Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Bernafas Lega


__ADS_3

Agam bernafas lega karena istrinya belum melahirkan, jadi dia bisa menunggu proses kelahiran putranya. Agam mencium istri dan perutnya yang membuncit hingga membuat yang lainnya merasa risih. Nayla memberi kode terhadap suaminya untuk pulang dengan alasan mau mandi dan berganti baju setelah naik pesawat. Sedangkan mama Sandra pamitan pulang dulu untuk istirahat. Fisiknya yang sudah tua perlu istirahat sejenak.


Mama Sandra berjanji untuk kembali bersama papa Bagas nanti sore dan sekaligus mengurus putri yang hendak dijemput mamanya.


“Sayang, kamu jangan tegang ya? Ingat rileks dan regangkan otot kamu. Makanlah makanan yang bergizi biar nanti saat melahirkan kamu dapat kekuatan,” ucap mama Sandra pada menantunya.


Kiara hanya menganggukan kepalanya kemudian mencium punggung tangan mertuanya. Sepeninggal mamanya akan seolah mendapat lampu hijau untuk terus bermesraan dengan istrinya. Agam memeluk istrinya kembali dan mencium bibir, kening dan pipi Kiara yang mulus.


“ Sayang,  tahu nggak? Aku di sana tidak bisa tidur dengan nyenyak. Aku selalu  mengingat dirimu mu dan calon putra kita,” ucapnya yang terus memeluk istrinya sementara kepala Kiara bersandar di dada bidang suaminya.


“Yang benar? Bukankah disana kakak dipertemukan dengan gadis cantik?” ucap Kiara yang sebenarnya ingin memancing reaksi suaminya, namun Agam tubuhnya gemetar merasa berdosa karena telah menyembunyikan kisahnya dengan gadis tetua Adat.


Agam melepas pelukannya kemudian bersimpuh dihadapan Kiara. Agam meminta maaf telah menyembunyikan kisahnya. Agam tidak bermaksud menyembunyikannya namun Agam berniat menjaga hati dan perasaan Kiara. Agam memohon kepada Kiara untuk memaafkannya karena menyembunyikan masalah tersebut.


Kiara menghela nafasnya panjang-panjang, dia sesungguhnya mengerti apa yang terjadi dengan suaminya. Kiara yang tidak tega mengatakan kalau sesungguhnya dia mengetahui cerita tentang anak gadis tetua adat tersebut dari salah satu bodyguard yang ikut serta mendampingi Agam. Kiara memang dengan sengaja atas suruhan Mama Sandra untuk mencari informasi tentang kegiatan Agam di sana melalui salah satu Bodyguard tersebut.


“ Sudahlah Kak,  yang terpenting semua masalah di sana bisa diselesaikan dengan baik.  termasuk masalah kakak yang melibatkan pihak lain,” ucap Kiara yang kemudian menarik tangan suaminya untuk duduk di tepi ranjang bersamanya.


“Terima kasih sayang, kamu benar - benar suami yang tahu menjaga perasaan istri!” ucap Kiara kepada suaminya.


Mereka sesaat berpelukan dan larut dalam perasaanya masing-masing. Agam kembali memeluk istrinya. Kiara yang berada dalam pelukannya tiba-tiba meringis kesakitan kembali.

__ADS_1


“Kak sakit…,” ucapnya hingga membuat Agam memanggil dokter. Dokter dan perawat pun langsung datang menanganinya. Kemudian membawa Kiara menuju ke ruang persalinan. Agam secara eksklusif mengikuti prosesnya setelah meminta izin kepada pihak rumah sakit. Agam mengabadikan proses persalinan tersebut untuk dokumentasi pribadi.


Tidak berapa lama kemudian bayi kecilnya terlahir didunia dengan rambut yang sangat lebat, berat 3,5 kg dan panjang 56 cm. Sang dokter memberikan bayi tersebut kepada mamanya untuk dipeluknya. Setelah beberapa menit kemudian diberikan kepada Agam untuk dikumandangkan Adzan. Sang bayi nampak sehat dan mukanya mirip Agam dengan hidung mancung. Muka bayi tersebut lonjong seperti papanya.


Sang dokter memberi selamat atas kelahiran putra mereka yang nampak cakep dan bersih kulitnya kaya opa-opa korea.


Setelah selesai dikumandangkan Adzan sang bayi diberikan kepada suster untuk diletakan di box bayi. Agam menghela nafas lega kemudian mencium istrinya. Kiara tampak senang karena sudah menjadi seorang wanita sempurna. Dirinya sudah dipanggil mama oleh putranya kelak kalau sudah dewasa.


