Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Hasil Diagnosa


__ADS_3

Karena peristiwa Kiara yang berturut-turut dari mulai teror dan penyerangan akhirnya ditangani oleh pihak kepolisian dari Paris secara langsung.


 Pihak kepolisian juga memanggil Kiara dan Agam sebagai saksi kasus teror dan penyerangan tersebut.


 Setelah diadakan penyelidikan akhirnya pihak Kepolisian menyampaikan hasil diagnosa sementara di mana teror dan penyerangan itu itu dilakukan oleh anak buah Gary degan Gary sebagai otaknya. Pihak kepolisian masih berusaha mencari Gary dan komplotannya namun sangat sulit ditembus karena kemungkinan Gary dilindungi oleh orang yang memiliki kuasa di Paris.


Sewaktu menghadiri panggilan dari pihak kepolisian Kiara dan Agam didampingi oleh Papa Bagas beserta Mama Sandra.


Setelah acara semua selesai mama Sandra mengajar Kiara dan Agam untuk singgah di Menara Eiffel. Agam mengabadikan kebersamaannya dengan Kiara di bawah menara Eiffel.


Semantara itu mama Sandra merasa senang melihat kedekatan mereka. Mama Sandra juga sesekali mencuri foto mereka untuk mengabadikan beberapa moment kebersamaan mereka.


Mama Sandra yang gaul tidak mau ketinggalan dengan yang muda sehingga mengajak papa Bagas untuk foto bersama.


“Papa, ayo sini kita selfi biar seperti mereka! Aku suka dengan gaya mereka berdua yang unik!” ucap mama Sandra kepada suaminya kemudian memeluknya.


“Cekrek!” Suara kamera mereka untuk mengabadikan kebersamaan mereka, bahkan mereka berempat juga foto bersama. Setelah dirasa cukup mereka memutuskan untuk kembali ke hotel  karena Kiara harus mempersiapkan dirinya untuk mengikuti final nanti malam.


Agam tanpa ada perasaan takut kalau ketahuan hubungannya dengan Kiara berusaha menggandeng Kiara dengan penuh tanggung jawab masuk lobby hotel.


“Siang pak Agam!” sapa seorang peserta lomba dari kontingen Indonesia.


“Siang juga!” ucap Agam cuek namun tidak mengabaikan sapaan mereka.


Sementara itu Papa Bagas dan nama Sandra juga berada di belakang mereka.


 Papa Bagas dan mama Sandra juga menginap di tempat tersebut.  Mereka sengaja melakukannya karena ingin melihat pertandingan menantunya di saat final nanti malam. Karena pertandingannya Sabtu malam Minggu Papa Bagas juga menyuruh Varel untuk menyusul ke Paris melihat pertandingan Kiara.


Sementara itu Varel sudah berada di hotel dan bersiap diri untuk melihat pertandingan Kiara nanti malam.


Kiara yang sudah berada dalam kamar hotel rebahan di sofa, sambil nonton acara di televisi. Kiara yang merasa lapar kemudian memesan makanan yang disajikan oleh pihak hotel. Dan tidak lama kemudian makanan yang dipesannya datang.

__ADS_1


Kiara dengan lahap makan makanan tersebut tanpa kepikiran kalau Agam ternyata belum juga makan. Namun apa yang dikhawatirkan ternyata benar adanya. Agam yang belum makan tiba-tiba muncul di hadapannya dengan membuka pintu tembusnya.


“Sayang, kamu jangan curang ya? Makan makanan yang lezat tidak memanggilku?” ucapnya lirih yang langsung duduk di dekat Kiara dan minta disuapin Kiara.


Kiara sengaja menarik ulur makanan yang ada di tangannya hingga akhirnya Agam meraih tangan Kiara untuk disuapkan ke mulutnya.


“Ih…,kakak curang!” ucap Kiara manja kepada suaminya namun Agam hanya terkekeh menanggapi ulah Kiara.


“Kayaknya yang curang kamu lo sayang? Makan enak tdak panggil kakak!” ucap Agam yang terus minta disuapin Kiara hingga makanan mereka habis.


Agam dan Kiara setelah makan, lanjut saling bercanda satu sama lainnya. Agam sesekali mencuri ciuman Kiara hingga tak terasa mereka berdua akhirnya tertidur di atas ranjang yang sama. Agam yang tahu Kiara tertidur kemudian memanfaatkan momen tersebut untuk memfotonya hingga akhirnya tertidur pula.


Hari kemudian menjelang malam,  Kiara yang terkejut karena ketiduran membangunkan Agam dan bergegas untuk bersiap-siap menuju lobby sedangkan Agam yang baru bangun masih berusaaha menyadarkan dirinya dan bergegas untuk menyusul Kiara menuju lobby.


