
Setelah 3 hari berada di rumah sakit. Hanan dan Zahra juga Reyhan pulang ke rumah mereka. Papa Nanda mengendarai mobilnya. Hanan dan Zahra duduk di belakang.
"Mama senang, keluarga kalian sudah lengkap sekarang."
"Iya mah, terimakasih ya mah, udah menemani Zahra lahiran."
"Tentu saja."
Setelah mereka sampai di rumah Zahra, dengan senang hati, Hanan memayungi Zahra dan Reyhan untuk masuk ke dalam rumahnya. Setelah sampai di teras, Hanan baru melipat payungnya.
Zahra langsung masuk ke rumahnya dan di sambut oleh teman-temannya dan juga kakak iparnya. Baby Reyhan dan Zahra di arahkan ke kamarnya yang sudah dihias serapi mungkin.
"Waduh, cantik banget. Makasih semuanya."
"Aku pengen gendong Ra, siapa tau bisa nular gen ya." ucap Fany.
Dengan senang hati Zahra memberikan babynya kepada Fany. Di temani dengan Indri, mereka duduk di sofa yang sudah di hias se rapi mungkin.
"Zahra, babynya mau di kasih nama siapa?"
Zahra yang duduk di kasurnya pun mendongak ke arah Fany.
"Reyhan Naufal Purnama."
"Baby Reyhan."
"Sini Reyhannya, kayaknya mau tidur tuh."
"Ya udah, aku keluar ya."
Fany menyerahkan Reyhan kepada Zahra dan kemudian keluar dari kamarnya. Zahra menidurkan Reyhan di ranjangnya. Tak lama Hanan yang sedang mandi pun keluar dengan menggunakan pakaian santainya.
Dia pun duduk di sofa dan membuka laptopnya serta dengan beberapa berkas yang menumpuk di samping laptopnya. Zahra yang melihatnya pun bangkit dari tidurnya dan menempatkan dua bantal di samping kanan dan kiri Reyhan, setelahnya dia langsung menghampirinya.
"Kerjaan mas udah numpuk ya mas."
"Nggak kok, mas cuma tinggal cek. Baby Reyhan udah tidur?"
"Udah kok mas. Aku bikinin kopi ya."
Hanan mengangguk dan kemudian fokus ke layar laptopnya dan Zahra sesegera mungkin mengambilkan kopi untuknya.
Setelah dia kembali, dia melihat Hanan sedang mengganti popok Reyhan. Zahra tersenyum dan kemudian menaruh kopinya di meja. Dia pun memilih untuk duduk di sofa dan berkutik di depan laptop Hanan.
"Loh sayang, ngapain kamu di situ. Kamu di sana aja sama baby Reyhan, baby Reyhan tadi nangis sebentar dan ternyata pokoknya basah, jadi mas ganti."
"Kita tukeran bentar ya."
"Nanti kamu pusing, sini aja. Temenin baby Reyhannya."
"Kan baby Reyhannya pengen main sama papanya."
Dengan pasrah pun, Hanan akhirnya menggendong Reyhan dan duduk di samping Zahra.
__ADS_1
"Kayaknya baby Reyhan mau minta ASI. Udah mending kamu ngurus baby Reyhan aja, mas yang urus ini. Kalau bisa kalian berdua istirahat saja."
"Ya udah terserah mas aja. Kalau aku terus ngomong mas nggak kerja kerja jadinya."
"Nah gitu dong. Sana, kamu istirahat ya."
"Kalau mas cape juga jangan lupa istirahat ya."
"Iya."
Zahra pun bangkit dan menidurkan Reyhan di sampingnya dan memilih untuk tidur siang. Waktu azan asar tiba, Zahra terbangun dari tidurnya dan masih melihat Hanan yang berada di tempat yang sama.
"Mas, belum selesai?"
"Dikit lagi ini."
"Ya udah mas, aku tinggal mandi dulu ya."
"Iya."
Selesai Zahra mandi, Hanan sedang menemani baby Reyhan sambil bermain dengannya.
"Besok mas kerja kan?"
"Besok mas masih mau di rumah, soalnya juga mas akan mempersiapkan aqiqah buat Reyhan. Lagian juga mas di bantu kok sama Gavin. Kamu tenang aja ya, jangan terlalu dipikirkan."
