Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Masih Tarauma


__ADS_3

Kiara masih trauma dengan kejadian sewaktu di culik dan disekap. Kiara seharian masih dalam pelukan suaminya. Suaminya juga tahu perasaan Kiara, dengan kasih sayang nya Agam mengusap-usap rambut, kening dan sesekali mencium pipinya.


Varel dan Nayla melihat mereka berdua hatinya terasa sakit karena Kiara begitu ketakutan apalagi jika mendengar suara yang asing di sekitarnya. Sebenarnya mereka berempat hendak pulang ke Indonesia akan tetapi ada beberapa hal yang harus diselesaikan dengan pihak berwajib dan pengadilan yang ada di Amerika. Mereka dijadikan saksi atas kasus penculikan Kiara dan  kepemilikan barang-barang ilegal serta narkoba yang dimiliki oleh Gary.


 Hari ini Agam masih mengabaikan Panggilan oleh pihak berwajib karena Agam masih ingin fokus terhadap kesehatan Kiara.  Agam juga memanggil khusus yang menangani Kiara.


“Sayang, ayo pulang ke Indonesia?” ucap Kiara merengek-rengek minta agar mereka segera pulang ke Indonesia. Namun karena urusan dengan pihak berwajib maka tidak bisa pulang ke Indonesia secepatnya.


“ Sayang, kamu yang sabar ya. Kamu tidak usah takut lagi. Gary sudah ditangkap dan kasusnya sudah masuk di persidangan oleh pihak berwajib.  Dan aku rasa mereka tidak akan bisa mengganggu kita lagi,” ucap Agam kepada istrinya bermaksud membesarkan hati Kiara agar tidak bersedih.


“Iya kak. Aku ingin pulang secepatnya dan kuliah di jakarta saja!” ucap Kiara yang semakin manja dengan suaminya. Kiara memeluk suaminya dan merebahkan kepalanya di dada bidang milik suaminya sambil bermain bulu di dada suaminya yang kemejanya sedikit terbuka karena kancing atasnya tidak dikancingkan.


Saat mereka saling berbincang dan dan ngobrol tentang permasalahan mereka tiba-tiba ponsel Agam berbunyi. Agam yang masih rebahan mesum mencari ponselnya yang terletak di samping kanannya.


 Setelah tersambung ternyata yang menelpon melalui video call adalah lah Mama Sandra.Begitu diangkat ponselnya Mama Sandra langsung meminta agar diperlihatkan menantunya.


“Agam, mana Kiara?  Bagaimana mana keadaannya? Kalau memang dibutuhkan Papa dan Mama siap terbang ke Amerika,” ucap Mama Sandra dengan penuh rasa khawatir atas keselamatan menantunya.


“Mama, paling lama 3 hari kedepan kita sudah pulang ke Jakarta.  Kiara tidak mau lagi kuliah Disini.  dan kebetulan kita kemarin juga belum sempat untuk mendaftar ke perguruan tinggi yang menerima Kiara lewat beasiswa,” ucap Agam sambil mengarahkan kamera ponselnya ke arah Kiara. Kiara berusaha menyapa mama mertuanya dengan melambaikan tangannya.


“Mama sayang, Kiara rindu mama dan ingin cepat pulang,” ucap Kiara, matanya berkaca-kaca.


“Selesaikan urusan kalian dulu sayang, atau mama dan papa kesana saja bagaimana?” tanya mama Sandra.


“Tidak usah ma, kita saja yang pulang!” ucap Kiara dengan muka yang masih sendu.

__ADS_1


“Ok sayang, selamat istirahat ya? Jangan lupa jaga dedek bayi yang ada dalam kandunganmu!” ucap mama Sandra memberi peringatan.


“Iya…, ma salam untuk papa dan kakek!” ucap Kiara tatkala mau menutup ponselnya.


Setelah ponsel mama Sandra ditutup Kiara kembali merebahkan dirinya dalam pelukan suaminya.


“Sayang aku mau tidur! Tolong peluk aku ya? Aku tidak mau kalau kakak tidak memeluk aku?” ucapnya manja.


“Iya sayang sini sama papa!” ucap Agam dan langsung meraih tubuh Kiara ke dalam pelukannya.