Kiara yang melihat kalau Agam belum sampai di lobby untuk pemberangkatan dirinya di area pertandingan,  merasa gelisah hingga akhirnya Kiara menelpon Agam. Agam yang sudah berjalan menuju ke Lobby  tidak mendengar panggilan dari Kiara sama sekali.


Kiara merasa tidak tenang melalui ponsel nya berusaha menghubungi mama Sandra  agar bisa melihat putranya.


Agam menghela nafasnya dalam-dalam, kemudian melihat jam tangannya menunjukan kalau dirinya terlambat datang di acara pertandingan penentuan hasil final menuju kemenangan.


Agam bergegas memanggil taxi menuju tempat acara. Dan benar saja sesampainya disana ternyata bersamaan dengan Kiara bertanding dan hampir terkalahkan oleh musuhnya.


Kiara yang awalnya sedih langsung nampak sumringah begitu melihat kehadiran suaminya.


Formasi pendukungnya sudah lengkap selain kedua orang tuanya juga ada sahabatnya Nayla dan juga Varel. Nayla dan Varel bersanding duduk berdampingan dan sesekali bercanda sehingga tidak menutup kemungkinan mereka akan jadian.


Mama Sandra yang mengetahui kedekatan mereka berdua juga sesekali mengabadikan foto mereka berdua saat bersorak membela Kiara,


Di saat terakhir Kiara terdesak oleh lawan namun ketika mendengar teriakan dukungan dari Agam dan keluarganya langsung bangkit dan menyerang lawan.


Setelah melalui pertarungan yang sangat sengit akhirnya kemenangan dimenangkan oleh Kira. Semua peserta kontingen Indonesia bersenang diri merayakan kemenangan Kiara.

__ADS_1


Mama Sandra tidak henti-hentinya memuji kehebatan Kiara.


“Selamat ya nak atas kemenangan kamu! Sebagai hadiah dari mama kamu bisa pulang belakang, dengan waktu seminggu ke depan! Sekalian mama dibuatkan cucu!,” ucap mama Sandra yang terus mencium kening Kiara sebagai tanda kasih sayangnnya.


“Terimakasih ma! Atas semuanya,” ucap Kiara sambil mencium kedua pipi mamanya.


 “Sama-sama, sayang!”ucap mama Sandra yang mulai menjauh dari Kiara karena Kiara banyak wartawan yang mendekatinya untuk wawancara. Kiara yang terus dikerumuni massa dan wartawan hanya mendesah panjang sambil menelan salivanya karena suaminya tidak bisa mendekatinya.


Setelah sesi wawancara selesai kemudian dilanjutkan upacara penyerahan hadiah yang dilaksanakan malam itu juga sehingga Agam nampak begitu antusias hendak mendampingi Kiara. Namun angan-angan tinggal angan-angan, mama Sandra dengan tegas melarangnya.


“Agam, jangan dulu nak! Carilah waktu yang tepat! Kasihan Kiara!” ucap mama Sandra dengan banyak pertimbangan terutama karena Kiara masih sekolah.


“Baik ma!” ucap Agam dengan rasa sedikit kecewa karena rencananya tidak direstui oleh mamanya.


“Gitu dong! Tuh kau pergilah kesana! Ambik foto Kara waktu menerima Pialanya!” ucap mama Sandra sambil menunjuk ke arah Kiara berada yang sedang menerima Piala dari pihak penyelenggara.


Setelah penyerahan Piala kepada semua peserta yang menang, dilanjutkan dengan foto bersama dengan pihak panitia.


Papa dan mama Agam bangga dengan kemenangan yang diraih oleh Kiara sehingga mereka juga mengabadikannya moment tersebut dengan kebersamaannya dengan pihak keluarga.


Setelah acara selesai mereka akhirnya kembali di hotel. Agam dengan antusias menggandeng Kiara menuju kamar hotelnya.


“Sayang, kamu benar-benar hebat! Selamat ya?” ucap Agam yang memberi semangat kepada istrinya.


“Terimakasih!” kemudian mereka berdua masuk ke kamar mereka masing-masing.


“Agam jaga jarak dulu nak!’ bisik mama Sandra yang sudah berada di belakangnya hingga akhirnya Agam agak menjauh dari Kiara.


Setelah acara yang melelahkan Kiara nampak istirahat rebahan di kamar hotel namun tidak bisa tidur.


Kemudian Kiara diam-diam melihat ponselnya dan menulis pesan untuk Agam suaminya. Kiara diam-diam minta Agam untuk menemani tidur karena beberapa hari ini dia seolah-olah sudah biasa dengan keberadaan Agam.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya? Kira-kira di Paris mereka bisa gak ya melakukan malam pertamnya?


__ADS_2