Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Villa Keluarga


__ADS_3

Hari ini semua peserta dan Kontingen dari Indonesia yang mengikuti lomba kejuaraan karate di Paris semuanya bersiap untuk pulang ke Indonesia.


Kiara dengan alasan khusus yaitu  berlanjut berlibur dengan Nayla izin untuk tetap tinggal di Paris. Demikian pula Agam yang memang seorang owner yang mensponsori kegiatan tersebut langsung menyerahkan tugas-tugas pendampingannya kepada anak buahnya.


Pak Riko yang tidak mengetahui semua aktivitas Agam tidak menaruh curiga sama sekali.  Pak Riko dengan sangat berat meninggalkan Kiara sendiri di kota Paris. Bahkan sebelum pulang pak Riko menghampiri Kiara dengan beberapa petuahnya.


“Kiara, Kamu serius hendak berlibur dan tetap berada dengan Nayla?” tanya pak Riko yang penuh rasa kuatir terhadap Kiara.


“Iya lah pak! aku memang dari dulu berencana ingin berlibur di kota ini!” Kiara sekenanya  kemudian dikuatkan oleh Nayla.


“Bapak,  jangan terlalu mencemaskan Kiara! aku jamin Kiara bersama denganku akan aman.  Aku sudah mengenal kota Paris ini dengan baik,” Ucap Nayla meyakinkan Pak Riko.


“Baiklah! Jaga diri kamu baik-baik!  Ingat di sini bukan Indonesia, kamu harus hati-hati dalam berucap dan berbuat!” nasehat pak Rico kepada dua siswinya.


“Baik Pak, terimakasih atas perhatiannya,” ucap Kiara dan Nayla secara bersamaan. Kemudian mereka berdua mengantarkan Pak Rico dan rombongannya pergi naik mobil yang disiapkan oleh pihak hotel menuju bandara.


Setelah semuanya parkir Tiara dan Nayla kembali ke kamar Tiara, yang ternyata Disana sudah ada Papa Bagas, Mama Sandra, Agam dan Varel.


“Sayang papa dan mama pulang dulu ke Indonesia, kalian lanjutkan liburan kalaina ya? Tinggalah kalian di villa keluarga kita yang berada di dekat danau Lac d'Aiguebelette, disana pemandangannya indah banget. Kalian bisa menikmati yang airnya tampak bersih berwarna biru dan kehijau-hijauan melambangkan ketenangan. Aku yakin dengan tinggal disana beberapa hari proses pembuatan calon cucu mama akan berjalan lancar,” goda mama Sandra kepada menantunya yang masih lugu itu.


“Mama, Kiara malu ma!” ucap Kiara polos hingga Agam menarik nafasnya menelan salivanya karena melihat tingkah laku istrinya yang menggemaskan.


“Ih sayang, awalnya malu tapi nanti bisa ketagihan lo? Iya kan pa?” tanya mama Sandra kepada suaminya.

__ADS_1


“Mama! Jangan godain menantu kita melulu dong? tuh godain si Varel biar segera nyusul Agam untuk mendapatkan jodoh!” ucap papa Bagas yang memang sengaja ingin memancing kedekatan Varel dengan Nayla.


“Wah kalau itu sih tidak usah ditanya pa? Mama jamin mereka berdua akan segera ke pelaminan,” ucap mama Sandra terang-terangan tanpa ada sesuatu yang disembunyikan.


“Siap tante, doanya ya?  kalau aku sih sudah siap tapi…, ini…, Nayla bagaimana siap tidak?” ucap Varel secara langsung menembak Nayla hingga gelagapan bingung mau menjawabnya.


“Gimana nak Nayla? bisa kan jadi menantu tante dan om?” tanya mama Sandra yang dengan sengaja memancing Nayla untuk mengetahui isi hatinya.


“Anu…, tante. Aku masih ingin sekolah dulu!” ucap Nayla dengan wajah pucat karena bingung mau menjawab bagaimana, karena sesungguhnya dirinya ada hati dengan Varel tapi dirinya harus masih melanjutkan ke perguruan tinggi.


“Sudahlah sayang, tante tau kok posisi kamu. Tidak usah dijawab, papa dan mama pulang dulu ke Indonesia, biar papa gantian yang mengurus perusahaan yang kita tinggal,” ucap mama Sandra kemudian menciumi menantu dan calon menantunya.


