Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Semakin lengket


__ADS_3

Kiara kali ini membawa kemenangan untuk timnya. Kiara duduk di deretan kursi paling depan untuk menyaksikan temannya yang bertanding.


Sementara itu Agam menghampiri Kiara yang sedang duduk dan memberinya sebotol air minum untuk Kiara.


“Ini sayang minuman untuk kamu! Untuk melepas haus karena banyak keluar tenaga untuk memenangkan pertandingan tadi,” bisiknya sambil duduk di sampingnya.


“Iya, makasih Kak.  Kakak memang kami yang penuh perhatian untuk Kiara,” ucap Kiara sambil membuka air mineral yang diberikan oleh Agam.


Agam tingkahnya semakin aneh, bahkan dengan terang-terangan menunjukkan perhatian khusus pada Kiara dihadapan banyak orang orang tanpa apa ada perasaan malu sedikitpun.  Agam Justru dengan bangga menunjukkan bahwa dirinya sangat menyayangi Kiara bahkan Agam juga semakin lengket dekat dengan Kiara.


“Dik, ini handuk. Kamu lap keringat kamu yang bercucuran itu!” belum sempat Kiara mengambil handuk tersebut tiba-tiba Agam mengusap pipi Kiara dengan handuk tersebut.


“Kak, malu dong dilihatin semua orang! Lihatlah mereka memandangi kita dengan perasaan curiga!” ucap Kiara memberi peringatan kepada suaminya.


“Biarkan saja dik! Toh kita juga sudah menikah! Kalau mereka hendak mempermasalahkan tentang hubungan kita aku akan membuktikan kalau kita sudah menikah!” ucap Agam semakin membuat Kiara pusing.


“Iya kak tapi…, kau lihatlah mereka semua memperhatikan kita!” aku takut nanti kena diskualifikasi.


“Diskualifikasi? Memangnya kenapa? kan tidak ada aturan atlet yang menikah tidak boleh ikut bertanding!” ucap Agam yang sesungguhnya dirinya ingin berduaan terus dengan Kiara.


Semantara itu pelatih Kiara juga merasa curiga kalau Agam yang memberi donasi atas pemberangkatan mereka memiliki hubungan khusus dengan Kiara.


“Aku harus cari tahu tentang hubungan pak Agam  dan Kiara,  aku rasa mereka punya hubungan yang spesial,” gumamnya lirih.


Setelah pertandingan selesai malam itu semuanya kembali ke hotel masing-masing.  Sedangkan Agam nampak duduk di lobi hotel menunggu kehadiran Kiara yang ikut rombongan peserta lainnya memakai mobil hotel.


“Kak, ngapain lagi?” ucap Kiara kesal.

__ADS_1


“Aku ingin malam ini kau tidur bersama aku ya?” bujuk Agam kepada Kiara.


“Tidak kak! Kamu lama-lama buat aku kesel!” ucap Kiara lirih agar tidak terdengar oleh yang lainnya .


“Ada apa Kiara? Pak Agam? Adakah sesuatu yang bisa aku bantu?” tanya pak Riko pelatih Kiara.


“Eh…, tidak ada apa-apa pak! Ini aku hanya mau pinjem charge HP yang kebetulan punya Aku sedang rusak!” ucap Agam sembarangan agar selamat dari kecurigaan mereka.


“Charge Hp? Mari pak ke kamar saya, untuk sementarabisa pinjam saya!” ajak pak Riko menuju kamarnya. Sementara itu Agam mengikutinya dari belakang.


“Ih dasar perjaka tua mengganggu kesenangan orang saja,” gumamnya lirih dibelakang pak Riko.


Pak Riko setelah sampai di depan pintu kamar hotelnya Membuka pintu gambarnya charge HP kemudian diberikan kepada Pak Agam.


“Ini pak, dan aku mohon jangan ganggu konsentrasi anak didik ku!” ucap pak Riko yang sebenarnya agak takut memberi ultimatum kepada pak Agam.


“Tidak ada sih,  tapi aku rasa kedekatan anda bisa membuat situasi di dalam persiapan pertandingan menjadi tidak baik karena kasak-kusuk hubungan diantara kalian!” jelas pak Riko kepada Agam.


“Aku rasa itu tidak masalah…, karena bagaimanapun kami…?” Agam tidak melanjutkan kata-katanya karena tiba-tiba ponselnya berbunyi. Agam Segera mengangkat ponselnya yang ternyata berasal dari mamanya.


“Malam sayang? Bagaimana  keadaan Menantu mama?” tanya mama Sandra yang berada di seberang sana.


