
Semakin Dewasa
Ketiga sahabat Agam, Varel dan Adrian di rumah Vael ngobrol hingga pagi hari. Yang kebetulan harinya hari libur sehingga mereka bertiga menginap di rumah Varel. Mereka membahas masalah kenakalan mereka dulu semasa kuliah. Dari kisah mereka ternyata Agamlah yang paling cuek dan bandel.
Disaat mereka bertiga melakukan aktivitas olahraga pagi di ruang gym Varel, tiba-tiba ponsel Agam berbunyi yang ternyata berasal dari Dewi sepupunya yang minta di jemput di bandara. Dewi memberi kabar kalau dirinya baru saja datang dari Amerika.
Agam kebingungan karena waktunya mepet sedangkan Kiara belum siap dan masih memandikan Daffa. Hal itu terbaca oleh Adrian.
“Bro…, adakah sesuatu yang bisa aku bantu?” tanya Adrian yang tahu kegundahan dan kegalauan hati Agam.
“Ini si Dewi minta di jemput di bandara. Tapi aku lihat Kiara masih memandikan Daffa. Kasihan kalau aku paksakan!” ucap Agam kepada Adrian.
“Dewi Si kuncir itu ya? Sepupu kamu?” tanya Adrian yang langsung menebak arah pembicaraan Agam.
“Iya. Kamu kok ingat ya? Iya betul!” jawab Agam menyakinkan Adrian.
“Wah biar aku yang jemput. Aku lama sudah tidak mengganggu si dia!” ucap Adrian kegirangan.
“Serius nich. Terimakasih ya? Sudah sono berangkat ntar aku beritahukan kalau ada seseorang yang jemput dia! Dan ntar aku kasih no ponselnya!” ucap Agam yang langsung mendorong Adrian pergi.
“Busyet dach, jangan lupa aku kirim fotonya juga ya? Sudah lama aku tidak bertemu dengannya!” ucap Adrian berteriak sambil pergi meninggalkan Agam dan Varel.
“Plak!” lengan Agam terima gemplangan dari Varel.
“Wah, ngagetin saja!” ucap Agam begitu menoleh ke arah Varel.
__ADS_1
“Wih kamu itu emang jago ya jodoh-jodohin orang! Aku tahu kamu sebenarnya memang berniat untuk menjodohkan Adrian dengan Dewi ya?” tanya Varel penasaaran.
“Tidak, aku tidak berniat menjodohkan mereka. Tapi kalau mereka berjodoh itu tidak masalah,” ucap Agam memberi argumentasinya dan kemudian ngeloyor pergi meninggalkan Varel begitu saja.
“Heran tuh anak! Diajak untuk ngobrol eh malah ngeloyor pergi!” gumam Varel lirih kemudian menyusul Agam yang ternyata mendekati istri dan anaknya untuk menggantikan istrinya yang hendak mandi. Agam yang cekatan langsung mengambil alih menggendong Daffa agar istrinya bisa beraktifitas. Daffa diajak ke depan untuk bermain dengannya.
Varel yang dari tadi mengikuti Agam merasa salut dengan tingkah laku Agam yang menurutnya jauh dari Agam yang biasanya. Akan yang dahulu sangat manja bahkan aktivitas untuk dirinya banyak tergantung kepada asisten rumah tangganya. Dan tidak lupa Agam juga sering menyuruh dirinya untuk keperluan yang sekiranya dia tidak mau.
“Agam aku salut dengan dirimu. Sekarang kamu semakin dewasa seiring dengan status kamu yang sudah menjadi papa dari putra kamu ini!” ucap Varel yang menyanjung sang bos.
“Iya. Alhamdulillah sejak bertemu dengan Kiara aku bisa berpikir jernih dan bisa memikirkan masa depan yang baik untuk diriku sendiri dan keluargaku yaitu anak dan Putraku. Aku akan berusaha membahagiakan nya hingga akhir hayatku!” ucap Agam dengan serius dan sesekali berusaha membuat Daffa untuk tertawa.
“Ok… bro!Ternyata aku harus banyak belajar dengan kamu! Kamu sekarang selain Mahir untuk mencari uang juga Mahir sebagai kepala keluarga untuk membahagiakan anggota keluargamu selaku tanggung jawab kamu kamu!” ucap Varel dengan santai ngomong kamu dan aku ke Agam karena memang mereka kalau di luar kantor sangat akrab melebihi dari sekedar sahabat.
