Misteri Menantu Pengganti

Misteri Menantu Pengganti
Bersama Kiara


__ADS_3

Hari ini Kiara dipanggil oleh pihak penyelenggara lomba untuk mengikuti pertandingan internasional yang pelaksanaannya akan dilaksanakan di Paris selama 5 hari. Pemberangkatan akan dilaksanakan lusa sehingga Kiara hanya punya waktu sehari saja untuk menyiapkan semua perlengkapannya.


Sesampainya di rumah Kiara menyampaikan hal tersebut kepada Agam suaminya. Agam santai-santai saja dan hanya menaruh surat pemberitahuan itu di meja saja!


“Kak, kok diam saja! Kakak gak menanggapinya? Aku diperbolehkan tidak?” ucap Kiara yang penasaran dengan reaksi suaminya.


“Terus maunya gimana? Walaupun aku larang kamu tetap berangkat!” ucap Agam santai sambil merebahkan dirinya di ranjang.


“Alhamdulilah kalau begitu kakak memperbolehkannya. Terimakasih ya kak!” ucap Kiara yang langsung naik keranjang dan mengecup pipi Agam. Agam yang merasa diperhatikan oleh istrinya langsung menarik tangannya kemudian jatuh menimpa di atas tubuhnya. Dan kemudian Agam membalik tubuhnya hingga Kiara berada di bawahnya.


“Sayang boleh ya?” bisiknya lirih seolah meminta persetujuan dari Kiara. Kiara bingung mau mengucapkan apa pada suaminya karena dirinya sedang berhalangan karena tamunya baru datang.


“Kak…, maaf aku lagi berhalangan. Besok ya seminggu lagi!” ucapnya lirih karena  merasa tidak tega untuk menolaknya.


“Masa sih yang? Jangan-jangan hanya alasan kamu saja!” ucap Agam yang terus mengunci tubuh Kiara dibawahnya dan memandang bola mata Kiara yang nampak bening seolah tidak berbohong.


“Tidak kok kak. Mana ada istri membohongi suaminya. Dosa tahu?” ucapnya Kiara berusaha mengambil hati suaminya.


“Ok, kalau begitu boleh dong minta cium dikit?” Ray Agam kepada istrinya, Kiara hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda menyetujui permintaan suaminya.


Agam langsung tidak melepaskan moment tersebut dan mengecup kening, pipi dan bibir Kiara. Mereka berdua benar-benar lucu dan tidak lama mereka terlelap tidur berpelukan. Kamar mereka nampak terbuka sedikit sehingga mama Sandra yang melewati kamar mereka tampak senang karena terlihat pemandangan putra dan menantunya tidur berpelukan.


“Semoga…, aku segera dikarunia cucu dari mereka berdua. Aku berharap cucuku kembar laki dan perempuan,” gumamnya lirih sambil berjalan meneruskan langkahnya menuju kamarnya yang ternyata sudah ada papa Bagas yang sedang istirahat siang karena capek habis meeting.


“Mama, kenapa senyum-senyum sendiri? Adakah sesuatu yang membuat kamu gembira?” tanya papa Bagas kepo.


“Kayaknya Misi kita berhasil, sebentar lagi kita bakal punya cucu! Ibarat listrik mereka sudah ada kontak langsung pa…? Saling menyengat!” ucap mama Sandra berapi-api karena senang dengan perubahan putra dan menantunya.


“Sip lah ma…, sambil menunggu hasil proses cetakan putra dan menantu kita lebih bagusnya kita membuat cetakan daan adonan sendiri ma? Bagaimana?” ucap papa Bagas berapi-api dan sudah bangkit dari tidurnya dan menggelayut kan tangannya di pinggang istrinya.


Papa Bagas yang sudah tidak sabaran menggiring istrinya menuju ranjang dan memainkan api cintanya disana. Papa Bagas meskipun sudah tua permainannya tidak mau kalah dengan yang muda. 

__ADS_1


Beberapa kali mereka berdua mencapai klimak hingga akhirnya mereka berdua jatuh tertidur karena kecapekan dengan permainan mereka beberapa ronde.


Sementara itu Kiara terbngun dari tidurnya setelah beberapa jam istirahat kemudian hendak beranjak dari ranjangnya. Agam yang merasakan kalau istrinya hendak beranjak dari ranjang langsung terbangun dan bertanya kepada istrinya.