“ Alhamdulilah baik ma, Kiara hari ini berhasil memenangkan pertandingan. Nanti kalau Kiara berhasil masuk ke final mama ke Paris ya?” bisik Agam lirih karena tidak ingin pembicaraannya didengar oleh pak Rico.


“Tentu sayang, mama akan hadir bersama papa kamu. Salam sayang mama ya? Untuk menantu kesayangan mama!” ucap mama Sandra.


“Baik ma! Nanti akan aku sampaikan untuk Kiara!” ucap Agam lirih kemudian menutup ponselnya kemudian berjalan menghampiri pak Rico kembali untuk pamitan masuk ke kamarnya.

__ADS_1


“Ini Charge Hp nya aku kembalikan! Aku akan beli saja yang baru!” ucap Agam sambil ngeloyor pergi meninggalkan Rico yang bengong.


“Benar-benar arogan, kalau tidak sebagai pemberi donatur kegiatan lomba ini sudah aku becek-becek jadi perkedel!” gumam Rico lirih kemudian menutup pintu kamarnya dan berbalik menuju ranjang merebahkan dirinya tiduran di ranjang. Rico menghela nafasnya berkali-kali dan terbayang-bayang wajah Kiara yang cantik dan lembut. Pak Rico membayangkan dirinya berjalan bersama Kiara di taman. Pak Rico menggandeng Kiara dengan anggun dan mesra,


Namun lamunannya buyar setelah terdengar ketukan pintu kamar hotelnya. Pak Rico kemudian membuka pintu ternyata petugas hotel yang mengantarkan laundrynya.


Sementara itu Kiara yang tidak bisa tidur keluar kamar dan duduk-duduk di balkon hotel. Dirinya sangat menikmati pemandangan di luar kamar. Keindahan lampu di malam hari menghiasi keindahan kota Paris. Kiara minum teh hangat yang disediakan oleh pihak hotel.


Kiara yang jenuh kemudian bermain ponsel hendak membuat tiktok namun tiba-tiba ada notifikasi ponselnya kalau ada pesan masuk. Kiara kemudian membuka pesan masuk tersebut yang ternyata berasal dari mama Sandra.


“Malam sayang, selamat ya atas kemenangannya. Jangan lengah dan tetap semangat ya? Do’a mama selalu menyertaimu nak!” pesan dari mama Sandra mertuanya.


“Terimakasih ma! Do’a mama terbaik untuk Kiara,” tujlis Kiara.setelah menulis pesan untuk mamanya tiba-tiba pandangan Kiara menangkap seseorang yang berada di balkon hotel yang berada di seberang.


“Astaga bukanya itu kak Gary. Ternyata selama ini dia bersembunyi di kota Paris!” gumamnya lirih dan dengan perasaan takut Kiara langsung masuk ke kamar hotelnya.


Kiara yang ketakutan memberitahu Agam kalau Gary sedang berada di hotel yang sama. Agam yang merasa kuatir dengan keselamatan Kiara meminta Kiara untuk tetap tenang. Agam kemudian menyampaikan niatnya untuk tidur menemani Kiara dan tanpa penolakan dari Kiara sehingga Agam bergegas meluncur pergi masuk ke kamar istrinya.


“Tok…, tok…,” Agam mengetuk pintu kamar Kiara. Kiara yang ketakutan mengintipnya melalui lubang yang ada di pintu. Setelah yakin kalau Agam yang datang Kiara langsung membukakan pintunya.


“Sayang, aku takut,” ucap Kiara setelah Agam datang ke kamarnya. Kiara langsung berhambur memeluk Agam. Agam kemudian mengajaknya duduk di sofa dan mengambilkan minuman di kulkas untuk Kiara.


Agam kemudian meminta penjelasan dari Kiara tentang keberadaan Gary. Agam kemudian meminta jasa detektif untuk mengintai dan memastikan kalau orang yang di kamr seberang merupakan Gary. Namun beberapa saat kemudian detektif itu melaporkan kalau yang bersangkutan baru saja cek out.


Agam menghela nafasnya berarti benar apa yang dikatakan Kiara kalau Gary berada di kota Paris. Agam kemudian meminta Kiara agar tetap tenang dan dirinya akan selalu menjaga Kiara dengan baik.


Agam berjanji akan menemani Kiara dimanapun berada dan untuk menjaga keselamatan kiara Agam juga menyewa bodyguard bayaran.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya? Apakah Gary akan tertangkap?


__ADS_2