"Iya mas. Oiya, baby Reyhan ganti baju dulu, udah sore mumpung belum terlalu malam."
"Mas ambil bajunya ya."
Zahra dengan telaten mengganti baju Reyhan.
"Anak mama ganteng banget ya nak ya. Kayaknya mau ngelebihin papanya ini."
Hanan yang melihat percakapan Zahra dan Reyhan hanya tersenyum. Setelah Reyhan selesai mengganti bajunya, Zahra mengajaknya turun. Neneknya yang masih di sana langsung menghampiri.
"Duh, cucu nenek udah ganti baju ya, wanginya sampe sini loh. Sini sama nenek ya, mama kamu pasti capek yuk..."
Tanpa perlu basa basi Zahra memberikan Reyhan kepada mama Hana.
"Mah, makan malam udah mau siap."
"Lagi tuh sama bi Fitri."
"Ya udah aku ikut ke dapur ya mah."
Zahra pun ke dapur. Mama Hana memilih duduk di sofa ruang tamu bersama Reyhan. Hanan yang baru turun dari kamarnya memutuskan untuk menghampiri kedua orang tuanya di ruang keluarga.
"Mah, Zahra mana?"
"Pergi tadi sama seseorang." ucapnya berbohong.
"Pergi sama siapa mah, kok nggak bilang."
__ADS_1
"Nggak tau, tadi sama laki-laki."
Papa Nanda yang mendengarnya hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban panik dari Hanan.
"Hanan... Hanan... Gimana si kamu? Masa iya Zahra tega ninggalin Reyhan, ya nggak mungkin lah. Masa kamu terpedaya sama omongan mama kamu."
"Terus dia dimana?"
"Dia ada di dapur sama bi Fitri, takut banget ilang."
"Ya kirain kan ke kamar mandi atau kemana, makanya Hanan nanya."
Reyhan yang sudah sedari tadi berada di pangkuan papa Nanda merasakan kehangatan yang diikuti dengan basah membanjiri bajunya. Dia melihat ke arah Reyhan dan Reyhan mulai menangis.
"Kakek yang di basahin malah kamu yang nangis. Nakal kamu ya, mirip sama bapaknya waktu masih bayi."
"Sini pah, biar mama yang gantiin pokoknya."
Papa Nanda memberikan Reyhan kepada mama Hana dan dibawanya ke kamarnya.
"Aku juga gitu pah."
"Iya, kakeknya sering banget kamu ompolin. Jadi, kakek kamu dulu jarang gendong kamu."
Hanan hanya tersenyum mendengar perkataan papa Nanda dan memilih untuk menonton televisi yang ada di depannya. Tak lama kemudian Zahra memanggil untuk makan malam, dan keluarganya segera berkumpul di meja makan.
Beruntunglah Reyhan tidak rewel dan Zahra bisa menyempatkan untuk makan bersama. Tidak seperti tadi pagi saat Zahra makan di rumah sakit, bahkan Hanan yang harus menyuapinya.
"Baby Reyhan ganti lagi?"
"Iya, tadi kakeknya di ompolin. Kaya masa bayi Hanan dulu juga gitu, suka ompolin kakeknya."
"Oohh.. Begitu ya mah, mukanya aja mirip banget sama mas Hanan."
Hanan sedari tadi hanya diam tak memperhatikan dan lebih memilih untuk memakan nasinya.
"Sudah Ra, suami kamu mukanya udah merah itu."
Semuanya yang mendengarnya hanya tertawa, sedangkan Reyhan menambahkan suasana dengan suara tangisannya. Zahra pun pamit ke kamarnya dan memberikan ASI untuk Reyhan. Hanan juga tentunya membuntutinya di belakangnya sambil membawakan piringnya.
"Makasih ya mas, udah di bawain."
"Kamu sambil makan. Mas suapin lagi ya."
"Aku bisa sendiri mas, mas juga lanjutin makannya."
"Iya, mas makan di sini nemenin kamu."
"Iya udah terserah mas."
Setelah mereka berdua selesai makan, Zahra menidurkan Reyhan di tempat tidurnya. Setelahnya dia pun menyusul Reyhan tidur di sampingnya.
Hanan yang baru sampai di kamarnya langsung menghampiri mereka berdua dan mencium kening mereka berdua.
__ADS_1
//**//