Murid Kesayangan Guru Agama

Murid Kesayangan Guru Agama
Kunjungan industri 1


__ADS_3

Kini Zahra sudah bersiap dan berkumpul dengan teman-teman nya di ruangan kelas. Wali kelas masing-masing menyampaikan peraturan demi peraturan yang harus mereka jalani saat kunjungan industri.


Setelah semua murid berkumpul, Zahra dan teman-teman nya pun keluar dan menunggu bus yang akan membawa mereka. Zahra melihat beberapa temannya yang di temani oleh orang tuanya, namun tidak dengannya, Hanan juga sibuk dengan para guru hingga tidak bisa menemani Zahra saat ini.


"Zahra... " panggil mama Nia dan papa Adi orang tua Fany.


" Mama Nia" ucap Zahra semangat lalu menyalami mereka berdua.


"Sudah lama nggak ketemu, bagaimana kabar kamu dan kamu nyaman kan tinggal di rumah baru" ucap mama Nia.


"Alhamdulillah sehat dan alhamdulillah nyaman mah"


"Orang tua baru kamu mana, mereka ke sini kan. Mau ngenalin ke kami"


"Mereka nggak dateng ma, tapi nggak papa kok, kan Zahra udah ada kakak juga"


"Siapa bilang kami nggak datang" ucap mama Hana.


"Mama, papa" ucap Zahra semangat dan langsung memeluk mereka berdua.


Entah apa yang membuatnya sedih, namun tiba-tiba air matanya terjatuh.


"Heh... Kenapa kamu menangis nak"


Mama Hana menghapus air mata Zahra. Zahra juga menghapus air matanya yang tersisa.


"Maaf mah, pah.. Namun Zahra di sini bahagia. Zahra benar-benar beruntung mendapatkan orang tua seperti kalian yang selalu perhatian sama Zahra. Zahra menjadi berasa bahwa orang tua Zahra masih di sini"


"Nak, kamu tak perlu sungkan dan sedih. Kami akan selalu ada buat kamu. Kamu adalah putri kami yang terbaik. Masa iya anak mama nggak ada yang anterin. Udah ya jangan nangis"


"Iya mah, makasih ya"


"Mah, pah, tumben ke sini" ucap Hanan yang tiba-tiba datang sambil membawa tas lumayan besar.


"Iya nganterin anak mama lah, masa iya nggak ada yang nemenin"


"Kamu harus jaga Zahra dengan baik, jangan sampai dia sedih. Kamu kakaknya harus bertanggung jawab penuh sama dia" ucap papa Nanda.


"Iya pah itu pasti. Zahra sini mas bawa tas kamu, bus sudah datang. Ingat kan di mobil berapa"


"Ingat kok mas"


"Sana masuk bus nanti ketinggalan"


"Iya mah, pah, Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


Hanan juga berpamitan dengan kedua orang tuanya dan memasukkan tasnya dan tas Zahra di dalam bus yang sama. Dan karena kebetulan atau takdir Zahra dan Hanan berada dalam satu bus.


"Fany, kita duduk dimana"


"Di belakang kakak kamu aja"


"Ya udah deh, ayo"


Zahra duduk di belakang Hanan, tepatnya di kursi kedua dari depan sendiri. Bus pun mulai berjalan dan meninggalkan jalanan depan sekolah. Zahra dan semua siswa di bus melambaikan tangannya ke orang tua mereka. Zahra duduk di samping jendela begitu juga Hanan hingga memudahkan mereka untuk melihat indahnya luar.


Sang pemandu bus pun mulai memandu doa di dalam bus dan mulai menyalakan sebuah lagu dangdut. Masih hening karena ragu, namun beberapa lama kemudian beberapa para siswa laki-laki dan perempuan mulai berjoget di dalam bus.


Zahra hanya memandangi luar bus yang sudah mulai gerimis, memasang earphone nya sambil memakan camilan yang di bawannya. Tak lupa juga membagikannya ke pada beberapa teman yang sedang duduk maupun berjoget ria sambil bernyanyi di dalam bis.


Merasa makanannya tidak kembali, dia mengambil camilan lain dan membagikannya kepada para guru yang ada di bangku paling depan, hanya Hanan yang tidak menolak camilan nya, dan akhirnya mereka berdua yang berbagi makanan.


"Gue nggak di bagi, gue juga mau" ucapnya di dekat telinga Zahra.

__ADS_1


"Nih, gue masih banyak. Buat kamu aja, gue ada camilan lain kok. Kalau aku habis tinggal minta sama pak Hanan" jawab Zahra berbisik.


"Lo nggak budeg ya, di sini berisik banget tau"


"Gue tau berisik. Satu satunya cara buat bisa ngerendem berisik cuma dengerin lagu sendiri"


"Bagi dong earphone nya"


"Nih"


Zahra memberikan satu earphone nya ke Fany dan Fany pun memasukkan nya ke telinga nya lalu terdiam sambil memakan camilan.


"Lo merasa dingin nggak si"


"Oiya bentar, pegangin dulu"


Fany memegangi camilan yang sedang di makan Zahra lalu mengambil selimut yang dia duduki lalu membuka nya dan menutupnya di tubuhnya dan Fany.


