Murid Kesayangan Guru Agama

Murid Kesayangan Guru Agama
Adik Pak Hanan


__ADS_3

Zahra keluar dan membanting pintu kamarnya. Kemudian turun ke meja dengan wajah yang di tekuknya.


"Isshh tuh kan, jadi lupa mau minta ijin." Gumamnya dengan kesal.


"Loh non, kok murung gitu. Tuan Hanan nggak makan"


"Makan bi nanti, lagi ganti baju, katanya mau ke kantor lagi"


"Tuan sudah sembuh non. Syukurlah"


"Sudah bi, sembuh banget malah. Pagi-pagi aja ngajak ribut"


"Lama kelamaan juga cinta non"


"Isshh bibi mah.."


"Lagi pada ngomongin saya ya" ucap Hanan yang tiba-tiba datang dan langsung duduk di kursi utama.


"E-enggak Tuan"ucap Bi Sari gugup.


"Iya, puas. Kenapa emang!! Kuping bapak panas ya"


"Jujur amat" ucap Hanan sambil mengusap kepalanya.


"Isshh" ucap Zahra sambil menepis tangannya.


"Bi, makan bareng lagi bi, panggil pak Johan sekalian. Nggak ada penolakan."


"Tapi.. Tuan.. "


" Nggak papa bi"


"I-iya tuan"


Bi Sari pun segera keluar dan memanggil pak Johan.


"Ini ra tugasnya. Sudah saya persiapkan semua."


"Iya-iya"


Zahra pun menaruh semua tugas yang di berikan Hanan ke dalam tasnya dengan rapi.


"Kamu pulangnya di jemput sama pak Johan"


"Iya."


"Permisi Tuan, nona"


"Iya bi, pak. Duduk sini"


Seperti biasa Zahra mengambilkan makanan untuk semua orang.


"Bi, setelah makan nanti, tolong siapkan makanan untuk pak Hanan ya bi"


"Kenapa, tumben"


"Kalau bapak terlalu sering makan di luar, itu nggak bagus buat kesehatan. Lebih baik bawa saja. Nanti malah sakit lagi"


"Kemarin saya sakit sebenarnya karna nggak makan"


"Nahhh itu, kalau di bawain dari rumah kan nggak bakal lupa."


"Nona khawatir ya non, tuan Hanan sakit lagi" ledek pak Johan.


"Ya nggak lah pak, biasa aja. Udah bicaranya nanti lagi nanti yang punya rumah marah" ucap nya sambil melirik Hanan.


Hanan tidak menghiraukannya dan masih makan dengan lahapnya.


*****


"Ini tuan bekal nya"


"Iya bi, terimakasih" jawab Hanan.


"Bi, kami berangkat ya. Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


... Di dalam mobil.


"Pak, jangan debat dulu ya. Saya mau ngomong serius"

__ADS_1


"Hhmm katakan"


"Bapak tau Fany kan, dia mau nginap di rumah bapak. Apakah boleh"


"Fany, mau menginap. Anak perempuan kan nggak boleh menginap sembarangan di rumah orang"


"Dia kan teman saya pak. Saya juga kenal orang tuanya. Kalau misalkan nggak boleh sama orang tuanya kan pasti udah nggak di ijinkan"


"Tapi Zahra, seorang wanita yang belum menikah kan nggak boleh menginap di rumah orang lain yang sudah menikah. "


"Eh pak, inget dong. Di mata orang lain sekarang ini kita hanya sekedar kakak dan adik, nggak lebih. Bilang aja nggak boleh. Ribet amat si"


"Iya maaf. Tapi Fany nya udah ijin dengan orang tuanya belum. "


" Nggak tau, coba saya tanyakan nanti"


Tidak ada jawaban. Keduanya saling terdiam hingga sampai di sekolah.


"Assalamualaikum" ucap Zahra


"Wa'alaikumsalam" jawab Hanan.


Zahra bergegas menuju ke kelasnya sambil berlari.


"Zahra, cepetan.. Udah mau apel nih" ucap anggota OSIS


"Iya kak sabar dikit napa"


"Mentang-mentang adik guru jadi seenaknya"


"Jangan sembarangan kalau ngomong kak. Mentang-mentang jadi OSIS ngomong seenaknya. Memangnya OSIS itu apa, bisanya cuma nyuruh-nyuruh. Habis itu tinggal seneng-seneng nggak ikut pelajaran. Gue si bisa"


"Jaga bicara kamu"


"Omongan Kakak juga harus di jaga. Kalau kakak nggak ada urusan lain lagi ya sudah, saya permisi"


Zahra bergegas menuju ke lapangan apel dan menyusul teman kelasnya.


*****


"Huhh..capeknya" keluh Zahra.


"Ini minum" ucap Fany.


"Mau ketemu sama kak Leon ya di kelas 12 TBSM 2"


"Nggak, mau ngasih tugas buat kelasnya dari abang gue"


"Oiya sekarang kan Lo adik pak Hanan ya"


"Iiisshh diem Lo, mau temenin kaga"


"Iya-iya, tenang aja."


"Jadi hari ini pak Hanan nggak masuk dong" ucap Alvero.


