Murid Kesayangan Guru Agama

Murid Kesayangan Guru Agama
Maaf


__ADS_3

Akhirnya mereka pun sampai di sekolah. Hari ini Hanan dan Zahra sengaja berangkat sedikit terlambat dan sekolah pun sudah ramai,serta hampir semua guru sudah sampai.


Mas, gimana ini, kok masih deg degan si"


"Bentar lagi pasti nggak kok, sana masuk kelas"


Zahra mengangguk lalu mencium tangan Zahra dan keluar dari mobilnya. Perasaan nya begitu lebih gugup dari biasanya.


"Zahra... " Ucap salah satu teman kelas nya.


"Iya"


"Ke kelas bareng yuk"


"Eh tumben.. "batinnya


" Kenapa bengong... Ayooo" ucap temannya itu sambil menariknya.


"Palingan juga ujungnya bully lagi" batinnya.


Zahra berjalan bergandengan dengan temannya itu menuju ke kelasnya, sesampainya di kelas, Zahra di sambut baik oleh teman-teman nya kecuali oleh Reni dan kawan baiknya.


"Pagi Zahra" ucap teman laki-laki nya.


"Pagi.. "


"Pada kesambet apa si" batinnya.


"Zahra, kami minta maaf yang sebanyak banyaknya ke kamu, kami terlalu jahat dan kami terlalu egois, gue sebagai ketua kelas dan perwakilan dari seluruh siswa di sini meminta maaf ke kepada mu, dan kita kawan baik" ucap nya sambil mengulurkan tangan.


"Hmm.. Tentu" ucap nya sambil menerima uluran tangannya.


Semua teman perempuan nya juga ikut bersalaman dan memeluk nya. Tatapan tajam tidak suka dari Reni dan teman gengnya terus melihat ke arah Zahra yang sedang bercanda ria dengan temannya.


"Ternyata lo nggak seperti yang kami duga Ra, lo baik dan nggak sombong kaya yang di bilang Rena"


"Makanya jangan pada ke makan fitnah tuh si nenek gayung" ucap Fany.


Zahra hanya tersenyum paham dengan omongan Fany.


"Nenek gayung"


"Masa nggak faham si, itu yang ngeracunin pikiran kalian"


"Ooohhh" ucap teman-teman Zahra mengerti.


Tak ada pelajaran karena sehabis tes biasanya akan mengadakan class meeting, tetapi sehubung kelas 10 dan 11 kunjungan industri akhirnya sekolah itu menundannya minggu depan.


"Minggu depan kalian berangkat 'kan" ucap Fany


"Class meeting 'kan" ucap Zahra


"Iya, kira-kira lomba apa yang akan di adakan ya" ucap teman nya Erina.


"Eh Ra, lo kan adik guru, coba deh tanyain sama pak Hanan, pasti tau" lanjut nya.

__ADS_1


"Apaan lo Rin, pak Hanan pasti nya nggak tau dong itu kan tugas osis"


"Oiya ya"


"Assalamualaikum semua, mohon perhatiannya" ucap Randi sang ketua kelas.


"Wa'alaikumsalam"


Semua siswa menghadap ke arah sumber perhatian dengan penuh pertanyaan.


"Ini adalah lembar pendataan untuk anak yang mengikuti lomba. Sehubungan kelas 10 dan 11 akan kunjungan industri jadi osis mendata hari ini dan wajib di kumpulkan hari ini. Saya akan membacakan daftar lomba yaitu tarik tambang 10 laki-laki dan10 perempuan, badminton tunggal putra dan ganda putri, voli, estafet tepung 5 putra dan 5 putri, dan meniup balon 1 putra dan 1 putri , yang bersedia mengikuti silahkan jika tidak ada yang mengikuti lomba mewakilkan kelas, akan di kenakan denda. Satu lomba di denda lima puluh ribu rupiah."


"Sana kamu saja" ucap Erina.


"Ogah lah, males kalau soal beginian" jawab Intan.


"Yuk ikutan Ra, pak Hanan kan jago main badminton kita badminton yuk biar di ajarin sama dia" ucap Fany.


"Males lah"


"Iya Ra, kesempatan loh buat banggain kelas" ucap Erina.