Tidak lama kemudian Kiara cara keluar dari kamarnya bersama Nayla yang wajahnya nampak sumringah karena semalaman ditemani oleh sahabatnya. Mereka berdua berjalan menuju ke arah arah suami mereka.
Nayla yang manja menggandeng suaminya menuju ruang makan diikuti oleh Agam dan Kiara yang menggendong Daffa.
Dua keluarga kecil bahagia ini makan pagi dengan lahap hingga makanan yang dihidangkan oleh simbol habis dimakan.
Setelah selesai sarapan Agam pamitan kepada Varel dan Nayla untuk pulang yang ke rumah. Nayla memberi beberapa oleh-oleh untuk Kiara.
“Kiara ini makanan kesukaan kamu yang kemarin dibawakan bude dari kampung! Dan jangan lupa ntar pekerjaan rumah kamu dari dosen mata kuliah Akuntansi Biaya fotoin dan kirim ke aku ya?” ucap Nayla yang membuat Kiara gemes dengan tingkah Nayla yang selalu dompleng pekerjaan rumah terhadapnya.
“Nayla…, kamu benar-benar tidak berubah ya? Ternyata memberikan oleh-oleh karena ada maunya!” goda Kiara hingga membuat semua orang terkekeh mendengar celotehannya.
__ADS_1
“Enggak juga! Itu kan hanya kebetulan. Kiara… , kamu benar-benar menyebalkan!”ucap Nayla sambil bersungut-sungut di hadapan Kiara. sedangkan Kiara yang sudah paham dengan sahabatnya hanya cengar-cengir melihat tingkah laku Nayla.
“He…, iya-iya! Gitu saja ngambek! Kita pulang dulu ya?” ucap Kiara sambil mencium pipi Nayla yang mulai kayak bakpao karena berat badannya bertambah efek dari hamilnya.
Kiara dan agama berjalan menuju mobilnya diantar oleh si mbok yang membawakan tas dan oleh-oleh dari Nayla.
Agam melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang menuju ke rumahnya. Karena jarak rumahnya tidak begitu jauh maka 10 menit kemudian mereka sampai di rumahnya. Daffa yang tidur pulas kemudian ditidurkan di bok ranjangnya. Kemudian Kiara yang kecapekan merebahkan dirinya tidur di ranjang di kamar Daffa.
Agam mencari-cari istrinya di kamarnya namun tidak menemukannya sehingga Agam berinisiatif untuk mencari istrinya di kamar putranya. Agam dengan pelan membuka pintu kamar putranya dan dirinya tampak tersenyum puas melihat istrinya rebahan di ranjang kamar putranya.
Agam pelan-pelan ikut berbaring di samping istrinya kemudian memeluknya dari belakang. Kiara yang kaget kemudian membuka matanya dan berbalik menghadap ke arah suaminya hingga saling berhadap-hadapan.
“Sayang, kamu mengejutkan saja!” ucapnya manja hingga membuat Agam gemas dan berusaha mengusap-usap kelopak mata Kiara kemudian menciumnya.
“ Iya sayang. Aku cari kamu di kamar kita kamu tidak ada!Tidak tahunya kamu ada di sini bersama Putra kita!” ucap Agam yang semakin gemas dengan istrinya.
“Sayang…, kaki aku pegal aku capek banget!” ucap Kiara yang sengaja ia sampaikan kepada suaminya agar suaminya tidak berniat minta lebih kepadanya. Kiara melihat gelagat suaminya kalau sebenarnya ingin minta yang lebih padanya.
“Ya sudah, aku pijitin kamu ya?” ucap Agam yang kemudian dirinya duduk dan langsung bergerak menelusuri tubuh Kiara untuk dipijatnya.
Agam yang terampil kalau memijat istrinya membuat Kiara sangat senang dan terlelap hingga tertidur. Namun beberapa apa menit dia tertidur lama-kelamaan gerakan akan sudah tidak menunjukkan untuk memijat lagi, akan tetapi gerakannya sudah melambat mengandung unsur eksotis sehingga Kiara terbangun dari tidurnya.
“Sayang…, kalau seperti ini mana bisa aku tertidur?” ucap Kiara dengan ******* yang sangat mengundang suaminya untuk melakukan lebih tidak sekedar pijatan lagi.
“Iya sudah! Kamu nikmati saja sayang? Toh Daffa juga sudah tertidur! Ayo kita manjakan diri kita,” ucap Agam yang langsung mengangkat tubuh istrinya untuk pindah ke kamar mereka.
__ADS_1
Mereka berdua tidak ingin mengganggu putranya dengan pergerakannya.
Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?