“Sayang…, terimakasih! Kamu benar-benar wanita sempurna bagi aku dan anak-anak aku!” ucapnya dan terus menciumi kening dan pipi istrinya.


Kiara meneteskan air matanya karena selama ini dia tidak terbayangkan kalau akan menjadi istri dan ibu yang usianya tergolong sangat muda. Agam semakin memeluknya erat sambil mengusap air matanya.


“Sayang, tolong segera kabarkan kelahiran putra kita ke keluarga besar kita. Papa dan mama tadi berpesan apabila aku kelahiran untuk menghubungi mereka secepatnya,” pinta Kiara kepada suaminya.


Tidak Berapa lama kemudian Agam menghubungi mama, papa dan semua kerabatnya. Agam juga memberitahu Varel dan Nayla. Nayla yang berada di rumah nampak senang dan langsung berlari menghampiri suaminya Varel yang berada di ruang keraj.


“Sayang, apa yang membuat kamu ceria seperti itu?” tanya Varel tiba-tiba yang kaget dengan ulah Nayla yang tiba-tiba mengagetkannya.


“Kita sudah jadi om dan tante sayang, Kiara sudah melahirkan seorang jagoan. Aku akan mengajaknya jalan-jalan keliling kota dan dunia,” ucap Nayla senang kegirangan sambil melihatkan bayinya Kiara yang sudah ada di group keluarga.


Varel yang gemas melihat tingkah istrinya langsung mendekati kemudian memeluknya kemudian pelan-pelan mengunci ruang kerjanya tanpa disadari oleh Nayla.

__ADS_1


Varel dengan pelan mendorong pintu tempatnya bekerja kemudian mengangkat Nayla menuju sofa dan mencium bibir, leher dan berlanjut ke telinga Nayla hingga mereka kembali terbawa arus kerinduan. Varel melancarkan aksinya dengan sangat lembut dan pelan-pelan menerobos pertahanan Nayla.


Mereka berdua mendesah dengan penuh kenikmatan. Varel membisikan sesuatu ke telinga Nayla.


“Sayang…, kita harus berjuang keras untuk mendapatkan anugerah terindah seperti mereka! Ayo sekali lagi sayang,” ucapnya yang sebenarnya dirinya hanya ingin menikmati sensasi bercinta dengan istrinya karena sudah lama tidak menikmatinya.


“Sayang, kamu bener-bener membuat aku gemes! Ayo kita sudahi acara kita dan kita segera menuju Rumah sakit,” ajak Nayla mengalihkan pembicaraan agar dirinya selamat dari Varel yang nampak kehausan.


“Iya benatra dik…, ini lagi nanggung mudah-mudahan yang kita tanam hari ini segera mendapatkan hasil, “ucapannya yang tak mau kalah dengan istrinya. Varel nampak berusaha sebaik-baiknya sehingga mereka berdua mencapai *******.


“Kak…, sudahlah, nanti aku kasih jatah lagi! Ayo kita segera kesana! Kita mandi dulu!” ucap Nayla lirih kepada suaminya. Dengan pelan Varel menggendong istriya yang sudah tidak memakai selembar benangpun di dalam tubuhnya.


Varel pelan-pelan celingukan membuka pintu ruang kerjanya kemudian pelan-pelan berjalan menuju kamarnya untuk memastikan si mbok tidak ada di rumah.


“Kak…, kamu ngapain celingukan begitu kayak mau maling?” tanya Nayla pelan-pelan di dekat telinganya.


“Lihat si mbok!” ucapnya yang langsung disambut dengan gelak tawa Nayla. Nayla ingat betul kalau si mbok tadi pagi waktu sarapan minta izin pulang ke kampung karena putranya sakit.


“Astaga sayang, bukannya si mbok tadi pamit ke kamu untuk pulang ke kampung menjenguk putranya yang sakit?” ucap Nayla yang tersenyum simpul melihat kelakuan suaminya. Varel yang teringat langsung menepuk jidatnya.


Varel kemudian tanpa mengendap-endap lagi melanjutkan langkahnya dan memendikan istrinya. Tapi lagi-lagi mereka berdua meneruskan percintaannya. Bahkan kali ini Nayla yang pegang kendali. Varel nampak menyukai akan permaian Nayla.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Ikuti keseruannya ya?


__ADS_2