Namun disaat Kiara bermanja dengannya tiba-tiba terdengar bunyi kentut dan sangat bau dari Agam hingga akhirnya Kiara menjauh darinya dan tiba-tiba mual-mual dan langsung menuju ke kamar mandi muntah-muntah.


“Sayang maaf. aku tadi kelepasan!” ucap Agam sambil memijit bagian tengkuk dan leher Kiara.


“Bener-bener suami dan calon papa yang tidak tahu akhlak!” ucap Kiara dengan banyak omelan kepada Agam.


“Terserah kakak saja. Aku bener-bener nek mencium bau kentut kakak, memangnya kakak habis makan apa ya?” tanya Kiara penasaran.


“Makan kamu lah sayang, ayo kita coba?” ucap Agam yang dengan cekatan langsung menindih tubuh istrinya dan mencium dengan lembut. Pertama dia cium leher, turun ke bawah dan agak lama di situ kemudian naik kembali mencium pipi dan kening istrinya dengan gemas.


Kiara nafasnya terasa sesak karena tertindih oleh tubuh Agam yang mulai tidak bisa mengendalikan dirinya.


“Eh…, ah kakak tolong lepaskan aku!” ucapnya lirih sambil mendesah karena sesak nafas.


“Iya sayang, papa hanya bermain sebentar kamu yang sabar ya?” ucap Agam sambil mencium perut Kiara kemudian mengujsik-usiknya namun sekali lagi Kiara menggeliat geli. Agam semakin seru mengusap-usap dan mengucel-ucel perut Kiara dengan mukanya.

__ADS_1


“Papa sayang jangan begitu mama geli tau?” ucap Kiara yang justru kegelian dan menjambak rambut Agam sambil menggeliat geli.


“Papa ingin bercanda dengan kamu nak? Ayo lekas besar ya? Dan segera melihat indahnya ibu pertiwi ini! Nanti segera main bola dengan papa nak?” ucap Agam berharap anaknya kelak laki-laki.


“Enak saja, anak kita perempuan kak! Jadi kelak aku bisa belikan boneka dan rok lucu-lucu untuk putri kita ya?” ucap Kiara yang tidak mau kalah.


Di saat mereka berdebat dengan bertahan pada pendirinaany masing-masing tiba-tiba pintu kamar hotel diketuk oleh seseorang.


“Papa bukakan pintunya ya?” ucap Kiara mengakhiri perdebatan mereka. Agam membuka pintunya yang ternyata yang hadir Varel dan Nayla. Mereka berdua kemudian mempersilahkan mereka berdua masuk.


Varel tanpa malu-malu nyelonong masuk dan duduk di sofa sambil membawakan beberapa masakan kas Amerika. yang bari ia “Pak silahkan makan terlebih dahulu, supaya bisa menyusun strategi untuk menaklukan ibu Kiara,” goda Varel yang melirik ke arah Kiara dimana sprei ranjangnya berantakan.


“Sial kamu Varel. Aku bukan godain mamanya ya? Tapi aku godain calon aka aku ya?”ucap Agam yang menyambung pembicaraan dengan Kiara.


“Iya…, iya…, aku percaya kok! Sedikit godain calon bayinya yang banyak godain mamanya! Ha…, ha,,,,,iya kan Nay?” ucap Varel sambil meminta dukungan dari Nayla.


“Iya…, terserah kakak jugalah!” ucap Nayla sehingga membuat mereka berempat ketawa terpingkal-pingkal ketika saling membongkar dan menyudutkan pasangannya masing-masing.


“Ayo…, makanannya keburu dingin! Segera makanlah!” ucap Varel kepada Agam atasannya.


“Aku mau makan kalau kakak yang suapin?” ucap Kiara manja di hadapan teman-temanya.


“Sini aku suapin!” Agam mengambil makanan yang ditaruh di meja dan mulai menyuapi Kiara dengan lembut. Varel dan Nayla hanya memandangi mereka berdua seolah-olah mereka juga membayangkannya jika yang ada di posisi mereka itu dirinya bersama Nayla.


“Kakak melamun ya?” Tanya Nayla menyadarkan dirinya. Hingga makan selesai mereka berempat pergi ke kantor polisi memenuhi panggilan dari kantor polisi.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2