Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Terbelenggu


__ADS_3

Hari ini pulang sekolah Kiara nampak bersedih, sehingga Nayla sangat kuatir melihatnya. “Ara? Aku lihat kamu tidak bersemangat hari ini? Adakah sesuatu yang mengganggu kamu?” tanya Nayla ketika mereka berjalan menuju parkiran.


“Aku benar-benar terbelenggu dengan statusku! Aku tidak bisa menikmati hidupku dengan kegembiraan lagi. Semuanya harus diatur olehnya,” ucapnya sambil menghela nafasnya.


“Astaga Ara? Kau itu berbicara seperti dalam tahanan seseorang saja!” ledek Nayla kepada sahabatnya yang mukanya masam.


“Ya begitulah kenyataannya, aku sekarang dibawah intimidasi nya bahkan gerak ku terbatas karena semuanya diatur olehnya!” jelas Kiara.


“Siapa Ara? Yang mengintimidasi kamu? Biar aku yang melawannya sekali kena satu jurus sakti ku pasti sudah game over!” ucap Nayla penasaran. Belum sempat Kiara menjawab tiba-tiba  terdengar suara Agam memanggilnya.


 “Kiara, cepat masuk ke dalam mobil! aku akan mengantarmu pulang!” perintah Agam yang  tidak dimengerti oleh Nayla.


“Kiara, kamu punya hutang penjelasan terhadapku!” ucap Nayla penuh dengan rasa penasaran.  Kiara pun bergegas pergi meninggalkan Nayla yang masih bengong menatap punggungnya dan berjalan semakin jauh meninggalkannya.


Sementara itu Kiara sudah berada di dekat  mobil Agam hendak naik di bagian belakang mobil. Namun Agam dengan suara lantangnya memerintah Kiara untuk duduk di dekatnya. Kiara yang ketakutan langsung bergegas membuka pintu mobil depan di samping Agam.


“ Bagus Kiara,  dengan begitu kita akan segera meluncur menuju ke rumahmu! Kita akan mengambil beberapa buku dan pakaian yang harus kamu bawa ke rumah aku!” ucap Agam tegas.


“Maaf pak, terus mobil aku bagaimana?” tanya Kiara cemas ketika Agam hendak menyalakan mobilnya.


“Kamu tidak usah mencemaskan kendaraan kamu nanti biar Varel yang mengurusnya,” ucap Agam sambil meminta kunci mobil Kiara dan menyerahkannya ke satpam sekolah.


“Pak, tolong simpan kunci mobil ini, nanti Varel yang akan mengambilnya,” ucap Agam sambil menyerahkan kunci mobil dan selembar uang untuk pak satpam.


Tidak berapa lama kemudian Agam menyalakan mobilnya menuju ke rumah Kiara. Setelah beberapa menit mereka sampai di rumah Kiara.  Agam dipersilahkan masuk oleh Kiara dan tidak berapa lama kemudian nampak Riki datang dari kantornya dengan perasaan kacau tidak menentu.


“Adik ipar? adakah yang bisa saya bantu?” ucapnya dengan pakaian yang sudah amburadul karena kalah tender hari ini.


“Tidak ada kak! Aku hanya minta izin membawa Kiara untuk tinggal bersama aku karena Kiara masih berstatus menjadi istri aku,” ucapnya menyeringai penuh rasa dendam terhadap Riki.


“Baiklah, kau rawatlah dia dengan baik! Aku yakin kalian akan bahagia membina rumah tangga bersama tanpa merepotkan orang lain!” ucap Riki basa-basi namun dalam hatinya sesungguhnya dia sangat ketakutan jika Agam akan membalas dendam terhadap dirinya dan adiknya.


Agam hanya diam tidak memperdulikan perkataan Riki hingga suasana nampak hening karena kecanggungan mereka berdua.

__ADS_1


Tidak berapa lama kemudian Kiara muncul dari kamarnya dengan membawa koper dan di dalamnya berisi beberapa baju dan barang-barang berharga miliknya.


“Ayo kak! Aku sudah siap!” ucap Kiara sambil membawa kopernya masuk ke dalam mobil setelah pamitan kepada kakaknya. Dengan berat hati Kiara meninggalkan kakaknya.


Sepanjang perjalanan dari rumah Kiara menuju rumah Agam, wajah Kiara nampak murung karena rasa kuatir kalau dikerjain oleh Agam karena balas dendam. Dan Kiara membayangkan kalau setiap hari dirinya akan disiksa dan dihukum oleh Agam.


“Kiara apa yang kamu lamunkan?” bentak Agam hingga membuat Kiara kaget dan tersadar dari lamunannya.


“Tidak ada kak?” ucapnya gugup karena dirinya memanggil Agam dengan sebutan kak.


