Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Penasaran


__ADS_3

Kiara masuk sekolah seperti biasanya, namun beberapa hari ini  terasa ada yang kurang di dalam hidupnya. Kiara merasa hampa tanpa ada hukuman dari pak Agam. Kiara celingukan mencari sosok Agam ketika lewat di depan ruangan  pak Agam.


“Hai…, Kiara lagi ngapain?” tanya Nayla yang tiba-tiba muncul dihadapannya.


“Itu aku mau ngambil buku seni budaya ku, tapi kelihatannya pak Agam tidak hadir kembali,”  ucap Kiara berbohong.


“Iya dengar-dengar pak Agam izin 3 hari, dan anehnya bu Sandra juga izin. Apakah keduanya ada hubungan khusus?” ucap Nayla sehingga membuat hati Kiara semakin memanas.


“Masa sih Nay?” tanya Kiara pura-pura tidak mengetahui kalau sebenarnya mereka itu ada hubungan ibu dan anak.


“Iya, bahkan hampir semua siswa bergosip tentang mereka. Mereka berdua juga sering pulang bareng,” ucap Nayla yang tanpa ia sadari telah menjadi kompor bagi Kiara.


“Jangan ngaco ah kamu! Mana ada Bu Sandra yang begitu baik dan santun ada main dengan pak Agam,” ucap Kiara yang berusaha mencari pembelaan untuk pak Agam.


“Ya mana aku tahu. Aku kan hanya bilang gosip tentang mereka! Untuk pastinya aku mana tahu. Sudahlah jangan dipikirkan, itu bukan urusan kita!” jawab Nayla asal dan langsung menggandeng Kiara ke ruang kelasnya.


Kiara menghela nafasnya yang sesungguhnya dirinya telah mengetahui hubungan Agam dan bu Sandra sebenarnya namun dirinya memilih diam tidak mengatakan sebenarnya kepada Nayla.


Kiara dan Nayla masuk pun masuk ke ke kelasnya untuk mengikuti pembelajaran. Hari ini pelajaran yang dilalui oleh Kiara terasa sangat berat hingga bel pulang berbunyi Kiara masih bermalas-malasan untuk keluar dari kelas.


“Ara, ayo kita segera ke tempat latihan Karate?” Ajak Nayla  namun Kiara masih belum merespon juga, hingga akhirnya Nayla menggandeng Kiara menuju ke tempat latihan.


 Kiara dan Nayla menuju ruang ganti mengganti baju karatenya. Beberapa teman nya sudah siap untuk mengikuti latihan karate. Bahkan Pak Riko sudah siap di gelanggang latihan karate sekolahnya.


Pak Riko yang muda dan berbakat sangat disenangi anak-anak, namun tidak untuk Kiara. Bagi Kiara sosok Pak Riko hanyalah guru biasa yang selalu  melatih Kiara untuk ikut latihan.

__ADS_1


Berapa kali beriku selalu mengambil kesempatan untuk berdua saja dengan Kiara, akan tetapi Kiara  terus berusaha untuk menghindarinya.


“Kiara, karena sebentar lagi akan ada lomba jadi untuk kamu akan aku beri tambahan latihan privat selama 1 jam,” ucap pak Riko tiba-tiba hingga membuat semua orang terkejut. Bahkan ada beberapa orang yang menganggapnya kalau sebenarnya Pak Riko hanya untuk mencari-cari alasan agar selalu berduaan dengan Kiara.


“Maaf pak! Aku ada acara dengan Nayla habis latihan jadi apa sebaiknya kita tunda saja!” ucap Kiara sopan berusaha menghindar dari Pak Riko.


“Baiklah kalau begitu seperti usul kamu latihan privatnya kita tunda dan tetaplah latihan di rumah jangan kendur dan tetaplah semangat,” ucap pak Riko berusaha mengalihkan kegalauan hatinya.


“Siap pak! Aku akan menjalankan misi sekolah kita untuk memperoleh juara setidaknya sekolah kita nanti bisa dikenal oleh seluruh kalangan masyarakat,” ucap Kiara sambil menghapus keringatnya.


“Bagus Kiara kamu memang siswi teladan yang handal sehingga hampir semua kejuaraan kamu bisa memenangkannya,” puji pak Riko kepada Kiara hingga ada seseorang yang merasa cemburu dengan sikap pak Rico kepada Kiara.


“Hem…, memang bener-bener cewek ganjen suka godain pak guru!”gumam Indri salah satu teman latihannya yang suka membenci Kiara.


“Apa kamu bilang? Bukannya kamu yang ganjen dan kecentilan?” teriak Nayla sambil berusaha menghalangi tubuh Indri yang berusaha mendorong Kiara


Kiara bergegas ke ruang ganti untuk mengganti bajunya dengan baju biasa. Dan tidak berapa lama kemudian Kiara sudah berada di parkiran sekolah bersama Nayla. Seperti biasa Nayla selalu pulang bersamanya.