“Sayang, kamu mau kemana?” tanyanya yang sudah memegang tangan istrinya.


“Aku mau membersihkan diri kak! dan aku hendak pergi ke mall membeli perlengkapan untuk berangkat lusa,” ucapanya kemudian pelan-pelan turun dari ranjang.


“Aku antar ya, sekalian aku mau beli sesuatu juga!” ucap Agam kepada istrinya dan Kiara hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju dan Agam pun ngeloyor ikut mandi bareng dengan istrinya.


“Kak tidak boleh! Ingat aku masih halangan!” ucap Kiara sambil menahan tubuh Agam di dekat pintu dengan tangannya.


Agam menggaruk kepalanya yang tidak gatal kemudian menunggu Kiara selesai mandi di sofa sambil nonton televisi. Namun tidak lama kemudian Kiara berteriak dari kamar mandi.


“Kak Agam,  tolong ke sini!’ Tidak berapa lama kemudian Agam menghampiri Kiara di depan pintu kamar mandi. Kiara membuka pintunya sedikit.


“Iya ada apa sayang?” tanya Agam sedikit nakal dan hendak nyelonong masuk.


“Kakak diam di situ! Pembalut aku habis tolong belikan di minimarket ya!” pinta Kiara lirih.


“Terus bagaimana ini kak! Aku sudah terlanjur mandi!” ucap Kiara kembali memohon, sehingga Agam yang tidak tega keluar kamar dan pergi di minimarket yang tidak jauh dari rumahnya. Sementara itu Kiara masih berendam di bathup menikmati mandi ramuan.


Sementara itu Agam yang tidak biasa membeli pembalut nampak bingung mencari merk yang pas untuk istrinya hingga akhirnya ada pelayan cewek menghampirinya.


“Om adakah yang bisa saya bantu?” tanya pelayan tersebut hingga akhirnya Agam mengatakan masalahnya kemudian pelayan pun mengambilkan pembalut yang biasa dipakai oleh remaja putri pada umumnya.


“Terimakasih mbak atas bantuannya!” ucap Agam sopan kepada pelayan tersebut.


“Sama-sama pak! Salam ya pak, buat istrinya? Istri bapak sangat beruntung bisa mendapatkan bapak. Boleh dong kita daftar jadi istri yang kedua…?” goda pelayan minimarket tersebut hingga Agam hanya menggelengkan kepalanya.


“Maaf mbak satu saja sudah cukup!” jawab Agam sopan kemudian membayar hasil belanjaannya kemudian kembali ke rumah dan memberikan pembalut tersebut untuk istrinya.

__ADS_1


"Asyik istri om pasti sangat bersyukur mendapatkan om yang sangat setia. Istrinya beruntung  banget pasti cantik ya?"goda pelayanan minimarket tersebut. 


Agam mengabaikan celotehan pelayanan minimarket tersebut dengan gayanya yang cool berbalik dari kasir dan keluar minimarket dengan santai. 


Tidak berapa lama kemudian Agam sudah sampai di rumah dan buru-buru masuk kamar menemui Kiara. 


" Kiara…, ini pembalutnya," teriak Agam dari luar kamar mandi. Dan tidak berapa lama kemudian Kiara sudah muncul dengan berbalut handuk selutut dan mengambil pembalut tersebut dari tangan Agam. Lagi-lagi Agam dibuat bengong melihat tubuh mungil Kiara yang seksi. Agam menelan salivanya dan kembali duduk di sofa menunggu Kiara mandi. 


Tidak berapa lama kemudian Kiara keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang sangat harum berbau wewangian dan rambut masih dalam keadaan basah. 


Agam yang gemas dengan Karakter langsung menariknya untuk duduk di kursi rias. 


"Kakak jangan aneh-aneh ya? Mau ngapain lagi?" tanya Kiara bingung lihat tingkah Agam. Agam hanya diam tidak menjawab pertanyaan Kiara kemudian mengeluarkan hairdryer dari laci dan berusaha mengeringkan rambut Kiara yang basah. 


"Kak, Kiara bisa sendiri. Sana kak Agam segera mandi dan antar aku ke mall," ucap Kiara sambil meminta hairdryer kembali. 


Dan Agam bergegas ke kamar mandi dengan perasaan senang karena baru pertama kalinya dirinya pergi berdua bersama Kiara. 


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar,  like, hadiah dan votenya. Semakin seru ya? 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2