“Baguslah kalau begitu!” ucapnya sambil membelokan mobilnya ke halaman rumah gedong yang sangat mewah dan jauh lebih mewah dari rumah peninggalan orang tuanya.


“Astaga…, ternyata suami aku putra dari konglomerat yang berkelas!” gumam Kiara lirih hingga akhirnya tersadarkan oleh jitakan Agam di kepalanya.


“Pletak!” Agam menjitak Kiara hingga Kiara tersadar dan meringis kesakitan.


“Sakit lo? Dasar manusia planet tidak berotak!Sukanya menyakiti istrinya!” ucap Kiara keceplosan.


Setelah sampai di halaman rumahnya, Asisten rumah tangga Agam langsung menghampiri mereka dan meminta semua barang Kiara untuk dibawa ke dalam kamar mereka berdua.


“Mbok…, mama kemana?” tanya Agam kepada si mbok yang sibuk membawa koper milik Kiara.


"Ke luar kota tuan muda," jawab si mbok sambil menunjukkan kamar  yang Kiara tempati dan membawa kopernya untuk dibawa masuk.


Setelah kepergian si mbok, semuanya dirasa cukup akhirnya Kiara tanpa berpikir panjang langsung membuka seluruh pakaiannya dan  merebahkan badannya di ranjang.


Sementara itu Agam yang masuk ke kamarnya tanpa sadar memandang ke ranjangnya telah terlihat Kiara dengan bodinya yang seksi tertidur dengan pakaian dalam saja.


“Hem…, hem…, Kiara apa yang kamu lakukan?” teriaknya hingga mengejutkan Kiara yang secara spontan langsung bangun dan terhuyung terjatuh menimpa Agam yang berada di tepi ranjang.


Agam yang tidak siap, akhirnya terguling hingga mereka berdua berpelukan dengan posisi Kiara di atas tubuh Agam.


“Kiara kamu benar-benar gadis yang labil! Kau jagalah posisimu! Lihatlah kamu telah membangunkan adik kecilku!” ucap Agam bersungut-sungut dan dengan segera mendorong Kiara agar menjauh dari tubuhnya.

__ADS_1


Namun Kiara yang hanya memakai selembar pakaian dalam tidak mau melepaskannya dan memeluk pak Agam dengan erat dengan harapan pak Agam tidak melihat bagian tubuhnya yang depan.


“Kiara lepaskanlah pelukan kamu!” perintahnya sekali lagi.


“Aku akan melepaskan bapak jika bapak mengambilkan selimut itu untuk menutupi tubuhku!” ucapnya malu dengan muka yang merona kemerah-merahan.


“Baiklah!” Agam dengan bersusah payah menarik selimut yang ada di ranjangnya dan menutupi tubuh Kiara dengan selimut tersebut.


Kiara yang sudah mendapatkan selimutnya dengan pelan berdiri dan duduk di tepi ranjang dan melanjutkan marah-marahnya.


“Dasar pak guru dari planet sukanya nyelonong masuk ke kamar orang! Betul-betul tidak ada akhlak!” ucap Kiara sekenanya hingga terdengar di telinga Agam.


“Kiara ini kamar kita ya?” ucap Agam yang mengejutkan Kiara.


“Astaga kamar kita?” tanya Kiara penasaran.


“Iya betul!Apa ada yang salah dengan kita, apalagi kita sudah suami istri kan?” bentak Agam penasaran karena ingin mengetahui isi hati Kiara sesungguhnya.


Namun Kiara tidak menanggapi sama sekali apa yang diucapkan oleh Agam dan memutuskan untuk melanjutkan aktivitasnya untuk tidur siang. Dan pelan-pelan Kiara kembali merebahkan badannya untuk tertidur.


Namun baru saja tubuhnya menempel ke bantal tiba-tiba Agam menarik kaki Kiara agar tidak kembali tertidur.


“Maaf aku mengantuk!” ucapnya lirih tanpa perasaan takut.


“Mengantuk? Bukankah ini masih siang?” tanya Agam penuh kejengkelan.`


“Iya…, tapi aku mengantuk!” ucapnya dengan pelan turun dari ranjang dan membawa serta selimutnya untuk menuju pintu kamar hendak keluar.


“Astaga! Kiara! Karena ini waktu juga sudah cukup siang maka pergilah ke dapur untuk menyiapkan makan siang kita!” perintah Agam tegas karena semakin memanas tergoda oleh tubuh seksi Kiara.


Agam sebenarnya hanya ingin mengalihkan perhatiannya agar dirinya tidak tergoda dengan Kiara.


 Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Bagaimana kisah selanjutnya ya? Simak kelanjutannya ya?

__ADS_1


__ADS_2