Hari ini Kiara tidak ingin pulang ke rumahnya sehingga Kiara merengek-rengek kepada Nayra untuk mengizinkan dirinya tinggal bersamanya. Nayla nampak senang dengan keinginan Kiara karena malam ini dirinya tidak akan kesepian karena kedua orang tuanya pergi ke luar kota.


Di tengah jalan mereka berniat untuk membeli makanan favorit Kiara berupa cumi dan udang bumbu pedas manis.


Kiara dengan Nayla memarkirkan kendaraan di depan restoran favoritnya. Tanpa dia sadari ada seseorang yang memperhatikannya hingga Kiara ketakutan. Setelah pesanan dibuatkan Kiara bergegas menuju ke kasir untuk membayar dan pergi meninggalkan restoran diikuti oleh Nayla sahabatnya. Kiara segera menyalakan kendaraannya untuk meluncur menuju rumah Nayla .


“Ara? apakah kamu kenal dengan orang yang bersandar di pojokan tadi?” tanya Nayla yang semakin membuat Kiara takut karena setelah melirik spion mobilnya ternyata ada seseorang yang berusaha mengejarnya.

__ADS_1


“Tidak, aku tidak mengenalnya!” ucap Kiara berusaha menghindari pertanyaan berikutanya.


Kiara yang ketakutan semakin tancap gas untuk menghindari mobil yang mengejarnya. Setelah lolos dari kejaran mobil di belakangnya, Kiara menarik nafas lega.


“Nay…, mobilnya aku masukan saja di garasi rumah kamu ya?” tanya Kiara kepada sahabatnya.


“Iya tidak apa-apa, lagian garasi aku luas jadi ditambah 2 mobil pun juga masih bisa. O…, iya Kay tumben mobil kamu minta dimasukan dalam garasi? Dan kenapa harus dimasukan biasanya juga ditaruh diluar?” tanya Nayla kepada sahabatnya karena penasaran.


“Maaf, sebenarnya tadi dari restoran Kita diikuti oleh seseorang,” ucap Kiara sambil menghela nafasnya seolah pikirannya menerawang jauh entah kemana. Kiara kelihatan tertekan dan ketakutan seolah-olah ada bahaya yang mengancam dirinya.


“Siapakah yang mengikuti kita? Mungkinkah kamu mengenalnya?” tanya Nayla penasaran.


“Ya…, Dia bagian dari masa laluku. Dan itu semua karena kak Riki dan Erlita!” ucap Kiara lirih.


“Ha…? Bagian dari masa lalu? Aku semakin tidak mengerti Kay?” Nayla semakin penasaran.


“Begitulah Nay…, Karena dirinya aku menikah dengan orang yang tidak aku kenal  yang sekarang menjadi…?” ucap Kiara terhenti karena tiba-tiba Nayla memeotong pembicaraannya. Nayal sangat tekejut mendengar sahabatnya telah menikah.


“What? Menikah? Oh My God,” Nayla menutup mulutnya sendiri karena terkejut.


“Iya…, dan hari itu adalah hari kesialan aku. Aku sama kak Riki dijodohkan dengan seseorang yang ketika pernikahan aku dia tidak datang. Kakek yang entah dari mana mencarikan aku seorang cucu menantu pengganti untuk menggantikan calon suamiku yang tidak tahu kenapa tiba-tiba tidak hadir pada saat pernikahan aku,” cerita Kiara semakin membuat Nayla sahabatnya penasaran.


“Ya ampun Ara…, maafkan aku seharusnya aku berada di dekatmu sehingga kamu bisa meringankan bebanmu!” Nayla langsung memeluk Kiara menunjukan rasa simpatinya.


“Tidak apa Nay? Mungkin itu sudah jalan hidupku. Kisahku yang rumit hingga seperti ini. Harusnya dia tidak kembali, sebenarnya aku bersyukur kalau dia tidak muncul pada waktu itu. Dan aku waktu itu juga berharap tidak ingin bertemu kembali dengannya. Aku merasa calon suamiku yang tidak hadir waktu itu pasti mempunyai masalah yang cukup serius,” ucap Kiara sambil meneteskan air matanya.

__ADS_1


“Sudahlah Kiara, lupakanlah itu. Maaf aku jadi mengingatkan masa lalumu! Ayo kita istirahat saja, janganlah kau buka luka lamamu kembali,” Nayla kemudian mengajak Kiara masuk ke kamarnya. Nayla tidak tega melihat Kiara bersedih meskipun sebenarnya banyak yang harus ditanyakan.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Bagaimana kisah selanjutnya ya? Akankah kakek Danu terus bersembunyi dari Riki? Mari kita simak kisah selanjutnya!


__ADS_2