Gary yang memiliki tubuh kekar mendapatkan pukulan seperti itu tidak merasa sama sekali. Gary hanya tersenyum melihat tingkah Kiara.
Sementara itu Agam yang sedang berada di rumah sedang membuka ponselnya dan melihat ada beberapa panggilan masuk dari Kiara namun tidak diketahuinya. Dan seketika itu juga whatsappnya dibuka dan benar saja Kiara meminta tolong dan sahare lokasinya.
Agam dengan segera menelpon Kiara namun tidak ada balasan dari Kiara bahkan tidak diangkat olehnya. Agam bergegas memberitahu Varel dan memintanya untuk mengumpulkan beberapa bodyguard agar bisa meluncur ke lokasi.
Sebelum pergi Agam meminta restu mama dan papanya.
“Pa, ma. Aku mau menjemput Kiara. Aku akan membawa menantu mama pulang ke rumah. Aku mohon papa dan mama mau mendoakan kita agar berhasil membawa pulang Kiara.
“Iya nak! Kamu harus hati-hati, karena kita tidak tahu bahaya yang mengancam kamu di luar sana!” ucap mamanya pelan yang sebenarnya tidak tega melepas kepergian Agam.
__ADS_1
Agam yang sudah mendapat restu kedua orang tuanya langsung pergi bersama Verrel dan para bodyguard andalannya.
Varel mengemudi dengan Agam berada di sampingnya. Varel langsung bergerak menuju lokasi yang telah Kiara share.
“Varel yang pelan nyetirnya. Kita turun dis situ.Kita tharus elusuro semua hutan ini, takutnya terjadi sesuatu dengan Kiara.
“Siap bosku! Aku akan segera memarkirnya,” ucap Varel yang dengan cekatan menyembunyikan mobilnya dibalik semak-semak. Setelah semuanya terparkir rapi tanpa berpikir panjang,
“Ayo teman-teman sebelum gelap kitra harus bisa mencari nyonya muda. Kasihan nyonya muda kalau kelamaan bisa-bisa tertangkap lagi oleh penjahatnya!” ucap salh seorang bodyguard yang tidak menhyadari kalau Kiara sudah tertangkap oleh penjahat.
“Kiara…, Kiara…! Dimanakah kau berada? Kiara, ayolah kita pulang bersama-sama!”teriak Agam yang begitu kuat karena cemas atas keselamatan Kiara istrinya.
“Pak, aku rasa tempat ini penuh dengan teka-teki. Ini hutan tapi tampak begitu bersih. Aku yakin banyak misteri yang tersimpan di hutan ini!” ucap Varel yang notabene memberi peringatan kepada Agam agar bisa diam sehingga memudahkan pergerakan mereka.
“Iya…, aku juga paham akan hal itu! Coba kau lihat di pohon yang ada di dekat kamu dan ujung sana! Banyak kamera yang secara tersembunyi di taruh di beberapa batang pohon jati.
Dan dengan pelan mereka menghancurkan beberapa kamera yang mereka jumpai. Setelah semuanya dirasa aman mereka memencar dan menyusup mencari Kiara.
“Agam, ingat kamu jangan bergerak sendiri, jika ada sesuatu yang mencurigakan harus memberitahu kami! Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan kamu. Om Bagas selalu memantau pergerakan kita. Aku tidak ingin disalahkan om Bagas jika sesuatu terjadi dengan kamu,” ucap Varel memberi peringatan kepada sahabatnya. VArel yang begitu mencemaskan Agam meminta bodyguard terbaik papa Bagas untuk mengikuti Agam.
“Sudahlah. Kau janganlah terlalu mengkhawatir diriku! Bukankah aku pernah menjuarai ilmu karate seluruh Asia?” ucap Agam menguatkan agar Varel tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya.
“Iya aku tahu. Tapi kalau dilihat dari jejak yang ada, musuh kita itu bukan sembarangan. Dan aku selalu berharap kit akan bisa kembali ke titik semula dengan keadaan aman dan selamat,” ucap Varel penuh dengan tanggung jawab dan berharap Agam memahami akan hal tersebut.
__ADS_1
Setelah semuanya sepakat mereka semua menyebar mencari Kiara berbekal petunjuk dari serlokasi dimana Kiara mengirim pesannya. Agam menghela nafasnya, dalam hatinya dia akan bertekad untuk mencari Kiara hingga ketemu. Agam tidak akan pulang jika tidak bersama Kiara.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Bagaimana nasib Kiara selanjutnya ya akankah bisa diselamatkan oleh Agam?