"Makasih, peka bener lo"


"Ini juga di suruh sama bi Sari, kalau nggak udah kedinginan kita"


Sementara itu, Hanan hanya mendengarkan mereka berdua dengan samar sesekali berbicara dengan guru di sebelah nya.


"Fan, batu hp gue drop, gimana ini aku nggak punya powerbank lagi"


"Minta pak Hanan aja suruh di casin"


"Tapi Fan.. "


" Udah minta aja kenapa si"


"Iya iya"


Zahra akhirnya berdiri sambil berpegangan dengan sandaran kursi Hanan lalu menepuk bahunya.


"Kamu nggak cas di rumah" ucap pak Sofyan salah satu guru di bidang multimedia.


"Nggak pak, nggak sempet"


"Sini, lain kali kalau mau pergi pastikan batre hp penuh"


"Iya pak maaf"


"Kabel nya mana"


"Oiya pak bentar saya ambil"


"Nggak usah, kelamaan. Biar punya bapak aja"


"Kamu nggak ikut joget" tanya pak Sofyan.


"Saya nggak tertarik pak, sudah ya pak. Terimakasih"


Zahra pun kembali duduk dan berbincang dengan Fany.


Jalanan ibukota yang macet membuat perjalanan yang tadinya hanya perlu waktu 2 jam memakan waktu menjadi 4 jam. Mereka sampai pukul 9 malam dari waktu yang di perkiraan.


Akhirnya mereka sampai di salah satu hotel. Zahra pun naik ke lantai 23 kamar 5 tempat Zahra dan teman-teman nya menginap. Tidak begitu gugup baginya untuk menaiki lift karena dia sudah pernah menaikinya saat study tour waktu SMP. Zahra menginap dengan Fany, Kirana dan Intan.


Zahra merebahkan tubuhnya dan menunggu bergantian mandi. Setelah mandi, mereka bertempat pun makan dengan makanan yang sudah di siapkan sebelum mereka sampai di kamar masing-masing.


"Habis makan gue langsung tidur Lahh, cape, ngantuk juga" ucap Fany 0


"Eh Fan, tunda dulu selama 2 jam kalau nggak lo nanti gemuk lo" ucap Intan.

__ADS_1


"Nggak juga tuh, buktinya gue makan malam langsung tidur aja masih kurus gini. " ucap Zahra.


" Nasib kali" ucap Kirana.


"Udah bercanda nya nanti lagi, sekarang kelarin dulu makannya nanti basi lagi" ucap Zahra yang hanya di jawab anggukan dari temannya sambil melahap makanan.


Setelah mereka makan, mereka sibuk dengan ponselnya sambil mengabari orang tua mereka. Mereka juga sempat melakukan selfi ria bersama. Zahra yang baru ingat bahwa ia cas hp Hanan di pegang olehnya langsung menghubungi nya dengan chat.


^^^Zahra^^^


^^^Mas kamu di lantai berapa sama kamar nomor berapa??^^^


Mas Hanan๐Ÿ˜‡


Di lantai 23 no 2


^^^Zahra^^^


^^^Kita di lantai yang sama mas, kebetulan aku mau ngembaliin cas hp mas.^^^


Mas Hanan ๐Ÿ˜‡


Iya kamu keluar aja, mas di luar.


Zahra mengambil cas hp Hanan dan tak lupa meminta ijin teman-teman nya.


"Teman-teman, gue keluar bentar ya mau ngembaliin ini sama pak Hanan. Kalau aku ketuk pintu jangan lupa pintunya di buka.


"Siap nona, kalau lo di biarin di luar yang kena pasti kan kita. Cepetan ya jangan kelamaan"


"Oke"


Zahra pun keluar lalu memastikan bahwa di sana sepi. Dan dia mendapati Hanan tengah duduk di depan kamarnya yang tidak jauh dari kamar Zahra.


"Ni mas, makasih banyak ya"


"Sama-sama, kirain udah tidur"


"Belum mas, aku langsung balik ya"


"Duduk dulu napa temenin mas"


Zahra pun duduk di samping nya bersandar pada tembok.


"Pak Sofyan kemana"


"Lagi ke bawah malah kartu pintu masuk di bawa jadi tas mas buat nahan pintu"


"Oohh, mas udah bilang sama mama papa kan kalau kita udah sampe"


"Udah kok"


Tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu kamar. Hanan dan Zahra melihat ke arah pintu yang terbuka.


"Ealah ada orang pacaran, kaga jadi keluar dah" ucap anak itu yang tak lain teman sekelas Zahra juga.


Yang lain juga kaget saat melihat Hanan dan Zahra duduk berdua hingga mereka mengurungkan niat mereka untuk keluar.


"Mas, aku ke dalem ya, nggak enak di liatin orang"


"Iya udah sana, selamat malam dan selamat tidur"


"Mas juga"


Zahra mengetuk pintu kamarnya dan segera di bukakan oleh temannya lalu tak lama pun mereka tidur.

__ADS_1


//**//


__ADS_2