Mendengar perbincangan Zahra dan yang lainnya, Randi langsung menuju ke arah mereka.


"Iya ya Ra, Fan, kalian ikut badminton, terus Alvero jadi pemain putranya, dia kan jago tuh"


"Lahh gue kok jadi ikutan ke bawa si, gue dari tadi diam loh"


"Udah makannya lo diam aja"


"Iya"


"Kapan gue ngomong iya"


"Tadi"


"Udah jangan berantem kayak anak kecil, baik-baik, gue ikut badminton tapi lomba lain gue nggak ya, harus fiks, kalau nggak gue nggak akan tanggung akibatnya"


"Siap Ra"


Randi menulis nama Zahra, Fany dan Alvero dan kembali menanyakan yang lain.


" Kita latihan kapan ra" tanya Fany.


"Hari minggu"


"Lelah banget dong ra, habis KI kan"


"Iya lah, masa taun depan"


"Lomba nya kapan, masa iya kita latihan 1 kali" ucap Alvero.


"Pak ketu, lomba badminton di adain hari apa" teriak Zahra.


"Kamis" teriak Randi.

__ADS_1


"Beres kan ada sisa 3 hari, jadi kita 4 kali latihan"


"Oke siap" jawab kedua temannya.


"Semangat ya kalian bertiga"


"Pake di semangatin segala lagi" ucap Rena.


"Rena, stop deh bully Zahra, lokasi nggak ada tobat tobat nya ya jadi orang" ucap Erina.


"Iya Ren, lo ada dendam apa sama Zahra, lo iri sama kecantikan Zahra, rumah sakit sedia oplas broo. Kalau iri tinggal ke sana aja, orang tua lo kan kerja di kantor pasti duit banyak, ya nggak" ucap Alvero.


"Eh bener tuh" jawab Intan.


Semua teman-teman yang mendengar tertawa dan akhirnya Reni pergi dari kerumunan mereka.


*****


Bel pulang berbunyi, seperti biasa Hanan menunggu nya di depan kelas Zahra.


"Gue udah di tungguin, aku duluan ya teman teman" ucap Zahra.


"Iya, hati-hati" jawabnya.


Zahra membuntuti Hanan yang sudah mendahului nya dan berlari sedikit untuk mensejajarkan langkah nya.


"Kenapa mas"


"Nggak papa, ayo cepat, kita ke supermarket beli makanan ringan buat camilan di bus besok"


"Yyyeeaahhh... Siap dong"


Zahra menuruni tangga dan tak sadar bahwa dia sedang bergandengan dengan Hanan lalu segera masuk ke mobil Hanan.


"Udah baikan kan, cape nggak salamannya"


"Nggak lah, emang salaman sama orang sekampung apa"


"Alhamdulillah, mas seneng kalau udah pada baikan. Rena sendiri"


"Masih sama"


"Yang sabar ya, pasti dia akan baik sama kamu. Tetapi mas berpesan seburuk buruk nya teman kamu memperlakukan mu secara tidak benar atau keterlaluan, kamu harus memaafkan setiap kesalahan nya. InsyaAllah, Allah akan membantu kamu untuk melewati semua masalah kamu. Ingat.. Kamu tidak sendiri, jika mas nggak ada masih ada Allah yang bisa menjaga kamu dengan baik"


"Mas harus selalu ada di setiap keadaan Zahra, mas nggak boleh ngomong gitu. Mas udah janji kan sama almarhum orang tua Zahra, bahwa mas harus menjaga Zahra. Jadi... Apapun yang terjadi kedepannya, kita harus selalu ada satu sama lain. Oke mas"


"Itu tergantung kamu mau bagaimana sama mas, mas dengan sepenuh hati akan menjaga kamu tanpa di perintah. Dan dari dulu juga mas menjaga kamu. Tapi... Mas ingin bertanya sama kamu tentang sesuatu hal yang sangat penting."


"Kenapa mas"


"Bagaimana dengan perasaan kamu ke mas sekarang ini, apakah kamu sudah... "


Zahra menatap nya lekat dan sudah faham apa yang akan di katakan Hanan.


" Sudah apa mas"

__ADS_1


"Sudah menerima mas"


//**//


__ADS_2