"Nggak, tapi ada tugas buat kita. Ayo kerjakan."


"Udah jadi adik Pak Hanan ya sekarang"


"Diem Lo. Sekarang ayo kita kerjakan tugasnya. Denger-denger ancamannya nggak main-main soal tugas"


"Iya deh"


Zahra pun bergegas menuju ke meja guru dan mengumumkan tugas yang sudah di berikan kepadanya.


"Hari ini pak Hanan nggak berangkat. Dia menyuruh untuk mengerjakan soal ini. Sekretaris silahkan menulis soal ini"


"Ogah lah, kan kamu adiknya. Kamu aja yang nulis. Pak Hanan kan jarang nyuruh sekretaris buat nulis di papan tulis"


"Kan sekarang nggak ada pak Hanan. Sekarang gue yang gantiin, jadi nurut aja, kalau nggak mau ya udah, biar gue aja yang ngerjain. Siap-siap aja nilai rapot kalian di turunin"


"Gue nggak percaya." ucap sang sekretaris.


"Ya udah kalau nggak percaya nggak papa, gue adiknya, lebih tau sifatnya daripada kalian."


"Cih.. Mentang mentang adik guru jadi songong"


"Lebih baik songong daripada muna (fik) . Serah kalian dah, capek gue ngladenin orang yang nggak mau sadar diri. Kalau nilai rapot kalian turun jangan salahin gue"


Zahra menuju ke bangkunya lagi dan membawa kertas tersebut lalu menyalin nya di bukunya. Fany pun mengikuti nya dan mengerjakannya bersama, sementara yang lain hanya berbincang dan memainkan ponsel mereka.

__ADS_1


"Emang bener Ra yang Lo omongin"


"Gue si cuma denger-denger. Daripada bener, lebih baik kan ngerjain, ya nggak"


"Iya si. Ya udah yuk cepet"


*****


Mata pelajaran kedua pun datang. Tak lama guru Fisika juga datang setelah bel selesai di bunyikan.


"Eh Fany, temenin gue yuk"


"Emang nggak papa"


"Nggak papa ayokk"


"Iya-iya"


"Permisi pak Aji"


"Ya ada apa" ucap pak Aji sang guru Fisika.


"Saya sama Fany mau ijin dulu sebentar."


"Mau kemana? Mau kabur ya"


"Nggak pak, saya di suruh sama pak Hanan buat nganterin tugas ini ke kelas 11 PBS 2"


"Beneran, nggak bohong"


"Enggak pak, kali nggak bakalan. Di ijinin nggak pak"


"Ya sudah sana"


"Terimakasih pak"


Zahra menuntun Fany hingga keluar kelas dengan tergesa-gesa membuat Fany berjalan cepat mengikuti langkah Zahra.


"Widihhh, pake jurus apa Lo. Biasanya kan pak Aji langsung hukum Lo"


"Sekarang kan gue udah berubah. Dan pastinya para guru pada ngerumpi dong tentang sikap gue, jadi kemungkinan ada yang mencoba untuk menguji gue dan ada juga untuk membuktikan bahwa gue udah bener-bener berubah gitu"


"Gitu ya, ini beneran balik kelas kan"


"Iya lah"


"Bagus kalau gitu"


"Oiya gue lupa, Lo udah ijin kan sama ortu Lo, kalau Lo mau nginep di rumah gue"


"Iya udah kok Ra, tenang aja. Tapi gantian, kapan-kapan Lo nginep ya di rumah gue"


"Gue si Iya-iya aja, tapi nggak tau dah tuh pak Hanan nya gimana"


"Di perhatiin banget ya sekarang" sambil mencubit pipi Zahra.


"Dih.. Apaan si Fan. Udah cepetan jalannya nanti nggak sampe sampe"


"Ciiee.. Murid kesayangan guru agama jadi adik kesayangan guru agama sekarang"


"Udah diem Lo. Jangan ngejek gue terus. Udah sekarang Lo diem, gue mau ngadepin kelas 11 dulu"


"Hati-hati ra, ntar Lo di gemuk omongan loh"


"Tenang aja, gue udah kebal sama yang begituan"


____________________________________


Zahra : Assalamualaikum, perkenalkan aku Zahra. Kalian pasti bingung ya apa itu TBSM, MM dan PBS. Oke, sekarang Zahra jelasin deh.


TBSM itu adalah singkatan dari Teknik Bisnis Sepeda Motor, MM itu singkatan dari Multimedia dan PBS itu adalah Perbankan Syariah. Kalau kalian dari SMK pasti tau singkatan itu kaya aku sama kak Author, ya nggak kak


Author: Jangan bawa gue, udah lanjut aja.


Zahra: udah selesai kok hehehe.. Ya udah Zahra, Author dan yang lainnya pamit ya, kata Author up nya besok lagi. Terus tunggu kelanjutan kami ya.


Hanan : Tinggal kan like, komen, vote dan hadiahnya untuk kami ya.


Semua tokoh pun berkumpul menjadi satu.


"Kami dan Author mengucapkan Selamat menunaikan ibadah puasa 1442 H bagi yang menjalankannya. Marhaban Ya Ramadhan. Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh"

__ADS_1


Cuutttt


//**//


__ADS_2