“Eh…, iya nak Kiara ini untuk kamu. Nanti tolong kamu buka dan pakai kalau sampai di villa ya?” ucap mama Sandra dengan senyuman yang penuh arti sambil menyerahkan barang yang berada dalam paper bag yang dia pegang.


Setelah papa dan mama Sandra pergi mereka berdua mengemasi barang-barang mereka dan bergegas pergi menuju villa keluarga Agam.


Agam juga membantu packing barang-barang milik Kiara. Sedangkan Varel dan Nayla yang sudah siap, tinggal menunggu mereka di lobby. Tidak berapa lama kemudian Agam dan Kiara datang.


Mereka pun akhirnya melanjutkan perjalanan menuju villa keluarga milik Agam setelah menyelesaikan administrasi dengan  hotel.


Sepanjang perjalanan mereka nampak menikmati pemandangan kota Paris. Agam juga sangat memanjakan Kiara. Di pusat pertokoan Agam meminta mereka menghentikan mobilnya dan mengajak Kiara untuk membeli beberapa baju dan perhiasan untuk Kiara.


Varel juga melakukan hal yang sama untuk Nayla. Namun Varel nampak canggung menghadapi Nayla karena mereka baru berusaha mengenal satu sama lainnya.

__ADS_1


Setelah semuanya beres dengan keperluannya masing-masing,  akhirnya melanjutkan perjalanan menuju villa keluarga.  Mereka menempuh perjalanan hingga beberapa jam akhirnya sampai juga di villa milik keluarga Agam.


Agam tidur dalam satu kamar dengan  Kiara, karena  mereka memang sudah syah menjadi suami istri. Sedangkan Varel dan Nayla menempati kamar yang berbeda.


“Nayla… , kamu jangan iri ya? Kamu kalau ingin seperti diriku segeralah menikah dengan Kak Varel!” goda Kiara kepada sahabatnya sehingga Nayla tersipu malu mendengar celotehan temannya itu.


“Kiara…, tenang saja setelah liburan aku akan melamar Nayla untuk aku nikahi! Jadi nanti kita bisa menikmati liburan bareng lagi!” ucap Varel seolah-olah mengiyakan apa yang disampaikan oleh Kiara.


Setelah masuk ke dalam kamarnya masing-masing, Kiara  merebahkan badannya di atas ranjang  dengan sedikit mengeluh kalau kakinya sedang kesakitan.


 Agam yang mengerti keinginan Kiara segera memijat kaki Kiara dengan penuh kasih sayang.  Tiara yang merasakan lembutnya sensasi pijatan Agam pelan-pelan dirinya terlelap dalam tidur.  Agam yang sebagai lelaki dewasa tidak bisa menahan nafsunya tak kalah melihat kaki jenjang Kiara yang menggoda.


Pelan-pelan Agam mengusap-usap kaki jenjang dan mulus Kiara hingga akhirnya Kiara yang semula tertidur tiba-tiba terbangun dan mendesah panjang hingga semakin memacu Agam untuk bereaksi lebih lanjut. Namun nasibnya tidak lagi beruntung tiba-tiba terdengar pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.


Mood Agam akhirnya terganggu sehingga Agam tidak menyelesaikan urusannya dengan istrinya. Dalam hatinya dirinya mengumpat hendak mencincang seseorang yang telah mengetuk kamarnya. Agam pun melangkah membuka pintu kamarnya setelah erapikan bajunya dan baju Kiara.


“Busyet…dech, ternyata kamu to! Bener-bener menggangu acara dan kesenangan orang saja!” teriak Agam kepada Varel.


“Maaf, ini darurat. Pemilik usaha Jaya Company mengajak meeting sekarang juga melalui zoom meeting,” ucap Varel dengan salah tingkah.


“Baiklah! kau tunggulah di ruang kerja. Aku akan segera kesana, tolong aktifkan dulu zoom meetingnya!” perintah Agam tegas. Kemudian minta izin kepada suaminya untuk melaksanakan kerja. Kiara pun dengan sangat baik mengijinkan suaminya untuk kerja kemudian dirinya pergi ke dapur menyiapkan makanan untuk makan malam nanti dibantu dengan Nayla.


Mereka berdua merupakan sahabat yang sangat kompak di segala hal. Bahlan kemampuan memasak mereka hampir seimbang satu sama lainnya. Merka berharap pasangan mereka dapat menikmati makanannya dengan baik.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2